Cinta Untuk Syaqilah

Cinta Untuk Syaqilah
BAB. 25 Kenny sudah mendapat bukti


__ADS_3

Wira menghela nafas berat saat istrinya hanya menanggapinya dengan hah, seolah-olah pertanyaan ia itu sangat tidak penting untuk istrinya.


"Segera ganti bajumu, ini handuknya."


Setelah meletakan handuk di sisi batup Wira langsung keluar dari kamar mandi.


Aqilah hanya menghela nafas berat saat melihat suaminya pergi dari kamar mandi.


"Ada apa dengan Wira?" batin Aqilah


Aqilah langsung meraih handuk, setelah selsai membuka baju, ia keluar dari kamar dengan menggunakan handuk.


"Ada apa Wira?"


Aqilah duduk di samping suaminya masih menggunakan handuk kimino.


Wira tidak menjawab ia langsung memegang tengkuk istrinya lalu langsung mencium istrinya dengan sangat kasar, lidahnya tanpa aba-aba menyusuri mulut istrinya yang harum kahas mint.


"hhmmm."


Aqilah mencoba mendorong dada suaminya karena ia tidak bisa bernapas dengan ciuman tiba-tiba itu dengan nafas yang tersengal-sengal.


"Kenapa Wir? Kamu mabuk?"


"Aku juga ingin menidurimu."


Bukannya menjawab Wira berbicara yang lain, ia bukan ingin meniduri istrinya dari hati, ia hanya ingin menebus kesalahan yang ia buat saat istrinya menginap di rumah sakit, tapi sebelum ia melanjutkan aktifitasnya, tiba-tiba saja ponsel istrinya bergetar.


Dret... Dret...


Aqilah langsung berdiri ia langsung berjalan ke arah meja samping ranjang untuk mengangkat siapa yang menelpon.


Setelah di angkat Aqilah langsung bertanya lebih dulu.


"Ada apa Esa?"


"Kamu lihat di internet wajah kamu terpampang di mana-mana."


"Maksud kamu? Tentang kita berpelukan?"


"Bukan saat kita memasuki restoran juga termasuk saat kita pergi ke mall."


Aqilah langsung meraih ponsel satunya di tasnya, ia langsung melihat berita itu, sedetik kemudian ia tertawa terbahak-bahak saat melihat postingan yang di unggah oleh salah satu pemburu berita.


"Waw menarik iya? Seorang Mahesa Pradipita menjadi simpanan Syaqilah istri dari Wira."


Setelah mengatakan itu Aqilah tertawa lagi, memang tulisan itu sangat lucu, seharunya Syaqilah istri dari Wira berselingkuh dengan Mahesa Pradipita, mungkin ia tidak akan tertawa seperti sekarang.


"Kamu ko seneng Ver?"

__ADS_1


"Iya sekali-sekali kamu memiliki scandal hahaha!"


"Aku juga senang kalau memiliki scandalnya sama kamu! Oh iya, ini serius kamu mau mengkonfirmasi berita itu atau aku?"


"Kamu saja Esa, aku tidak memiliki waktu untuk mengurusi hal konyol sepeti itu."


"Baiklah, aku akan menulis kalau aku memang lelaki simpanan Syaqilah."


"Dasar gila!"


Mahesa yang di sebrang sana ia terkekeh saat mendapat makian dari Aqilah.


"Iya becanda, kalau begitu aku tutup dulu telponnya nyonya Mahesa."


"Sembarangan kamu kalau ngomong! Bukan nyonya Mahesa, tapi nyonya Wira!"


Mahesa terkekeh untuk ke dua kalinya, lalu ia langsung memutuskan sambungannya sepihak.


Setelah sambungan telpon itu terputus ponsel Aqilah langsung bergetar lagi.


Dret... Dret....


Saat melihat nama Kenny di layar ponselnya, Aqilah langsung mengangkat telpon itu lalu langsung berlalu ke ruangan ganti meninggalkan suaminya yang masih duduk di sofa sambil terus menatap ia dari tadi.


"Selamat sore Nona Veronica."


"Iya sore, ada apa Ken?"


"Sudah cukup 3 video juga sudah membuktikan kalau Alexsa memang bukan wanita baik-baik. Alexsa memang bodoh, melakukan making love di hotel milik keluarga Anderson. Kamu kirim video itu pada Danu, nanti saya yang akan bilang pada Danu."


"Baik Nona, selamat sore."


"Iya sore."


Setelah memutuskan sambungan telponnya Aqilah memutuskan segera memakai baju tidur, ia sudah cukup mengantuk.


Apa lagi akhir-akhir ini Aqilah tidak pernah tidur siang, besok ia akan mengujungi MD Anderson Grup untuk menyuruh Danu memecat Alexsa dan ingin melihat langsung reaksi Alexsa, wanita bodoh yang sudah mau berurusan dengannya.


Setelah mengganti baju Aqilah langsung berjalan ke arah ranjang melewati suaminya yang masih duduk di sofa.


Aqilah langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang, tidak lupa ia juga menarik selimut untuk mentutupi ke dua kakinya, sedangkan tubuhnya menggunakan selimut kecil peninggalan sang Mommy.


Wira langsung mendekati istrinya, ia langsung duduk di atas ranjang.


"Mari kita making love."


Sebenarnya Wira tidak sungguh-sungguh menginginkannya, masih ada hati yang harus ia jaga yaitu Alexsa, tapi ia hanya ingin menebus kesalahan kemarin dengan mengabulkan keinginan sang istri.


"Aku tidak menginginkan making love denganmu, Danu dan Mahesa jauh lebih jago di ranjang, mereka berdua memang sangat jago membuatku selalu puas dan selalu ketagihan."

__ADS_1


Aqilah berbicara sambil memejamkan mata, ia sudah benar-benar ngantuk dan tidak ingin berdebat dengan suaminya.


Wira menghela nafas berat saat mendengar jawaban dari istrinya.


"Apa kamu tidak berpikir kalau main dengan mereka berdua kamu yang akan rugi? Mereka hanya menginginkan tubuhmu saja dan belum tentu mereka mau menikahimu. Jadi sebagai seorang wanita seharusnya kamu menjaga kehormatanmu."


"Danu bilang kalau aku dan kamu berpisah Danu akan menikahiku, tidak peduli sekarang aku istrimu, tidak peduli aku tidur dengan Mahesa, yang jelas Danu akan menikahiku karena yang menjamah tubuhku untuk pertama kalinya adalah Danu."


"Kamu jangan percaya dengan bujuk rayunya Aqilah, lelaki itu memang sangat manis di mulut, kalau sampai Danu bosan, bisa saja Danu meninggalkanmu dan membuangmu layaknya sampah!"


"Orang yang aku percayai di dunia ini selain keluargaku adalah Danu, aku percaya kalau Danu bukan orang seperti itu."


Lagi-lagi jawaban istrinya membuat Wira menghela nafas berat, akhirnya ia memutuskan untuk mengalihkan pembicaraan.


"Kenapa kamu berubah akhir-akhir ini? Kenapa kamu tidak memelukku lagi? Apa ini ada kaitannya dengan Alexsa?"


"Sama sekali tidak, tubuh Danu jauh lebih hangat dan membuatku candu, jadi aku tidak butuh tubuhmu lagi."


Wira menghela nafas berat saat istrinya terus saja memuji lelaki lain.


"Lalu apa motifmu menyembunyikan pekerjaanmu dariku? Kamu membohongiku selama hampir 1 tahun, kamu bilang kalau kamu pernah menjadi asisten pribadi dari Danu, nyatanya kamu adalah asisten tersembunyi dari Nona Veronica.


"Hah?"


Aqilah sangat terkejut dengan ucapan dari suaminya.


"Aldo sudah mengatakannya tadi saat aku bertanya tentang awal pertemuan kita di Jerman, Aldo bilang kalau kamu bekerja menjadi asisten tersembunyi dari Nona Veronica."


"Iya."


Aqilah hanya menanggapi ucapan dari suaminya masih dengan mata terpejam.


"Lalu kenapa kamu juga membohongiku tentang sahabatmu sakit? Aldo juga sudah mengatakannya kalau yang sakit itu orang tua angkatmu. Aqilah, aku ini suamimu, apa tidak bisa kamu bilang jujur padaku?"


"Aku tidak butuh belas kasih dari orang lain dan jangan lupa kalau aku hanya istri di atas kertasmu. Satu lagi tolong mulutmu itu diam, aku ingin tidur, aku tidak suka lelaki crewet."


Setelah mengatakan itu Aqilah langsung memiringkan tubuhnya membelakang suaminya yang duduk di sampingnya.


Wira menghela nafas berat lalu ia ikut membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


Wira langsung memeluk pinggang istrinya dan kepalanya ia rapatkan ke kepala istrinya.


Wira menghirup aroma lavender dari tubuh istrinya sebanyak-banyaknya. Aroma yang baru ia sadari saat mengangkat tubuh istrinya di balkon.


"Aku rindu Aqilah yang dulu, yang crewet, bukan yang pendiam seperti sekarang."


"Kalau kamu merasa kasihan tentang musibah orang tua angkatku, kamu tidak perlu merayuku, lebih baik kamu siapkan saja tenagamu untuk menenangkan kekasihmu besok."


"Apa yang akan kamu lakukan pada Alexsa?"

__ADS_1


"Hanya sedikit bermain-main."


__ADS_2