Cinta Untuk Syaqilah

Cinta Untuk Syaqilah
BAB. 51 Hinaan dari Lisa


__ADS_3

Sebenarnya Danu tidak apa-apa tidak di buatkan nasi goreng oleh Aqilah walau pun ia menginginkan nasi goreng buatan Aqilah karena ia tidak mau Aqilah kecepean, tapi ia tidak mau makan makanan dari Lisa.


Danu memang tidak pernah makan masakan Lisa jika tidak makan bersama Ayah tirinya, ia tidak mau menyinggung perasaan Ayah tirinya yang sangat baik.


Danu juga tau kalau Lisa memang mencintainya, tapi ia selalu pura-pura tidak tau selama Lisa tidak menyatakan perasaan padanya.


Danu tersenyum lebar saat Aqilah sibuk memotong bawang dan sayuran untuk membuat nasih goreng.


Bisa Danu lihat kalau tangan Aqilah sangat lihai memotong-motong bawang dan sayuran.


Danu dengan ragu-ragu melingkarkan tangannya di perut Aqilah dan kepalanya ia sandarkan di leher Aqilah, sudah lama sekali ia memimpikan momen seperti ini bersama Aqilah.


Akhirnya impian Danu dari dulu kini menjadi kenyataan, ada rasa tidak percaya dan seperti mimpi ia bisa melakukan itu, ada juga rasa bahagia di hatinya.


"Dan, kamu membuatku terkejut saja, kalau tanganku tergores pisau bagai mana?"


Aqilah bertanya sambil masih sibuk memotong sayuran.


"Maaf, aku mengganggu kamu iya Qi?"


Setelag Danu minta maaf lalu ia akan melepaskan tangan yang melingkar di perut Aqilah dan langsung di tahan oleh tangan kiri Aqilah.


"Aku tidak merasa terganggu, selama kamu melakukan sesuatu masih di batas wajar, tapi kalau kamu melakukan sesuatu lebih di batas wajar, bukan kamu yang akan aku benci, melainkan diriku sendiri yang akan aku benci karena aku sekarang masih memiliki suami."


"Aku paham Qi, dan aku juga tidak ingin melakukan hal yang lebih, aku ingin kamu mencintaiku terlebih dahulu."


Aqilah menghela nafas pelan, ia menjadi takut dengan hatinya, ia takut tidak bisa mencintai Danu, memang yang Danu lakukan mampu membuat hatinya sangat nyaman, tapi ia takut hanya sekedar nyaman.


Sekarang Aqilah sedang menggoreng bawang dan memasukan telor, termasuk sayuran yang sudah ia potong, sesekali ia juga menghela nafas berat saat Danu masih memeluknya.

__ADS_1


Bukan Aqilah risih saat di peluk oleh Danu, tapi ia sedang berandai-andai saat merasakan pelukan hangat dari Danu.


"Andai saja Wira membalas cintaku, dan memperlakukanku seperti Danu, mungkin aku akan sangat bahagia, rumah tangga yang aku impikan adalah seperti ini, terkesan sangat romantis. Namun itu semua hanya angan-anganku saja, nyatanya Wira tidak pernah membalas cintaku, tapi kalau pun Wira suatu saat membalas cintaku, aku tetap tidak akan bisa kembali bersamanya. Aku tidak ingin menyakiti hati Danu, cukup saat aku tidak tau kalau Danu mencintaiku saja sudah yakin membuat Danu tersiksa, apa lagi sekang secara terang-terangan, pasti lebih sakit lagi." batin Aqilah


Aqilah masih sibuk menggoreng nasi goreng dengan pikiran yang berkelana.


"Andai saja Danu menyatakan cinta lebih dulu, mungkin aku hanya akan mengagumi Wira, bukan mencintai Wira, mungkin hidupku sudah bahagia bersama Danu, lelaki yang sangat mencintaiku." batin Aqilah


"Qi, sepertinya kamu sedang memikirkan sesuatu?"


Walau pun Aqilah tetap fokus dengan masakannya, tapi Danu bisa menebak kalau Aqilah sedang memikirkan sesuatu.


"Tidak ada yang di pikirin Dan."


Setelah mengatakan itu, Aqilah langsung mematikan kompornya karena nasi gorengnya sudah matang.


Danu langsung membalikan tubuh Aqilah, ia menatap mata Aqilah dengan lekat, ia tau kalau Aqilah sedang memikirkan sesuatu.


Lisa yang di depan pintu dapur ingin melihat sedekat apa kedekatan Danu dan Aqilah membuat mulutnya menganga tidak percaya kalau Danu hanya di jadikan pelarian oleh Aqilah.


Lisa semakin membenci Aqilah saat tau kalau Danu hanya sebagai pelarian Aqilah, di tambah lagi jalan Aqilah yang masih menjadi pertanyaan kenapa Aqilah berjalan seperti menahan sakit.


"Ciuh! Dasar murahan! Kalau sudah menikah kenapa memasukan lelaki lain dalam hidupnya. Danu juga kenapa menjadi lelaki bodoh hanya karena cinta, terus Aqilah menahan sakit kenapa?" batin Lisa


Ke dua tangan Aqilah langsung memegang ke dua tangan Danu, matanya menatap lekat mata Danu yang terlihat jelas penuh dengan ketulusan hingga membuat hatinya lagi-lagi merasakan sakit.


"Kamu tau, dalam hidupku tidak akan ada kegagalan, begitu pun pada Wira, aku yakin kalau Wira suatu saat akan mencintaku, tapi aku tidak akan bersamanya lagi karena aku juga sudah mengatakan kalau aku akan belajar mencintaimu, aku yakin kalau suatu saat aku bisa mencintaimu


Aqilah mengambil nafas sesaat, sebenarnya sulit untuk mengatakan ia suatu saat akan mencintai Danu, apa lagi Wira adalah cinta pertamanya, tapi ia tidak mau menyakiti hati Danu yang sangat baik.

__ADS_1


Begitu pun dengan Danu, ia juga menghela nafas saat melihat tatap mata Aqilah yang sangat tidak yakin kalau suatu saat akan menncintainya, tapi Danu tidak mau membuat Aqilah merasa semakin bersalah, jadi ia hanya diam.


Apa lagi Danu merasa yang salah adalah ia di sini, kalau saja ia tau sifat Aqilah yang tidak pilih-pilih pasangan, mungkin ia sudah mengungkapkan perasaannya sejak lama.


Lisa sudah tidak bisa menahan diri untuk memaki Aqilah yang terkesan murahan.


"Ciuh dasar gatel! Kalau sudah punya suami kenapa kamu harus memasukan lelaki lain dalam hidupmu?!"


Danu dan Aqilah melihat ke arah pintu yang menampilkan Lisa sedang berjalan ke arahnya.


"Apa suamimu itu tidak memberikan kepuasan?! Hingga kamu mencari kehangatan dari lelaki lain?! Dasar wanita murahan! Putri dari orang kaya, tapi tidak memiliki harga diri! Kalau kamu menginginkan kepuasan, seharusnya cari lelaki lain yang bisa memuaskanmu, jangan mengambil Danu, apa orang kaya semua seperti kamu?! Menggunakan kekayaan untuk mendapatkan belaian?!"


"Jaga bicaramu Lisa!!"


Danu menatap tajam pada Lisa yang merendahkan harga diri Aqilah.


"Tau apa kamu soal Aqilah butuh kepuasan?! Kamu itu tidak tau apa-apa tentang Aqilah, jadi jangan pernah kamu menghina Aqilah!!"


Suara Danu terdengar sampai semua ruangan hingga Diana dan Sonia juga buru-buru ke dapur untuk melihat kenapa Danu begitu emosi.


"Kamu membentakku cuma karena wanita murahan ini?! Coba buka mata kamu lebar-lebar Dan, kamu hanya pelarian untuk Aqilah, harusnya kamu sadar akan hal itu!"


"Aku tidak pernah peduli, walau pun aku hanya sebuah pelarian, aku mencintai Aqilah."


"Kamu bilang cinta?! Kamu sadar Danu, bagai mana bisa kamu mencintai wanita yang sudah punya suami?! Di dunia ini itu banyak wanita, bukan hanya Aqilah!"


"Aku tau di dunia ini banyak wanita, tapi wanita yang aku cintai di dunia ini hanya satu yaitu Aqilah, jadi kamu jangan ikut campur urusanku bersama Aqilah!"


"Apa yang sudah wanita ini berikan padamu sampai-sampai kamu tergila-gila padanya Dan?! Apa kamu sudah mendapatkan donat basi bekas suaminya hingga kamu tergila-gila?!"

__ADS_1


Lisa bertanya sambil menujuk Aqilah dan menatap Aqilah dengan tatapan sinis.


__ADS_2