Cinta Untuk Syaqilah

Cinta Untuk Syaqilah
BAB. 26 Di Jemput Danu


__ADS_3

Semalaman Aqilah tidak bisa tidur karena semalaman suaminya terus saja bertanya apa yang akan ia lakukan pada Alexsa.


Pagi harinya Aqilah sudah siap dengan dress berwarna biru agar senada dengan jas yang di pakai Danu.


Aqilah sudah tau warna kesukan Danu, ia hanya ingin membuat lawannya kesal saja.


Begitu pun dengan Wira, ia juga sudah rapi dengan setelan jasnya.


Wira setia duduk di sofa sambil terus melihat gerak-gerik istrinya.


"Aqilah, aku lihat penampilan baju kamu berubah sekarang? Kata pelayan bilang kamu menyuruh mereka mengeluarkan dress setengah pahamu, apa ini karena Mahesa?"


"Kalau kamu sudah tau kenapa kamu harus bertanya?"


Wira hanya bisa menghela nafas kasar.


"Kenapa saat aku menyuruhmu kamu tidak menggubrisnya, tapi saat orang lain yang menyuruh kamu, kamu langsung menuruti ucapannya?"


"Aku tidak ada waktu untuk menjawab ucapanmu itu, dan aku ingatkan sekali lagi aku tidak suka lelaki cerewet."


Setelah mengatakan itu Aqilah keluar kamar lebih dulu, tapi sebelum benar-benar keluar kamar pergelangan tangannya di cekal oleh suaminya.


"Jangan bikin ulah dan jangan keluyuran, banyak wartawan sedang memburu berita tentang kedekatanmu dengan Mahesa, kamu bisa bahaya kalau pans Mahesa mengamuk sama kamu, secara Mahesa banyak pansnya sebagai lelaki lajang."


Aqilah menghempaskan tangan suaminya.


"Aku tidak peduli, seharusnya kamu mengatakannya pada Alexsa. Alexsa yang terus membuat ulah padaku. Dari menyuruh aku untuk bercerai denganmu, memamerkan foto tidur bersama kalian, mengataiku istri pajangan dan berita itu beredar oleh Alexsa. Alexsa yang membayar orang untuk mengikuti aku bersama Mahesa, Alexsa yang membayar orang untuk menyebarkan berita itu, jadi kalau kamu bilang aku jangan buat ulah? Kamu salah kalau bilang sama aku!"


Aqilah tetap lah Aqilah yang selalu cerdik dalam hal apa pun, berita itu beredar dan siapa yang menyuruh menyebarkannya ia tau semuanya.


Apa lagi Aqilah pergi ke mall miliknya sendiri, tentu saja mall itu selalu ada pengawas tanpa menggunakan seragam agar tidak di curigai oleh orang yang akan membuat jahat.


"Lalu kalau aku sedikit bermain-main dengannya memangnya aku salah Wir? Aku hanya ingin membalas perbuatan dia yang selama ini terus saja mengusikku?"


"Jangan sakiti Alexsa Aqilah, kalau kamu tidak mau mati di tanganku."


Aqilah tersenyum lebar saat mendengar jawaban dari suaminya.


"Aku bukan kamu yang berani menampar, mencambuk, mencikik dan menggoreskan pisau di lenganku. Aku tidak akan mengotori tanganku untuk menyakitinya."


Setelah mengatakan itu Aqilah langsung keluar dari kamar tanpa menunggu jawaban dari suaminya dan di ikuti oleh suaminya dari belakang.


Aqilah pagi ini memutuskan tidak sarapan begitu pun dengan Wira.

__ADS_1


"Selamat pagi tuan, selamat pagi nyonya."


Aldo menyapa mereka sambil membungkukan badannya.


"Iya pagi."


Aqilah tidak menjawab sapaan dari Aldo, ia langsung melihat ke sudut bibir Aldo, sudut bibirnya masih terlihat bengkak.


Sedangkan sudut bibir Aqilah tidak terlihat bengkak karena menggunakan make up untuk menutupi luka itu.


"Kamu sudah tidak apa-apa Al?"


"Saya sudah jauh lebih baik nyonya."


"Syukurlah kalau begitu saya pergi dulu."


"Iya silahkan nyonya."


Bukannya Aqilah berpamitan pada suaminya, tapi ia berpamitan dengan asisten pribadi dari suaminya, lalu ia langsung berjalan keluar di ikuti Wira dan Aldo.


Aqilah langsung tersenyum lebar saat melihat Danu sudah berdiri di depan mobil, ia memang menyuruh Danu untuk menjemputnya.


"Selamat pagi Qi."


"Pagi juga Danu."


"Tuan Wira, saya pergi dulu. Permisi."


Wira hanya menganggukan kepalanya pelan, ia enggan untuk berbicara saat melihat istrinya tersenyum ceriah pada lelaki lain.


Entah kenapa hati Wira seperti ada sesuatu yang hilang setiap kali melihat istrinya dekat dengan lelaki lain, begitu pun saat di restoran.


Mau istrinya bersama Danu atau istrinya bersama Mahesa ada sedikit rasa tidak rela.


Danu langsung melajukan mobilnya ke arah gedung MD Anderson Grup.


"Qi kemarin Kenny mengirimku pesan video, gila itu video pulgar banget sampai susu kental manisnya muncrat, sangat menjijikan."


Aqilah langsung tertawa saat mendengar ucapan dari Danu.


"Yang menyuruh kamu menonton video itu sampai selsai siapa?"


"Tidak ada yang menyuruh, tapi aku penasaran saja sama video itu, eh gila banget si Alexsa yang terkenal pendiam dan lemah lembut, tapi buas di ranjang."

__ADS_1


"Kadang orang pendiam dan lemah lembut lebih menyeramkan loh Danu, lebih baik orang yang terlihat arogant, kebanyakan orang seperti itu baik."


"Termasuk kamu iya Qi? Kalau kamu sudah marah tidak pandang usia, mau tua mau muda, memang kedudukan itu paling berkuasa."


"Sejak kapan aku marah? Selama menjadi Veronica aku selalu menutup diriku memakai masker setiap kali bertemu inpestor atau menghadiri setiap acara walau pun selalu menggunakan ruang VIP, aku tidak ingin mati muda kali Danu."


Tawa Danu pecah saat mendengar ucapan dari Aqilah, selama ini ia tidak pernah tau apa yang Aqilah takutkan, Aqilah selalu terlihat tegas dan cuek.


Apa lagi kalau sudah menggunakan nama Veronica, cukup tatapanya saja membuat orang menunduk.


"Aku pikir kamu tidak takut mati."


"Takutlah Danu, secara aku belum ngerasain bagai mana rasanya susu kental manis itu mengalir di rahimku."


Danu yang mendengar ucapan dari Aqilah ia langsung mengerem mendadak, ucapan bodoh yang mampu membuat otak Danu ngbleng.


"Ssttt aku baru juga bilang tidak mau mati muda, tapi kamu menyuruh aku mati muda?!"


Aqilah melihat ke arah Danu dengan tatapan tajam.


"Maaf Qi, lagian kamu pakai bilang susu kental manis segala."


"Maaf-maaf kalau aku jantungan bagai mana?!"


"Seorang Veronica Syaqilah Anderson mana ada punya riwayat jantung."


Setelah mengatakan itu Danu melanjukan kembali mobilnya.


"Terus kamu ingin melakukan apa pada Alexsa?"


"Tunjukan video itu lalu pecat Alexsa, aku tidak sudi MD Anderson Grup memiliki model seperti Alexsa, tapi jangan sampai bocor video itu, aku masih membutuhkan waktu untuk membocorkannya."


"Baik Qi."


"Oh iya, sebarkan berita pemecatan itu pada media dan ancam perusahaan yang mau memakai Alexsa untuk menjadi modelnya, aku ingin Alexsa tidak menjadi model lagi."


"Lalu bagai mana dengan Atmaja Grup? Atmaja Grup mengeluarkan produk terbarunya minggu depan, memang saat itu memakai Aulia dan masih memiliki kontrak kerja sama, tapi kalau Alexsa keluar itu artinya tuan Wira akan mengambil Alexsa untuk menjadi modelnya, secara mereka berdua memiliki hubungan."


"Aku tidak peduli tengtang itu. Itu hak Wira, yang jelas mungkin akan ada saatnya ke duanya sama-sama terjatuh, tapi aku tidak tau kapan hal itu akan tiba. Kapan aku tidak mencintai Wira, aku ingin membalas segalanya tentang Wira, aku ingin membuat ke dudukannya hancur dan aku juga ingin membuat hati Wira hancur seperti Wira yang terus menghancurkan harapanku."


Danu tidak bisa bilang apa-apa saat mendengar ucapan dari Aqilah, bersyukur setelah Aqilah selsai berbicara beberapa detik kemudian sampai di gedung MD Anderson Grup.


"Ayo Qi turun."

__ADS_1


"Iya elah aku sedang curhat serius sudah sampai saja."


Setelah keluar dari mobil Aqilah langsung bergelayut manja di lengan Danu, tapi para satpam hanya menyapa sambil menunduk tanpa melihat ke arah mereka berdua.


__ADS_2