Cinta Untuk Syaqilah

Cinta Untuk Syaqilah
BAB. 18 Memarahi Alexsa


__ADS_3

Wira sama sekali tidak mejawab ucapan dari istrinya ia hanya terus mengekori istrinya saat istrinya keluar dari kamar mandi dengan menggunaka handuk lalu istrinya ganti baju begitu pun dengan sekarang saat istrinya sedang memakai make up.


Sekarang Wira terlihat seperti orang bodoh, awalnya ia akan berkumpul bersama para sahabatnya, tapi mood ia hancur oleh istrinya.


"Kenapa kamu terus mengikutiku? Kalau mau memukulku cepat lakukan! Aku sudah tidak memiliki waktu, aku harus pergi menemui Mahesa!"


"Apa yang kamu cari di luar sana Aqilah?! Aku sudah berusaha sabar sama kamu, tapi kamu terus saja membuat kesabaranku habis!"


Wira dari tadi sudah berusaha sabar untuk tidak memukul istrinya lagi, tapi istrinya selalu saja membuat emosinya meledak.


Apa lagi saat tau istrinya akan bertemu dengan lelaki lain, ia sangat marah, tapi ia berusaha untuk menahan amarahnya.


Aqilah tidak menjawab pertanyaan dari suaminya ia melanjutkan memakai make up.


Kalau kemarin Aqilah memakai make up hanya menutupi luka di wajahnya berbeda seperti sekarang, ia memakai make up seperti wanita karir pada umumnya.


Tidak mungkin Aqilah bertemu Mahesa dengan dandanan biasa, ia tidak mau kalau sampai Mahesa tau rumah tangganya tidak baik-baik saja lalu menceritakan pada sang Daddy.


Kalau sampai itu terjadi Atmaja Grup hanya akan tinggal nama dan ia juga pastinya akan di kirim ke luar negri dan melakukan program untuk menghilangkan ingatannya.


Apa lagi Aqilah jelas tau sifat Daddynya, Daddynya selalu bilang tidak boleh ada satu orang pun yang menyakiti putrinya, kalau sampai ada orang yang berani melakukan itu bukan hanya dia yang menderita, tapi seluruh keluarganya akan ikut menderita, kata itu masih sangat jelas di ingatan Aqilah.


Wira menghela nafas kasar saat tidak mendengae jawaban dari istrinya, ia langsung memutar tubuh istrinya untuk saling menatap mata.


"Jujur padaku kamu lakuin ini hanya untuk uang?! Kalau kamu membutuhkan uang aku akan berikan berapa pun yang kamu minta Aqilah, jadi jangan terus menjual tubuhmu hanya untuk uang! Kamu paham'kan maksudku Aqilah?!"


Aqilah menghela nafas berat, suaminya ini selalu saja berpikir ia kekurangan uang, kalau tidak berpikir ia kekurangan uang suaminya selalu menganggap ia adalah wanita murahan.


Belum sempat Aqilah menjawab ucapan dari suaminya, tiba-tiba ponselnya sudah bergetar.


Dret... Dret...


Aqilah langsung meraih ponselnya yang ada di meja rias, di sana menampilkan nama Mahesa, kalau 2 jam yang lalu yang menelponnya adalah asisten pribadi Mahesa, kini Mahesa sendiri yang menelponnya, ia langsung mengangkat telpon itu.


"Esa, tolong suruh Kerl untuk menjemputku di rumah Wira."


"Aku pikir kamu sudah di jalan Veronica, ternyata kamu masih di rumah, iya sudah aku suruh Kerl ke sana."


"Oke."

__ADS_1


Mereka mematikan sambungan telponya. Aqilah langsung berjalan ke arah lemari sepatu, ia langsung mengambil sepatu yang senada dengan kemeja yang ia pakai.


Kemeja warnah hitam yang ia masukan satu sisi dan celana jeans pendeknya seperti biasa.


"Aqilah, kamu tidak ingat kalau kamu siapa di rumah ini?!"


Aqilah langsung membalikan tubuhnya setelah memakai sepatu hak tinggi.


"Aku ingat di rumah ini sebagai pembantu, setiap hari aku menyiapkan makanan dan di depan seorang Wiranata Atmaja, aku hanya istri di atas kertas. Jadi kamu jangan mengingatkan lagi, aku cukup ingat semuanya termasuk aku sangat ingat saat kemarin kamu bercumbu di dalam kamar Alexsa!"


Setelah mengatakan itu Aqilah langsung meraih tas dan ponselnya lalu keluar dari kamar, ia tidak mempudilikan suaminya yang memasang wajah terkejut dan mematung.


Aqilah berjalan pelan. Banyak pelayan di sana menatap kagum dengan kecantikan Aqilah hari ini, biasanya Aqilah terlihat biasa, tapi dandanan hari ini sangat cantik dan para pelayan berpikir Aqilah lebih cantik dari para artis dan para model yang sering ia lihat.


Bahkan ada juga para pelayan yang berpikir Wira bodoh karena selalu memperlakukan Aqilah seperti pembantu.


Aqilah duduk di sofa depan rumah itu sambil menunggu Kerl ia memasukan ponselnya ke dalam tasnya, lalu mengambil ponsel satunya untuk bermain games.


Setelah sekitar 10 menit Aqilah duduk di sana mobil Kerl sampai di sana.


Aqilah langsung berjalan ke arah Kerl sambil tersenyum lebar, senyuman yang sudah 2 hari ini tidak ia perlihatkan.


Kerl menyapa Aqilah sambil membungkukan tubuhnya, ia sengaja tidak memanggil Nona Veronica karena Mahesa sudah mengatakan pada Kerl untuk tidak memanggil nama itu saat di rumah Wira.


Kerl adalah asisten pribadi Mahesa sekaligus mantan bodyguard Aqilah saat Aqilah berusia 4 tahun sampai usia 5 tahun lalu di gantikan oleh Kenny sampai sekarang.


"Iya siang."


Kerl langsung membuka pintu mobil itu untuk mempersilahkan Aqilah masuk, sebelum Aqilah masuk Wira sudah mencekal pergelangan tangan Aqilah.


"Jangan pergi."


Aqilah menepis kasar tangan suaminya, ia langsung masuk ke dalam mobil lalu langsung menarik paksa pintu mobil itu sebelum Kerl menutupnya.


"Aqilah! Buka pintunya aku perlu bicara sama kamu! Dari mana kamu tau tentang aku dan Alexsa kemarin!"


Aqilah tidak menjawab ia langsung menyuruh Kerl pergi dari sana.


"Jalan Kerl."

__ADS_1


"Baik Nona."


Kerl langsung melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah Wira.


Wira melihat mobil yang di naiki istrinya hingga menghilang di balik gerbang sambil menghela nafas berat.


"Dari mana Aqilah tau tentang itu, dan siapa yang berani-beraninya memberi tahu Aqilah."


Wira mengusap wajahnya dengan sangat kasar, ia bingung siapa yang memberi tahu istrinya, apa lagi itu di dalam apartement Alexsa, ia tidak sembarangan bercumbu dengan Alexsa karena mengingat ia sudah memiliki istri.


Kalau sampai percumbuan itu tersebar ke media maka bukan hanya Alexsa yang di cap sebagai pelakor, tapi akan berpengaruh buruk pada perusahaannya.


Wira langsung merogoh ponselnya, ia langsung menghubungi Alexsa. Setelah di angkat Wira langsung marah-marah pada Alexsa.


"Apa kamu yang memberi tahu tentang percumbuan kita kemarin Alexsa?! Apa kamu tidak berpikir dampaknya kalau sampai Aqilah membeberkan tentang perselingkuhan kita?!"


"Aku bukan selingkuhan kamu sayang, kita pacaran sudah 3 tahun. Aqilah saja yang tiba-tiba datang menyuruh kakekmu untuk menikah denganmu."


"Tapi tetap saja Alexsa! Di depan umum Aqilah jauh lebih menang dari pada kamu karena Aqilah wanita yang aku nikahi, apa kamu tidak berpikir dua kali?! Kalau sampai Aqilah buka mulut perusahan Papamu juga akan ikut hancur bodoh!"


Setelah mengatakan itu Wira langsung memutuskan telponya sepihak.


Namun saat Wira membalik badan ia di kejutkan oleh kakek dan neneknya yang sedang menatap tajam ke arahnya.


"Kakek."


Brug..!


"Berani kamu menghianati Aqilah hanya untuk wanita seperti Alexsa?!"


"Kakek itu tidak tau kalau Wira hanya mencintai Alexsa."


"Baik kalau kamu mencintai Alexsa, kamu ceraikan Aqilah dan jangan bawa apa pun dari keluarga Atmaja. Buang nama marga Atmajamu, kakek juga ingin tau apa kamu bisa hidup mandiri dan Alexsa bisa menerimamu dengan baik?"


"Kakek tega mengusir Wira hanya untuk Aqilah? Apa yang kakek lihat dari wanita murahan seperti Aqilah? Bahkan tadi saja Aqilah berdandan cantik hanya untuk menemui Mahesa Pradipita!"


"Itu hak Aqilah, mau Aqilah menemui Mahesa atau mau menemui Danu itu hak Aqilah!"


Wira sangat kecewa saat kakeknya mendukung istrinya.

__ADS_1


__ADS_2