Cinta Untuk Syaqilah

Cinta Untuk Syaqilah
BAB. 49 Mengatai jallang


__ADS_3

Andai saja Alexsa tidak mencintai Wira, ia ingin sekali menampar mulut Wira, walau pun Wira tidak mengatakan secara jelas tentangnya, tapi Wira sudah memanggil ia dengan panggilan jallang.


Alexsa sangat malu di depan ke tiga sahabat dari Wira yang dari tadi memperhatikan Alexsa dengan tatapan tidak terbaca. Entah apa yang di pikirkan ke tiga sahabat dari Wira, yang jelas ia sangat malu.


"Wir, kamu berapa banyak minun vokda sampai kamu berbicara ngelantur?"


"Bukan ngelantur itu pakta! Lebih baik kamu pergi jauh-jauh dari hidupku, dasar jallang menjijikan!"


Tommy yang sudah tidak bisa menahan emosinya, ia langsung berdiri lalu menarik kerah baju Wira dan melayangkan pukulan pada Wira.


Bugk...!


Wira tersungkur ke lantai karena pukulan tiba-tiba oleh Tommy.


"Jaga ucapanmu Wira! Apa bagusnya wanita murahan seperti Aqilah?! Wanita yang sudah menukar tubuhnya pada Danu hanya untuk memecat Alexsa?!"


Wira langsung berdiri, ia langsung membalas pukulan dari Tommy.


Bugk...!


Kini Tommy yang tersungkur ke lantai karena pukulan dari Wira.


"Berani sekali kamu menghina istriku wanita murahan! Sekali lagi kamu menghina istriku lebih baik kamu angkat kaki dari perusahaanku!"


Tommy yang masih terduduk di lantai ia tercengang saat mendengar ucapan dari Wira, ia tidak menyangka persahabatan yang sudah terjalin lama rusak karena Aqilah.


Dion dan Hadi menghela nafas berat secara bersamaan saat mendengar ancaman dari Wira. Dion dan Hadi bingung apa bagusnya Aqilah sampai-sampai Wira sangat membela Aqilah dan terkesan tergila-gila pada Aqilah.


"Jadi kamu memilih persahabatan kita selsai hanya karena Aqilah?!"


Tommy bertanya sambil berdiri dan menatap Wira dengan tatapan tidak percaya.


"Iya karena istriku lebih berharga dari pada jallang itu, kalau kamu menginginkan jallang itu ambil saja, tapi jangan pernah menghina istriku."


Tommy akan melayangkan pukulan untuk ke dua kalinya, tapi tangannya lebih dulu di tahan oleh Dion.

__ADS_1


Dion tidak ingin suasana tambah kacau hanya karena permasalahan Alexsa dan Aqilah yang menurut ia ke dua wanita itu tidak penting.


"Wira sedang mabuk, kamu yang tidak mabuk jangan membuat suasana tambah kacau."


"Yang mulai duluan itu Wira! Bagai mana bisa Wira ngatai Alexsa jallang? Rasanya aku ingun mrnguliti saja tubuh Wira!"


"Ssttt... Berani kamu memukul lagi saja belum tentu hidupmu itu akan baik-baik saja!"


Kini mata Wira beralih melihat ke arah Alexsa.


"Dan kamu Alexsa, jangan pernah mendekatiku lagi sebelum aku murka dan menyebarkan videomu! Ini baru menghentikan kontrak kerja sama dengan perusahaan orang tuamu, tapi sekali lagi kamu menyentuhku akan aku pastikan perusahaanmu bangkrut!"


Aldo yang melihat semua mata tertuju pada tuannya dan ke tiga sahabat tuannya termasuk Alexsa, ia buru-buru berlari kecil, ia yakin kalau sudah terjadi sesuatu.


"Tuan."


"Al, kamu bayarkan minuman yang di pesan di meja ini, setelah itu kita segera pulang."


"Baik tuan."


Wira memilih keluar lebih dulu tanpa menunggu asisten pribadinya, walau pun ia sudah minum banyak vokda, tapi vokda tidak membuat ia mabuk, ia masih bisa mengingat segalanya dengan jelas dan rasa rindu terhadap istrinya semakin menjadi setelah meminum banyak vokda.


"Ternyata rumor yang beredar memang benar, tidak ada dalam kamus Nona Veronica yang memiliki kegagalan, walau pun masalah percintaannya Nona Veronica tetap berhasil meski menguras kesabaran dan pada akhirnya tuan Wira kalah." batin Aldo


"Al, bagai mana orang suruhanmu sudah menemukan Aqilah?"


"Belum tuan."


"Kemana si brengsek Danu membawa istriku?!"


Wira ngesup wajahnya sangat kasar, ia tidak habis pikir kalau Danu akan membawa kabur istrinya, bukan membawa kabur, tepatnya kabur bersama karena ia bisa melihat jelas di foto itu betapa bahagia istrinya.


Setelah menempuh perjalanan cukup lama, mereka sampai di rumah, Aldo menuntun tuannya untuk masuk ke rumah, walau pun tuannya masih sadar, tapi tetap jalan tuannya sempoyongan.


Rika yang melihat putranya baru pulang dan mencium aroma alkohol, ia menghela nafas berat, apa lagi di wajahnya ada bekas pukulan.

__ADS_1


"Kenapa kamu mabuk?"


Rika dengan bodohnya bertanya pada putranya yang jelas-jelas ia sudah tau kalau putranya mabuk karena Aqilah.


Foto mesra Aqilah sudah beredar luas, bahkan bukan hanya Rika yang tau, Bagas dan Susan juga sudah tau tentang hal itu.


Wira hanya melirik sekilas pada Mamanya tanpa mau menjawab pertanyaan dari Mamanya, kaki jenjangnya terus saja berjalan sambil di bantu oleh Aldo menaiki tangga.


Setelah di kamar Wira langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang milik istrinya, ia memeluk guling milik istrinya dan menghirup aroma khas tubuh istrinya di batal guling.


"Aku rindu kamu Aqilah, tolong maafkan aku. Aku janji akan memperbaiki segalanya, aku mau kita mengulang pernikahan lagi dari awal, dengan di mulai ke dua belah pihak saling mencintai, kamu pasti senang'kan? Makanya kamu segera pulang Aqilah."


Aldo yang sedang melepas sepatu tuannya hanya menghela nafas berat saat mendengar ucapan dari tuannya yang sangat merindukan Aqilah.


Rasanya Aldo sudah ingin memberi tahu pada tuannya kalau Aqilah pulang ke kampung Danu agar mereka berdua segera hidup bahagia, tapi ia memiliki janji dengan Kenan untuk tidak mengatakan keberadaan Aqilah pada tuannya.


Bukan hanya itu Aldo juga bingung kalau memberi tau tentang keberadaan Aqilah pada tuannya karena melihat foto-foto itu, ia yakin kalau Aqilah memiliki hubungan di belakang tuannya.


Terlihat jelas di mata ke duanya seperti bukan sedang berekting di foto itu, jadi ia hanya bisa diam dan melihat kondisi tuannya yang semakin kacau.


Jelas-jelas Aqilah pergi baru saja 2 hari, tapi mampu membuat tuannya seperti orang gila menurut Aldo.


Setelah selsai membuka sepatu tuannya Aldo langsung keluar dari kamar tuannya sambil menghela nafas berat.


Setelah Aldo juga masuk ke dalam kamar miliknya Rika hanya menghela nafas berat saat pintu Aldo tertutup.


Rika ingin bertanya pada Aldo pun kenapa putranya jelas ia percuma karena sudah menemukan jawabannya yaitu karena Aqilah, jadi ia tidak perlu bertanya tentang hal itu lagi. Bagas dan istrinya langsung duduk di sofa karena melihat wajah menantunya murung.


"Pa, akhirnya ketakutan kita terjadi juga, pada akhirnya Wira menyesal."


Setelah berbicara itu Susan menghela nafas berat, apa lagi sampai sekarang Aqilah tidak mau membalas pesannya membuat ia gelisah.


Belum lagi foto Aqilah bersama Danu yang beredar di internet membuat Bagas dan istrinya yakin kalau Aqilah bersama Danu memang memiliki hubungan khusus, bukan sebagai bawahan dan atasan.


"Iya, itu karena Wira lebih memilih wanita murahan itu dari pada Aqilah. Sudah Papa bilang dari awal kalau Alexsa bukan wanita baik-baik, tapi Wira tetap ingin bersama Alexsa, jadi biarkan Wira meratapi nasibnya karena kebodohannya sendiri."

__ADS_1


"Iya itu memang harus Pa, kalau perlu jangan sampai Aqilah memberikan kesempatan pada Wira. Wira tidak pantas mendapatkan wanita sebaik Aqilah, kalau Danu bersama Aqilah, mereka memang sangat cocok. Walau pun Danu orang yang terlihat kaku, tapi Danu lelaki yang baik."


Rika melebarkan matanya tidak percaya saat mendengar ucapan dari Mama mertuanya yang sangat mendukung orang lain dari pada cucunya sendiri.


__ADS_2