Cinta Untuk Syaqilah

Cinta Untuk Syaqilah
BAB. 52 Ekting Aqilah


__ADS_3

Ke dua tangan Danu sudah terkepal kuat saat Lisa menghina Aqilah habis-habisan, andai saja Lisa bukan seorang wanita, ia sudah melayangkan banyak pukulan pada Lisa.


"Tutup mulutmu Lisa! Jangan sampai kesabaranku habis!"


"Itu mungkin saja pakta, kalau kamu tergila-gila karena sudah merasakan donat basinya! Secara kamu adalah lelaki yang sulit untuk di sentuh, banyak wanita yang datang untuk menjadikan kamu suami, tapi kamu menolaknya, sedangkan sama dia, kamu begitu sangat membelanya, bisa saja kalau Aqilah sudah memberikan donat basinya untuk membuat kamu jatuh cinta padanya!"


Sonia dan Diana melebarkan matanya saat Lisa menghina Aqilah habis-habisan, mereka tidak menyangka kalau Lisa yang terlihat baik, tapi menghina Aqilah dengan merendahkan harga diri Aqilah.


Aqilah ingin sekali merobek mulut Lisa, kalau saja ia tidak menyadari di pintu ada Sonia dan Diana, ia mungkin sudah membuat mulut Diana keluar darah.


"Tutup mulutmu wanita gila!!"


"Kenapa kamu sangat membela wanita murahan seperti Aqilah?! Bukan'kah yang aku katakan benar kalau Aqilah hanya memiliki donat basi?!"


Danu sudah tidak bisa menahan emosinya lagi, ia sudah mengangkat tangannya akan menanpar Lisa, tapi Aqilah dengan sigap menahan tangan Danu.


"Seoarang lelaki sejati tidak pernah bermain tangan pada wanita."


Aqilah berbicara sambil menurunkan tangan Danu, ia langsung memeluk Danu untuk menenangkan hati Danu yang sudah siap meledak.


"Aku tidak suka pada lelaki yang suka bermain tangan terhadap wanita Dan."


Danu menghela nafas kasar, ia langsung membalas pelukan dari Aqilah.


"Maafkan aku, aku tidak bisa mengontrol emosiku saat Lisa menghinamu, hatiku sangat sakit Qi, lebih baik aku yang di hina menggoda istri orang, dari pada mendengar kamu yang di hina."


Danu memang bukan lelaki kasar terhadap wanita, tapi saat Lisa menghina Aqilah habis-habisan, ia sangat tidak terima dan marah dengan ucapan Lisa.


"Jangan lakukan seperti tadi lagi Dan, aku tidak mau kamu tidak bisa mengontrol emosimu, kamu boleh berkelahi dan semacamnya, tapi bukan melawan wanita."


"Iya maafkan aku Qi."

__ADS_1


Aqilah menganggukan kepalanya dan pelukannya semakin erat untuk memeluk Danu.


"Dasar carper! Selain pandai memberikan donat basi, ternyata kamu juga pandai berekting menjadi orang baik, harusnya kamu sadar, kalau sekalinya murahan kamu tetap murahan!"


Aqilah yang mendengar hinaan dari Lisa lagi, ia langsung melepaskan pelukannya, matanya langsung menatap tajam pada Lisa.


"Setauku kita tidak memiliki urusan denganmu, bahkan aku saja tidak kenal dengamu, tapi kenapa kamu terus saja menghinaku dan terkesan kalau kita saling kenal?"


"Kita memang tidak pernah kenal, tapi yang aku katakan itu memang benar kalau kamu wanita murahan! Tolong segera jauhi Danu!Keluarga ini tidak akan sudi menerima kamu kalau sampai mereka tau kamu sudah memilki suami! Jangan terus saja di samping Danu karena cuma Danu menginginkanmu, harusnya kamu sadar kalau kamu tidak pantas untuk Danu, tapi memang wanita licik sepertimu tidak akan sadar, seolah-olah kamu sudah berhasil mendapatkan Danu karena sudah memberikan donat basimu!"


Aqilah mengepalkan ke dua tangannya, ia tidak apa-apa di hina wanita murahan, tapi Lisa sudah benar-benar keterlaluan sampai-sampai mengatakan miliknya donat basi.


Lisa yang melihat Aqilah mengepalka ke dua tangannya ia tersenyum puas pada Aqilah, ia berharap kalau Aqilah menamparnya lalu di usir oleh Sonia.


"Kalau kamu ingin kepuasan bukan'kah di Club banyak berondong? Mereka akan bisa memberimu kepuasan bahkan bisa membuat kamu terus melenguh, tapi jangan minta pada Danu, Danu hanya milikku, tidak boleh ada seorang pun yang memiliki Danu! Dasar wanta murahan!"


Lisa menutup mulutnya, ia ke lepasan bilang Danu hanya miliknya, bukan membuat Aqilah marah, tapi yang ada ia sendiri yang marah. Danu yang mendengar ia milik Lisa, ia tidak terima pada Lisa.


"Sejak kapan aku milikmu Lis?! Dari dulu aku bukan milik siapa-siapa, tapi sekarang aku milik Aqilah!"


Aqilah langsung berbalik ke arah Danu, ia menundukan pandangannya untuk berekting.


"Kalau kamu sudah memiliki kekasih kenapa tidak bilang Dan? Pantas saja Lisa sangat marah padaku, seharusnya bilang dari awal kalau kamu milik Lisa, aku tidak akan di hina habis-habisan."


Danu yang mendengar ucapan dari Aqilah ia melebarkan matanya, sejak kapan Aqilah mempercayai orang lain, setau ia Aqilah tidak pernah mempercayai siapa pun selain ia.


"Maksud kamu apa Qi?"


Aqilah mengangkat kepalanya, ia melihat ke arah Danu dengan tatapan terluka sesuai ekting yang sedang ia perankan.


"Kamu memiliki hubungan sama Lisa! Tapi kamu menyatakan perasaanmu padaku, seharunya aku sadar kalau kamu memang buaya, bagai mana bisa aku terbuai dengan bijuk rayumu, apa lagi kamu tau aku sudah memiliki suami, itu artinya kamu lelaki tidak baik Dan!"

__ADS_1


Aqilah membalikan tubuhnya ia akan berjalan ke luar dari dapur, tapi di sana bukan hanya melihat Sonia dan Diana, di sana juga sudah ada Lukman yang mungkin baru saja datang.


Danu langsung memeluk tubuh Aqilah dari belakang, tubuhnya gemetar saat mendengar ucapan dari Aqilah.


"Aku hanya cinta sama kamu Qi, kamu harus percaya aku, aku tidak memiliki hubungan dengan Lisa."


Aqilah hanya menjawab dengan menggelengkan kepala. Lukman yang melihat tatapan terluka dari Aqilah dan putra tirinya ia langaung maju ke depan.


"Apa yang kamu lakukan di sini Lisa?! Om tidak menyangka kalau mulutmu itu berani mengatai Aqilah murahan! Sejak kapan Danu hanya milikmu?! Kamu berniat merusak hubungan mereka berdua?! Kalau niatmu seperti itu, jangan pernah datang lagi ke rumah Om. Om malu pada istri Om dan putra tiri Om karena memiliki ponakan seperti kamu!"


"Tapi Aqilah sudah memiliki suami Om."


"Itu urusan mereka, kamu tidak memiliki hak untuk itu, lebih baik kamu pulang! Jangan lagi datang kemari kalau hatimu itu masih memiliki benci terhadap Aqilah!"


Aqilah melihat ke arah Lisa sambil tersenyum menyeringai, tapi hanya Lisa yang menyadari senyuman Aqilah karena yang lain hanya fokus melihat ke arah Lisa.


"Dasar wanita murahan!" batin Lisa


Lisa sangat kesal melihat senyuman menyeringai Aqilah.


"Dan tolong lepas tanganmu."


"Aku tidak mau kamu marah hanya hal seperti ini Qi."


Aqilah menghela nafas pelan, ia langsung berjalan ke samping Lukman masih di peluk oleh Danu.


"Ayah."


Lukman langsung melihat ke arah Aqilah sambil tersenyum canggung, sebenarnya ia malu ada keributan seperti ini.


"Ayah jangan terlalu keras pada Lisa, Aqilah tidak apa-apa, ini memang salah Aqilah. Aqilah tidak seharunya menerima Danu di saat Aqilah masih memiliki suami, sore ini Aqilah akan pulang. Aqilah tidak mau membuat keributan di rumah orang lain."

__ADS_1


"Kenapa kamu masih menganggap rumah ini rumah orang lain nak? Ini juga rumahmu. Ayah tau kalau kamu akan berpisah tepat di annaversery kalia, jadi tetap lah tinggal di sini, dan Ayah minta maaf harus ada keributan di rumah ini hingga membuat kamu tidak enak hati."


Aqilah menggelengkan kepalanya pelan.


__ADS_2