
Sudah Jam sembilan malam Syarif tidak juga keluar dari ruangan setelah makan malam mereka, Syarif lebih memilih didalam rungan kerjanya itu dari bersama istrinya.
Lama Nana menunggu suaminya untuk tidur malam ini namun Syarif tidak juga keluar dari ruangan itu, Nana mulai ragu dengan apa yang ingin ditanyakan pada suaminya, dia tidak mau hari ini mengatakan itu, tapi dirinya tidak mau diacuhkan oleh Syarif.
Nana mengambil poto yang berada didalam tas kerjanya, dan menatap pintu runga kerja Syarif, nana berjalan keraha pintu itu dengan rasa ragu.
Lama Nana berdiri didepan pitu masuk ruang kerja suaminya,akhirnya dia mengetuk pintu itu dan membukak berlahan pintu itu, Nana melihat Syarif juga lagi melihat kearah nya.
"Masuklah,ada apa? kenapa kamu masih belum tidur sayang?" tanya Syarif melihat istrinya itu dan dia juga melihat sesuatu ditangannya Nana.
"Mas maaf aku menganggu kamu sebentar, tapi aku ingin penjelasan tentang ini?" kata Nana memberikan poto yang ada ditangannya itu pada suaminya yang bigung menatapnya.
"Apa ini ???" kata Syarif mengambil poto yang diberikan istrinya itu.
Syarif mulai melihat poto itu dengan satu persatu betapa kagetnya dirinya, dirinya bersama Sari, pada hal dia tidak pernah bertemu atau bicara berdua dengan perempuan itu.
Syarif kembali mentap istrinya dan melihat istrinya sudah meneteskan air mata kerena dia tidak bisa menahan rasa kekecewaan saat ini pada suaminya itu.
"Sayang apa kamu percaya dengan poto ini begitu saja?" tanya Syarif pada Nana yang hanya menundukkan kepalanya, dia tidak mau menatap pada Syarif.
"Aku percaya pada kamu mas, tapi aku masih tetap merasa sedih, jika poto itu benar." Sahut Nana pada Syarif yang menatap istrinya itu dengan rasa kesal pada orang memberikan poto itu pada istrinya.
"Dari mana kamu dapat poto ini Na, siapa yang memberikan ini??" Tanya Syarif singkat.
"Sari yang megasihnya padaku mas, dua hari lalu dia datang ke toko, dan dia juga berkata ingin mengeser dan mengantikan aku sebagai istrinya kamu." kata Nana membalas kata Suaminya itu dengan rasa sedih. " Aku ingin tahu dari kamu mas, apa itu benar, kamu memiliki hubungan dengan dia,apa yang tidak aku tahu selama ini?" kata Nana menatap suaminya dengan berlahan dengan keberanian dia bisa berkata seperti itu yang baru saja dia ucapkan.
"Kamu dengar aku dulu Na, jangan asal percaya dengan ini semua, aku tidak ingin kita akan salah paham dengan adanya poto ini." " Balas Syarif kembali bicara pada Nana yang masih mendengar nya.
"Lalu apa itu mas, aku ingin tahu bagai mana bisa poto itu ada jika kamu tidak bersama dia." kata Nana mulai tidak bisa menahan emosinya.
"Sayang, dengar lebih dulu penjelasanku,tidak semua poto ini asli." kata Syarif masih lembut dan menahan emosi agar tidak terpacu pertengkaran antara mereka.
__ADS_1
"Jelaskan mas..!!" sahut Nana tidak banyak bicara lagi, dia diam hanya meneteskan air matanya dihadapan suaminya.
Syarif menghela napas panjang tidak bisa bicara banyak saat ini, Syarif juga tidak ingin istrinya rasa sedih dan kecewa kerena adanya poto itu.
Syarif bangkit dari duduknya, dia berjalan kerah istrinya dan memeluk Nana masih berdiri di depan meja kerjanya, dengan lembut jemarinya meyetuh dagu istrinya itu, dan Nana menatap suaminya dengan rasa yang tidak bisa dikatakan.
"Kamu jangan seperti ini sayang, aku hanya mencintai kamu, hanya kamu wanita didalam hatiku, istrinya dokter Syarif seorang tidak ada yang dapat mengantikan istrinya dokter Syarif, hanya kamu istri ku seorang tidak ada yang lain, percayalah padaku sayang." Kata Syarif memeluk dan mencium kening istrinya itu dengan lembut.
Nana tidak bicara satu katapun dia hanya diam saja mendegar kata suaminya itu, saat ini hati sedikit sedih.
"Hai lihat aku, pandang aku Na, apa kamu tidak percaya lagi padaku, sehinga kamu tidak bicara apapun." kata Syarif lagi melihat istrinya itu hanya diam saja menatapnya.
Nana mengeratkan pelukan pada Syarif dia tidak bisa bicara, dia takut akan terpancing emosi kerena poto yang belum tahu asli.
"Poto ini palsu Na, kamu jangan percaya begitu saja, ini yang akan membuat rumah tangga kita hancur, dan akan membuat hubungkan kita kacau.Aku tidak pernah bertemu dengannya, pasti kamu masih ingat kita bertemu beberapa kali saat itu kita ditoko kue dan di supermarket, itu saja aku melihatnya."
" Tapi kenapa Poto itu bisa ada mas, aku bingung saat ini harus percaya siapa. " kata Nana lembut ditelinga Syarif.
"Apa kamu ada hubungan dimasa lalu? selama ini aku tahu kamu tidak pernah suka padanya? " kata Nana mulai mengeluarkan suara.
"Aku tidak pernah suka padanya semenjak aku sma, dia selalu mengejarku, dari dulu sampai sekarang, mungkin dia terlalu terobsesi padaku, sehinga dia melakukan apapun cara untuk merusak hubungan kita." kata Syarif. "Aku janji akan mencari tahu tentang poto ini secepatnya bahwa poto ini tidak benar dan tidak Asli, kamu tahu bukan teknologi serba canggih sekarang, apapun bisa kita bikin seperti nyata." jelas Syarif dengan semangat meyakinkan diri istrinya agar percaya padanya.
"Baiklah aku percaya pada kamu tapi satu syarat mas, kamu harus bisa buktikan poto itu tidak kamu yang bersama wanita ini." kata Nana tersenyum pada suaminya.
"Ok, secepatnya nyota Syarif." keduanya sama-sama tersenyum.
Syarif senang akhirnya istrinya bisa tersenyum kembali padanya seperti biasanya, tapi pas Syarif ingin menciun bibir manis itu, Nana langsung ingin muntah kerena dia merasa mual saat Syarif ingin mencium bibirnya.
Nana dengan cepat menutup mulutnya dan berlari cepat kearah kamar mandi.
"Wuek...wuekkk.. wueek..!! " Nana muntah di wastapel yang ada dikamar mandi.
__ADS_1
Syarif melihat istrinya seperti itu dia cepat mengejar istrinya kekamar mandi dan heran pada istrinya itu kenapa dia bisa mual saat dirinya ingin menciuma bibir istrinya.
"Sayang kamu gak apa-apa?" Kata Syarif membantu istrinya itu mengusap punggungnya.
Setelah Nana merasa baikkan, dia mersa lemas, Syarif membantu Nana ketempat tidur, Nana juga membaringkan tubuhnya diranjang itu sejenak.
"Mas aku merasa pusing. " Kata Nana dengan memejam matanya.
Syarif melihat wajah pucat istrinya itu merasa kasiahan, dia meningalkan Nana sendiri di kamar dan Syarif turun kebawah mengabilkan minum puti hangat, agar istrinya itu bisa minum untuk menghilangkan rasa mualnya, sebelum naik ke lantai atas Syarif juga tidak lupa memintak bibik Num untuk membuatkan teh jahe untuk Nana.
Syarif kembali kekamar dan meyuruh Nana untuk meminum air yang dibawahnya itu.
"Minum lebih dahulu agar kamu bisa agak baikan, aku akan mengambil alat utuk prisa kamu, dan obat untuk kamu ya." kata Syarif beranjak keruangan kerja untuk megabil alat yang biasa digunakan dirumah sakit untuk priksa pasiennya.
Syarif kembali pada Istrinya dengan alat dan kota obat ditanganya, dia langsung memeriksa istrinya dengan memengaruh alat itu pada Tubuh istrinya itu, Syarif hanya tersenyum senang.Nana yang melihat suaminya saat ini terseyum padanya, sambil menciuan keningnya kembali, namun dengan cepat Nana menutup mulutnya saat Syarif ingin mecium bibirnya istrinya itu lagi.
"Mas menjauhlah dariku, aku gak saka kamu cium bibirku." kata Nana langsung pada suaminya itu.
"Kenapa, apa aku bauk ya sehinga kamu tidak ingin aku mencium kamu? " kata Syarif bercanda.
"Pokoknya Aku tidak suka, kamu mencium bibir ku, aku merara mual jika kamu ingin mencium bibirku." sahutnya lagi pada Suaminya.
Syarif kembali tersenyum saat ini Syarif tahu bahwa istrinya lagi berbadan dua, malam ini Syarif belum belum mau memberi tahu pada Istrinya dia ingin memastikan tebakkannya itu, dengan membawa Nana kedokter kandungan besok dirumah sakit saat ini dia kelolah.
"kamu gak usah minum obat, kamu minum teh jahe saja agar kamu enakkan, sebentar lagi bik num akan mengantarnya untuk kamu sayang." kata Syarif duduk disamping istrinya itu.
"Mas, kamu itu kenapa malah terseyum senang melihatku saat aku seperti ini ??"
"Besok kamu akan tahu jawabanya, untuk sekarang aku belum ingin berkata, kamu ikut denganku kerumah sakit, kita pastikan disana saja." kata Syarif membuat Nana bingung dengan ucapannya itu.
*************
__ADS_1