Cinta Untuk Syaqilah

Cinta Untuk Syaqilah
BAB. 48 Wira mabuk


__ADS_3

Setelah pergi dari rumah Mahesa Wira meminta Aldo untuk mengantarkannya ke Club, ia ingin mabuk untuk melupakan bayangan wajah istrinya yang tersenyum bahagia di foto bersama Danu.


Namun ada yang aneh di perasaan Wira, kenapa Mahesa tidak cemburu saat beredar foto itu, bahkan Mahesa sendiri yang mengunggah foto itu, dan seolah-olah Mahesa tidak peduli.


Apa lagi Wira mengingat kalau istrinya sudah pernah tidur dengan Mahesa, itu artinya kalau Mahesa memang menganggap istrinya sebagai pemuas.


Ssdangkan dengan Danu, ia bisa melihat tatapan mata yang sangat tulus pada istrinya di foto itu, dan benar apa kata ucapan dari istrinya kalau Danu memang mencintai istrinya dengan tulus.


Bahkan saat tau kedekatan istrinya bersama Mahesa, tapi Danu masih mau bersama istrinya dan bahkan sekarang Danu membawa kabur istrinya.


Wira sekarang sedang duduk di sofa dekat ke 3 sahabatnya, sedangkan Aldo sudah pulang setelah mengantar ia ke Club dan menyurun untuk menjemput ia 1 jam lagi.


"Tumben kamu ke sini, semenjak punya istri kamu tidak pernah gabung ke sini."


Wira hanya melirik ke arah Dion tanpa mau menjawab ucapan Dian, ia langsung meneguk beberapa gelas vokda layaknya seperti sedang meminum air putih.


"Kamu kenapa mencari istri yang memang kamu tidak suka? Kalau Aqilah pergi dari hidupmu bukan'kah bagus? Kamu bisa bersama Alexsa tanpa harus menyakiti wanita murahan seperti istrimu."


"Cukup! Istriku bukan murahan! Jaga mulutmu kalau kamu masih sayang wajahmu!"


Wira berteriak marah saat Tommy mengatakan istrinya murahan, ia langsung meneguk lagi vokdanya tanpa mempedulikan ke 3 sahabatnya yang menatap ia dengan pandangan terkejut.


Bukan'kah selama ini yang mengatai Aqilah murahan adalah Wira sendiri, tapi saat Tommy mengatakan Aqilah wanita murahan, Wira sangat marah.


"Kamu kenapa Wir? Dulu juga kamu yang mengatakan Aqilah murahan lebih dulu, bukan Tommy, bukan'kah bagus kalau Aqilah pergi, jadi kamu bisa segera menikahi Alexsa? Wanita yang kamu cintai selama 3 tahun in."


Hadi membela Tommy yang memang dari awal Wira sendiri mengatakan kalau Aqilah wanita murahan.


"Aku tidak akan menikahi wanita jallang!"

__ADS_1


"Otak kamu di cuci pakai apa oleh Aqilah Wira?! Sampai-sampai kamu bilang kalau Alexsa jallang?!"


Tommy sangat marah saat wanita yang ia cintai dari dulu di panggil jallang oleh sahabatnya.


Tommy memang sudah menyatakan perasaannya pada Alexsa sebelum Wira juga menyatakan cinta pada Alexsa, tapi Alexsa menolak cintanya, dan bilang kalau Alexsa hanya ingin jadi teman dari Tommy.


"Lalu akan aku panggil apa wanita yang sudah sering di tiduri oleh lelaki?! Pelacur atau Jallang?!"


Mereka bertiga menggelengkan kepalanya secara bersamaan, pelacur dan jallang bukan'kah memiliki arti yang sama, mereka tidak tau di pengaruhi apa oleh Aqilah sampai-sampai Wira mengatai Alexsa sebagai jallang.


Jelas-jelas dulu Wira sangat memanjakan Alexsa, bahkan kemarin-kemarin saja Wira masih datang di apartement Alexsa, tapi hari ini Wira mengatai Alexsa jallang, sungguh hal yang membingungkan menurut mereka.


"Kamu terlalu mabuk Wir, makannya kamu berbicara asal."


Dion berbicara lebih dulu, ia tidak ingin Wira dan Tommy adu jotos karena masalah Alexsa, karena Dion tau kalau Tommy sangat mencintai Alexsa.


"Tidak asal bicara, buktinya sudah di depan mata, aku sudah mendapatkan banyak bukti tentang bagai mana Alexsa memberikan tubuhnya pada lelaki, bahkan ada juga dengan lelaki yang usianya seharusnya menjadi Ayahnya, tapi menidurinya, sangat menjijikan."


Tommy langsung mengirim pesan pada Alexsa untuk membawa Wira pulang, karena Wira sudah menghabiskan 3 botol vokda bahkan hampir ke 4 botol vokda.


"Kamu di mana Aqilah, aku rindu. Rindu pelukanmu, rindu senyumanmu, rindu suaramu yang selalu saja crewet, kenapa kamu tinggalin aku? Kenapa kamu juga jijik karena aku menjalin hubungan dengan jallang? Walau pun aku berhubungan bersama jallang, aku sama sekali tidak pernah meniduri jallang itu."


Wira meminung vokda sambil mengoceh tidak jelas hingga membuat Tommy ingin melayangkan bogem pada Wira.


Menurut Tommy mulut Wira itu mulut sampah, Wira seakan lupa siapa dulu yang sudah di bangga-banggakan oleh Wira, apa lagi menurut Tommy Aqilah dan Alexsa sangat berbeda jauh.


Walau pun sekarang Alexsa di pecat dari MD Anderson Grup, tapi tetap tidak ada bandinganya dengan Aqilah, apa lagi seluruh model tau kedekatan Aqilah dan Danu, tentu saja ia berpikir kalau Alexsa di pecat karena ulah Aqilah.


Tommy yakin kalau Aqilah memberikan tubuhnya hanya untuk memecat Alexsa, membuat ia merasa jijik pada Aqilah, tapi bagai mana bisa sekarang Wira di buat seperti orang gila oleh Aqilah, wanita yang tidak memiliki kelebihan apa pun.

__ADS_1


Tidak lama Alexsa datang ke Club, ia memang sedang gencar mendekati Wira lagi, ia tidak mau putus dengan Wira, ia sudah sangat mencintai Wira.


"Hai!"


Alexsa menyapa ke arah mereka yang sedang duduk di sofa sambil meneguk vokda, tapi pandangan mata Alexsa hanya tertuju pada Wira, lelaki yang sangat ia rindukan seharian ini.


"Hai juga Alexsa!"


Mereka menjawab serempak hanya Wira yang diam tanpa mengelurkan suara, bahkan untuk sekedar melihat ke arah Alexsa saja tidak, ia sibuk dengan vokda sambil mengingat kembali awal ia menikah dengan Aqilah.


Wira ingin sekali mengulang kambil pernikahan itu dengan Aqilah untuk ke dua kalinya sebagai sepasang yang saling mencintai, bukan hanya Aqilah yang mencintainya.


"Kapan kamu pulang Qi, sudah cukup bermain-main denganku, aku mengaku kalah, sesuai kata ucapannya saat itu tidak ada yang bisa membuat kamu gagal untuk mendapatkan apa pun selain aku, nyatanya kamu sama sekali tidak gagal Qi, aku cinta kamu, hanya saja aku terlambat menyadari itu."


Alexsa menghela nafas berat saat tau Wira mabuk karena Aqilah, ia pikir Wira mabuk karena masalah video itu, nyatanya Wira sama sekali tidak bersedih untuknya, melainkan untuk Aqilah membuat ia semkin membenci Aqilah.


Alexsa tidak tau apa yang membuat Aqilah di utamakan dan terlihat menarik, bahkan bukan hanya Wira, Danu saja sangat tertarik pada Aqilah, mengingat saat pemecataan Aqilah sudah tidak sabar ingin di puaskan oleh Danu.


Danu juga sama sekali tidak menolak, jelas-jelas Alexsa sudah lama menjadi model di MD Anderson Grup dan tidak pernah melihat Danu bermain dengan wanita, tapi dengan Aqilah bisa ia lihat kalau Danu juga bergairah.


"Aku bingung sama Wira, aku dan Aqilah sama-sama wanita murahan, tapi kenapa setelah tau tentangku Wira menjunjung tinggi harga diri Aqilah yang dulu Wira anggap wanita murahan. Aqilah, awas saja kalau aku bertemu denganmu, akan aku pastikan kalau kamu itu menanggung rasa sakit yang luar biasa dalam tubuhmu, karena kamu sudah berani bermain-main dengan Alexsa." batin Alexsa


"Wir, ayo pulang, aku antar kamu pulang."


Alexsa berbicara sambil memegang lengan kiri Wira yang langsung di hempaskan oleh Wira.


"Jangan menyentuhku jallang! Aku tidak sudi di sentuh wanita jallang sepertimu!"


"Apa kamu sebenci itu padaku, wanita yang dulu kamu cintai?"

__ADS_1


"Iya aku sangat membencimu! Kalau saja bukan karena sandiwara gilamu, istriku tidak akan pergi meninggalkanku! "


__ADS_2