Cinta Untuk Syaqilah

Cinta Untuk Syaqilah
BAB. 64 Malvin


__ADS_3

Sudah 1 minggu di mana Aqilah mengunjungi rumah Lioni, Lioni juga sudah sembuh 3 hari yang lalu. Hari ini Aqilah baru saja membuat perjanjian persetujuan perceraian bersama Wira, walau pun belum genap 1 bulan masih 1 minggu lagi, tapi ia harus menyiapkannya dari sekarang karena ia sudah lebih nyaman terhadap Danu.


Aqilah sudah memantapkan hatinya ingin bersama Danu, walau pun Aqilah tau perasaannya terhadap Danu tidak seperti ia mencintai Wira.


Namun Aqilah tidak mau mengecewakan Danu, menurut ia Danu jauh lebih dewasa walau pun usia Danu masih lebih muda dari Wira, tapi Danu selalu bersikap dewasa, mungkin karena Danu mencintai ia dengan tulus.


Sekarang Aqilah sedang berada di penginapan bersama Kenny dan Sinta karena tangan kiri Aqilah terluka terkena tembakan saat akan pulang menuju rumah Danu, ia di kepung oleh 40 orang suruhan dari Malvin semuanya menggunakan senjata, begitu pun dengan kaki Sinta tergores timah panas, hanya Kenny yang tidak terluka.


"Maafkan saya Nona, saya tidak bisa melindungi Nona."


Kenny minta maaf sambil berlutut di depan Aqilah, ia merasa sangat bersalah pada Aqilah.


Aqilah langsung membangunkan Kenny sambil tersenyum lebar.


"Ini bukan salahmu, ini salah saya karena tidak menyerah pada mereka, dan saya sudah tau kalau ini akan terjadi, maka dari itu saya tidak mengajak Danu. Bahkan saya berterima kasih karena berkat kamu saya bisa meloloskan diri."


Aqilah langsung menarik tangan Kenny untuk duduk di sampingnya.


"Sepertinya kita tidak bisa menunda masalah ini Ken, kita harus segera bertemu Malvin sebelum ada korban lainnya."


"Baik Nona, apa Nona baik-baik saja?"


"Kamu tidak perlu kuatir, lukaku sudah di obati, sepertinya kita harus pergi sekarang, kita naik taksi."


"Baik Nona."


Aqilah langsung berjalan ke arah Sinta yang sedang memejamkan mata.


"Sin."


"Iya Nona."


Sinta menjawab sambil membuka matanya.


"Kamu tetap di sini, Kenan akan menjagamu, saya dan Kenny harus menemui Malvin."


Sinta sangat terkejut saat mendengar ucapan dari Aqilah.


"Tidak Nona, saya juga harus ikut."


"Saya tidak bisa mengajak kamu dengan keadaan seperti ini Sinta, akan berbahaya untuk kita, saya tau kamu kuatir sama saya, tapi saya ada Kenny, hanya saja saya ingin kamu sebarkan video pulgar Alexsa dan berikan batas usia untuk melihat video itu."


"Baik Nona."


Setelah mengatakan itu Aqilah langsung keluar bersama Kenny dari penginapan, ia langsung naik taksi yang di pesan Kenny tadi.

__ADS_1


"Ken, saya mengantuk."


"Nona tidurlah terlebih dahulu, perjalanan kita masih 1 jam lagi."


"Iya."


Aqilah langsung memejamkan mata untuk tidur, namun pikiran ia sama sekali tidak tenang, ia memikirkan perkara rumah tangganya, bukan ia belum siap bercerai dengan Wira, tapi entah kenapa ia merasa kalau Wira tidak akan semudah itu melepaskan ia saat mengingat pertemuannya bersama Aldo 1 Minggu yang lalu.


Bukan hanya berpikir tentang itu saja Aqilah juga memikirkan ucapan dari Daddynya semalam, karena Daddy kekeh akan menjodohkan ia dengan lelaki pilihan Daddynya , entah siapa lelaki yang di jodohkan bersamanya, karena Daddynya mengatakan hanya lelaki itu yang pantas menggenggam tangannya di altar pernikahan.


"Aqilah, masalahmu begitu rumit, semakin usiamu bertambah semakin masalahmu bertambah rumit." batin Aqilah


Kenny sesekali melirik ke arah samping, ia tersenyum lebar saat melihat Aqilah memejamkan mata, tapi iya tau kalau Aqilah tidak tidur.


Kenny sangat menyayangi Aqilah bukan karena ia adalah bodygaur Aqilah, tapi ia menyayangi Aqilah sebagai adiknya sendiri


Apa lagi saat orang tuanya terlilit hutang, Aqilah yang meminta pada orang tuanya untuk membantu membayar hutang orang tua ia, lalu Aqilah juga menyuruh ia untuk memanggilnya dengan panggilan Vero, agar lebih akrab, tapi Kenny sama sekali tidak berani untuk memanggil Aqilah dengan namanya saja.


Lalu Albet juga menyayangi Kenny dan adiknya bukan seperti seorang bodygour, Albet memberikan rumah dan 4 mobil, 2 mobil untuk Kenny dan 2 mobil lagi untuk Kenan, bahkan Albet juga mengatakan kalau ingin menikah kamu tinggal bilang pada saya, nanti saya akan melamarkan wanita itu untuk kamu, kamu jangan sungkan pada saya, anggap saja saya orang tua kamu.


Itu lah yang selalu Albet ucapkan pada Kenny, untuk itu Kenny sebisa mungkin ingin selalu membantu dan melindungi keluarga Anderson, karena menurut Kenny mereka adalah orang-orang baik.


"Ken."


Aqilah memanggil nama Kenny masih sambil memejamkan mata.


"Iya Nona."


"Saya sama sekali tidak tau Nona."


"Akhir-akhir ini Daddy bertemu dengan siapa saja?"


"Hanya bertemu dengan beberapa klien wanita Nona."


Aqilah menghela nafas berat saat mendengar jawaban dari Kenny.


"Apa Daddy tidak bertemu dengan Mahesa?"


"Tidak Nona, tuan Mahesa juga akhir-akhir ini sibuk, bulan depan tuan Mahesa akan kembali ke luar negri."


"Bagus kalau begitu, saya harap Daddy bukan menjodohkan saya dengan Mahesa lagi."


Setelah mengatakan itu Aqilah juga sepanjang perjalanan tertidur, hanya Kenny yang tidak tidur, sebenarnya ia sangat mengantuk, tapi ia tetap memaksakan untuk tidak tidur.


Setelah sekitar 1 jam mereka berdua sampai di tempat yang di tuju, yaitu rumah Malvin. Aqilah dan Kenny langsung turun dari mobil, ia langsung mendekati penjaga gerbang rumah Malvin.

__ADS_1


"Permisi, apa saya bisa bertemu dengan Malvin?"


"Ada perlu apa Nona?"


"Saya hanya ingin bertemu dengannya, katan kalau saya Veronica Syaqilah Anderson ingin bertemu dengannya."


"Bisa Nona tujukan identitas Nona?"


Aqilah mengangguk, ia langsung memberikan kartu namanya pada penjaga. Setelah membaca kartu identitas tersebut penjaga itu memberikan kartu identitasnya kembali sambil membungkukan kepalanya pada Aqilah, karena Malvin sudah mengatakan pada seluruh bawahnya untuk menghormati yang namanya Veronica Syqilah Anderson.


Namun semua bawahan Malvin tidak pernah tau wanita yang harus di hormati oleh Malvin, hanya saja semua bawahan Malvin tau kalau wanita yang di hadapannya itu orang yang telah menolong Malvin.


"Sebenatar Nona, saya memberi tahu pada asisten tuan Malvin."


"Baik."


Penjaga itu langsung menghubungi nomer asisten dari Malvin yang langsung di suruh masuk oleh asistennya saat penjaga mengatakan nama Nona Veronica.


"Mari silahkan ikut kami Nona Vero."


Aqilah dan Kenny menganggukan kepalanya pelan, ia mengikuti salah satu penjaga yang mengantar mereka masuk ke dalam rumah itu yang langsung di sambut oleh Malvin.


"Selamat sore Nona Vero."


Malvin membungkukan kepalanya, bukan karena Malvin takut dengan kekuasaan Anderson, tapi Malvin sangat menghargai Aqilah karena Aqilah adalah orang yang menolongnya.


Aqilah tanpa menjawab sapaan dari Malvin, ia langsung memberikan dua pukulan pada Malvin.


Bugk...!


Bugk...!


Bruk...!


Kepala Malvin sampai mengenai dinding hingga berbunyi nyaring. Namun saat bawahan Malvin akan bergerak, Malvin mengangkat tangannya untuk mengisyatatkan pada bawahannya agar tidak ikut campur.


"Brengsek! Kata kamu nyawamu itu milikku, tapi kamu ingin membunuhku! Lelaki sialan!"


Aqilah menatap tajam pada Malvin. Sudut bibir Malvin mengeluarkan darah dan keningnya juga mengeluarkan darah.


"Maksud Nona apa?"


Malvin masih tidak paham situasi, karena Aqilah memukulnya secara tiba-tiba, ia sampai tidak terlalu memperhatikan wajah Aqilah.


Namun Malvin juga tidak melawan pukulan dari Aqilah, karena ia memang sudah mengatakan kalau nyawanya adalah milik Aqilah.

__ADS_1


"Di bayar berapa kamu sama Kenzi brengsek!"


__ADS_2