Cinta Untuk Syaqilah

Cinta Untuk Syaqilah
BAB. 74 Danil marah


__ADS_3

Setelah mengambil ponsel dari asisten pribadinya Danu memutuskan untuk langsung pulang ke rumah orang tuanya, tapi hatinya sama sekali tidak tenang setelah menelpon Aqilah tadi dan yang berbicara adalah Wira, ia yakin kalau Aqilah sekarang sedang menghadapi masalah besar.


"Harus bagai mana ini, aku tidak mungkin datang ke rumah Wira. Wira adalah suaminya." batin Danu


Danu merasa menyesal, seharusnya ia tidak menurut apa yang di ucapkan Aqilah tadi, mungkin semuanya tidak akan menjadi seperti ini.


"Apa yang harus aku lakukan Qi, aku juga takut kamu kenapa-kenapa, apa lagi lenganmu terluka." batin Danu


Rasa kuatir Danu semakin besar, tapi lagi-lagi ia sadar kalau Wira lebih berhak pada Aqilah, bagai mana pun juga Wira adalah suaminya, mau ke jalur mana pun Wira tetap akan menang, terkecuali Aqilah mau membuka perselingkuhan suaminya di masa lalu.


Walau pun Alexsa adalah kekasih Wira dari dulu, tapi mereka tetap akan di sebut selingkuh karena Wira sudah menikah Aqilah. Namun Danu juga tidak tau Aqilah mau membuka pakta masa lalu suaminya atau tidak, karena selama ini Aqilah selalu menutup rapat gosip miring tentang suaminya.


Danu terus saja berpikir tentang Aqilah hingga ia sampai di rumah orang tuanya, tapi saat ia sampai di rumah, ia langsung di pukul oleh Papanya.


Bugk....!


"Anak tidak berguna! Bagai mana bisa kamu membawa kabur istri orang?!"


Danil berteriak marah saat putranya baru datang ke rumah. Henny yang baru saja turun dari tangga langsung berlari ke arah mereka.


"Papa apa-apaan langsung memukul putraku?!"


Henny sangat marah saat suaminya memukul putra tirinya yang sudah ia anggap sebagai putra kandungnya sendiri.


"Danu pantas di pukul!"


Henny menghela napas berat, ia langsung melihat ke arah putra tirinya

__ADS_1


"Apa tidak apa-apa nak?"


Henny bertanya sambil mengelus pipi putra tirinya yang di pukul oleh suaminya.


"Danu tidak apa-apa Ma."


Danu menjawab ucapan dari Mama tirinya sambil memegang tangan Mama tirinya, ia tau kalau Mama tirinya sangat kuatir karena Mama tirinya memang sudah menganggap ia seperti putranya sendiri.


"Danu ke sini cuma mau bilang kalau Danu sudah pulang, lebih baik Papa jangan membuang-buang uang hanya untuk mencari Danu. Danu sudah dewasa Pa, jadi berhenti ikut campur urusan Danu."


Danu memang sudah tau kalau Papanya menyuruh banyak orang untuk mencari ia dari asisten pribadinya.


"Kamu bilang kamu sudah dewasa?! Kalau kamu sudah dewasa, mungkin kamu tidak akan membawa kabur istri orang Danu!"


"Danu mencintai Aqilah Pa. Papa tau kalau Danu mencintai Aqilah dari masa SMA, memangnya Danu salah memperjuangkan cinta Danu? Apa lagi Danu dan Aqilah sekarang saling mencintai."


Walau pun Danu belum yakin kalau Aqilah sudah mencintainya, tapi ia tetap mencoba percaya pada Aqilah kalau Aqilah juga mencintainnya.


"Jangan salahkan Aqilah Pa, ini salah Danu yang selalu menyimpan perasaan tanpa mau mengungkapkan perasaan Danu terhadap Aqilah."


"Berhenti mengatakan kata cinta Danu, Aqilah sudah memiliki suami, foto-foto kamu dan Aqilah tersebar luas, kalau sampai tuan Albet atau putrinya tau kamu bisa di pecat dari MD Anderson Grup karena mencoreng nama baik mereka juga. Ingat Danu, mencari pekerjaan di jaman sekarang itu susah, kalau sampai kamu di pecat, mau kerja di mana? Nama kamu juga akan jelek kalau sudah di pecat dari MD Andreson Grup, Papa yakin tidak akan ada yang menerima kamu di perusahaan mana pun."


Danu menghela napas berat saat mendengar ucapan panjang dari Papanya, jadi Papanya tidak tau kalau Aqilah adalah putri dari Albet.


"Itu tidak akan terjadi Pa, tuan Albet mau pun putrinya tidak akan memecat Danu."


Danu tidak mengatakan kalau Aqilah adalah putri dari Albet, biarkan Papanya mengetahui identitas Aqilah sendiri tanpa tau darinya.

__ADS_1


"Mungkin untuk sekarang tidak akan di pecat, tapi suatu saat kamu akan di pecat, lagi pula Papa tidak akan setuju kalau kamu menikahi Aqilah, asal usul Aqilah tidak jelas, keluarga kita tidak akan ada yang menerima Aqilah."


Danu mengepalkan ke dua tangannya saat mendengar ucapan dari Papanya, itu sama saja mengingatkan luka masa lalunya.


"Iya, keluarga Papa memang sangat terhormat! Bahkan orang tua Papa saja masih tidak setuju Papa bersama ibu karena ibu lahir dari keluarga miskin! Orang tua Papa tidak berpikir bagai mana nasib cucunya nanti kalau mereka berpisah, harusnya berpikir seperti itu, bukan berpikir hanya tentang derajat, Danu bukan Papa yang akan menyerah saat hubungan Danu tidak di restui bersama Aqilah, Danu siap di coret dari keluarga ini. Apa lagi Ayah juga menyayangi Danu apa adanya bersama ibu, bahkan Ayah menganggap Danu seperti putranya sediri, Ayah tidak pernah membeda-bedakan kasih sayangnya untuk Danu dan putrinya."


Memang yang di katakan Danu benar kalau Lukman menyayanginya dengan tulus, apa pun yang ia lakukan Lukman selalu mendukungnya.


Danil menghela napas berat saat mendengar putranya mulai membanding-bandingkan kasih sayang keluarganya dan Ayah tiri dari putranya.


"Selama Aqilah bersedia hidup bersama Danu, Danu tidak akan peduli pendapat keluarga."


"Tidak! Papa akan jodohkan kamu dengan Olivia, bukan'kah kamu bersama Olivia saling kenal dari sekolah dasar? Apa lagi Olivia juga bekerja sebagai model di MD Anderson Grup."


"Danu tidak ingin di jodohkan dengan siapa pun, karena sampai kapan pun perasaan Danu akan tetap untuk Aqilah, Danu tidak akan menjadi lelaki pecundang seperti Papa, yang menceraikan ibu karena orang tua Papa tidak merestui hubungan Papa, lalu apa Papa bahagia hidup bersama Mama? Tentu Danu sudah bisa menebak kalau Papa tidak bahagia bersama Mama, kalian hanya saling menghormati sebagai suami istri."


Danil menghela napas kasar saat putranya berani mengatai ia pecundang.


"Danu mau pulang dulu, Papa tidak perlu ikut campur urusan Danu, tanpa restu Papa, ibu dan Ayah sudah sangat setuju kalau Danu bersama Aqilah."


Danil mengepalkan ke dua tangannya saat putranya melawan ia hanya karena wanita, apa lagi wanita itu sudah berstatus istri orang.


"Sejauh mana hubunganmu denga Aqilah?!"


Sebelum Danu menjawab, Henny lebih dulu berbicara.


"Pa, sudah, bisa tidak biarkan Danu menentukan hidupnya sendiri, biarkan Danu menikahi wanita yang di cintainya, biarkan Danu bahagia dengan pilihannya, Papa jangan terlalu kasar sama Danu, Danu itu putra kita satu-satunya."

__ADS_1


Henny berbicara dengan mata memerah, cukup ia yang di jodoh oleh orang tuanya, walau pun dulu ia sering menjodoh-jodohkan putra tirinya bersama putri dari sahabatnya, itu karena ia ingin putra tirinya melupakan Aqilah, tapi kalau Aqilah sudah menerima cinta dari putra tirinya, ia tidak akan ikut campur, ia ingin putra tirinya bahagia.


Henny tidak ingin putra tirinya mengalami nasib yang sama, terlebih lebih miris lagi saat ia sudah mencintai suaminya, tapi hati suaminya masih ada mantan istrinya, ia tidak mau nanti istri putra tirinya tersakiti seperti ia.


__ADS_2