Cinta Untuk Syaqilah

Cinta Untuk Syaqilah
BAB. 67 Kemarahan Malvin


__ADS_3

Wira sangat marah saat mendengar dari Aldo kalau Alexsa mengirim orang untuk menangkap istrinya, ia sudah datang ke apartement Alexsa, tapi Alexsa tidak ada di sana hingga ia memutuskan untuk datang ke rumah orang tua Alexsa.


Sekarang Wira sudah ada di depan rumah Alexsa, ia langsung melayangkan tamparan saat Alexsa yang membuka pintu rumahnya.


Plak...!


"Berani sekali Jallang sepertimu ingin menangkap istriku!"


Alexsa sangat terkejut saat mendapat tamparan tiba-tiba dari Wira, lebih terkejut lagi saat Wira mengetahui rencananya untuk menangkap Aqilah.


"Untuk apa kamu ingin menyiksa istriku?! istriku tidak salah apa-apa denganmu, kamu yang mengusik istriku lebih dulu, bahkan kamu tidak tau malu untuk menyuruh istriku mundur dari pernikahan dan meneror istriku dengan pesan-pesan sialanmu!"


Alexsa memegang pipinya sambil tertawa terbahak-bahak saat mendengar Wira mengatakan Aqilah istri.


"Kamu bilang Aqilah istrimu? Sejak kapan Aqilah di akui menjadi istri? Bahkan kamu yang selalu menyiksa Aqilah habis-habisan! Mau hati atau pisiknya kamu yang selalu membuat Aqilah menderita, dan sekarang kamu mengatakan kata istri?! Setelah istrimu itu kabur bersama Danu?!"


Menurut Alexsa Wira sangat lucu karena tidak menyadari kesalahannya sendiri.


"Iya aku menyiksa istriku karena jallang sialan seperti kamu! Seharusnya aku sadar kalau kamu bukan wanita baik-baik!"


"Tapi jallang di depanmu ini mampu membuat milikmu berdiri saat itu! Hahaha...!"


Alexsa tertawa lagi, walau pun ia sangat mencintai Wira, ia tidak ingin terlihat menyedihkan di depan Wira, karena ia tau kalau ia tidak akan mendapatkan hati Wira lagi, tapi ia juga akan membuat Aqilah menderita karena Aqilah yang membuat semuanya menjadi kacau.


"Iya aku akui kalau aku sangat tergoda saat belum tau kalau milikmu itu sudah di pakai banyak lelaki, tapi setelah tau bagiku kamu menjijikan!"


Kenzi yang mendengar ribut-ribut dan mendengar Wira menghina putrinya ia langsung melayangkan pukulan pada Wira, tidak peduli walau pun perusahaannya akan semakin hancur, yang jelas ia tau kalau putrinya tidak akan semurahan itu.


Bugk...!


"Berani sekali kamu menghina putriku!"


Kalau saja Aldo tidak sigap menahan tubuh Wira, mungkin Wira sudah tersungkur karena pukulan tiba-tiba.


"Memang pakta kalau putrimu itu jallang! Tanyakan saja pada putrimu sudah berapa banyak lelaki yang sudah memakai miliknya!"

__ADS_1


"Putriku bukan wanita rendahan walau pun putriku sudah melakukan percumbuan panas!"


Alexsa yang mendengar pembelaan dari Papanya ia merasa sangat bersalah karena nyatanya ia memang sudah sering tidur dengan banyaknya laki-laki. Wira langsung tertawa, bahkan pukulan yang di berikan Kenzi itu ada artinya untuk ia.


"Kamu itu menjadi orang tua bodoh! Tidak tau sifat putrinya seperti apa!"


"Termasuk tuan juga bodoh! Tidak tau wanita yang ingin di nikahinya seperti apa hingga menyiksa hati dan pisik istrinya sendiri. Bahkan tuan lebih bodoh lagi tidak tau identitas istrinya sebagai Nona Veronica yang selalu di takuti banyak orang dalam dunia bisnis!" batin Aldo


Aldo mengumpat sendiri di dalam hatinya karena bukan hanya Kenzi yang bodoh tidak mengenal putrinya secara baik, buktinya Wira sendiri tidak mengenal sifat Alexsa dan sifat Aqilah seperti apa.


Namun sayang Aldo hanya bisa mengumpat di dalam hati, ia masih menghargai permintaan Aqilah untuk tidak membuka identitasnya dengan siapa pun.


"Cuih! Dasar bajingan!"


Saat Kenzi akan melayangkan pukulan lagi, tiba-tiba saja suara Malvin menggelegar di pendengaran mereka semua.


"Brengsek! Kamu ingin membunuh Syaqilah...!"


Malvin memang tidak memutuskan langsung pulang setelah mengantar Aqilah, ia ingin membuat perhitungan karena ia hampir saja membunuh wanita yang sudah menolongnya.


Aldo dan Wira mengerutkan keningnya saat nama lengkap Aqilah di sebut oleh Malvin. Aldo memang tau kalau bawahan Malvin ingin menangkap Aqilah, tapi ia tidak menyangka kalau ternyata Malvin sangat mengenal Aqilah.


Namun saat Aldo sadar identitas Aqilah jelas pasti Aqilah sangat mengenal Malvin, bagai mana pun juga Aqilah seorang pembuat obat yang handal jadi yakin kalau Malvin sangat akrab dengan Aqilah.


"Apa Syaqilah istriku?" batin Wira


Wira masih menatap bingung lelaki yang berjalan ke arahnya, dan seingat ia lelaki itu sangat akrab di ingatannya, hingga ia ingat kejadian di mana lelaki itu membunuh semua orang yang katanya membunuh orang tuanya.


Bahkan Wira lebih ingat lagi lelaki itu memiliki banyak bawahan untuk melakukan pembunuhan berbayar, tapi ia tidak tau Syaqilah yang di sebut oleh lelaki itu benar istrinya atau Syaqilah yang lain hingga ia yakin kalau Syaqilah istrinya karena lelaki itu menemui keluarga Kenzi.


Setelah di depan Kenzi Malvin langsung melayangkan tiga pukulan pada Kenzi, untuk membalas rasa malunya terhadap Aqilah.


Bugk...!


Bugk...!

__ADS_1


Bugk...!


"Kalau saja aku tidak memiliki janji untuk menjadi orang baik pada Aqilah, mungkin nyawamu itu sudah melayang!"


Kenzi langsung tersungkur ke lantai dengan ke dua sudut bibirnya mengeluarkan darah. Alexsa langsung membangunkan Papanya dengan perasaan terkejut, ia tidak menyangka kalau Papanya juga ingin menangkap Aqilah.


"Apa kamu tidak tau betapa berharganya Aqilah itu dalam hidupku?! Bahkan Aqilah lebih berharga dari pada nyawaku sendiri brengsek! Karena permintaan gilamu hampir saja aku membunuhnya karena aku melupakan wajahnya!"


Kenzi tidak percaya kalau ternyata Malvin sangat mengenal Aqilah membuat ia penasaran siapa Aqilah sebenarnya.


"Kenapa Aqilah mengenal banyak lelaki kaya? Siapa sebenarnya Aqilah, aku memang yakin kalau Aqilah bukan dari keluarga biasa, tapi siapa Aqilah sampai-sampai bisa membuat Malvin bertekuk lutut di hadapannya?" batin Kenzi


Setelah dari tadi Wira hanya diam, ia memutuskan untuk bertanya pada Malvin tentang istrinya.


"Apa kamu tau di mana Aqilah?"


Kini Malvin langsung beralih melihat ke arah Wira dengan kening berkerut saat menyadari lelaki itu adalah suami dari Aqilah.


"Tolong katakan di mana Aqilah berada."


Malvin menghela nafas berat, ia yakin kalau rumah tangga Aqilah dan Wira tidak baik-baik saja, mengingat Aqilah dalam pelukan lelaki lain yang bisa ia tebak kalau Danu adalah selingkuhan Aqilah.


Apa lagi ia sudah melihat kemesraan Aqilah bersama Danu, tapi ia tidak menyangka kalau seorang Nona dari keluarga Anderson akan berselingkuh dengan bawahanya sendiri.


"Kalau kamu suami dari Aqilah, seharusnya kamu tau di mana keberadaan Aqilah, saya tidak akan mengatakan di mana Aqilah, yang jelas Aqilah sedang tidak baik-baik saja, lengan kirinya tertembak oleh bawahanku."


Ucapan Malvin mampu membuat tubuh Wira bergetar saat tau kalau istrinya tertembak.


"Bagai mana keadaan striku?"


"Kamu suaminya pasti kamu tau kalau Aqilah akan baik-baik saja, bagai mana pun Aqilah seorang pembuat obat, tentu Aqilah bisa menjaga dirinya sendiri, apa lagi di sampingnya selalu ada Danu, saya percaya kalau Danu akan menjaganya dengan baik."


Wira menghela nafas berat, di saat istrinya membutuhkan pertolongan, bukan ia yang ada di samping istrinya, melainkan Danu lelaki yang sudah berhasil memasuki hati istrinya bukan hanya berhasil mengambil keperawanan istrinya saja.


Setelah mengatakan itu Malvin langsung pergi dari rumah Kenzi, ia tidak mau di tanya banyak pertanyaan oleh Wira karena ia tidak tau permasalahannya mereka.

__ADS_1


__ADS_2