
Alexsa bisa melihat tatapan cemburu dari Wira untuk istrinya, walau pun Wira hanya menggelengkan kepala, tapi Alexsa bukan wanita bodoh.
Alexsa sudah mengenal Wira selama 5 tahun dan hubungan mereka juga sudah genap 3 tahun, jelas ia tau bagai mana Wira.
"Sayang, kamu cemburu pada istrimu? Kamu tidak mungkin menghianati aku kan?"
Wira hanya menggelengkan kepalanya pelan dengan pandanganya terus tertuju pada sang istri hingga ia sadar kalau istrinya telah mengganti dress.
Apa lagi dress yang di pakai sang istri senada dengan jas yang di pakai Danu membuat ia ingin sekali menggebrak meja mereka.
Walau pun masih ada ke dua sahabat dari istrinya di sana, tapi mereka berdua selama 3 jam di ruangan kerja Danu.
"Kamu tidak mungkin datang ke sini hanya untuk mengikuti istrimu?"
Entah kenapa Alexsa merasa kalau Wira datang hanya untuk melihat apa yang di lakukan istrinya.
Selama ini Wira tidak pernah datang ke tempat kerja Alexsa setelah Wira menikahi Aqilah.
Wira akan menjemput Alexsa di parkiran saja, tapi kali ini Wira datang dengan terang-terangan, jadi tidak salah kalau Alexsa curiga pada kekasihnya.
"Kamu jangan membahas tentang itu Alexsa."
"Apa aku salah membahas tentang Aqilah? Aku kenal kamu itu sudah lama Yang, bukan sehari 2 hari. Kamu cinta sama Aqilah sekarang? Memang apa yang bisa kamu banggain dari Aqilah? Cuma cantik saja yang Aqilah punya. Aku punya segalanya dari pada Aqilah."
Pada akhirnya Alexsa tidak bisa menahan amarahnya lagi, walau pun tidak membentak Wira, tapi ia mengeluarkan semua kekecewaan di dalam hatinya.
"Kamu jangan berbicara seperti itu Alexsa, siapa yang suka sama wanita murahan seperti Aqilah?"
"Mulut kamu mungkin bisa mengatakan itu, tapi mata kamu tidak bisa di bohongi."
Setelah mengatakan itu Alexsa memutuskan pergi dari sana, ia tidak suka pada Wira yang terus menatap Aqilah.
Wira langsung mengeluarkan beberapa lembar uang ia letakan di atas meja lalu ia langsung mengejar Alexsa yang sudah berjalan keluar parkiran.
Tawa Aqilah pecah saat melihat adegan itu, ia tau kalau Alexsa marah, tapi ia tidak tau marah kenapa yang jelas lirikan mata ia melihat ke arah Wira yang terus melihat ke arahnya.
"Kamu jangan ketawa begitu Aqilah, ngeri aku dengarnya."
"Habis mereka lucu."
"Siapa?"
Sasa memang tidak memperhatikan sekitar, ia hanya fokus mengobrol sambil makan.
"Ada deh."
"Gila kamu."
Aqilah tidak peduli mau di cap gila atau apa, yang jelas ia puas melihat mereka bertengkar.
__ADS_1
Apa lagi mood Aqilah sedang hancur setelah Alexsa menujukan fotonya sendiri bersama suaminya sedang tidur berpelukan.
Wira terus mengejar Alexsa hingga ia menggenggam tangan Alexsa.
"Dengerkan aku dulu Alexsa."
"Dengarkan apa? Aku mau pulang sekarang lagia jadwal pemotretanku masih jam 2."
"Aku antar pulang."
Wira langsung mengajak Alexsa masuk ke dalam mobil, lalu ia langsung melajukan mobilnya.
Dalam perjalanan Wira hanya diam sambil sesekali mengusap wajahnya.
"Awas saja kamu Aqilah akan aku siksa karena kamu berani mencari masalah padaku, kalau perlu aku patahkan juga kakimu itu agar tidak bisa kemana-mana dan aku juga ingin tau kamu itu bisa menangis atau tidak." batin Wira
Otak Wira sekarang sedang di penuhi emosi, bahkan jiwa menyiksa sang istrinya sudah menggebu-gebu.
Setelah 5 menit mereka sampai di apartement Alexsa. Apartement Alexsa memang tidak jauh dari MD Anderson Grup.
Mereka berdua langsung masuk ke apartement itu.
"Aku ke kamar mandi dulu."
Setelah mengatakan itu Wira langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membasuh wajahnya.
Wira keluar dari kamar mandi sambil menyugarkan rambutnya ke belakang, ia langsung duduk di samping Alexsa.
Alexsa langsung naik ke atas pangkuan Wira ia langsung mencium bibir Wira cukup lama, tapi Wira hanya diam, tidak merespon dan tidak seperti biasanya.
"Wir kamu kenapa? Masih memikirkan istrimu?"
Alexsa sudah benar-benar kesal saat melihat Wira tidak merespon.
"Maaf, aku sedang tidak ingin berciuman."
Alexsa langsung turun dari pangkuan Wira dengan emosi yang meledak.
"Apa ini karena Aqilah?! Bahkan kamu sampai melupakan hubungan kita yang sudah 8 tahun lamanya hanya karena Aqilah?! Kamu jahat Wira!"
Tidak ada kata sayang lagi di setiap ucapan Alexsa, ia sudah cemburu dari tadi, tapi Wira hanya diam.
"Maaf Alexsa."
Wira langsung berdiri, lalu ia langsung memeluk Alexsa, tidak seharusnya ia memikirkan istrinya yang hanya lah orang asing dalam kehidupanya.
"Kamu jangan berbicara seperti itu, aku hanya cinta sama kamu Alexsa."
Alexsa juga membalas pelukan dari Wira sambil menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Setelah sekitar 2 menit mereka berpelukan Wira langsung mengangkat dagu Alexsa, lalu ia mulai mencium Alexsa dan di balas oleh Alexsa.
Ciuman itu semakin panas dan semakin menuntut hingga tanpa sadar ke duanya sudah ada di atas ranjang dengan posisi Wira di atas tubuh Alexsa.
Namun saat Alexsa membuka kaitan dressnya, Wira langsung mencekalnya dan menghentikan ciumannya.
"Jangan di buka, aku belum siap."
Wira langsung bangun dari tubuh Alexsa, ia duduk di samping ranjang sambil mengusap wajahnya.
Alexsa merasa sangat kecewa pada Wira, lagi-lagi Wira menolak untuk melakukan yang lebih intim.
Bahkan yang menolak Alexsa untuk melakukan yang lebih intim hanya Wira, ia tidak tau seberapa banyak setok sabar Wira untuk menunda melakukan yang lebih intim.
Sebelumnya tidak ada yang menolak ajakan Alexsa, hanya Wira yang selalu bisa menolak ia untuk tidak melakukanya.
Alexsa langsung duduk, ia langsung melingkarkan ke dua tanganya pada pinggang Wira, lalu langsung menjilati leher Wira.
"Mmhh..."
Tanpa sadar Wira melenguh pelan. Wira sekuat tenaga untuk menahan diri agar ia tidak goyah untuk terus mempertahankan keperjakaannya.
Sedangkan Alexsa tersenyum puas, ini pertama kalinya mendengar suara lenguhan Wira.
Biasanya setiap Alexsa merayu Wira, Wira seperti kayu yang kaku hanya diam mematung.
Aleksa langsung melepaskan pelukanya, ia langsung duduk di pangkuan Wira lalu langsung menghisap lembut bibir Wira dan menuntun Wira untuk membuka kembali mulutnya hingga Wira membuka kembali mulutnya dan membalas ciuman dari Alexsa.
Namun saat ciuman itu semakin panas Wira sadar kalau ciumanya harus di hentikan, ia tidak mau merenggut keperawanan sang kekasih.
Masalah bersama istrinya saja belum kelar dan sekarang ia hampir di hadapkan masalah baru.
"Maaf Alexsa aku tidak bisa melakukan yang lebih, aku tidak mau menyakitimu."
Wira langsung menarik Alexsa dalam pelukanya dengan masih berposisi duduk, ia menetralkan nafsunya yang sudah memburu.
Lagi-lagi Alexsa harus mendapatkan kekecewaan dari Wira. Wira selalu saja menolak untuk melakukan yang lebih intim, dari pertama menjalin hubungan sebagai kekasih hingga sekarang.
"Alexsa, aku harus ke kantor sekarang, sebentar lagi aku meeting."
Alexsa menganggukan kepalanya pelan sambil mengangkat kepalanya, ia langsung turun dari pangkuan Wira.
Sebenarnya Wira tidak ada jadwal meeting hari ini, tapi ia harus segera pergi dari apartemant Alexsa.
Bisa bahaya di saat Alexsa marah karena Alexsa selalu melampiaskan kemarahan itu dengan melakukan yang lebih intim.
"Aku ke kantor dulu."
"Iya sayang."
__ADS_1