
Sorenya Syarif masih disibukan dengan menangani pasien yang baru saja datang kerena kecelakaan, diharuskan untuk operasi saat ini juga,sampai malam Syarif berada diruangan operasi itu,hari ini membuatnya lelah, juga tidak bisa menemani Istri nya juga lagi sakit.
Syarif akhirnya selesai juga sudah menujukan waktu jam 21.30 malam ini, dia kembali masuk keruang kerjanya dengan rasa lelah ditubuhnya.
Syarif sedikit memejamkan matanya untuk meyerahatkan tubuhnya dikursi kerjanya itu, saat itu terlintas bayangan istrinya, sudah telalu lama dia meninggalkan Nana saat ini, Syarif kembali membuka matanya dan beranjak cepat meningalkan ruangan itu menuju kamar rawat istrinya saat ini.
Sampai diruangan rawat istrinya, Syarif hanya melihat Istrinya sedang tidur sendiri saja didalam ruangan itu, tidak ada siapapun yang menemaninya saat ini, suster yang menjaganya tadi sudah pulang.
Syarat mendekat pada istrinya, dan duduk di samping Nana, dia memperhatikan wajah cantik itu tampak sedikit pucat.
"Maafkan aku Na, tidak bisa menemani kamu saat kamu sakit, hari ini membuat aku lelah, kerena jam aku untuk operasi itu tidak menentu." kata Syarif mengegam tangan istrinya itu dengan kedua tangan nya dan sedikit mencium tangan istrinya itu dengan rasa sayang dan sikap lembutnya itu.
Syarif hanya tersenyum getir pada dirinya sendiri, setelah apa hari ini bisa dibuat untuk istrinya itu tidak terlalu banyak.
Syarif masuk kekamar mandi yang ada diruangan rawat tempat istrinya itu untuk membersihkan tubuhnya yang sudah tidak nyaman lagi seharian sudah beraktivitas.
Setelah siap dengan itu semua Syarif kembali ketempat istrinya itu saat ini dan memiliki dirinya disamping Nana lagi sambil memainkan ponselnya kerena dia belum makan malam,dia memesan beberapa makanan malam ini.
Disaat Syarif lagi sibuk mengetik pesanan itu dan masih mencari apa yang akan dipesanya, saat bersamaan Nana juga terbangun.
Nana baru saja membukak matanya, dia melihat sudah ada suaminya saat ini bersamanya dengan rambut yang masih basah dan masih ada handuk di pundaknya.
Nana hanya memperhatikan Syarif yang lagi asik memainkan ponselnya saat ini, dia membiarkan saja Syarif dengan kegiatannya itu tampa meyapa suaminya itu.
Nana hanya tersenyum saja melihat suaminya itu, hari ini pria yang ada didekatnya itu tampak lebih tampan dengan gaya biasanya, seperti saat ini yang dilihat Nana.
Syarif bari saja akan menaruh ponselnya disebelah Nana, dia melihat Istrinya sudah tersenyum padanya.
__ADS_1
" Kamu sudah bangun Na?" kata Syarif menyapa istrinya itu.
"Sudah Mas, kamu saja tidak sadar aku sudah dari tadi bangun tapi kamu asik saja dengan ponsel kamu." jelas Nana santai.
"Kenapa tidak memangilku?" tanya Syarif lagi bingung.
"Untuk apa aku memangil kamu Mas, tidak ada juga yang aku butuhkan saat ini." kata Nana menjawab seadanya.
"Ohhh begitu sekarang, jika tidak butu bantuan kamu tidak mau meyapaku?" tanya Syarif sedikit mendekat pada istrinya itu.
Jantung Nana kempali ingin keluar ulah suaminya saat ini sangat dekat dengannya.
"Mas bukan begitu!! " kata Nana sedikit terbanta-banta berkata pada suaminya saat ini."aku hanya tidak mau merepotkan kamu lagi." kata Nana sedikit takut pada Syarif saat ini.
"Hai Na, kamu itu istrinya aku, jadi apapun yang terjadi dengan kamu itu adalah tanggung jawab aku, aku hari ini tidak bisa menjaga kamu, kerena jam ku sungguh padat." Kata Syarif sedikit sesal pada istrinya itu."Maafkan aku Untuk hari ini ya, besok aku janji akan banyak waktu untuk menemani kamu disini." kata Syarif lagi pada Nana yang sedang tersenyum memperhatikannya.
"Tidak apa Mas, aku mengerti kok dengan kondisi dan pekerjaan kamu, aku harus siap dengan semua ini, kerena aku memiliki suami dokter, maka aku arus bisa sabar dan memahami suamiku." kata Nana pada Syarif saat ini, sehinga Syarif tidak bisa bicara lagi saat mendegar kata istrinya itu.
"Terimakasih banyak ya Na, kamu bisa paham dengan aku dan pekerjaanku, semoga saja kamu jangan sampai bosan dengan aku." kata Syarif mencium kening istrinya itu.
Syarif memeluk istrinya saat ini juga kerena rasa rindu dia tahan seharian ini hanya disibukan dengan kerjaan, sehinga tidak cukup waktu bersama istrinya yang sedang sakit.
"Besok aku ingin dirumah saja istirahat Mas, aku tidak mau disini, aku sangat bosan disini Mas." mintak Nana pada Syarif.
"Jika diapertemen kamu sendiri saja aku tidak akan kasih, sebaiknya kamu ketempat Ibuk saja, disana ada ibuk yang akan bersama kamu." kata Syarif santai.
"Terserah kamu saja Mas, pokoknya aku tidak mau disini besok pagi kamu antar aku kerumah ibuk ya." kata Nana pada Syarif yang menatapnya dengan senyuman.
__ADS_1
"Baiklah besok aku akan mengantarkan kamu kesana, asal kamu beristirahat baik selama disana." kata Syarif
"Baiklah, aku akan mengikuti kata kamu dokter tampan." cubit Nana di hidung Mancung suaminya itu dengan gemas.
Syarif bisa merasakan senangnya saat ini hati Nana kerena sedikit ada perhatian darinya pada istrinya itu.
"Aku sebagai melihat kamu bahagia dan senang seprti ini Na, aku akan membuat kamu selalu bahagia bersamaku, tetaplah selalu bersamaku sampai sepanjang waktu." kata hati Syarif yang masih melihat istrinya itu yang terseyum padanya.
Tidak lama ada ketukan di pintu kamar rawat Nana, Syarif berdiri dan berjalan kearah pintu itu, dia melihat pesanan yang sudah dipesanya tadi sudah sampai, Syarif membawa makanan itu kedalam setelah membayar semuanya.
"Apa itu Mas?" kata Nana bingung melihat banyak makanan yang dibawak Suaminya itu.
"Ini makan malam untuk kita, aku sangat lapar Na,ayok kita Makan." ajakanya pada istrinya itu.
"Tapi aku sudah makan Mas!! " kata Nana, juga tidak mau makan lagi.
" Jika tidak makan, kamu boleh memakan pisangan goreng ini saja, sambil menemani aku makan." ujar Syarif tidak memaksakan istrinya itu.
" Baiklah!! "kata Nana tidak menolak apa yang diinginkan suaminya itu.
Syarif membantu Nana duduk dan mendekatkan meja makan untuk pasien itu depan Nana dan dia menaruh pisang goreng yang dipesanya pada istrinya itu.
"Makanlah ini agar kamu juga tidak terlalu bosan disini" kata Syarif memberikan satu pisang goreng pada istrinya itu.
"Terimakasih banyak ya Mas,aku tidak bisa berkata apa hari ini, ini sungguh diluar dugaan aku." kata Nana sedikit bersalah pada suaminya itu.
"Sudah jangan dibahas lagi kesalahan kamu hari ini, ayok dimakan gorengan kamu." kata Syarif juga meyuap nasih yang sudah dibukanya itu kedalam mulutnya.
__ADS_1
Syarif tidak banyak bicara lagi saat makan, dia makan dengan diam sampai nasi itu gabis, begitu juga dengan Nana memakan goreng yang diberikan suaminya.
***********