
Lama Reza berada duduk disamping istrinya yang tertidur pulas itu, tapi dirinya tidak mau membangunkan Hanna, reza hanya menatap istrinya itu dengan rasa cinta yang terlihat diwajah tampan itu.
"Kamu cantik dan baik Sayang, sabar itu aku tidak mau melepaskan kamu,aku sangat mencintai kamu dengan sepenuh hati ku." ucap reza yang masih menatap istrinya yang tertidur itu dan mengusap pipi Hanna dengan lembut.
Namun saat bersamaan Hanna juga terbangun oleh sentuhan jemari Reza yang membuatnya terganggu.
Hanna membukak matanya dengan sedikit malas dan suara serak bangun tidur itu terdegar oleh reza, sehinga reza juga tersenyu pada istrinya itu.
"Mas, jangan ganggu aku lagi, biarkan aku tidur dan istirahat sebentar saja, aku sungguh lelah." ucapan Hanna santai pada suaminya.
"Tidurlah aku tidak akan mengaggu kamu lagi." balas reza lembut pada Hanna.
Reza membiarkan istrinya tidur kembali walau hari sudah sore reza beranjak dari kamar itu dan keluar kerah dapur rumahnya itu, reza mengambil beberapa bahan untuk di masaknya didalam lemari es.
Tidak butuh lama Reza untuk mengolahnya kerena sudah terbiasa seperti itu setiap hari, dirinya tahu istrinya pasti akan merasa lapar jika bangun tidur nantik.
Sudah satu jam Reza siap dengan masakannya namun istrinya belum juga bangun reza masih duduk dimana biasanya durinya melanjutkan pekerjaan kantornya jika dirumah dikamarnya yang ada tempat kerjanya pas didepan tempat tidurnya.
Reza masih saja melirik pada istrinya itu walau sebentar tapi dia bisa melihat kelelahan diwajah istrinya,reza pokus kembali dengan layar leptopnya, sehinga beberapa saat barulah terdegar ringkasan Hanna hendak berdiri dari tempat tidur.
"Auhhhh..!! "Ringis Hanna sedikit menahan sakit dikelangkangnya.
"Kamu sudah bangun sayang??" kata reza cepat-cepat berjalan kearah Hanna.
"Mas, aku merasa sakit sedikit, tapi gak apa kok." kata Hanna sedikit menahan sakitnya.
"Biar aku bantu kamu kekamar mandi biar kamu mandi setelah siap mandi aku akan bantu kamu pasang obat di milik kamu." kata Reza santai.
"Baiklah mas, aku dibantu ya. " kata Hanna megulurkann tanganya pada suaminya itu.
Reza mengakat tubuh istrinya itu kedalam kamar mandi setelah itu dia keluar lagi membiarkan istrinya membersikan dirinya, tidak butuh lama Hanna sudah keluar dari dalam kamar mandi itu dan berjalan kerah koper dimana pakaian yang yang belum siap di dirapikan kedalam lemari.
Hanna kaget Reza sudah berdiri dibelakangnya dengan tangan didada.
"Mas, bisa gak bersuara sedikit saja jika berada dibelakang aku,bikin kaget saja kamu mas. " Repet Hanna pada suaminya itu.
"Sini aku pasangkan dulu obat utuk milik kamu yang sakit ulahku tadi, maaf ya aku buat kamu tidak nyaman seharian ini." kata Reza mendudukan istrinya itu di tepi ranjangnya.
__ADS_1
"Kamu mau apa mas??" tanya Hanna bingung.
"Buka paha kamu Han biar aku muda memakaikan salap untuk menghilangkan bengkak dan rasa nyeri di selangkangnya kamu bisa cepat hilang. " kata Reza santai tidak ada ekpresi sedikit saja.
"Apa aku harus melihatkan pada kamu lagi mas?itu sangat memalukan. " kata Hanna sedikit malu pada suaminya itu.
"Tidak ada yang mesti kamu malukan Han, aku sudah melihat semua lekuk tubuh kamu termasuk miliknya kamu, dan aku sudah mencobanya." santai Reza.
"Isssss!! " kesal Hanna melihat suaminya berkata dingin dan cuek membuatnya ingin meremasnya saja.
Reza dengan santai memakaikan obat oles itu dimilik istrinya itu, tampak melihat reaksi Hanna sudah sangat malu melihatkan untuk kedua kali padanya hari ini.
"Sudah ,,kamu bisa memakai pakaian kamu, setelah ini kita makan, aku sudah sangat lapar menunggu kamu tidur lama." kata Reza berjalan kearah meja kerjanya lagi.
"Baiklah mas, aku akan pakai pakaian aku bentar saja." kata Hanna tidak banyak bicara lagi.
Setelah siap dengan semua itu Hanna langsung mendekat pada suaminya yang masih pokus pada kerjaanya.
"Apa kamu masih sibuk bos tampan?" canda Hanna pada Suaminya.
Mereka berdua makan dengan hidangan yang sudah dimasak oleh reza satu jam lalu.
Hanna bingung melihat masakan yang sudah ada di meja kaman itu, Hanna menatap suaminya dengan tanda tanya.
"Ada apa melihat aku begitu sayang?Tanya Reza memperhatikan istrinya.
"Apa kamu yang masak?
"Ya, makanlah aku sudah masak buat kamu hari ini, aku tahu kamu sangat kelehan sayang oleh ulah aku hari ini." Balas Reza sedikit tersenyum pada istrinya.
"Makasih ya mas, kamu sungguh perhatian." singkat Hanna sambil mencicipi ikan goreng dan sayur yang dimasak oleh suaminya itu.
"Ini enak mas?aku gak sangka kamu bisa masak." Oceh Hanna dengan lahap menatap nasih yang ada di piringnya itu.
"Makan dulu sayang,jangan bicara nantik kamu bisa keselak." Reza mengingatkan istrinya itu agar tidak biacara pas lagi makan.
Makan sore hari saat seperti ini membuat pasangan itu merasa senang, karena apa yang di inginkan oleh keduanya sudah sama-sama didapatkan mereka.
__ADS_1
**
Lain saat ini Nana dan Syarif lagi bingung kerena Nana ingin melahirkan membuat Syarif jadi bingung sendiri saat Nana sudah mearasa sakit.
Syarif tidak bisa berpikir dengan baik saat itu melihat istrinya berteriak memanggilnya saat dirinya sedang diruangan kerjanya yang ada di sebelah kamar mereka.
"Mas,perutku sakit. " ringais Nana memangil Suaminya yang ada diruangan sebelah.
Syarif mendegar istrinya berteriak memanggil namanya, dia cepat masuk kekamar yang tidak jauh dari ruangan kerjanya.
"Sayang kamu kenapa?Kaget Syarif melihat Nana sudah duduk di lantai dengan air ketuban yang sudah berserak di lantai.
"Aku sudah mau lahiran, aku sudah gak tahan mas,cepat bawak aku kerumah sakit." kata Hanna menahan sakit yang sangat.
"Apa kamu mau lahiran?" Syarif langsung mengedong istrinya itu turun ke lantai bawah dan tidak lupa memagil bik Num untuk megemas barang untuk lahiran dan peralatan bayi yang sudah disiapkan oleh Nana dari jauh hari jika dia sudah mau lahiran.
Dengan cepat Syarif mengendarai mobilnya untuk membawa istrinya kerumah sakit tidak jauh dari tempat dia tingal.
Syarif juga sudah menghubungi dokter yang biasa memeriksa istrinya setiap konrol kehamilan Nana.
Syarif sampai dengan nafas yang tidak teratur kerena sungguh tidak bisa ditebak olehnya, tiba-tiba Istrinya berteriak kesakitan padahal dirinya dari siang tidak merasa ada tanda, hanya pinggangnya saja sedikit nyeri.
"Kamu bertahan ya sayang kita sudah sampai." kata Syarif selalu berada disamping istrinya itu.
"Mas aku sudah gak tahan lagi bayiku ingin keluar." pekik Nana pada Syarif baru saja mereka sampai didalam ruangan persalinan.
"Dok, cepat bantu istrinya saya, dia sudah gak tahan lagi anakku akan lahir." kata Syarif juga sedikit cemas melihat waja istrinya sudah pucat menahan rasa sakit.
"Anda bisa berdiri disamping istrinya anda saja Dok." kata Dokter Riza pada Syarif.
"Baiklah Nona Nana, kita mulai ya, kerena angin sudah ada, anda ngejan dengan baik ya ikuti kata saya." kata dokter Riza memjelaskan pada Nana agar bisa ngejan dengan baik.
Tidak butuh lama suara tangis bayi diruangan persalinan itu terdegar, Syarif tersenyum bahagia ketika putranya baru saja lahir dengan normal.
"Terimakasih Sayang bayi kita sudah lahir." kata Syarif menciuam kening istrinya dengan rasa bahagia, begitu juga dengan Nana juga tidak bisa menahan butiran bening itu keluar rasa sakit tadi sudah terobati saat melihat putranya ada didepan matanya.
**********
__ADS_1