
Ahhhhhhhhh...!! " hanya ******* itu saja terdegar seat ini di kamar aparten milik sepasanga suami-istri itu.
Sudah hampir subuh sepasang suami-istri itu masih belum selesai dengan pergulatan mereka dan permain yang sangat memacuh tenaga itu.
Entah sudah merapa kali mereka sudah melakukan, tapi Syarif masih belum bisa berhenti dengan kegiatannya yang sangat membuat mereka berkeringat malam ini.
Akhirnya kedua sama-sama merasakan perlepasan keduanya, mereka sama jatuh tekulai di atas rajang itu dengan keringat, sudah banyak tenaga yang mereka buang untuk bisa mendapatkan kenimatan yang hakiki itu.
Syarif tersenyum manis terbaring disamping istrinya itu, juga Nana juga kerasa bahagia malam ini dia juga bisa menjadi istrinya seutuhnya untuk dokter tampan yang berada disampingnya saat ini.
"Terimakasih sayang akhirnya kami bisa memberikan padaku,kamu sungguh-sungguh mengajanya untuk aku dengan baik, terimakasih banyak." kata Syarif sagat bahagia hari ini Keperawanan istrinya itu sudah bisa dia rasakan sendiri.
"Aku bahagia Mas, sudah menjalankan ini, sebagai istrinya kamu sebenarnya, aku ingin setelah ini kamu jangan pernah meniggalkan aku, tetaplah disampingku Mas." kata Nana lembut dan tersenyum bahagia pada suaminya itu.
"Aku tidak akan pernah lari dari kamu Na,aku tidak pria yang sama saperti mereka yang kebayakan hanya mengabaikan istrinya setelah menikah.aku mintak maaf pada kamu kerena akhir-akhir ini tidak tidak bisa menemani kamu lebih banyak waktu, kerena aku benar sibuk." Jelas Syarif dengan lembut pada istrinya itu.
"Aku megerti mas,jangan merasa bersalah gitu." kata Nana lembut.
"Tidurlah pasti kamu sangat lelah, maaf aku sudah bikin kamu capek." kata Syarif berbisik.
"Walau aku lelah tapi aku sangat bahagia mas, sudah meyenangkan kamu.
"Apa itu masih sakit, saat milikku ingin masuk tadi?" bisik Syarif pelan pada istrinya itu.
"Tidak lagi, hanya nyeri saja kok." kata Nana sedikit malu.
"Hai kenapa wajah kanu seprti itu, jangan malu seprti itu sayang, aku sudah lihat dari keseluruhan tunbuh kamu itu dan sudah merasakan, betapa meyenangkan belutku berada disarangnya." canda Syarif pada istrinya itu.
"Mas, tidak lucu ahhh." kata Nana sedikit malu dan minutup wajahnya itu dengan kedua tanganya itu.
"Hahaha, kamu lucu na, kenapa harus malu sekarab sih, kamu itu sudah merasakan milik yang perkasa ini." kata Syarif kenbali megabil tangan istrinya dan ditarok pada senjatanya sedikit tekulai itu.
"Mas apaan sih, aku ingin tidur kamu jangan selalu menjahiliku dengan tingkah bodoh kamu itu, dasar mesum." kata Nana megupat suaminya itu.
Syarif memeluk istrinya itu dan membawa kedalam pelukanya saat ini akhirnya mereka tertidur.
Paginya Syarif terbangun kerena sudah mendengar azan shubuh, dia duduk terlebih dahulu, setelah itu dia membangunkan istrinya itu yang masih sangat kelelahan akibat olah raga malamnya, baru satu jam saja mereka tertidur Azhan shubuh sudah berkumadang dimesjud.
__ADS_1
"Na bangun, ini sudah shubuh kita sholat dulu."kata Syarif lembut membanguankan istrinya itu.
"Mammm mas, kamu sudah bangun.?" kata Nana sambil mengusap matanya
"Apa kamu bisa berdiri dan berjalan kekamarnya mandi sendiri?" tanya Syarif pada istrinya itu.
"Bisa mas, emang kenapa denganku, kata Nana belum bergerak dari tidurnya itu.
"Gerakan dulu tubuh kamu Sayang, biasanya orang baru pertama melakukan itu pasti merasa sakit oada miliknya. " kelas Syarif berkata pada istri polosnya itu.
Nana duduk dengan bersemangat namun saat ingin duduk barulah Nana merasa tidak nyaman di daerah v saat ini.
"Auwwww mas, sakit bangat."Ringisnya saat ini.
"Jika begitu aku bantu kamu untuk membersikan tubuh kamu, nanti kamu bisa berendam dengan air hangat pasti nantik rasa sakit itu agak berkurang."kata Syarif membatu istrinya itu untuk mandi.
"Ya sudah mas kamu bisa bantu aku. " kata Nana pasrah saja apa kata suaminya.
Nana dan Syarif sama-sama masuk kekamarnya mandi itu Syarif mengedong tubuh istrinya itu untuk membersikan tubunnya.
Siap dengan itu semua, sepasang suami-istri itu sholat sangat khusuk,setelah siap dengan sholat kedua sama-sama diam saat ini,Syarif berjalan ka arah laci yang disitu ada beberapa obat yang disimpanya.
Syarif membawa obat ke arah istrinya itu,saat ini Nana yang tidak bisa banyak bergerak,milik istrinya itu tampak sedikit membekak.
"Sayang kamu pakai ini pada punya kamu itu, biar aku bantu untuk oleskan." kata Syarif pada istrinya itu.
"Apa itu Mas!! " bingung Nana melihat salap yang ditangan suaminya itu.
"Ini salap untuk megurangi sakit dan benkak pada milik kamu itu, agar kami tidak bisa jalan." kata Syarif santai."
"Apa aku akan mambukak dalaman lagi di hadapan kamu? dan ngakang lagi di hadapan kamu,mas melihatnya lagi??" kata Nana sedikit terbanta berkata pada suaminya itu.
"Tentu sayang, jika kamu tidak melebarkan paha kamu mana bisa aku lihat Milik kamu yang luka dan bekak itu." kata Syarif lagi.
"Ahhhh itu sangat memalukam mas, masa aku harus ngakang lagi, dan kamu harus lihat lagi...gak mau, biar aku sendiri yang pasang, nantik kamu bisa gak tahan lihat punyaku,bisa-bisa aku gak jalan kamu bikin." kata Nana megoceh dan rasa malu pada suaminya itu.
"Untuk hari ini sudah cukup sayang kamu kasih keaku, tapi besok aku gak bisa janji, kerena punya kamu sangat sempit dan membuat aku candu." canda Syarif pada istrinya itu yang sudah mungkah memerah kerena menahan malu saat ini Syarif sendiri sudah menurunkan dalam, dan membuka paha istrinya itu dan mengoleskan obat yang ditangannya itu pada milik istrinya.
__ADS_1
"Sudah selelai, sekarang kamu gak usah takut, aku gak akan melakukan lagi."Ucap Syarif berajak keluar dari kamar itu.
"Dia mau kemana itu?" kata Nana memperhatikan langkah suaminya itu sudah hilang dibalik pintu.
Nana sangat malu membayangkan dirinya saat melakukan hubungan suami-istri beberapa jam yang lalu dengan suaminya itu, baru pertama bagi Nana merasakan itu.
Lama Nana melamun sampai tidak sadar suaminya itu sudah kembali lagi masuk kedalam kamar itu..
"Kenapa kamu masih membayangkan permainan kita yang membuat kamu sangat menikmati bagai mana enaknya tabang kesurga. " Bisik Syarif di telinga Nana.
"Ahhhh kanu Mas, tidak bisa bikin aku senang defikit saja." kata Nana kaget pada Syarif yang tiba-tiba berkata begitu padanya.
"Pukkk!! " bantal melayang dilepala Syarif kerena lemparan Nana yang berada ditempat tidur itu.
"Sakit sayang jauah main lempar kenapa, kita main yang semalam saja, pasti enak." Canda Syarif lagi.
"Apaan yang enak mas, kamu bikin aku gak bisa jalan." sungut Nana pada Syarif yang lagi ketawa itu.
"Sudah jangan marah, kita derapan yok, aku sudah pesan sarapan pagi,itu sudah ada dimeja makan. " kata Syarif pada istrinya itu.
"Tumben kamu pesan makanan Mas, kok gak masak?" kata Nana bingung dengan suaminya itu.
"Aku lagi lelah sayang lagi gak mut masak, kerena tenagaku terkuras habis oleh kamu semalam." kata Syarif meyahuti kata istrinya itu.
"Ahhh dasar tukang mesum kamu ini." kata Nana ingin turun dari tempat tidur itu dengan agak pelan.
Dyarif tidak membiarkan istrinya itu berjalan dia langsung mengedong Istrinya itu kemeja makan, dan memdudukkan di bangku meja makan itu.
"Tumben kamu beli banyak lauk mas?, ini ada pecal juga."kata Nana melihat banyak lauk dan menu sarapan pagi mereka pagi ini diatas meja makan.
"Untuk hari ini perbaikan gizi sayang, kerena semalam kita sudah banyak menghabiskan tenaga jadi pagi ini kita harus makan banyak sayang." santai Syarif bicara di hadapan istrinya itu dengan santai.
"Ahhh kamu ini jika bicara suka asal mas." selah Nana singkat sambilnmemakan pecal yang ada di depannya itu.
"Itu benaran sayang. " Kata Syarif dengan senyuman saja melihat wajah kesal istrinya itu.
**********
__ADS_1