CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN

CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN
Orang tua Nana menolak kemauan putrinya, belum waktunya untuk bersama


__ADS_3

Tidak terasa waktu sudah satu minggu saja berlalu semenjak Nana tahu hamil dan Syarif melarang untuk bekerja dan bawaan hamil Nana juga sangat meyusakan dirinya,Muntah yang meakibatkan selerah makan Nana kurang membuat Syaraf exrah menjaga istrinya.


Nana memilih tidak makan dari pada dia selalu muntah apa yang masuk kedalam perutnya,rasa kasihan Syarif melihat istrinya sudah mulai tapak sedikit kurus, kerena tidak ada yang bisa dimakan oleh Nana.


Nana baru saja siap muntah dan keluar dari kamar mandi kegiatan rutin selama satu minggu ini yang dirasakan Nana.


"Ternyata hamil itu tidak semudah apa yang aku pikirkan,setiap pagi aku sudah harus muntah tampa ada yang keluar dari mulutku hanya cairan kuning dan terasa sedikit pahit saja setiap hari yang aku rasa." lemas Nana duduk disofa sambil menunggu suaminya lagi bikin Susu dan roti untuk sarapan pagi Nana pagi ini.


Tidak lama Syarif datang dengan membawa susu dan roti ditangannya, dia melihat Nana lagi tersandar lemas disofa, Syarif hanya menghela nafas saja.


"Kamu muntah lagi sayang?" kata Syarif menaruh apa yang dibawa nya itu diatas meja.


"Iya Mas, ini sangat membuatku lemas, sampai aku tidak bisa mengeluarkan apapun lagi dimulut ku." kata Nana bicara dengan mata terpejam.


"Sabar ya, ini hanya beberapa bulan saja,kita butuh pergorbanan Sayang, aku harap kamu kuat, kerena kita sama-sama menunggunya untuk hadir di dunia ini." kata Syarif sambil berlutut di hadapan istri itu sambil megusap perut Nana dengan lembut dan Syarif berbicara pada Calon bayinya itu. "Kamu jangan bikin Mama kesusahan sayang,kamu harus bertingkah baik, lihat Mamamu sampai tidak makan apapun untuk kamu,sehat-sehat didalam ya, kami menunggumu hadir dikeluaga ini." ucap Syarif mencium perut istrinya itu.


Nana hanya tersenyum seja melihat tingkah dan mendengarkan ucapan suaminya barusan.


"Sudah Mas, buruan duduk disini, ngapain Lama-lama duduk seperti itu dilantai." kata Nana mengajak suaminya itu untuk duduk disofa bersamanya. Syarif bangkit dan duduk di samping istri nya, dan mengambil gelas yang sudah berisi susu dan mberikan pada istrinya untuk diminum, jika tidak dilihat Syarif Nana untuk meminum susu hamil itu, diri Nana tidak akan meminumnya.


"Sekarang minum susu kamu na, aku ingin kamu dan bayi kita masih ada nutrisnya, aku akan lihat kamu minum dan menghabiskan susu ini, dan makan juga rotinya." kata Syarif memberikan susu itu pada Nana.


"Baiklah bawel, selalu memaksaku seperti ini." upatnya Nana sambil mengambil susu itu di tangan suaminya.

__ADS_1


Nana meminum susu itu sampai habis dan memakan roti itu juga,jika tidak Syarif akan selalu memaksanya untuk menghabiskan susu itu.


Setelah siap dengan apa yang baru disuruh Syarif, Nana mulai bosan, entah apa yang bisa dikerjakan dirumah, jika ingin main keluar tubuhnya sedang tidak baik-baik saja, diri Nana agak masih lemas kerena bawaan hamilnya.


"Mas aku ingin ketempat Ibuk,aku kagen pada mereka, apa kamu bisa mengantarku kesana sebelum kerumah sakit hari ini?" tanya Nana pada suaminya itu yang lagi disibukan dengan berkas tanganya saat ini.


"Nantik aku antar kesana, tapi kamu tidak boleh terlalu lasak, beristirahatlah jika dirumah Ibuk." kata Syarif lembut tampak melihat pada istri itu dia bicara.


"Ahhhh susah jika bicara sama suami yang super sibuk ini ya." kata Nana lemas.


"Jangan selalu megupatku sayang, habiskan roti kamu itu, jika tidak aku tidak akan memperbolehkan kamu ketempat ibuk." kata Syarif penuh ancaman.


Nana hanya berdecih dalam diamnya saat mendegar kata suaminya itu, selalu ketus jika dia tidak menurut apa maunya.


Syarif juga sudah siap meyiapkan berkas yang akan dibawanya kerusamh sakit hari ini, dia bersiap untuk berangkat Kerja Pagi ini, namun dia juga harus mengantar istrinya kerumah mertuanya dulu, setelah itu barulah dia akan langsung kerumah sakit.


Syarif langsung mengantar istrinya kerumah mertuanya saat ini, mereka sudah sampai, Syarif membatu istrinya untuk turun dan mengandeng istrinya sampai kedalam rumah mertuanya itu, kerena Nana masih lemas, tapi istrinya itu sudah merasa bosan dirumah, untuk hari ini Syarif mengizinkan Nana dirumah orang tuanya.


"Kalian sudah datang? " sambut mertua Syarif.


"Ibuk, aku ingin main disini, aku sudah merasa bosan jika harus seharian dirumah buk." kata Nana Pada Ibunya itu.


"Ya sudah, ibuk juga bisa jaga kamu hari ini." kata Ibunya Nana sangat senang putrinya itu hari ini main dirumahnya.

__ADS_1


"Ayok masuk, tidak baik kamu berada di luar terlalu lama, kamu lagi hamil muda."kata Ibu Nana melarang putrinya itu untuk duduk diluar.


"Aku gak Masuk ya buk, aku akan langsung saja kerumah sakit, soalnya pagi ini jabwalku sangat padat." kata Syarif ingin pergi."Aku titip istriku ya buk sore nantik aku akan menjemputnya kembali, aku pamit buk." kata Syarif pada Mertuanya itu.


Sebelum pergi kegiatan rutin setiap pagi pada istrinya itu tidak pernah lupa, Nana mencium tangan Syarif dan Syarif selalu mencium kening istrinya itu sebelum dia pergi kerja. "Aku pergi ya, ingat kamu jangan terlalu lasak, ingat itu yang ada di rahim kamu." ingat Syarif pada istrinya itu.


"Iya, bawel. " kata Nana menjawab singkat saja sambil melambaikan tangan pada suaminya itu yang sudah menjalankan mobilnya keluar dari halam rumah orang tuanya.


Nana masuk menyusul ibunya yang lagi memasak didapur, Nana yang mencium bawang goreng membuatnya merasa mual, rasanya dia ingin kuntah lagi.


"Ibuk masak apa sih buk, bauknya tidak enak kayak gini, aku ingin muntah rasanya." kata Nana tidak suka dengan bauk goreng bawang itu.


" Jika dengan orang Hamil ini, semua yang dimasak selalu bauk katanya, ini enak bauknya Nak,ibu lagi masak opor ayam untuk kita makan pagi ini, ada ketupat itu ibu bikin sedikit semalam, karena pagi ini ibu libur dulu jualan kerena ibu merasa capek." kata Ibunya Nana.


"Jika ibuk capek ngapain masih saja jualan, Mas Syarif sudah mengasih uang bulanan yang cukup untuk ibuk berdua, jadi untuk apa Ayah dan ibuk masih capek-capek untuk itu semua, nikmatilah masa tua ibu dan Ayah dengan bersenang-senang saat ini, kerena tidak ada aku yang ibuk perlu kasih belanja lagi." Ucap Nana pada Ibunya saat ini tersenyum pada putrinya itu.


"Ibu hanya ingin ada kegiatan saja nak, ibuk masih kuat untuk melakukan sesuatu, ibuk gak mau berdiam diri saja dirumah, kerena tidak mengeluarkan keringat itu akan membuat ibu mudah sakit." balas ibunya Nana dengan Santai dan tidak mau mendegar ucapan putrinya itu.


"Itu terserah ibuk saja, kami sudah memintak kalian untuk tingal bersama kami, tapi ibuk dan ayah selalu menolak, ya harus ngomong apa lagi kami buk." kata Nana habis Kata-kata papa kedua orang tuanya .


"Saat ini ibuk dan ayah tidak mau nak, kerena kami masih kuat, kami belum merepotkan kalian berdua, tapi saat kami sudah tidak bisa melakukan apapun lagi, kamu bisa bawak kami tingal denganmu." ucap Ibu Nana dengan senyuman terkembang melihat pada putrinya yang sudah sangat dewasa pemikirannya saat ini.


Nana juga tidak mau terlalu memaksakan kehendaknya pada kedua orang tuanya saat ini, kerena betul juga kata ibuknya itu mungkin belum waktunya dia untuk mengurus kedua orang tuanya itu saat ini kerena mereka berdua masih kuat.

__ADS_1


************


__ADS_2