CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN

CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN
Beristirahat sejenak


__ADS_3

Terasa waktu Hari ini Sudah hampir siang Nana dan Syarif akan kembali Keapertemen mereka.


Nana hanya bisa mengikuti apa kata suaminya itu,Syarif dalam perjalanan Keapertemen hanya sedikit diam samil pokus mengendarai mobilnya.


Mereka berdua masih juga merasa kaku dengan apa yang terjadi dia hari ini dengan mereka,Nana juga masih sedikit mersa malu pada suaminya itu.


"Apa ada yang ingin kamu beli selagi kita masih dijalan Na ?" kata Syarif memecah keheningan diantara mereka.


"Kayak ngak Mas, saat ini bahan masak masih banyak dilemari pendingin." jawab Nana lembut.


"Baiklah jika begitu kita langsung saja kembali Keapertemen,nantik malam Gio mengajak kita makan malam bersama mereka dirumahnya." kata Syarif lembut bicara pada istrinya itu.


"Aku gak masalah Mas,aku akan selalu ikut kata kamu." jawab Nana seadanya pada suaminya itu.


Nana hanya sedikit tersenyum saja pada Syarif yang lagi menemukan mobil, tidak lama mereka berdua sudah sampai diapetemen mereka saat ini.


Sampai dipakiran mobil Syarif tidak lupa membukakan pintu mobil untuk istrinya itu, sedikit perhatian saat ini sudah mulai Syarif lihatkan pada Nana.


"Ayok kita Masuk, aku sudah sangat capek Hari ini, kita bisa istirahat sebentar sebelum kerumah Gio nantik malam." ucap Syarif sambil mengandeng istrinya itu masuk Keapertemennya itu.


Nana hanya diam berjalan mengikuti suaminya itu dengan santai dan tidak mempermasalahkan dengan sikap suaminya itu saat ini.


Ada rasa senang dihati Syarif saat ini Nana tidak mempermasalakan apa yang ingin dilakukan agar Syarif bisa mendapatkan hati istrinya.


Sedikit demi sedikit rasa perhatian Syarif terhadap Nana pasti lama-kelamaan istrinya akan luluh juga.


Saat ini Dyarif belum mau maksa Apa yang sudah ada dihatinya untuk istrinya itu, baru beberapa hari mereka menikah, dia sudah merasa nyaman dan rasa suka pada Nana.

__ADS_1


Sampai didalam apartemen mereka, Syarif menyuruh Nana istirahat saja tidak usah melakukan kerjaan lain lagi.


"Na kamu istirahatlah, tidak usah melakukan kerjaan,hari ini kamu bisa bebas dari kerjaan." kata Syarif santai sambil membukakan kemejanya dihadapan istrinya itu.


"Mas, apa yang kamu lakukan, bisa buka pakaian yang dikamar sana, masih ada mata yang melihat Mas.!! " kata Nana membalikkan tubuhnya agar tidak melihat tubuh Syarif yang lagi tidak berpakaian itu.


"Kamu ini aneh Na, masa gini saja kamu malu, bagai mana jika aku tidak memakai sehelai benang pun di tubuh ku, bisa-bisa pinsan kamu!! " kata Syarif tersenyum melihat tingkah istrinya itu.


"Sudah jangan banyak bicara Mas, kamu sana kedalam kamar aku malu lihat kamu seperti itu." kata Nana masih membelakangi Syarif.


Syarif datang jahilnya lagi, Syarif mulai menganggu istrinya itu dengan kekoyolan yang dilihatkan pada Nana saat ini.


"Apa aku peluk seperti ini kamu juga akan malu?" kata Darif sudah memekuk tubuh kecil istrinya itu dari belakang dengan tubuh yang tidak berpakaian itu.


"Mas jangan begini dong, aku malu!! " kata Nana yang sudah merasa malu dan jantungnya sudah ingin copot saja.


"Apa kamu tidak ingin aku peluk?" jahil Syarif lagi pada istrinya itu.


"Aku tidak bisa tahan dengan kepolosan kamu Na, jadi sudahi ini semua, aku tidak ingin menunggu lama lagi agar aku bisa berbuka puasa, aku sudah tidak bisa menahan imanku, melihat kepolosan kamu!! " kata Syarif lembut ditelinga Nana.


"Mas, jangan sekarang aku belum siap." kata Nana sedikit takut pada Syarif yang menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan lagi.


"Kamu selalu mengodaku Na, jadi biarkan aku untuk menyentuh kamu sebagai mana seorang istri melayani suaminya."kata Syarif yang tampak serius dengan semua ucapannya.


"Tapi Mas,,aku belum siap untuk hari ini, jangan lakukan dulu, aku mohon kamu bisa menahan lagi untuk sementara waktu, kerena......!!! " kata Nana terhenti saat ini dirinya terdiam mengingat bahwa saat ingin sholat shuhur dia datang bulan.


"Kenapa ?" tanya Syarif bigung

__ADS_1


"Aku lagi datang bulan mas!! " kata Nana malu pada Syarif.


"Tidak apa, jangan malu serti itu Na, kita sudah pasangan halal, jadi tidak ada yang mesti kamu malukan padaku, lama atau lambat kita juga akan melakukan itu, jadi cobalah untuk bersikap santai padaku." kata Syarif lembut dan mengerti apa kata istrinya saat ini.


"Ya Mas, aku akan mencoba bersikap biasa saja,tidak akan malu lagi sama kamu." kata Nana pelan tapi masih terdegar oleh Syarif.


Syarif hanya tersenyum sambil merapikan rambut panjang istrinya itu, Syarif juga tidak tahan dengan bibir istrinya selalu menggodanya setelah beberapa kali dia sudah mencium bibir Nana, jadi sudah candu baginya saat ini.


Syarif kembali mencium bibir manis istrinya itu dengan rasa yang sudah ada dihatinya saat ini, dalam beberapa hari saja mereka menikah namun Syarif sudah mulai suka pada istrinya.


Dengan lebut bibirnya memainkan bibir Nana, dengan rasa yang mereka rasa saat ini sama-sama menikmati kembali ciuman itu.


Nana kembali tersadar dari permainkan mereka berdua, Nana melepaskan dekapan mereka dengan wajah malunya pada Syarif.


"Mas aku masuk kekamar dulu ya, aku ingin istirahat sebentar, apa ada yang kamu perlukan biar aku bantu mengambilnya ?"


"Aku ingin mandi Na, kamu siapkan saja pakaian aku saja."kata Syarif juga masuk kedalam bersamaan dengan istrinya.


Nana juga mengikuti Syarif ke kamar, sampai dikamar Nana mengambilkan pakaian untuk Suaminya itu yang sudah masuk kekamar mandi.


Setelah itu Nana juga istirahat siang, dia membaringkan tubuhnya di tempat tidurnya, tidak butuh lama Nana menunggu untuk memejamkan matanya, Nana akhir langsuang tertidur saja sudah tidak sadar lagi disekitarnya.


Syarif yang baru saja siap dengan mandinya, dia keluar dari kamar mandi itu, melihat Istrinya sudah tertidur dengan nyaman diranjang empuk miliknya,Syarif mengambil pakaian yang sudah disiapkan oleh Nana yang ditarok di atas tempat tidurnya.


Setelah siap memakai pakaian yang Syarif kembali duduk disofa sambil melihat kerjaan dia sebagai penagung jawab rumah sakit Gio, bukan sebagai dokter saja Syarif tapi orang yang penting dirumah sakit itu, tangung jawabnya lebih besar lagi kerena dipercaya Gio untuk menjalankan rumah sakit milik sahabatnya itu.


Dua jam sudah Syarif didepan laptopnya saat ini, dirinya sudah merasa lelah juga, akhirnya dia ikut membaringkan tubuhnya disamping Nana yang masih dalam mimpinya saat ini.

__ADS_1


Syarif kembali memperhatikan istrinya itu dengan rasa bahagia saat ini sebagai seorang suami yang baik untuk Nana, dia akan berusaha menjadi suami dan imam untuk Nana dan keluarga yang baru di bangunya saat ini.


**********


__ADS_2