
Aqilah sudah sampai di tempat yang ia tuju, senyuman di bibir tipisnya selalu saja terlihat, walau pun itu semua hanya senyuman palsu yang ia tampilkan.
Bahkan Aqilah juga sudah memberi tau Kerl untuk tidak menceritakan kejadian tadi pada Mahesa.
Aqilah langsung memeluk Mahesa sesaat, lalu mereka langsung duduk di samping kolam dengan ke dua kaki mereka turun ke dalam kolam.
"Apa rumah tanggamu baik-baik saja?"
"Seperti yang kamu lihat di bibirku yang selalu menampilkan senyum."
"Aku bersyukur kalau rumah tanggamu baik-baik saja, lalu bagai mana dengan hubungan suamimu bersama Alexsa?"
Aqilah menghela nafas berat sambil menggelengkan kepalanya, ia tidak bisa berbohong saat di tanya tentang hubungan suaminya bersama Alexsa, sekuat apa pun ia berbohong pada Mahesa, Mahesa akan tau juga.
Mahesa dan Aqilah bersahabat dari kecil karena orang tuanya bertetangga, apa lagi mereka berdua lahir di hari yang sama, bedanya Mahesa pagi hari sedangkan Aqilah sore hari.
Bahkan Aqilah dan Mahesa sempat memiliki ikatan perjodohan di masa lalu, tapi ke duanya sama-sama menolak.
Mahesa tau tentang perjodohan itu di saat sudah menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih bersama Alexsa, walau pun dulu Mahesa sempat mencintai Aqilah saat Mahesa belum menjalin hubungan bersama Alexsa, tapi Mahesa tidak ingin persahabatan yang sudah terjalin lama itu harus hancur jadi ia hanya memendamnya di hati.
Namun saat tau tentang perjodohan itu Mahesa sudah sangat terlambat mengetahuinya karena ia bukan hanya menjalin hubungan layaknya sepasang kekasih bersama Alexsa, tapi ia juga sudah sering berhubungan badan bersama Alexsa.
Bahkan yang pertama kali melakukan itu ia sendiri pada Alexsa, jadi ia kekeh menolak perjodohan itu hanya untuk Alexsa.
Namun Mahesa tidak pernah menyangka kalau Alexsa melakukan hal yang sama dengan lelaki lain, bahkan Mahesa sudah 2 kali memaafkan Alexsa saat Alexsa berselingkuh di belakangnya, tapi saat Alexsa selingkuh untuk ke 3 kalinya sudah tidak ada ruang lagi untuk Alexsa di hatinya.
Bukan Mahesa jahat, tapi Alexsa melakukanya bukan hanya dengan satu pria, yang Mahesa tau saja 3 pria dan itu membuat Mahesa sudah tidak bisa memberi maaf untuk Alexsa.
Sedangkan Aqilah menolak perjodohan itu karena sudah mengagumi Wira, tapi saat Aqilah benar-benar jatuh cinta pada Wira saat Wira terpengaruh obat perangsang oleh rekan bisnisnya karena saat itu Wira sedang ada proyek di sana.
Kebetelulan Aqilah juga ada di hotel yang sama saat itu hanya saja Aqilah datang untuk menghadiri ulang tahun rekan bisnisnya.
Bahkan saat itu Aqilah hampir saja di lecehkan oleh Wira, tapi ia bersyukur karena Aqilah selalu menyediakan penawar obat perangsang.
Bagi Aqilah obat penawar perangsang itu harus di bawa kemana pun ia pergi, bagai mana pun juga persaingan bisnis itu selalu licik, selalu menggunakan segala cara untuk menjatuhkan lawanya.
Mahesa membelai kepala Aqilah sambil tersenyum lebar.
__ADS_1
"Kalau ada sesuatu cerita padaku."
Aqilah menggelengkan kepalanya pelan, ia tidak bisa cerita pada siapa pun.
Orang satu-satunya yang paling Aqilah percaya adalah Danu, sedangkan Mahesa dan ke dua sahabatnya ia sama sekali tidak percaya.
Mahesa langsung menarik Aqilah untuk bersandar di pundaknya, ia sangat merindukan Aqilah, tapi bukan rasa rindu sebagai sahabat kecil rasa rindunya adalah karena ia masih selalu mencintai Aqilah.
"Kalau kamu ingin aku membantu kamu untuk merusak hubungan Wira dan Alexsa aku bisa membantumu Vero."
"Dengan cara apa kamu membantuku Esa?"
"Menjebak Alexsa bercinta denganku, maka hubungan mereka akan selsai."
tangan Aqilah memukul pelan dada Mahesa.
"Jangan keterlaluan aku tidak suka kalau kamu melakukan hal kotor!"
"Alexsa adalah mantanku dan aku tau sifat Alexsa seperti apa, tapi aku heran dengan Wira, kenapa Wira betah berhubungan bersama Alexsa? Alexsa sudah bukan perawan lagi."
"Dari mana kamu tau kalau Alexsa sudah tidak perawan?"
"Aku yang pertama kali melakukan hal itu."
"Lalu kamu juga meminta putus dengannya dasar berengsek! Aku pikir kamu bukan lelaki hidung belang!"
Aqilah berbicara sambil memukul dada Mahesa, ia tidak habis pikir kalau Mahesa yang terkenal lemah lembut melakukan hal di luar dugaannya.
"Aku tidak mungkin mau di selingkuhi terus berkali-kali, pertama kali Alexsa ketahuan selingkuh aku masih memaafkanya, ke dua kali saat Alexsa ketahuan selingkuh lagi aku masih memaafkanya. Aku pikir Alexsa akan berubah bagai mana pun juga yang pertama kali membuat Alexsa kecanduan aku yang mengajarinya, tapi ke tiga kali Alexsa ketahuan selingkuh lagi aku tidak bisa memaafkannya."
Mahesa menghela nafas berat saat mengingat kejadian masa lalunya.
"Kalau saja Alexsa tidak berganti-ganti lelaki hanya 1 lelaki mungkin aku masih akan selalu memaafkannya, tapi 3 kali berturut-turut terpergok olehku dengan lelaki yang berbeda, tentu aku tidak mau mengambil resiko, kalau Alexsa terkena penyakit kelamin aku juga ikut kena imbasnya."
Aqilah tersenyum samar di bibirnya, ternyata ucapannya tadi pagi yang mengatakan Alexsa liar di ranjang itu benar adanya.
"Jadi benar kalau hubunganmu dan Wira masih seperti orang asing?"
__ADS_1
Mahesa bertanya sambil menundukkan kepalanya untuk melihat ekspresi wajah Aqilah hingga ia melihat sudut bibir Aqilah sedikit robek.
"Ini kenapa?"
Mahesa bertanya sambil mengusap lembut sudut bibir Aqilah.
"Aku tadi jatuh."
Aqilah tidak mungkin mengatakan kalau ia di tampar suaminya pada Mahesa yang ada Mahesa bisa ngadu pada Daddynya.
"Aku tanya ini di pukul Wira?! Kamu jangan menyembunyikan ini dariku Vero! Jangan buta karena cinta."
"Memangnya aku salah mencintai suamiku?"
"Jelas cara kamu salah!"
Mahesa langsung berdiri dari duduknya di ikuti oleh Aqilah, mata Mahesa menatap Aqilah dengan tatapan tajam dan nafas yang memburu.
"Layangkan gugatan cerai pada Wira atau aku sendiri yang akan turun tangan?!"
Mahesa sangat marah saat melihat wanita yang ia cintai di perlakukan dengan kasar oleh Wira.
Aqilah menghela nafas berat saat mendengar suara tegas dari Mahesa, ini adalah pertama kalinya Mahesa berbicara tegas di depannya.
"Aku tidak bisa Esa, aku mencintai Wira."
"Kamu pikir hanya karena cinta kamu mengorbankan segalanya untuk Wira?! Kamu tidak pernah berpikir bagai mana Daddy kamu mendidik kamu dengan kasih sayang, tidak pernah melayangkan pukulan walau pun didikannya sangat keras, tapi Wira hanya orang asing berani memukulmu! Ini sudah keterlaluan Veronica! Aku tidak bisa hanya menonton drama rumah tangga kalian!"
"Beri aku waktu sebentar lagi Esa."
"Kamu menyuruh aku memberi waktu?! Mana Veronica yang aku kenal dulu?! Yang selalu tegas dan tidak pernah lemah seperti sekarang!"
Aqilah menghela nafas berat, ia langsung memeluk Mahesa yang sudah di penuhi oleh emosi.
Aqilah tau kalau ia salah karena terus mempertahankan cinta dan pernikahan yang seharusnya tidak ia pertahankan, tapi dalam kamus ia tidak ada tujuan yang tidak bisa ia capai, jadi ia yakin kalau suatu saat suaminya akan mencintainya.
Mahesa membelas pelukan dari Aqilah dengan nafas memburu, tidak ada seorang lelaki yang mau melihat wanita di cintainya menderita, begitu pun dengan ia, ia tidak ingin Aqilah di butakan oleh cinta.
__ADS_1
"Baik kalau itu mau kamu, aku tidak akan ikut campur urusan kalian."
Pada akhirnya Mahesa hanya bisa mengalah.