Cinta Untuk Syaqilah

Cinta Untuk Syaqilah
BAB. 68 Danu Kecewa


__ADS_3

Setelah menandatangani surat perjanjian cerai Aqilah langsung melepas bajunya dengan menggunakan tengtop dan itu mampu membuat Danu terkejut saat melihat ada perban di lengan Aqilah.


"Lenganmu kenapa Qi?"


Danu bertanya sambil melihat lengan Aqilah yang di perban.


"Tertembak oleh bawahan Malvin."


Danu menghela nafas kasar saat mendengar jawaban dan senyuman dari Aqilah, ia tidak tau sekuat apa wanita yang sangat ia cintai, bahkan lengannya tertembak saja Aqilah masih mrnampilkan senyumannya.


Danu merasa sangat marah saat tau Aqilah terluka, bukan hanya kuatir pada Aqilah, tapi ia juga sangat kecewa, entah ia di menganggap apa oleh Aqilah sampai-sampa Aqilah pergi sendiri. Danu langsung berdiri dari duduknya, ia menatap Aqilah dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


"Bisa tidak jangan keluyuran sendiri? Sebenarnya kamu menganggap aku apa? Kamu pergi membuat surat perjanjian cerai sendiri, apa kamu tidak bisa bilang padaku untuk menemanimu?"


Tidak ada suara bentakan dari suara Danu, tapi mampu membuat Aqilah merasa bersalah, ia langsung ikut berdiri menatap Danu dengan tatapan mata sudah memerah.


"Apa selama ini perjuanganku untuk mendapatkan hatimu sia-sia? Kalau memang kamu tidak bisa untuk berusaha menerimaku untuk apa kamu menyuruh aku menggenggam tanganmu sampai ke altar pernikahan? Aqilah, aku sudah katakan kalau aku akan bahagia saat melihat kamu bahagia, tapi tolong hargai perasaanku, kalau memang aku tidak mampu menggerakan hatimu, setidaknya jangan korbankan dirimu untuk bersamaku."


Danu langsung menundukan pandangannya, ia tidak tega saat melihat mata Aqilah sudah memerah, tapi menurut ia Aqilah sudah sangat keterlaluan, kalau Aqilah menganggap ia mungkin Aqilah tidak akan bertindak sendiri.


"Aku minta maaf."


Air mata Aqilah langsung jatuh, rasanya sangat sakit saat melihat Danu sangat kecewa.


"Aku sayang kamu, aku tidak mau kamu terluka, tolong maafkan aku karena aku pergi sendiri, kalau kamu terluka karena aku, bukan hanya rasa bersalah yang aku rasakan, aku takut kehilangan kamu."


Aqilah langsung menundukan kepalanya, sepertinya rasa cintanya terhadap Danu sudah ada, lagi-lagi Danu mampu membuatnya menjadi wanita cengeng.


Danu yang mendengar ucapan Aqilah, ia langsung melihat ke wajah Aqilah dengan mata Aqilah sudah mengeluarkan air mata, membuat ia menghela nafas berat, lalu langsung memeluk Aqilah.

__ADS_1


"Aku tidak akan pernah meninggalkanmu Qi."


Aqilah juga membalas pelukan dari Danu dengan sangat erat.


"Tapi aku takut kalau kamu ikut lalu terluka, aku takut kamu menggalkan aku untuk selamanya, aku tidak mau itu terjadi. Hiks... Hiks...!"


Tangisan Aqilah pecah di pelukan Danu, ia tidak peduli kalau orang rumah beranggapan yang tidak-tidak, yang jelas ia memang merasakan takut.


Awalnya Aqilah tidak mau melihat lelaki baik seperti Danu terluka mau pun hatinya atau pisiknya, tapi setelah Danu marah dan kecewa, ia sadar kalau perasaannya bukan hanya menganggap Danu lelaki baik, tapi juga sudah menganggap Danu sebagai belahan jiwanya.


Danu mengecup kepala Aqilah, hatinya sangat sakit saat mendengar tangisan Aqilah, tapi ia tidak mengerti apa Aqilah sudah benar-benar mencintainya, atau Aqilah masih sama hanya merasa nyaman padanya.


Namun Danu tidak ingin bertanya, ia tidak mau membuat hati Aqilah tersinggung, ia mau Aqilah sendiri yang mengatakannya kalau Aqilah memang sudah mencintainya.


"Dan, aku tidak tau, kenapa setiap berkaitan denganmu aku memiliki rasa takut, mungkin cintaku memang sudah ada untuk kamu, hanya saja aku masih belum menyadarinya, jadi aku mohon tolong maafkan aku."


Semua orang pasti tidak ingin melihat orang yang di cintainya terluka, begitu pun dengan Danu, ia tidak mau melihat Aqilah terluka, terlebih luka Aqilah bukan main-main, sebuat tembakan, jelas ia sangat menghuatirkan Aqilah dan sangat kecewa karena ia gagal untuk melindunginya.


Aqilah hanya menganggukan kepalanya masih memeluk Danu. Sedangkan Lukman yang mendengar suara Aqilah menangis, ia mengintip perdebatan putra tirinya bersama Aqilah hingga membuat ia menghela napas berat, bukan ia lancang untuk mendengar perdebatan mereka, tapi ia takut kalau putra tirinya membuat kesalahan.


Namun nyatanya membuat Lukman terkejut saat mendengar kalau lengan Aqilah tertembak, apa lagi tadi ia melihat Aqilah seperti baik-baik saja, ternyata Aqilah mendapatkan musibah.


Ini lah yang membuat Lukman tidak terjun ke dunia bisnis dan memilih membuka toko, perkebunan dan sawah, karena ia tidak mau ada anggota keluarganya menjadi korban dalam persaingan bisnis.


Bahkan kalau saja Danu putra kandungnya, ia mungkin sudah melarang Danu untuk bekerja menjadi kepercayaan MD Anderson Grup, tapi ia sadar kalau Danu bukan putra kandungnya, jadi yang bisa ia lakukan hanya melatih Danu agar bisa menjaga dirinya sendiri dengan baik.


Setelah melihat putra tirinya dan Aqilah di rasa baik-baik saja Lukman langsung pergi dari pintu kamar Aqilah. Aqilah langsung melepaskan pelukannya dari Danu, ia langsung memegang pergelangan Danu untuk duduk lagi.


"Besok aku mau kembali ke Jakarta, aku ingin segera membereskan rumah tanggaku, aku tidak ingin berlarut-larut membuat kamu menjadi orang ke tiga dalam rumah tanggaku, aku ingin kamu menjadi satu-satunya lelaki di sampingku."

__ADS_1


Sebenarnya ucapan itu sangat sulit untuk Aqilah keluarkan, tapi ia tidak mau terus menyakiti hati Danu, apa lagi karena ia keluarga Danu bertengkar hingga saat ini Lukman dan adiknya belum baikan karena Lukman membelanya, jadi ia bukan hanya tidak ingin menyakiti Danu, ia juga tidak ingin menyakiti orang tua Danu yang sudah memberikan ia kepercayaan.


"Kamu yakin Qi? Luka kamu belum sembuh, apa lagi hari annaversery kalian masih 1 Minggu lagi."


"Aku yakin, aku ingin segera membuka lembaran baru bersamamu, kamu mau'kan kalau kita secepatnya menikah? Aku tidak mau berpacaran terlalu lama, usiaku ini sudah tidak muda lagi."


"Tentu saja aku mau."


Siapa yang tidak mau di ajak menikah dengan orang yang di cintainya dari dulu, jelas saja Danu mau segera menikahi Aqilah, dan segera menjadi Papa dari anak-anaknya nanti.


Aqilah tersenyum lebar saat mendengar jawaban dari Danu, ia bisa melihat mata berbinar dan raut wajah bahagia dari Danu.


"Iya sudah kamu istirahat Qi, kamu mau aku bikinin jus alpukat tidak? Tadi Ayah baru saja panen alpukat."


"Aku mau."


"Iya sudah, aku bikinin dulu buat kamu."


Danu langsung berdiri, ia langsung mengecup kening Aqilah sekilas lalu langsung keluar dari kamar Aqilah.


"Ternyata kalau di satukan karena saling mencintai sangat romantis, Danu begitu perhatian dan romantis, mungkin Danu adalah jodoh terbaik yang di kirimkan Tuhan untukku." batin Aqilah


Aqilah langsung menyimpan surat perjanjian cerai itu di tasnya, lalu ia langsung mengambil ponselnya untuk mengirim pesan pada Kenny menanyakan tentang kabar Sinta dan mengatakan kalau besok pagi ia akan kembali ke Jakarta.


Setelah mendapat balasan dari Kenny Aqilah langsung meletakan ponselnya sambil menunggu Danu. Tidak lama Danu datang membawa satu jus alpukat dan puding taburan buah.


"Qi di minum, itu puding buah buatan Ibu untuk kamu."


Aqilah mengaguk pelan sambil tersenyum lebar, Danu memang sangat tau makanan dan minuman favoritnya, tapi tidak dengan ia yang tidak mengetahui makanan dan minuman yang di sukai Danu.

__ADS_1


__ADS_2