
Wira seperti orang lingling, ia mondar-mandir tidak jelas di depan teras rumah setelah tidak mendapatkan jawaban dari neneknya.
Namun setelah sekitar 30 menit ia memutuskan untuk menemui Alexsa, tidak lupa membawa flashdiks yang di berikan istrinya kemarin malam.
Wira melajukan mobilnya menggunakan kecepatan tinggi, ia tidak berpikir tentang keselmatan, apa lagi sekarang malam minggu membuat jalanan cukup ramai.
Setelah menempuh perjalanan lumayan lama Wira sampai di depan apartement Alexsa, ia langsung menekan bell dengan tidak sabaran.
Alexsa yang mendengar bell berbunyi berkali-kali ia membuka pintu dengan perasaan kesal dan akan memaki orang tersebut, tapi ternyata yang berdiri di depan pintu adalah Wira, lelaki yang terus ia hubungi dari kemarin malam sampai tadi sore.
Alexsa langsung memeluk Wira dengan pelukan hangat yang langsung di dorong oleh Wira.
"Jangan menyentuh tubuhku!"
Setelah mengatakan itu Wira lengsung mengibaskan bekas pelukan dari Alexsa yang mendakan kalau ia sangat jijik pada Alexsa.
Wira langsung masuk ke dalam apartement Alexsa, ia meninggalkan Alexsa yang diam mematung saat melihat reaksi dari Wira.
Wira langsung duduk di sofa sambil terus menatap wajah Alexasa, wajah polos yang membuat ia tertipu hingga 3 tahun lamanya.
"Aku ingin kita putus, sudah cukup kamu terus mbohongiku seperti layaknya orang bodoh!"
Alexsa sangat terkejut saat mendengar ucapan dari Wira, ia langsung duduk di samping Wira.
"Salah aku apa sayang?"
Alexsa bertanya sambil bergelayut manja di lengan kiri Wira.
"Wah hebat kamu Alexsa! Ternyata kamu pembohong yang handal!"
Wira berbicara sambil menepis kasar tangan Alexsa.
"Aku berbohong tentang apa sayang?"
__ADS_1
Alexsa masih tidak mengerti dengan ucapan dari Wira.
"Tentang pelecehan, kenapa kamu membohongiku kalau kamu di lecehkan oleh Mahesa? Andaikan kamu bilang kalau kamu sudah melakukannya dengan Mahesa saat Mahesa masih menjadi kekasih kamu mungkin aku akan tetap menerima kamu. Seharunya aku curiga setiap kali kamu merayu seperti wanita yang sudah lihai di ranjang, tapi aku selalu menepis perasaan itu karena aku sangat mencintaimu Alexsa, sampai-sampai aku menyiksa istriku sendiri untuk menjaga hatiku, tapi apa balasannya darimu? Kamu terus membohongiku seperti lelaki bodoh!"
Alexsa menelan ludahnya dengan kasar, ia tidak menyangka kalau Aqilah secepat itu membongkar tentang bersama Mahesa.
"Seandainya kamu bilng dari awal, mungkin aku juga akan selalu memuaskan hasratmu. Aku selalu berpikir kamu masih perawan dan wanita baik-baik, tapi nyatanya kamu wanita murahan yang menerima lelaki mana pun selama lelaki itu ingin menikmati tubuhmu."
Alexsa lebih terkejut lagi saat Wira sudah mengetahui banyak tentang masalah percintaannya.
"Apa kamu tidak memiliki rasa malu? Hingga kamu mau di pakai dengan banyaknya lelaki? Apa tidak cukup dengan satu lelaki saja? Kamu tau aku selalu menganggap istriku murahan, tapi nyatanya kamu lebih murahan dari istriku."
"Siapa yang berbicara seperti itu Wir? Apa Aqilah yang menghasutmu sampai-sampai kamu menuduhku?"
Walau pun Alexsa ketahuan oleh Wira, tapi ia tidak mau mengakui perbuatannya.
"Kamu bilang menuduhmu? Lalu setiap minggu kamu datang ke Anderson hotel jalan Cempaka, apa itu di anggap menuduhmu?"
"Wira aku kesana hanya masalah pekerjaan kamu jangan salah paham."
Alexsa langsung menghela nafas berat.
"Wir itu hanya editan."
Wira langsung meletakan flshdiks ke meja depan Alexsa.
"Kamu bilang ini editan?! Aku tau mana yang editan dan mana yang tidak Alexsa! Sudah berapa lama kamu menjadi pelacur hah?! Aku benar-benar kecewa sama kamu Alexsa. Aku selalu menjagamu, aku selalu melakukan di batas wajarku karena tidak mau menyakitimu, tapi apa balasannya? Kamu bahkan sering di pakai lelaki lain!"
Bahasa Wira begitu kasar menurut Alexsa, bukan kata di tiduri lagi, tapi kata di pakai. Alexsa tau kalau ia salah, tapi hatinya sangat membenci Aqilah karena ia yakin kalau Wira tau dari Aqilah.
Tidak mungkin tau dari Danu karena Danu tidak memiliki masalah dengan Wira, tapi Aqilah sangat mencintai Wira, tentu saja Aqilah melakukan berbagai cara.
"Awas saja kamu Aqilah, kalau aku tidak bisa membunuhmu, akan aku suruh orang-orangku untuk melecehkanmu agar kamu gila karena sudah berani bermain-main dengan Alexsa." batin Alexsa
__ADS_1
"Lalu apa bedanya aku dengan Aqilah? Aqilah juga sering di tiduri Danu dan Mahesa?"
Wira langsung berdiri, ia langsung membanting pas bunga yang ada di meja dengan sangat kasar.
Crak...!
"Berani sekali mulut kotormu itu menyamakan Aqilah dengan kamu! Kalau pun Aqilah pernah di tiduri Mahesa dan Danu, bagiku tidak masalah karena Aqilah tidak munafik seperti kamu! Aqilah mengakuinya dengan gamblang dari mulutnya kalau Aqilah pernah di tiduri mereka!"
Alexsa melebarkan matanya saat melihat kemarahan Wira, terlebih saat Wira mengatakan Aqilah mengakui segalanya, itu artinya Aqilah memang benar-benar akan melepaskan Wira.
Alexsa langsung ikut berdiri dari duduknya, ia menatap mata Wira dengan wajah sedihnya, air matanya langsung mengalir deras.
Ini bukan ekting seperti kemarin pagi, tapi ia benar-benar takut kehilangan Wira, ia sangat mencintai Wira.
"Maafkan aku, aku memiliki candu setelah Mahesa sering meniduriku saat kita masih menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih."
"Kamu bilang maaf?! Setelah bukti 7 video dan 7 lelaki?! Kamu pikir aku akan memaafkanmu semudah itu?! Kamu sangat menjijikan Alexsa! Kalau saja kamu mengatakan itu saat awal kita menjalin hubungan aku akan menerimamu dan akan langsung menikahimu karena aku sangat mencintaimu, tapi kamu menghianatiku selama 3 tahun Alexsa! Apa pantas aku memberi maaf setelah perselingkuhanmu itu sudah lebih dari batas wajar?!"
Alexsa langsung memeluk Wira dengan sangat erat, ia langsung menangis tersedu-sedu.
"Aku mohon berikan aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya Wir. Hiks... Hiks... Hiks... Aku tau aku salah, tapi tolong jangan minta putus, aku cinta sama kamu Wira."
Wira langsung melepas paksa pelukan dari Alexsa dan mendorong Alexsa hingga Alexsa terjatuh di lantai.
"Enak sekali kamu meminta maaf dan mengatakan cinta, kalau kamu mencintaiku, kamu tidak akan membohongiku layaknya seorang lelaki bodoh! Kalau aku memaafkanmu, kamu berpikir kalau aku begitu tergila-gila padamu. Alexsa, aku memang sangat mencintaimu, tapi itu dulu sebelum aku tau siapa istriku dan siapa kamu sebenarnya. Cintaku sudah tidak ada lagi untukmu sekarang, melainkan cintaku ini untuk istriku, wanita yang pernah mengorbankan nyawanya demi untuk menyelamatkanku. Istrimu mencintaiku sangat tulus, istriku selalu berdiri di belakangku, sedangkan kamu wanita yang aku beri cinta dan kepercayaan, kamu menghianatiku, lelaki bodoh sekali pun dia tidak akan memilih wanita jallang seperti kamu!"
Alexsa langsung berdiri, tangan kiri ia terkepal kuat saat lelaki yang selalu mencintai ia dan selalu melakukan apa pun hanya untuk membuat ia bahagia, tapi kini lelaki itu mengatai ia pelacur dan wanita jallang, begitu kumplitnya makian dari Wira.
"Aku akan menghentikan kerja sama dengan perusahaan orang tuamu, aku tidak ingin berurusan lagi denganmu Alexsa, silahkan jual tubuhmu itu untuk membantu perusahaan orang tuamu dan sekaligus mendapatkan kepuasan yang kamu inginkan, aku permisi."
Baru juga Wira berjalan dua langkah Alexasa langsung memeluk Wira dari belakang.
"Tolong jangan minta putus."
__ADS_1
"Aku tidak butuh wanita jallang sepertimu!"