
Pagi Nana sudah berkutat didapur untuk menyiapkan sarapan dan Makan siang untuk suaminya nantik, Nana akan menyiapkan bontot untuk suamianya mulai hari ini.
Setelah siap dengan pekerjaan dapur itu Nana kembali kedalam kamar saat ini Syarif sudah bersiap akan berangkat kerumah sakit,melihat istri itu baru saja masuk Syarif langsung berkata akan megantarkan istri pagi ini ke toko tempat dia bekerja.
"Kamu bersiaplah,aku kan megantarkan kamu dulu sebelum kerumah sakit." ucap Syarif pada Istrinya itu.
"Mas, kamu gak usah megantarkan aku,kerena arah tempat kerjaku berlawanan dengan arah rumah sakit tempat kamu bekerja, aku bisa pakai ojek online saja." jawabnya Nana singkat.
"Jangan membanta dek, megikulah kata suami." kata Syarif tegas.
"Ya sudah, terserah kamu Mas." kata Nana tidak banyak bicara lagi.
Nana sudah siap dengan pakaian kerjaan untuk berangkat, mereka berdua serapan pagi ini, ini pertama kali Syarif sarapan dirumah, kerena istri sudah memasak untuknya.
"Mas apa kamu akan pulang makan siang nantik?" tanya Nana lagi menyuap masih goreng cumi ke mulutnya.
"Tidak sempat Dek, Mas makan disana saja, kerena jadwal ku sangat padat hari ini." jawab Syarif seadanya.
"Jika tidak sempat aku sudah siapkan makan siang kamu untuk nantik." kata Nana menujuk kotak yang sudah berada di meja tidak jauh dari meja makan.
"Terimakasih sudah repot menyiapkan ini semua untukku." kata Syarif senang.
Nana hanya membalas dengan senyuman saja,stelah siap dengan Sarapan mereka lansung berangkat kerja, Syarif pagi ini tetap akan mengatarkan Nana ketempat Kerjanya.
Dalam perjalanan Syarif mengulurkan Ponsel pada istrinya itu untuk meyalin nomor Ponsel istri itu.
"Masukan nomor Ponsel kamu Dek,aku tidak memilikinya." kata Syarif singkat.
"Ohh ya, aku juga tidak memiliki Nomor Mas." kata Nana sambil mengetik nomor ponselnya itu kedalam ponsel Suaminya itu.
"Nantik jangan pulang dulu aku akan menjemput kamu." kata Syarif sudah berenti didepan toko tempat bekerja Istri itu.
"Mas, aku akan membawa motor aku hari ini, semalam itu aku tidak sempat bawak pulang, jadi hari ini aku akan bawak ke Apertemen saja, agar besok Mas tidak sibuk untuk megantarku lagi,hari ini gak usah jemput." kata Nana.
"Baiklah, tapi hati-hati kamu mengendarai motor." kata Syarif sambil mengulurkan tangannya pada Nana yang hendak turun.
"Ohhh iya Lupa!! " cegigir Nana menyalami tangan suaminya itu sebeluam turun dari mobil, dan juga Syarif tidak lupa mencium kening Nana, walau mereka baru menikah yang tidak disangaka oleh mereka berdua, tapi Syarif akan seperti suami yang lain akan meyayangi istrinya.
__ADS_1
"Aku kerja Mas,Asalamualaikum..!!" kata Nana turun dari dalam mobil suamiaya itu.
Setelah melihat mobil suaminya itu meningalkan toko itu, Nana berjalan kearah tokot saat ini belum ada yang datang,Nana menunggu Hanna datang lebih dahulu karena Hanna yang memegang kunci toko.
"Na sudah datang lo, cepat amat pengantin baru datang!! " canda Hanna yang baru datang itu.
"Ahhh Lo Han, jangan tanya macam-macam ini masih pagi." kata Nana santai.
"Ini kunci lo saja yang buka Na, perut gue lagi sakit ini."Kata Hanna kurang semangat.
"Kenapa Lo Han?" kata Nana heran pada sahabatnya itu.
"Gue baru datang bulan, gak enak bangat perut ku Na." kata Hanna yang masih menahan sedikit sakit.
Tidak Lama Reza juga Datang berselang lama dengan Hanna, Reza Melihat Kekasihnya itu tidak baik-baik saja Saat ini.
"Han kamu kenapa?" tanya Reza bingung.
"Dia lagi datang bulan Bos, jadi perutnya sedikit sakit." celetuk Nana suka asal
"idihhhh perhatian banget !!"ejek Nana pada sepasang kekasih itu.
"Ahhh kamu Ini Na,kenapa sudah masuk kamu hari ini Na?" kata Reza lagi.
"Emang Bos suruh aku untuk Libur hari ini?" tanya Nana Kembali.
"Ya gak masuk pun kamu tidak saya larang, dan gaji kamu tidak akan aku potong, kerena Kamu baru saja menikah Na, aku lagi berbaik hati sama kamu." kata Reza Santai.
"Ahhh baik Bangat Bos kita Sekarang Han." kata Nana selalu seperti itu pada Bosnya itu. Karyawan Reza yang lain sudah pada datang, saat ini Hanna dan Nana di dalam ruangan Reza, kerena Hanna benar-benar sakit.
"Sebaiknya Kita pergi berobat Hann, aku gak bisa tenang jika Kamu Seprti ini." kata Reza Sangat risau melihat Kekasihnya itu.
"Benar Han, kata Bos itu sebaiknya lo berobat saja dan gak usah masuk kerja deh hari ini,gue bisa sendiri disini yang ngawasi mereka." kata Nana.
"Ayok sayang, jangan keras kepalah Han." kata Reza Lembut.
Akhirnya Hanna mengikuti kata Reza hari ini, dia tidak masuk kerja hari ini,tingal Nana yang berada ditoko itu sendiri,Nana melakukan pekerjaan dengan baik,hari ini tidak terasa waktu pulang sudah tiba,Nana memangil kariawan sip Yang akan menjaga sampai malam..
__ADS_1
"Pita aku akan pulang, nantik jika bos tidak datang kamu harus priksa semua sebelum menutup toko." kata Nana pada karyawan yang bertanggung jawab malam.
"Iya Kak!! "
"Kamu ada pegang kuncikan, karena kunci toko ini aku yang bawak kemungkinan Hanna tidak masuk besok." kata Nana.
Setelah itu Nana Kembali lebih awal dari Syarif saat ini,Nana Sampai dalam ruangan itu sedikit Lela, Nana masuk kedalam kamarnya untuk membersikan tubuhnya itu.
Setengah jam didalam kamar mandi, Nana keluar dengan santainya dengan memakai haduk berbalut di tubuhnya saat ini,Nana tidak menyangka Syarif akan pulang.
Saat dia keluar dari kamar mandi itu, Syarif sudah duduk bersandar disofa yang ada di kamarnya itu.
"Auuuuu!!! " kaget Nana melihat Suaminya itu sudah berada didalam kamar saat ini, tampa sadar handuknya dipakai melorot saat Syarif menolah kearahnya.
Syarif yang melihat Pemandangan indah di hadapan itu, hanya bisa menelan Silva saat ini.
"Auuuuuww,tutup Mata kamu Mas,jangan melihat ku, aku malu." kata Nana cepat-cepat memungut handuknya tadi yang jatuh dilantai dan berlari kekamar ganti.
Syarif hanya tersenyum saja melihat tingkah bodoh istri itu,tidak disangaka dia memiliki istri yang memiliki tubuh indah,baru saja dirinya melihat Semua itu tampa Nana memakai sehelai benangpun ditubuhnya.
"Ahhh, jika tidak aku berjanji pada kamu Na, mungkin aja hari ini kamu sudah aku lahap, kata Syarif berpikiran kotor karena sudah melihat aset berharga istri itu.
"Mas, jangan berpikir yang macam-macam,"kata Nana sangat malu pada Suamianya itu.
"Siapa yang berpikir macam-macam Na,aku juga tidak dosa melihat kamu telajang tadi,kita itu sudah nika, halal bagiku melihat tubuh kamu itu." kata Syarif bicara santai di hadapan istri itu, namun dirinya saat ini menahan sesuatu yang sudah bangun oleh tingkah bodoh istri tadi.
"Ehhhh mau kemana kamu Na?" melihat istri itu ingin keliar dari kamar itu.
"Kemana lagi Mas, aku ingin masak, untuk makan malam kita." sahut Nana tidak melihat suaminya itu, dia yang masih sangat malu pada Syarif.
"Gak usah masak, bibik suruh kita datang kerumah shidan, kerena besok shidan akan berangkat Inggris dan akan membawa Lira bersamanya, kamu sebaiknya bersiaplah." kata Syarif.
Nana tidak banyak bicara lagi, dia hanya mengikuti kata suaminya itu sambil masuk kedalam ruang ganti lagi,Syarif juga menyusul istri itu untuk mengambil pakaian gantinya.
Mas kenapa mengikutiku?"' kata Nana bingung melihat Syarif hanya menatap saja.
************
__ADS_1