Cinta Untuk Syaqilah

Cinta Untuk Syaqilah
BAB. 20 Menjadi pusat pehatian pengujung


__ADS_3

Aqilah bernafas lega karena Mahesa tidak akan ikut campur dalam rumah tangganya. Bukan hanya itu Aqilah juga melarang Mahesa untuk merusak hubungan suaminya bersama Alexsa.


Bukan Aqilah mendukung hubungan suaminya bersama Alexsa, tapi ia akan menyuruh Kenny untuk menyelidiki tentang itu, ia tidak mau menyeret Mahesa dalam situasi sulit.


Apa lagi suaminya tau kalau Aqilah kenal Mahesa, kalau Mahesa menjebak Alexsa bisa saja suaminya berpikir ia yang menyuruh Mahesa untuk mendekati Alexsa, jadi ia akan urus masalahnya sendiri.


Sekarang Aqilah dan Mahesa sedang ada di restoran untuk makan, sebenarnya bukan hanya sebatas makan mereka berdua ingin menghabiskan waktu bersama.


Apa lagi Mahesa yang jarang pulang ke Indosia membuat ke duanya tidak pernah bertemu.


Namun saat Aqilah sedang menyantap makannya, matanya melihat ke arah samping ia melihat suaminya sedang bersama Alexsa hanya terhalang oleh 2 meja.


Aqilah melihat suaminya sedang mengusap lembut pipi Alexsa, bisa ia tebak kalau Alexsa sedang ngambek pada suaminya.


"Aku tidak menyangka kalau mereka berdua begitu terang-terangan di depan umum kalau ke duanya memiliki hubungan."


Awalnya Mahesa hanya fokus pada makanan, tapi saat mendengar ucapan dari Aqilah, ia melihat ke arah yang di lihat Aqilah.


Mahesa sangat terkejut saat mereka berdua juga ternyata ada di restoran yang sama.


"Jangan di lihatin, lebih baik kamu fokus makan."


Aqilah mengangguk pelan sambil tersenyum lebar, menurut ia yang ia lihat sekarang tidak seberapa, apa lagi kemarin melihat adegan panas suaminya jadi sudah tidak aneh.


"Kenapa kamu tidak mengambil kesempatan untuk mengunggah foto mereka di Internet agar mereka terkena khasus?"


"Belum saatnya Esa, bahkan kalau ada gosip miring tentang suamiku aku langsung menyuruh Kenny membersihkan gosip itu."


"Belum saatnya?"


Mahesa langsung berdiri karena mendengar jawaban dari Aqilah emosinya langsung meledak.


"Kamu ingin sampai kamu ko'ma dulu baru kamu akan membuka aib mereka atau kamu mau menjadi wanita bodoh seterusnya?!"


Aqilah sangat terkejut saat mendengar bentakan dari Mahesa, ia langsung berdiri sambil menggelngkan kepalanya pelan, entah kenapa hari ini mood Mahesa sangat tidak bagus menurut Aqilah.

__ADS_1


Mereka berdua menjadi tontonan para pengujung restoran itu, begitu pun dengan Alexsa dan Wira menolah ke arah Mahesa dan Aqilah.


Alexsa sangat terkejut saat melihat Mahesa ada di Indonesia, lebih terkejut lagi saat melihat wanita yang satu meja bersama Mahesa adalah Aqilah.


"Ada hubungan apa mereka berdua? Apa Mahesa tidak tau kalau Aqilah istri dari Wira?" batin Alexsa


"Ternyata Aqilah tidak di perlakukan dengan baik oleh Mahesa, syukur. Wanita murahan seperti Aqilah mana pantas bersama Mahesa." batin Wira


Wira dan Alexsa terus melihat ke arah Aqilah dan Mahesa.


"Kamu ko jadi marah?"


"Siapa yang tidak marah kalau kamu menjadi wanita bodoh?!"


Mahesa benar-benar sudah hilang kontrol, bahkan ia lupa kalau sekarang sedang ada di restoran.


Para pengujung itu banyak yang bisik-bisik, ada juga yang mengarahkan ponsel mereka untuk mempivideo adegan itu karena mereka semua tau kalau Mahesa adalah pengusaha muda, sedangkan Aqilah mereka tidak begitu mengingatnya kalau Aqilah adalah istri dari Wira.


Aqilah yang sadar akan situasi ia langsung memeluk Mahesa sambil menenggelamkan kepalanya di dalam jaket yang Mahesa kenakan.


Mahesa menghela nafas kasar, tangan kirinya mendekap tubuh Aqilah sedangkan tangan kanannya melambaikan tangan pada pelayan untuk membayar makanan hingga pelayan itu mendekati meja Mahesa.


"Berapa totalnya?"


"850 ribu tuan."


Tangan kanan Mahesa langsung mengambil dompet, lalu di buka dengan ke dua tanganya. Mahesa memberikan uang 900 ribu pada pelayan restoran itu.


"Ambil saja kembaliannya."


"Terima kasih tuan."


Setelah pelayan itu melangkah menjauh Mahesa memasukan kembali dompetnya lalu tangan kanannya mengambil tas Aqilah yang ada di bangku sampingnya, ia langsung mengangkat tubuh Aqilah keluar dari restoran itu dengan posisi wajah Aqilah masih bersembunyi di balik jaket Mahesa.


Wira yang melihat adegan romantis itu hanya bisa menghela nafas kasar, ia pikir Mahesa memperlakukan istrinya dengan perlakuan tidak baik, tapi nyatanya salah.

__ADS_1


Mahesa jauh lebih romantis dari pada Danu kemarin. Bukan hanya Wira yang menghela nafas kasar, tapi juga Alexsa menghela nafas kasar.


Alexsa sangat merindukan Mahesa, semenjak penghianatan ke 3 kalinya oleh ia, Mahesa sudah tidak bisa lagi ia temui karena harus menetap di luar negri.


Setelah sekian lama Alexsa hanya bisa melihat Mahesa dari televis, tapi sekarang ia bisa melihat langsun namun sayang pertemuan yang tidak mengenakan, ternyata Mahesa sudah benar-benar melupakan ia dengan berpindah pada wanita lain.


"Kenapa istrimu kenal Mahesa sayang?"


"Aku tidak tau tentang itu, Aqilah memiliki banyak rahasia dan kebohongan, kita tidak bisa menebak dan tidak tau kenal dari mana, tadi pagi aku sudah bertanya pada Aqilah dari mana Aqilah mengenal Mahesa, tapi Aqilah menjawabnya dengan berbohong."


"Lalu kapan kamu mau menceraikan istrimu sayang? Sudah hampir 1 tahun kamu mempertahankan Aqilah. Sebenarnya kamu niat tidak untuk menikah denganku?"


"Iya niat Alexsa, tapi tunggu sampai Aqilah melayangkan gugatan cerai, aku tidak bisa melayangkan gugatan cerai padanya. Alasanya karena kakek mengancamku kalau sampai menceraikan Aqilah belum sampai 5 tahun kekayaan Atmaja akan di serahkan semuanya pada Aqilah. Aku tidak tau kakek memiliki perjanjian apa, yang jelas itu yang membuat aku bingung Alexsa."


"Dengan Aqilah selingkuh pun kamu tidak bisa melayangkan gugatan cerai? Kamu bilang sama kakek kamu tentang Mahesa."


Alexsa sudah sangat jengkel pada Wira, tapi Wasington Grup masih di bawah naungan Wira dan rasa cintanya pada Wira juga lebih besar sekarang.


Bahkan Alexsa tidak seperti saat bersama Mahesa, saat bersama Mahesa ia akan mencari lelaki di luar sana untuk memuaskan hasratnya, terlebih lelaki itu bisa membuat populeritasnya semakin naik seperti sekarang.


"Kakek sudah mengetahui tentang kedekatan Aqilah bersama Mahesa begitu pun tentang Aqilah bersama Danu, seakan-akan kakek menutup mata dan telinga tentang Aqilah. Aku tidak tau kenapa Aqilah bisa di nomer satukan oleh kakek, aku merasa ada yang aneh dalam diri Aqilah."


"Maksud sayang?"


"Coba kamu pikir dengan baik Alexsa, orang biasa seperti Aqilah bisa mengenal para pembisnis, bukan main-main lagi kenalan Aqilah, dari Danu kepercayaan keluaga Anderson dan Mahesa Pradipita dari pengusah muda yang selalu menduduki nomer satu di bisnis perhiasan, menurutmu bukan'kah itu sangat aneh? Itu kenapa Aldo sangat kesulitan menemukan identitas tentang Aqilah."


Wira menghela nafas berat saat awal-awal menikah, ia menyuruh Aldo untuk mencari data istrinya, tapi Aldo tidak menemukan data istrinya dengan mudah, bahkan sampai 2 minggu Aldo baru menemukan data istrinya, di saat Aldo menemukan data istrinya, kemarin ia di kejutkan dengan kebohongan istrinya tentang pekerjaan dan bisa jadi kalau istrinya membohonginya tentang segalanya.


Wira tidak bisa semudah itu mempercayai istrinya sekarang, ia sudah tau kalau istrinya memiliki banyak rahasia.


"Sayang, sebenarnya Aqilah itu cinta tidak sama kamu?"


"Aku tidak tau, akhir-akhir ini Aqilah berubah, seperti enggan untuk menggangguku."


"Bagus dong sayang."

__ADS_1


__ADS_2