Cinta Untuk Syaqilah

Cinta Untuk Syaqilah
BAB. 16 Tidur di teras


__ADS_3

Aqilah masih sama ia masih diam membisu walau pun suaminya sudah mengancam akan merobek bibirnya.


Apa yang belum Aqilah rasakan ia sudah merasakan segalanya dari suaminya, dari cambukan, pukulan dan pisau yang menggores lengannya, termasuk di sertai caci maki dari suaminya.


Wira mengerutkan keningnya, lalu mendekati wajah istrinya hingga ia mencium aroma alkohol di mulut sang istri membuat ia mendengus kesal.


"Pantas saja Aqilah tidak cerewet, ternyata Aqilah mabuk." batin Wira


Wira yang mencium aroma alkohol di mulut sang istri membuat ia menyimpulkan kalau istrinya mabuk dan percuma kalau ia marah-marah juga istrinya itu tidak mendengarnya, jadi ia meninggalkan istrinya, walau pun ia amarahnya sudah di ubun-ubun.


Namun mau bagai mana lagi Wira bukan orang gila yang mau marah-mara pada orang mabuk, beruntung kalau istrinya tidak berbuat ulah, kalau istrinya berbuat ulah ia juga yang repot menghadapi istrinya.


Tidak mabuk saja istrinya selalu membuat Wira emosi, apa lagi kalau mabuk, bisa jadi membuat ia gila.


Jadi Wira putuskan untuk naik ke atas ranjang miliknya, walau pun ia masih kesal, apa lagi karena istrinya ia jadi telat untuk tidur.


Aqilah hanya menghela nafas berat saat melihat suaminya sudah naik ke atas ranjang lagi dan bersyukur karena ia mabuk jadi suaminya tidak jadi marah-marah padanya.


Aqilah langsung mencuci wajahnya untuk menenangkan pikiranya yang kacau, ia menatap cermin cukup lama, lalu langsung keluar kamarnya.


Aqilah mengambil selimut kecil miliknya, selimut peninggalan sang Mommy, ia langsung berjalan ke arah balkon sambil membawa ponselnya.


Aqilah duduk di teras, ia juga menutupi pahanya dengan selimut kecil lalu memutarkan musik nyanyian sang Mommy karena kebetulan Mommy ia adalah seorang penyanyi.


Namun setelah meninggal Aqilah meminta untuk menghapus semua lagu milik Mommynya yang ada di pasaran.


Aqilah hanya ingin ia dan seluruh keluarganya saja yang memiliki lagu dari sang Mommy.


Mata Aqilah melihat ke arah bintang-bintang dengan ke dua tanganya ia rentangkan agar angin itu menerpa tubuhnya.


"Aku rindu Mommy." batin Aqilah


Aqilah memejamkan mata sesaat ia merasakan angin yang mengenai tubuhnya, ada rasa ketenangan tersendiri setiap kali pikiran Aqilah kacau dan melakukan hal itu.


Wira yang melihat istrinya ke arah balkon ia juga berjalan mengikuti istrinya, ia berdiri di pintu kaca balkon itu.


Mata Wira melihat gerak-gerik yang di lakukan istrinya, tapi ia tidak mengerti apa maksud istrinya melakukan itu.


"Apa yang Aqilah lakukan? Seingatku Aqilah tidak pernah melakukan hal aneh seperti itu." batin Wira


Wira hanya melihat ke arah istrinya tanpa berniat mendekati istrinya.


Aqilah merebahkan tubuhnya di lantai sambil terus melihat ke arah bintang-bintang hingga ia tersenyum lebar saat melihat ada bintang paling terang.


Tiba-tiba saja ucapan Danu terdengar di telinga Aqilah yang mengatakan.

__ADS_1


"Tidak pantas seorang Nona dari keluarga Anderson bertekuk lutut di depan sampah."


"Kamu belum pernah mencintai sesaorang Danu, aku yakin saat kamu mencintai sesaorang kamu juga akan melakukan hal gila sepertiku." batin Aqilah


Tiba-tiba saja ponsel Aqilah bergetar.


Dret... Dret...


Aqilah langsung mengambil ponselnya, ia melihat nama Sinta yang memanggil lalu langsung mengangkat telpon itu.


"Selamat malam Nona."


"Hhhmm."


"Nomer yang mengirim video pada Nona adalah milik Alexsa."


"Benar'kah nomer itu milik dia? Lalu bagai mana Danu tidak mengenali nomernya?"


"Alexsa memiliki dua nomer Nona."


"Baik simpan bukti video itu, mungkin suatu saat saya membutuhkan video itu."


"Baik Nona, kalau begitu selamat malam Nona."


"Hhmmm."


Sedangkan Wira masih terus berdiri hingga ia mendengar percakapan istrinya dengan sesaorang, tapi lagi-lagi ia tidak bisa mendengar suara yang menelpon istrinya seperti tadi pagi saat Danu menepon istrinya, ia tidak bisa mendengar suara Danu.


"Apa yang sedang Aqilah rencanakan? Video apa yang di suruh di simpan dan dengan siapa Aqilah berbicara? Seingatku kalau bersama sahabatnya Aqilah tidak pernah berbicara formal, atau Danu yang menelponya?" batin Wira


Dari tadi pagi Wira selalu saja penasaran pada istrinya hingga ia menyadari musik yang di putar oleh istrinya adalah dari penyayi terkenal istri dari Albet Anderson yang bernama Tania Syaqilah Abraham.


Tania adalah putri satu-satunya dari keluarga Abraham, kekayaannya lebih di atas dari keluarga Anderson.


"Kenapa Aqilah memiliki lagu itu? Bukan'kah lagu itu sudah di hapus? Tidak mungkin Aqilah putri dari keluarga Anderson." batin Wira


Walau pun sudah menemukan tanda-tanda Wira masih tidak percaya kalau istrinya adalah putri dari keluarga Anderson.


Aqilah memiringkan tubuhnya, ia melihat foto Mommynya bersama ia saat usia 4 tahun di ponselnya.


"Aku rindu Mommy." batin Aqilah


Rasa rindu yang menggebu-gebu membuat Aqilah melupakan perselingkuhan suaminya sejenak hingga ia mengingat kembali tentang suaminya.


"Wira, jika aku harus hancur karenamu, akan aku pastikan seluruh keluargamu dan Alexsa ikut menanggung kehancuran itu karena Alexsa berani bermain-main dengan Veronica Syaqilah Anderson." batin Aqilah

__ADS_1


Video yang Aqilah terima cukup untuk membuat keluarga Atmaja dan keluarga Wasington hancur tanpa menggunakan marga Anderson.


Aqilah langsung memjamkan mata untuk tidur di teras, ia tidak peduli rasa dingin di tubuhnya yang sudah terasa karena ia tidak akan sakit.


Setelah sekitar 1 jam Aqilah terlelap dengan suara musik yang masih memutar di ponselnya.


Sedangkan Wira dari tadi masih setia berdiri di sana hingga ia melihat istrinya sudah memejamkan mata.


Awalnya Wira ingin memberikan hukuman pada istrinya, tapi saat mulut istrinya bau alkohol ia merasa percuma menyiksa istrinya dalam keadaan mabuk.


Istrinya tidak akan merasakan sakit saat sadar, jadi Wira memutuskan menundanya.


Wira langsung berjalan mendekati istrinya, ia menatap wajah istrinya yang sudah terlelap.


"Wajah tidur kamu cantik ternyata Aqilah, kenapa aku merasa kita pernah saling bertemu sebelumnya?"


Wira merasa wajah istrinya sangat pamiliar, tapi ia lupa di mana bertemu dengan istrinya sebelumnya.


Wira langsung mengambil ponsel istrinya dengan tangan kirinya, lalu ia langsung mengangkat tubuh istrinya untuk di pindahkan ke ranjang.


Wira merebahkan tubuh istrinya di atas ranjang lalu ia letakan ponsel istrinya di sampimg bantal.


"Mommy, aku rindu."


Aqilah meracau dengan mata yang masih terlelap dan tangannya langsung memeluk erat suaminya.


Wira juga membalas pelukan istrinya, ia mengelus kepala istrinya lalu mengecup singkat kening istrinya.


"Tidurlah Aqilah."


Wira yang capek di peluk dengan posisi jongkok, ia langsung naik ke atas ranjang sambil terus menatap wajah istrinya.


Ini pertama kalinya Wira naik ke atas ranjang miliknya setelah menikah dengan Aqilah.


Wira mengingat kembali ucapan dari Alexsa kalau Aqilah tidak bekerja menjadi asisten pribadi Danu.


"Aku baru tau kalau kamu ternyata membohongiku tentang pekerjaan." batin Wira


Tiba-tiba saja ponsel Aqilah bergetar.


Dret...


Wira langsung mengambil ponsel istrinya, ia melihat pesan itu dengan layar menyala tanpa membukanya karena ponsel itu ada kodenya.


Bagai mana kejutan video dariku? Kamu hanyalah istri pajangan. Itu lah yang Wira baca dari ponsel Aqilah.

__ADS_1


"Siapa yang berani mengusik Aqilah? Atau jangan-jangan Alexsa yang mengusik Aqilah itu kenapa Aqilah menjadi pendiam." batin Wira


__ADS_2