Cinta Untuk Syaqilah

Cinta Untuk Syaqilah
BAB. 56 Danil


__ADS_3

Danil selaku Papa dari Danu ia pusing sendiri saat melihat foto putranya beredar bersama Aqilah, belum lagi Wira yang mengatakan istrinya hilang dan sekarang putranya sedang bersama istri dari Wira.


Entah di mana keberadaan putranya Danil sendiri tidak pernah tau, ia tidak tau di mana mantan istrinya tinggal, yang jelas ia hanya tau kalau putranya sering pulang ke ibu kandungnya, hanya itu yang ia tau karena setiap kali ia bertanya di mana Sonia tinggal, putranya tidak pernah memberi taunya.


Bahkan foto putranya bersama Aqilah sampai minum es kelapa satu buah dan Aqilah mencium pipi putrnya termasuk putranya merangkul pinggang Aqilah, kalau sampai ketua MD Anderson tau ia yakin kalau putranya akan di pecat.


Bagai mana tidak, putranya sudah mencoreng nama baik MD Anderson Grup dengan membawa kabur istri orang.


Danil sedang duduk di sofa, ia berkali-kali mengusap wajahnya, citranya akan hancur, pedahal ia bekerja menjadi kepercayaan di MD Anderson Grup dari masa kuliah, lalu di turunkan pada putranya, baru juga putra memegang MD Anderson Grup beberapa tahun imej sudah rusak karena perkara Aqilah.


"Pa."


Henny sangat pusing melihat suaminya berkali-kali mengusap wajahnya.


"Ini semua karena kamu Henny! Coba kamu tidak pernah mendesak Danu untuk segera mencari istri dan tidak mengancam untuk di jodohkan dengan putri dari sahabat kamu, semuanya tidak akan begini! Walau pun kita ingin melihat Danu segera menikah, tapi bukan berarti harus mengancamnya!"


"Papa jadi menyalahkan Mama."


"Ialu siapa lagi yang harus Papa salahkan? Mama yang meminta agar Danu segera menikah, Mama yang bilang tidak apa-apa kalau nanti kalian sudah menikah tidak mau hamil buru-buru yang penting Mama di rumah ada temannya. Mama selalu saja bilang seperti itu pada Danu, dan sekarang ponsel Danu ada di asisten Danu, entah pergi kemana anak itu, benar-benar keterlaluan!"


Henny menghela nafas berat, ia memang menginginkan Danu segera menikah, tapi bukan berarti membawa kabur istri orang untuk di nikahi.


"Pa, ini bukan salah Mama, ini murni kesalahan Danu sendiri, kenapa Danu bawa kabur istri orang? Kenapa tidak wanita singel saja yang di bawa kabur? Intinya ini bukan salah Mama, tapi salah Danu yang mencintai Syaqilah hingga gila. Mama memang menginginkan Danu segera menikah karena Mama tidak mau kalau Danu setiap malam memandang foto Syaqilah, apa lagi Syaqilah sudah menikah dengan Wira, Mama tidak mau kalau Danu menujukan sikap baik-baik saja nyatanya hatinya hancur."


Henny menghela nafas berat saat mengingat putra tirinya selalu memandang foto Aqilah yang memakai seragam sekolah di kamar.


"Mama memang hanya Mama sambung, tapi Mama menyayangi Danu sangat tulus Pa, dan menganggap Danu putra Mama sendiri, jadi saat Mama melihat hati Danu hancur, hati Mama juga ikut hancur!"


Danil menghela nafas berat, ini sifat baik Henny yang membuat ia tidak tega untuk bercerai, walau pun menjalin rumah tangga sudah 16 tahun, tapi Danil tetap tidak bisa mencintai Henny, cintanya masih sama, masih untuk Sonia.


Namun Danil tau kalau Sonia sudah menikah lagi dan mencintai suaminya, tidak seperti ia yang tidak bisa mencintai istrinya, hanya saja ia juga memperlakukan istrinya dengan baik, dan ia juga berusaha menjadi suami yang baik walau pun tanpa cinta. Tiba-tiba saja asisten rumah tangga mendekati Danil dan istrinya.


"Permisi tuan, nyonya, di luar ada tuan Wira ingin bertemu dengan tuan."


"Suruh dia masuk bi."


"Baik tuan."


Tidak lama Wira masuk bersama Aldo karena tadi asisten rumah tangga menyuruh mereka untuk masuk.

__ADS_1


Danil langsung berdiri untuk menyuruh mereka duduk sambil tersenyum lebar, walau pun ia sudah kuatir dan yakin kalau Wira datang kemari karena masalah putranya bersama Aqilah.


"Silahkan duduk tuan Wira."


Wira langsung duduk bersama Aldo tanpa bersuara.


"Kedatangan tuan Wira kemari ada apa?"


Danil bertanya sekedar basa-basi, sebenarnya ia sudah yakin karena putranya telah membawa pergi istri Wira.


"Jangan pura-pura tidak tau, di mana putra anda menyembunyikan istri saya?! Anda juga pasti sudah meliha foto-foto putra anda bersama istri saya?!"


Henny menghela nafas berat saat mendengar ucapan dari Wira.


"Saya minta maaf sebelumnya tuan Wira, saya tidak tau kemana putra saya membawa nyonya Aqilah."


"Anda adalah Papanya, bagai mana anda tidak tau keberadaan putra anda sekarang?!"


"Putra saya jarang tinggal di sini, dan saya juga sudah menghubungi putra saya setelah kejadian itu tuan, tapi ponselnya ada di asisten pribadinya. Saya sudah bertanya padanya, tapi tidak tau di mana keberadaan putra saya."


Wira langsung berdiri, ia langsung menarik kerah.baju Danil lalu langsung memukulnya.


Bugk...!


Henny langsung membangunkan suaminya yang tersungkur ke lantai dengan perasaan kuatir dan tubuh sedikit gemetar.


"Papa tidak apa-apa?"


"Papa baik-baik saja Ma."


"Saya tidak berbohong tuan, saya tidak tau keberadaannya."


"Anda bilang tidak berbohong?! Tidak mungkin anda tidak tau, anda adalah Papanya! Katakan pada saya di mana putrmu itu menyembunyikan istriku!"


Danil menghela nafas berat, ia saja tidak tau di mana putranya berada bersama Aqilah, terlebih masalah membawa kabur Aqilah seperti bukan paksaan, putranya seperti bukan membawa kabur, tapi Aqilah sendiri yang mau bersama putranya.


Jelas-jelas Aqilah sudah memiliki suami, tapi mau pergi dengan lelaki lain, membuat Danil menilai Aqilah bukan wanita baik-baik, apa lagi ia sempat melihat foto Aqilah dan Mahesa yang terlihat mesra.


"Saya benar-benar tidak tau tuan."

__ADS_1


Bugk...!


Sekali lagi pukulan itu mengenai wajah Danil saat Danil masih saja bilng tidak tau membuat Wira sangat marah pada Danil.


Aldo langsung berdiri dari duduknya sambil menghela nafas berat setelah melihat tuannya sudah dua kali memukul Danil.


"Tuan, jangan terus memukulnya, tuan Danil sudah tua, kalau nanti tuan Danil memiliki serangan jantung, tuan yang akan di tuntut."


Sebelum Wira berbicara, tiba-tiba saja asisten Danil datang.


"Permisi tuan."


"Iya."


Danil langsung melihat ke arah asisten pribadinya.


"Maafkan saya tuan, saya sudah mencari di setiap cctv jalan, tapi saya tidak menemukan tuan muda, dan saya sudah menujukan ciri-ciri mobil tuan muda, tapi hasilnya tetap nihil."


Danil menghela nafas berat saat mendapatkan informasi tentang putranya yang seperti di telan bumi.


Wira menganga tidak percaya saat Danil juga memang mencari Danu yang entah pergi kemana bersama istrinya.


"Iya sudah, lanjutkan pencarian."


"Baik tuan, kalau begitu saya permisi."


"Iya."


Setelah asisten pribadinya pergi kini Danil langsung melihat ke arah Wira lagi.


"Seperti yang saya bilang tadi tuan Wira, saya benar-benar tidak tau keberadaan putra saya."


"Iya sudah, lanjutkan pencarian, kalau kamu sudah mengetahui Danu, segera kabari saya!"


"Baik tuan."


Wira langsung pergi dari rumah Danil tanpa permisi dengan wajah kesal di ikuti dengan Aldo dari belakang.


Setelah di mobil Wira hanya memandangi kalung yang di berikan kakeknya saat itu, rasa rindu terhadap istrinya semakin besar.

__ADS_1


"Al, katakan pada saya, cara apa lagi yang harus saya lakukan untuk menemukan Aqilah?"


"Saya juga tidak tau tuan."


__ADS_2