
Danu dan Aqilah pergi ke rumah makan dengan berjalan kaki sambil berpegangan tangan sesuai yang ia katakan sambil olah raga pagi.
Sekarang mereka berdua sudah duduk tenang di tempat meja makan sambil menunggu makanan.
Banyak yang melihat ke arah Danu dan Aqilah, yang terlihat cocok dalam penilaian mereka, tapi ketenangan mereka terusik saat datang Lisa dan Samuel, orang yang paling males Aqilah temui.
"Hai Aqilah cantik."
"Hhhmm."
Aqilah menjawab ucapan Samuel dengan nada malas, matanya hanya fokus pada ponselnya.
"Kita boleh gabung tidak?"
"Duduk saja Sam, Lis."
Danu menjawab pertanyaan Samuel karena Aqilah hanya diam saja. Mereka berdua juga langsung pesan makanan. Tidak lama makana mereka juga datang.
"Makan dulu sayang, ponselnya taro dulu."
Danu berbicara sambil mengelus kepala Aqilah dengan lembut.
"Suapin."
Samuel mengerutkan keningnya saat Danu memanggil sayang pada Aqilah.
"Kalian berdua sejak kapan menjalin hubungan?"
"Setelah dari pasar malam saat kita bertemu."
"Kenapa tidak bilang? Jadi selama ini aku menggoda kekasih sahabatku sendiri?"
Samuel dan Dion memang selalu main ke rumah Danu, mereka selalu saja menggoda Aqilah.
"Tidak mau kalian tersinggung."
"Dasar! Membuat aku malu saja."
Danu hanya menanggapinya dengan senyuman, lalu ia langsung menyuapi Aqilah. Aqilah masih sibuk bermain ponsel, ia sesekali tersenyum saat menerima pesan dari ke dua sahabatnya.
Lisa dari tadi hanya diam, tidak mengeluarkan satu kata pun, bahkan sekedar berdehem saja tidak, tapi mata ia terus melihat ke arah Aqilah dengan tatapan benci.
Apa lagi saat melihat Danu hanya menurut saja ia tambah benci terhadap Aqilah yang selalu saja di manja oleh Danu.
"Sudah punya suami juga so manja sama lelaki lain, dasar murahan!" batin Lisa
"Kamu juga makan Dan."
__ADS_1
"Kamu dulu saja Qi, nanti setelah itu aku."
Aqilah yang mendengar ucapan dari Danu, ia langsung metakan ponselnya di atas meja, lalu langsung mengambil makanan milik Danu.
Aqilah langsung menyodorkan makanan pada Danu yang langsung di mengerti oleh Danu. Danu langsung membuka mulutnya untuk menerima suapan dari Aqilah.
Jadi mereka berdua makan sambil suap-suapan hingga ke duanya benar-benar kenyang.
"Sudah Dan aku kenyang."
"Aku juga sudah kenyang."
"Nyonya."
Yang memanggil nyonya adalah Aldo yang dari tadi memperhatikan Aqilah dan Danu makan dari kejauhan.
Bertepatan dengan itu Sinta juga datang memakai masker, ia takut kalau Aldo akan memaksa Aqilah.
Ke empat orang yang ada di meja Aqilah melihat ke arah sumber suara. Aqilah dan Danu sangat terkejut saat melihat ke sumber suara, dan di belakang Aldo ada Sinta.
"Al."
Aqilah langsung berdiri di ikuti oleh Danu yang ikut berdiri juga.
"Selamat pagi nyonya, apa kabar?"
Aldo menyapa Aqilah sambil membungkukan badan di depan Aqilah.
"Tuan Wira menyuruh 20 orang untuk mencari keberadaan nyonya."
"Termasuk kamu mau membawa saya pulang?"
"Tergantung nyonya mau pulang sama saya atau tidak."
Samuel mengerutkan keningnya tidak mengerti saat Aqilah terus di panggil nyonya, yang ia tau panggilan nyonya itu untuk wanita yang sudah menikah, sedangkan Aqilah dan Danu baru saja menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih.
Sedangkan Lisa sama sekali tidak terkejut, ia sudah tau tentang Aqilah.
"Kalau saya tidak mau, apa kamu akan memaksa saya?"
"Sama sekali tidak nyonya, itu hak nyonya mau pulang atau tidak, saya juga tidak akan mengatakan pada tuan kalau saya sudah bertemu nyonya, saya mungkin di anggap berhianat pada tuan , tapi nyonya adalah orang yang sudah menyelamatkan nyawa ibu saya, jadi anggap saja saya sedang membayar kebaikan nyonya, walau pun saya tau kalau kebaikan nyonya tidak akan pernah ternilaikan."
Aqilah bernafas lega saat mendengar jawaban dari Aldo.
"Tapi saya berharap nyonya mau pulang bersama saya, di sini tidak aman, ada banyak orang yang mencari nyonya, kalau tidak salah suruhan Alexsa, tapi tuan belum mengetahui tentang hal itu."
"Saya tidak akan pulang, sebelum hari annaversery kita, karena itu sesuai janji yang saya ucapkan pada Wira."
__ADS_1
"Apa nyonya benar-benar serius dengan ucapan nyonya saat itu?"
"Iya, saya sangat serius."
"Tapi tuan sangat mencintai nyonya, bahkan tuan selalu mabuk-mabukan setiap malam dan saat tidur tuan juga sering mengigau memanggil nama nyonya, saya harap nyonya memberikan kesempatan ke dua untuk tuan, walau pun saya tau perbuatan tuan memang tidak layak di maafkan."
Aldo hanya berharap kalau Aqilah kembali pada tuannya lagi. Danu yang mendengar penjelasan dari Aldo ia menghela nafas berat, ia takut kalau Aqilah lebih memilih kembali bersama Wira lagi dari pada dengannya.
Walau pun Danu selalu mengatakan baik-baik saja pada Aqilah, nyatanya ia tidak bisa di bilang baik-baik saja saat tau kalau Wira sudah mencintai Aqilah.
"Tidak bisa Al, saya tidak akan bisa lagi mencintai Wira, ada hati yang harus saya jaga yaitu Danu, saya sudah bertekad kalau saya akan segera berpisah dengannya."
Aldo sangat terkejut saat mendengar jawaban dari Aqilah, ia tidak menyangka kalau foto-foto yang beredar saat itu ternyata benar adanya kalau Aqilah memiliki hubungan.
"Nyonya serius?"
"Iya saya serius, sekarang Danu kekasih saya, semenjak saya keluar dari keluarga Atmaja, semenjak itu juga harapan saya untuk bersamanya sudah tidak ada lagi. Apa lagi Danu adalah lelaki yang baik dan tidak pecundang seperti Wira, pembicaraan kita cukup sampai di sini Al, saya akan pulang tepat annaversery kita."
Aldo menghela nafas berat, sepertinya drama rumah tangga tuannya dan Aqilah akan panjang saat mendengar Aqilah sudah memiliki kekasih di saat masih memiliki suami, tapi ia tau kalau Aqilah mungkin sedang belajar membuang rasa cintanya terhadap tuannya.
Memang menurut Aldo juga Aqilah tidak pantas untuk kembali pada tuannya yang sudah ribuan kali menolak Aqilah dengan melukai hati dan pisik Aqilah.
"Baiklah nyonya, lebih baik nyonya pergi dari sini sebelum orang-orang suruh tuan mengetahui keberadaan nyonya."
"Baiklah, terima kasih Al, saya tidak akan melupakan kebaikanmu."
"Sama-sama nyonya. Pak Danu, tolong jaga nyonya."
"Itu sudah pasti."
Aqilah langsung menggenggam tangan Danu untuk pergi dari rumah makan.
"Lis, Sam, aku dan Aqilah duluan."
"Iya."
Lisa hanya menjawab dengan anggukan kepala. Sebelum pergi Aqilah menepuk pelan punggung Aldo lalu ia dan Danu langsung pergi.
Setelah Aqilah dan Danu pergi Samuel menatap tidak percaya kalau ternyata Aqilah sudah memiliki suami, apa lagi Aqilah terlihat seperti Gadis 17 tahunan.
"Jadi dia sudah punya suami? Kenapa Danu mau jadi selingkuhan Aqilah?"
"Mungkin karena Aqilah kaya, apa lagi mereka juga sudah tidur berdua saat aku pergi ke rumah Danu. Danu dan Aqilah keluar dari kamar yang sama."
Lisa menjawab dengan perasan kesal saat mengingat kejadian itu, kejadian di mana saat ia di usir oleh Omnya sendiri.
"Gila, Danu menjadi tidak waras karena cinta."
__ADS_1
Samuel sangat mengenal Danu, ia tau bagai mana Danu saat berhadapan dengan lawan jenisnya seperti tidak tertarik sama sekali, jadi ia tidak menyangka kalau Danu menjadi selingkuhan Aqilah.
Aldo yang belum beranjak pergi ia hanya menghela nafas berat saat mendengar kalau Danu dan Aqilah sudah tidur bersama.