CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN

CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN
Saling mencitai


__ADS_3

"Na, kenapa lo hari ini gak masuk bos tampan gue nanya lo." isi Chat Hanna padanya.


Nana hanya diam sebentar bagai mana dia harus menjelaskan pada sahabatnya itu, kerena alasannya juga tidak tepat dirinya harus jujur baru bukak perawan pada si tukang gerocos itu.


"Gue tadi sedikit sakit Han, jadi gue istirahat saja dirumah, lagian pula laki gue gak ngijinin untuk kerja dulu." kata Nana membalas chat sahabatnya itu.


"Ohhh,, ehhh tunggu apa sakit bukak segel ya???😂😂😂😂." Balas Hanna lagi.


"Apaan sih lo, jangan ngasal bicara, mana ada kayak gitu,ya sudah gue mau tidur, besok gue masuk, bilang sama bos tampan lo itu, gue libur gak bakal lama-lama."Nana membalas chat Hanna.


"Uhhhh" Nana mendegus bersamaan Syarif baru saja keluar dari kamar mandi, Syarif yang mendengar istrinya seperti itu tentunya dia juga ikut heran.


"Kenapa lagi sayang diri mu tampak bete kayak gitu sih??"Kata Syarif sambil mengambil pakaiannya disebelah istrinya itu.


"Mas kamu sudah siap mandi??"


"Jawab dulu apa yang aku tanya. " kata Syarif juga memasang pakaian santainya itu didepan istrinya itu.


"Gak ada, barusan Hanna chat aku, bos tampannya itu nanya aku mengapa gak masuk kerja, itu semua ulah kamu sih Mas, buat aku gak bisa kerja." kata Nana santai saja bicara.


Syarif mendengar penjelasan istrinya itu hanya tersenyum saja, dia juga tidak mau bikin istrinya kembali kesal dan marah padanya, sudah cukup seharian ini dia membuat istrinya marah.


"Emangnya kamu gak mintak izin hari ini kamu gak masuk?" Tanya Syarif santai berjalan kearah lemari hiyas dan mengambil sisir untuk sedikit merapikan rambutnya yang basah.


"Lupa." kata Nana santai.


"Bagus itu, sering-sering saja lupa, biar kamu dikeluarkan." kata Syarif dengan gaya cueknya itu dan duduk disofa yang ada dikamarnya itu .


"Ahhhh kok gitu sih Mas, kamu juga salah disni gara-gara kamu juga,aku gak bisa masuk, malah nyalahin aku." kata Nana sedikit kesal pada suaminya lagi.

__ADS_1


"Tidurlah, apa besok kamu ingin libur lagi,atau kita ulang yang kayak semalam lagi, mau gak??dan ingat sebelum tidur Jagan lupa minum obat yang aku berikan tadi di minum dulu." kata Syarif meyuruh istrinya untuk meminum obat penyubur rahim, agar Nana cepat hamil.


"Iya" kata Nana berajak turun lagi dari tempat tidur itu dan mengambil obat yang ditaruh nya tadi di laci lemari tidak jauh dari Syarif duduk.


Nana ikut duduk di samping suaminya itu dan membuka kotak obat itu dihadapan suaminya,Nana dengan senang melakukan apa yang diinginkan oleh Syarif, kerena dia juga menginginkan anak,dia juga sadar selama ini dirinya saja yang ada dikeluaganya tidak ada kakak dan adik, mereka berdua hanya sama-sama anak tunggal jadi tidak masalah Nana untuk cepat memiliki anak, apa lagi dari kedua keluarga besar mereka menginginkan hal yang sama dari dirinya.


"Sudah??Tanya Syarif sambil masih pokus menatap kearah laptopnya saat ini, kerena dia kembali memeriksa pekerjaanya yang belum siap dikerjakan tadi siang.


"Sudah, aku kembali tidur dulu ya mas. " kata Nana hendak beranjak dari duduknya itu namun dirinya cepat ditarik oleh Syarif duduk dipangkuan ya.


"Mas apa yang ingin kamu lakukan?" kaget Nana saat ini suaminya sedang memeluknya.


"Kasih aku satu ciuman tanda selamat malam dulu baru kami bisa tidur." Senyuman Syarif pada istrinya itu.


"Kamu ini gak bisa bikin aku senang mas, baru saja terbebas dari singgah, tahunya singga itu kembali mengangguku." lemas Nana." Muaaaaaaaah!! " ciumannya langsung dibibir suaminya itu."Sudah sekarang kamu bisa lepaskan aku Mas." kata Nana memintak Syarif untuk melepaskan dirinya.


"Muaaahh" Syarif kembali mencium pipi istrinya itu dan melepaskan tubuh kecil Nana."Sana tidur aku akan melakukan kerjaanku sedikit lagi." kata Syarif pada istrinya.


**


Keesokkan paginya Nana melakukan tugasnya setiap pagi, dia selalu memasak untuk sarapan suaminya, tugas itu tidak pernah lupa olehnya kerena Nana tahu bahwa suaminya lebih suka makan apa yang dimasak nya.


Selama sudah menikah Nana tudak pernah lupa akan tanggung jawabnya sebagai seorang istri walau dia bekerja dia selalu tahu batasanya sebagai seorang istri dari Syarif.


setelah siap Nana memasak sarapan dia kembali masuk kekamarnya saat ini Syarif masih tertidur kerena dirinya dangat ngatuk kerena semalam itu dia bekerja sampai tengah malam, jadi sehabis sholat shubuh Syarif kembali tidur, Nana juga tidak keberatan untuk hal itu, dia tahu suami sudah bekerja keras untuk mencari nafkah untuk dirinya.


Sampai dikamar Nana hanya yersenyum melihat suaminya itu masih enak dibawah selimut tebal itu, wajah tampan dokter itu tampak terlihat mempesona ketika tidur dengan damai.


Nana naik keatas tempat tidur itu, lama Nana meperhatikan wajah tampan itu,Nana hanya tersenyum saja.

__ADS_1


"Aku sangat beruntung mas, kerena kamu bisa mencintaiku." kata Nana lembut sambil menatap wajah tampan suaminya.


Syarif yang sudah terbangunpun ikut diam saja dia belum membuka matanya kerena istrinya lagi menatap dirinya.


"Kenapa kita tidak dari dulu dipertemukan, mungkin itu sangat indah, jika kita bisa pacaran lebih dahulu sebelum kita menikah, tapi sayang, jalan Tuhan itu berbeda dari apa yang sudah kita inginkan." kata Nana sedikit tersenyum.


"Walau kita tidak dipertemukan dengan apa yang kamu inginkan, tapi itu kita sudah sanagat bersyukur kerena Tuhan mempertemukan kita dengan Menikah dadakan, untuk pacaran kita bisa dalam hubungan yang halal Sayang, itu tidak akan membuat kita dosa." kata Syarif menyahuti kata istrinya itu.


"Mas, kamu bangun dan kamu dengar semua kataku ??Tanya Nana sangat malu kerena suaminya itu mendengar semua apa yang baru diucapkan.


"Kenapa?? malu..!! ", tanya Syarif dengan memeluk istrinya itu.


"Sedikit" senyum Nana pada Syarif. " Ayok bangun Mas, ini sudah mau jam tujuh nantik kamu terlambat, aku juga mau siap-siap untuk kerja." kata Nana Pada Syarif yang masih betah ditempat tidur itu.


"Tunggu Betar lagi sayang, aku masih ingin memelukmu, biarkan seprti ini." kata Syarif masih memeluk istrinya itu.


"Sudah jangan manja kamu mas, kita bisa terlambat nantik." kata Nana ingin keluar dari pelukan suaminya itu.


"Manja sama istri sendiri gak ada yang marah Na, aku mencintaimu." kata Syarif dipagi ini.


"Aku juga sangat mencintaimu Mas." kata Nana tersenyum pada Syarif.


"Muaaaaaaahh." Syarif mencium kening istrinya itu, kita pacaran nya seperti ini saja ya." kata Syarif lembut pada istrinya.


Nana hanya mengangguk dan tersenyum saja mendengar kata suaminya itu.kerena dia masih bersyukur sudah dipertemukan dengan Syarif dijalan dan takdir yang berbeda dengan pasangan pada umumnya, tapi pada akhirnya suaminya bisa mencintai dan juga dirinya juga mencintai Syarif dengan sepenuh hati.


Kata bahagia yang tersirat di kedua manusia saat ini saling menatap itu, pagi ini Syarif sangat senang, kerena akhirnya istrinya juga bisa membalas cintanya setelah pernikahan.


Mereka sama-sama saling mencintai, dan akan membangun rumah tangga yang bahagia.

__ADS_1


*************


__ADS_2