
Foto Danu dan Aqilah sudah beredar di internet yang di unggah oleh Mahesa, Albet yang melihat foto itu dari asisten pribadanya sangat puas.
Semua orang tua tentu menginginkan rumah tangga putrinya itu bisa di perbaiki begitu pun dengan Albet, tapi kalau lelakinya sudah bermain tangan Albet sama sekali tidak mau putrinya memberikan kesempatan ke dua untuk Wira, dengan memasukan Danu dalam hidup putrinya itu jauh lebih baik.
Walau pun Albet tau internet sedang heboh kalau Wira mengabarkan istrinya hilang, dan siapa pun yang menemukannya akan di berikan 300 juta.
Jumblah yang sangat banyak menurut Albet hanya untuk menemukan istri yang sudah di sia-siakan selama hampir 1 tahun lamanya.
Bahkan Albet sendiri belum pernah memukul putrinya, tapi Wira dengan teganya telah memukul putri satu-satunya yang membuat Albet ingin sekali membunuh lelaki yang bernama lengkap Wiranata Atmaja dan membuat perusahaannya bangkrut, tapi ia tidak mau melihat putrinya kecewa padanya yang membuat ia hanya bisa bermain secara halus untuk memasukan Danu dalam kehidupan putrinya.
Apa lagi Albet tau Danu menyukai putrinya sejak lama, dan ia juga tau kalau Danu menghindar kerana sebuah perbedaan kasta.
"Bagai mana apa kamu berhasil membeli perusahaan Art Grup?"
"Sudah berhasil tuan."
Art Grup adalah perusahaan yang sudah terkenal lukisannya di berbagai negara, Albet sengaja membeli Art Grup untuk Danu.
Albet akan memberikan Art Grup karena ingin membuka identitas putrinya yang selama ini ia sembunyikan, ia ingin membuka identitas putrinya di saat putrinya sudah mendapatkan lelaki yang tepat di sampingnya dan Danu adalah lelaki yang tepat untuk putrinya.
Lalu supaya orang tidak mengatakan Danu tidak pantas dengan putrinya yang memiliki marga Anderson, maka dari itu ia akan membuat orang bilang Danu pantas mendampingi putrinya dengan memberikan Art Grup pada Danu.
Albet memang sudah merancanakan dengan sangat matang untuk putrinya dan Danu, calon menantu idamannya.
"Bagus kalau memang sudah berhasil, apa Kenny sudah memberitahu kemana Danu membawa putriku pergi?"
"Kenny bilang pak Danu membawa nona pergi ke kampung orang tuanya, di sebuah desa terpencil, dan ini foto-foto yang di ambil Kenny saat mereka memasuki gang yang hanya bisa di lalu dengan motor."
Asisten Albet langsung menyerahkan foto-foto saat Danu menggendong Aqilah. Albet yang melihat foto itu ia tersenyum lebar.
__ADS_1
"Bagus Danu memang lelaki yang cerdas, saya suka caranya untuk mendekati putriku."
Asisten pribadi Albet yang bernama Robi hanya menghela nafas berat, Robi sangat iri pada Danu yang selalu mendapatkan ke percayaan penuh dari Albet, dan lebih iri lagi saat Albet menyuruh Danu untuk mendekati putri Albet, rasanya ia ingin sekali membunuh Danu, lelaki muda yang selalu di utamakan oleh Albet, sedangkan ia yang usianya sudah 33 tahun, kalah oleh Danu yang hanya anak kemarin sore.
Namun Robi masih sayang dengan nyawanya, Albet bukan orang sembarangan, walau pun menemukan jasad Danu tanpa di otopsi oleh polisi, Albet tau siapa yang membunuh orang tersebut.
Seperti saat mendiang istrinya di masa lalu, Albet dengan mudah tau siapa yang terlibat dalam pembunuhan istrinya dan membantai habis seluruh keluarganya tanpa ampun.
Albet memang terlihat baik jika orang itu baik padanya, tapi jika orang itu mencari perkara padanya jangan harap orang itu akan hidup tenang.
...****************...
Setelah melihat postingan yang di unggah Mahesa tadi sore, malam ini Wira langsung pergi ke rumah Mahesa, sekarang Wira dan Aldo sudah ada di rumah Mahesa.
"Ada apa kamu kemari? Kalau kamu mau bertanya di mana Aqilah, aku sama sekali tidak tau."
Mahesa langsung memulai pembicaraan, ia yakin kalau Wira datang untuk bertanya tentang Aqilah.
Tawa Mahesa pecah saat mendengar Wira mengakui Aqilah sebagai istri, dan memanggil Danu lelaki brengsek.
"Sejak kapan kamu menganggap Aqilah istri? Setauku kamu hanya menganggap Aqilah perusak impianmu yang ingin bersama Alexsa, kamu lebih baik jangan mencari calon mantan istrimu lagi, Aqilah sudah sangat bahagia bersama Danu, lelaki yang paling baik dalam penilaianku. Lebih baik kamu urusi saja percintaanmu dengan wanita murahan seperti Alexsa."
Mahesa memang menganggap Danu orang baik, ia sudah tau bagai mana Danu. Danu orang yang tidak pernah bermain wanita, jadi kalau Aqilah benar-benar mencintai Danu, ia akan mundur untuk memperjuangkan Aqilah.
Mahesa merasa ia tidak pantas bersama Aqilah karena sudah pernah tidur dengan wanita, sedangkan Danu tidak pernah melakukan itu, jadi Danu pantas bersama Aqilah yang sama-sama polosnya dalam hal percintaan.
Wira langsung berdiri, ia langsung menarik kerah baju Mahesa dan langsung melayangkan pukulan pada Mahesa.
Bugk...!
__ADS_1
"Berani sekali kamu mengatakan Aqilah calon mantan istri! Aqilah tetap akan menjadi istriku dan tetap milikku! Tidak boleh ada yang memiliki Aqilah selain aku!"
Mahesa yang tersungkur ke lantai ia langsung berdiri, ia menyeka darah di sudut bibirnya tanpa mau melawan Wira.
Bukan Mahesa takut, tapi ia tidak peduli dengan sudut bibirnya, setidaknya ia tau kalau Wira tidak pantas untuk mendampingi Aqilah.
Walau pun Mahesa tau kalau Aqilah pasti bisa menjaga diri, tapi di saat Aqilah mencintai sesaorang, Aqilah menjadi wanita bodoh, jadi ia tidak ingin kalau Aqilah bersama Wira.
"Aqilah bukan barang yang bisa kamu anggap milikmu seenaknya! Andai saja aku tidak menghormati Aqilah, mungkin aku sudah membuka hubunganmu di publik bersama Alexsa agar perusahanmu itu bangkrut, tapi aku sangat menghargai Aqilah!"
"Aqilah memang bukan barang, tapi Aqilah akan tetap menjadi istriku, tidak peduli Aqilah mau tidur sama siapa yang jelas dia tetap akan menjadi istriku!"
Setelah mengatakan itu Wira langsung keluar dari rumah Mahesa di ikuti oleh Aldo dari belakang.
"Ciuh! Dasar seperti jelangkung!"
Mahesa mengumpat karena melihat Wira yang datang dan pergi seenaknya. Aldo melajukan mobilnya sambil sesekali ia melihat ke arah kaca tengah untuk melihat rau wajah tuannya yang sangat kacau.
Aldo sangat senang karena perjuangan Aqilah akhirnya tidak sia-sia untuk mendapatkan hati tuannya, tapi setelah melihat postingan itu di internet membuat ia bingung sendiri, ia bertanya-tanya dalam hatinya ada hubungan apa Aqilah dan Danu yang terlihat sangat mesra.
Aldo bisa melihat mata Aqilah yang memancarkan kebahagiaan di foto itu. Tiba-tiba saja ponsel Wira bergetar, menandakan pesan masuk.
Dret...
Wira langsung merogoh saku celananya, ia langsung membuka pesan dari pihak orang ke percayaannya untuk melacak semua keberadaan istrinya dari tadi pagi.
Orang tersebut mengatakan pada Wira kalau Aqilah tidak pergi ke luar negri, melainkan masih di Indonesia, dan orang tersebut juga mengatakan tempat titik terakhir di mana mobil Danu melaju, tapi sayang ke arah sananya tidak ada cctv jalan yang membuat pelacak itu tidak tau pergi kemana karena setelah lurus dari jalan itu, di sana ada pertigaan yang membuat orang tersebut tidak tau harus memilih jalan yang mana.
Setelah membaca pesan itu Wira langsung mengumpat tentang kepintaran Danu.
__ADS_1
"Sial! Ternyata Danu itu memang bukan orang sembarangan, bagai mana bisa Danu membawa istriku ke arah tanpa jejak!"