
Tadi Danu sudah menyuruh Artana untuk menyuruh Alexsa ke ruangannya. Artana adala asisten pribadi Danu.
Sekarang Danu sedang duduk di sofa dengan Aqilah yang masih bergelayut manja di lengannya.
"Apa yang sedang kamu rencanakan?"
Dari tadi Aqilah terus bergelayur manja saja membuat detak jantung Danu tidak beraturan.
"Mengumbar kemesraan di depan Alexsa."
Danu menggelengkan kepalanya, ada-ada saja ucapan Aqilah yang ingin mengumbar kemesraannya.
"Kalau mau membuat Alexsa cemburu itu jangan ngumbar kemesraan denganku, harusnya sama suamimu."
"Biarkan saja biar Alexsa ngadu pada Wira."
"Dasar wanita aneh! Katanya kamu cinta sama Wira!"
"Bawel kamu Danu!Nanti aku sumpal juga mulutmu pakai sepatu hak tinggiku!"
"Gila iya kamu Qi?! Enak saja mau menyumpal mulutku pakai sepatu hak tinggi! Aku belum mau mati muda Qi, aku belum ngerasain bagai mana menabur susu kental manis milikku."
Pltek..!
Aqilah memukul kening Danu cukup keras.
"Aku pikir kamu tidak mesum! Ternya semua lelaki memang buaya darat!"
"Sembarangan banget kamu!"
Danu berbicara sambil mengusap-usap keningnya.
Tiba-tiba mereka mendengar suara ketukan pintu dari luar.
Tok-tok
"Masuk!"
Artana langsung masuk di ikuti dengan Alexsa di belakangnya.
"Pak, Nona Alexsa sudah ada di sini."
"Iya kamu boleh keluar dan Alexsa silahkan duduk."
Artana mengangguk pelan sambil membungkukan badanya lalu langsung keluar.
"Baik pak."
Alexsa langsung duduk di sofa samping.
"Qi lepas aku mau ambil laptop dulu."
__ADS_1
Aqilah langsung menganggukan kepalanya sambil melepaskan tangannya yang sedang bergelayut manja di lengan Danu.
Alexsa merasa tidak nyaman saat melihat kemesraan mereka berdua dan tidak menyangka kalau Danu memang benar-benar memiliki hubungan bersama Aqilah.
Apa lagi menurut Alexsa Aqilah tidak cocok dengan Danu yang menurut ia Aqilah hanya sebagai parasit di kehidupan Danu.
Danu langsung berjalan ke arah meja kerjanya, ia langsung mengambil laptop lalu langsung duduk lagi ke arah semula.
"Saya memanggil kamu kesini ingin memecat kamu."
Danu berbicara sambil menatap ke arah Alexs. Sedangkan Aqilah menatap ke arah Danu sambil menyadarkan kepalanya di dada milik Danu dan memainkan ujung kancing atas milik Danu layaknya seperti sedang menggoda Danu.
"Sstttt."
Danu memegang tangan Aqilah yang membuat ia risih.
"Tahan sebentar, aku sedang serius berbicara dengan Alexsa."
Aqilah menganggukkan kepalanya pelan, ingin sekali ia tertawa saat mendengar ekting dari Danu.
"Alasannya apa pak?"
Alexsa sangat terkejut saat tiba-tiba saja di pecat oleh Danu, setau ia, ia tidak memiliki masalah apa pun.
"Apa ini ada kaitannya dengan wanita di samping bapak?"
"Sama sekali tidak ada kaitannya dengan kekasih saya, tapi saya sebagai kepercayaan MD Anderson Grup tidak mau kalau ada salah satu model saya yang bermain dengan berganti-ganti lelaki, itu sangat merusak citra MD Anderson Grup!"
Danu langsung membuka video itu lalu langsung di arahkan pada Alexsa.
"Ini jawabannya yang membuat kamu di pecat dari sini."
Alexsa membulatkan matanya saat adegan panas itu di putar di laptop Danu, ia tidak menyangka kalau Danu bisa memiliki video itu.
Danu langsung memutar kembali laptopnya, lalu langsung mematikan videonya.
"Sudah jelas kenapa kamu di pecat dari sini?"
"Pak itu pasti di jebak, bisa saja itu edit."
Walau pun Alexsa sudah ingat, tapi ia tetap menyangkal, ia tidak mau karirnya hancur dalam sekejap mata karena video itu.
Apa lagi Alexsa selalu melakukannya di Anderson Hotel, mana mungkin hotel mahal teledor ada orang yang berani meletakan cctv tidak ada yang tau, jelas-jelas kenyamana pelanggan itu paling utama di sana.
"Kalau kamu menyangkal saya masih memiliki bukti dua video lagi."
Alexsa merasa jantungnya berhenti saat mendengar ucapan dari Danu, ada rasa aneh, apa orang yang menidurinya diam-diam memasang kamera, itu lah yang ada di pikiran Alexsa sekarang.
Bahkan karena terus berpikir Alexsa lupa kalau ia belum menjawab ucapan dari Danu.
"Alexsa!"
__ADS_1
"Ah iya pak!"
Alexsa langsung menyahut dengan nada teriak karena terkejut.
"Aku tidak menyangka kalau wanita paling di hormati oleh Wira ternyata lebih murahan dariku. Setidaknya walau pun aku murahan hanya bermain dengan ke dua lelaki yaitu Danu dan Mahesa, sedangkan kamu yang aku tau saja 7 lelaki termasuk Mahesa salah satunya."
Aqilah berbicara sambil tersenyum mengejek pada Alexsa.
Alexsa ingin sekali menampar mulut Aqilah yang terkesan sombong dan tau tentang ia dan Mahesa.
"Jangan so tau kamu! Wanita murahan yang tidak di anggap oleh suaminya! Ups! Maksudku istri pajangan!"
"Jaga bicaramu! Saya tidak suka kalau kamu berbicara kasar pada kekasih saya!"
Danu menatap Alexsa dengan tatapan tajam, ini bukan ekting yang Danu perlihatkan, ia memang benar-benar marah saat wanita yang ia cintai di rendahkan oleh orang lain.
Walau pun Danu tau kalau ia akan tetap sama seperti dulu akan tetap menjadi sahabat Aqilah dan itu tadak akan pernah berubah.
"Ini uang pesangon kamu."
Danu menyodorkan aplop pada meja Alexsa.
"Wira selalu bilang kalau aku dan kamu sangat berbeda, iya memang kamu sangat berbeda. Kamu terlihat anggun dan pendiam, tapi nyatanya buas di ranjang. Oh iya Alexsa, aku tidak yakin Wira akan terus bertahan sama kamu kalau video ini beredar di intrnet."
Aqilah tersenyum menyeringai pada Alexsa yang sedang menatap ia dengan menujukan tatapan kebencian.
"Aku juga ingin lihat bagai mana cinta Wira terhadapmu kalau video itu beredar."
Wajah Alexsa mendadak pucat dan matanya memerah itu menandakan kalau ia sedang panik dan takut dengan ucapan Aqilah.
"Tolong jangan sebarkan video itu, aku akan melakukan apa saja untuk kamu Aqilah."
Tawa Aqilah pecah saat mendengar ucapan dari Alexsa yang menawarkan diri.
"Mana sifat sombong dan angkuh kamu?! Bahkan kamu juga membuat berita Mahesa menjadi lelaki simpananku, kamu juga datang menyuruh untuk segera bercerai dengan Wira dan kamu juga mengirim video panasmu bersama Wira, tapi sekarang kamu menyodorkan diri kamu akan melakukan apa saja agar video itu tidak tersebar. Sunggu menarik sekali Alexsa."
"Apa kamu menginginkan aku putus bersama Wira? Aku akan lakukan itu asalkan jangan sebarkan video itu, bukan hanya karirku yang hancur, tapi perusahaan Papa bisa bangkrut."
"Aku sudah tidak tertarik lagi dengan Wira, dan secepatnya akan aku layangkan gugatan cerainya."
Aqilah bukan hanya asal bicara ia akan segera melayangkan gugatan cerai tepat di hari anniversery ke 1 tahunnya, ia tidak mau lagi menjadi wanita bodoh dari Wira, setidaknya bukan hanya ia yang hancur hatinya saat ia melepaskan lelaki yang ia cintai, tapi juga Wira dan Alexsa harus ikut hancur.
"Kamu sedang bercanda? Bukan'kah kamu sangat mencintai Wira?"
Entah kenapa Alexsa merasa kalau Aqilah adalah mahluk menakutkan dan penuh misteri dalam hidup Aqilah.
"Mahesa sudah kembali dan itu cukup alasanku untuk melepaskannya."
Jawaban Aqilah mampu membuat pikiran Alexsa bingung, bukan'kah tadi Danu mengatakan kalau ia adalah kekasih dari Aqilah, tapi sekarang Aqilah mengatakan nama lain dan Danu tidak marah sama sekali, ekspresinya tetap tenang.
"Sekarang kamu keluar! Jangan memohon padaku lagi, semakin kamu memohon semakin aku ingin menghacurkanmu!"
__ADS_1
Dengan berat hati Alexsa langsung keluar dari ruangan Danu.