Cinta Untuk Syaqilah

Cinta Untuk Syaqilah
BAB. 28 Sandiwara Alexsa


__ADS_3

Alexsa keluar dengan amarah yang ia tahan, tapi suatu saat ia akan membuat Aqilah untuk tutup mulut agar video itu tidak beredar.


Namun hatinya masih memeliki perasaan aneh siapa Aqilah sebenarnya, Aqilah seperti banyak sesuatu yang di sembunyikan, bahkan dari data saja menurut ia tidak jelas.


Alexsa melihat Wira yang baru saja turun dari mobilnya, ia langsung berlari kecil lalu langsung memeluk Wira, tidak peduli di sana banyak orang.


Wira juga membalas pelukan dari Alexsa sambil mengelus punggungnya, ia yakin kalau ada sesuatu yang terjadi pada Alexsa.


Setelah beberapa saat Wira langsung melepaskan pelukan Alexsa saat merasakan dadanya basah, itu menandakan kalau Alexsa menangis.


"Kamu kenapa Alexsa?"


"Ayo antar aku pulang, nanti aku ceritakan di apartement."


"Baik."


Mereka langsung masuk ke dalam mobil. Wira langsung melajukan mobilnya ke arah apartement Alexsa hingga mereka sampai di sana.


Sekarang Wira dan Alexsa sudah duduk di sofa dengan Alexsa yang menyandarkan kepalanya pada dada bidang milik Wira.


"Aku di pecat Wira."


Wira sangat terkejut saat mendengar ucapan dari Alexsa, ia juga langsung mengingat ucapan dari istrinya yang mengatakan ingin bermain-main sedikit dengan Alexsa.


"Jangan-jangan ini ada kaitannya dengan Aqilah, bukan'kah tadi pagi Aqilah ingin membalas dendam?" bagin Wira


"Kenapa bisa di pecat?"


"Istrimu yang merayu Danu untuk memecatku, bahkan istrimu tanpa malu membuka kancing jas Danu. Wira, cepat ceraikan wanita murahan seperti dia."


"Mana bisa aku menceraikan Aqilah, kamu tau sendiri perjanjian awal menikah."


"Lalu kamu diam saja saat aku di hancurkan oleh wanita murahanmu itu?! Baik kalau begitu kita putus saja, sepertinya kita memang tidak cocok!"


Kata putus dari mulut Alexsa hanya untuk mengancam Wira agar Wira memarahi Aqilah, ia tidak terima di perlakukan layaknya sampah oleh Aqilah.


"Kenapa jadi membawa-bawa hubungan kita Alexsa? Kita menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih bukan 1 tahun atau 2 tahun, kenapa hanya masalah sepele kamu menginginkan kita putus?"


Wira menatap Alexsa dengan tatapan kecewa dan ia juga menjadi sangat membenci istrinya, ia tidak percaya kalau istrinya bilang akan main-main sedikit dengan Alexsa ternyata membuat Alexsa di pecat, tapi ia juga mencoba menepis perasaan tentang istrinya.


Seingat Wira MD Anderson Grup tidak akan memecat sesaorang jika kesalahnya tidak patal.


"Aku tanya sama kamu, apa ini hanya tentang Aqilah saja tanpa kamu melakukan sesuatu yang merugikan MD Anderson Grup? Setahuku MD Anderson Grup hanya akan memecat orang-orang yang melanggar aturan di perusahaannya. Selama ini juga MD Anderson Grup tidak pernah ada gosip miring pada para modelnya."


"Jadi kamu membela wanita murahan itu dari pada aku?! Jadi kamu tidak percaya kalau Aqilah yang meminta Danu untuk memecatku?!"

__ADS_1


Alexsa langsung berdiri dari duduknya, ia langsung melangkah masuk ke dalam kamarnya, lalu ia menghempaskan tubuhnya di atas ranjang dengan posisi tengkurep sambil menangis.


Wira menghela nafas saat melihat kemarahan Alexsa, bahkan ia juga mendengar isak tangis Alexsa membuat ia langsung ikut masuk ke dalam kamar.


Wira duduk di samping renjang, ia mengelus pelan kepala Alexsa.


"Aku bukan tidak percaya sama kamu Alexsa, cuma aku merasa seperti ada yang ganjal dan ada yang di lewatkan."


Alexsa masih terus saja menangis tanpa mempedulikan ucapan dari Wira.


"Katakan apa yang sebenarnya terjadi Alexsa? Pasti kamu menyembunyikan sesuatu dariku."


Alexsa langsung duduk, ia langsung menangis tersedu-sedu di pelukan Wira.


"Katakan ada apa?"


"Kamu janji tidak akan marah kalau aku mengatakannya?"


"Tergantung kejujuran apa yang akan kamu katakan."


"Tidak mau! Kamu harus janji dulu Wira!"


"Baik aku janji, sekarang katakan padaku."


Wira mengelus rambut Alexsa dengan lembut saat Alexsa mendongkak kepalanya ke dua tangannya langsung menghapus air mata Alexsa.


"Aku sudah tidak perawan Wira."


Detak jantung Wira mendadak berhenti saat pengakuan dari Alexsa, Gadis yang selama ini ia jaga.


"Maafkan aku Wira, ini semua kecelakaan, aku di ancam akan di bunuh saat itu, dia melecehkanku."


"Siapa yang berani lakuin ini Alexsa?!"


Mata Wira memerah saat mendengar kekasihnya ada yang mengancamnya.


"Mahesa."


"Mahesa? Maksud kamu apa Alexsa? Ini ada kaitannya dengan Aqilah?!"


"Iya ini ada kaitannya dengan Aqilah, Mahesa tidak suka kalau aku menjalin hubungan sama kamu."


Wira mengusap wajahnya dengan kasar, sebenarnya ia bingung dengan ucapan Alexsa yang menurutnya berbelit.


"Jadi maksud kamu Mahesa melecehkan kamu, sambil di rekam begitu lalu MD Anderson Grup tau tentang kamu dan Mahesa lakukan dan mengakibatkan kamu di pecat?"

__ADS_1


"Iya Wira."


"Kamu tidak membela diri kamu kalau di ancam? Dan kenapa tidak lapor polisi Alexsa?!"


Wira mencoba menahan amarahnya, rasanya sangat sakit saat tau wanita yang ia cintai di ancam hingga di lecehkan oleh lelaki lain.


"Aku takut Wira."


Alexsa berbicara dengan menundukan kepalanya, ia bernafas sedikit lega karena kebohongannya ternyata berhasil.


"Kapan Mahesa melakukan itu padamu?"


"Kejadiannya belum lama, saat kita bertemu dengan dia di restoran, malam harinya Mahesa mendatangi apartemenku."


Wira menghela nafas kasar, kejadian itu sudah berhari-hari dan Alexsa baru mengatakannya sekarang padanya.


"Kenapa kamu tidak cerita padaku Alexsa?! Apa kamu tidak menganggap aku sebagai kekasih kamu?!"


"Aku takut kalau aku cerita sama kamu, kamu tidak akan menerima aku menjadi kekasihmu lagi, aku tidak mau kalau kita nanti putus."


"Lalu tadi kamu bilang putus maksudnya apa?"


"Aqilah mengancamku kalau sampai aku tidak putus sama kamu, Aqilah akan menyebarkan video itu, aku takut Wira."


Wira langsung menarik Alexsa dalam pelukannya.


"Jangan takut, secepatnya akan aku bereskan kejadian ini. Aku tetap akan menerima kamu walau pun kamu sudah tidak perawan karena ini bukan kesalahan kamu. Jadi aku mohon kamu berhenti meminta putus, aku pasti akan memberi pelajaran pada Aqilah."


Alexsa juga membalas pelukan dari Wira, ia hanya menganggukan kepalanya saat Wira berbicara akan memberi pelajaran pada Aqilah.


"Kalau kamu masih menginginkan menjadi model, aku akan usahakan itu, tapi kamu harus sabar Alexsa, MD Anderson Grup adalah perusahaan terbesar di Asia, jika pemecatanmu bocor, itu akan menyulitkan karirmu, jadi kamu harus sabar."


Lagi-lagi Alexsa menganggukan kepalanya, ia berharap semoga pemecatannya tidak di sebarkan oleh Danu, kalau sampai berita pemecetannya beredar walau pum tidak sampai video itu beredar ia yakin kalau ia akan sulit memulai karirnya lagi.


Alexsa melepaskan pelukannya, ia menatap mata Wira.


"Kamu tau identitas Aqilah Wir?"


Tidak ada kata sayang lagi dari mulut Alexsa pada Wira dari tadi, biasanya ia akan selalu memanggil Wira sayang.


"Aku tau dari Aldo kalau Aqilah adalah asisten tersembunyi dari Nona Veronica."


Alexsa membulatkan matanya, ia tidak percaya kalau Aqilah adalah asisten pribadi dari Veronica, terlebih tubuh Aqilah kecil, mungil dan langsing, tidak heran Aqilah memiliki video panasnya.


"Jadi Aqilah asisten tersembunyi dari Nona Veronica? Lalu kenapa Nona Veronica begitu santai saat secandal Video dan foto-foto Aqilah bersama Mahesa tersebar di internet? Bukan'kah mereka memiliki perjodohan?"

__ADS_1


"Setauku itu sudah di batalkan saat kamu masih bersama Mahesa dulu, aku juga tidak tau pasti tentang pembatalan perjodohannya."


Alexsa hanya menganggukan kepalanya pelan.


__ADS_2