Cinta Untuk Syaqilah

Cinta Untuk Syaqilah
BAB. 69 Kemarahan Kenzi


__ADS_3

Malam harinya setelah pertengkaran Wira dan Kenzi. Kenzi di kejutkan dengan banyak video putrinya, ia tidak menyangka kalau putrinya itu ternyata sangat murahan.


Tadi sore Kenzi begitu sangat membela putrinya saat Wira merendahkan harga diri putrinya, tapi saat melihat video itu ia sangat kecewa pada putrinya.


Kenzi sudah berkali-kali menyuruh asisten pribadinya untuk mencari orang untuk menghapus video itu, tapi tidak ada satu pun yang berhasil untuk menghapus video itu.


Terlebih banyak telpon masuk untuk membatalkan membahas tentang kerja sama saat tau putrinya melakukan hal yang sangat menjijikan.


"Sial! Kenapa juga aku harus memiliki putri bodoh seperti Alexsa!"


Kenzi mengacak-acak setumpuk kertas di meja kerjanya karena sangat kesal pada putrinya, tidak heran kalau Wira begitu sangat menghina putrinya habis-habisan, ternyata putrinya memang sangat murahan.


Kenan tidak mengerti kenapa putrinya sangat murahan, ia membebaskan putrinya dan menyetuji tidak tinggal di rumah untuk mencari kebebasan termasuk kesenangan di batas wajar, tapi sekarang putrinya tidak bisa di bilang di batas wajar saat video itu beredar.


Bahkan di luar rumahnya sudah penuh karena wartawan berbondong-bondong ingin mendengar komentar tentang video yang sedang beredar.


Kenzi sangat yakin kalau dalangnya adalah Aqilah, ia yakin kalau Aqilah ingin membalas perbuatannya karena Aqilah telah tertembak oleh anak buah Malvin.


"Sebenarnya siapa kamu Aqilah?! Kenapa kamu begitu mudah menghancurkan segalanya?" batin Kenan


Kenan semakin penasaran siapa Aqilah karena semakin ia ingin menangkap Aqilah, semakin banyak permasalahan yang ia dapatkan.


"Tuan, percuma karena akun Sinta memang menggunakan kata sandi, tidak akan bisa di belokir dari akses internet."


Kenan menghela nafas kasar saat mendengar ucapan dari asisten peribadinya, ia tidak tau harus dengan cara apa menghapus video itu.


Kenzi memutuskan untuk pergi ke kamar putrinya, ia ingin tau apa jawaban dari putrinya.


Tok-tok...!


Kenzi mengetuk pintu dengan suara yang sangat keras.

__ADS_1


"Papa."


Setelah membuka pintu Alexsa langsung memanggil sang Papa dengan perasaan sangat terkejut. Kenzi langsung masuk ke dalam kamar putrinya tanpa berbicara lagi, ia takut kalau istrinya tau tentang video itu.


"Apa yang sebenarnya terjadi Alexsa?! Kenapa banyak video yang beredar?! Apa selama ini kamu melakukan adegan yang ada di video itu benar-benar nyata?!"


Alexsa langsung mengeluarkan air mata, ia tidak menyangka kalau video itu akan di publikasikan oleh Aqilah, bahkan ia belum sempat menangkap Aqilah, tapi Aqilah lagi-lagi selangkah lebih maju darinya.


Alexsa juga dari tadi menyuruh orang untuk membelokir akun Sinta, tapi nyatanya akun Sinta sama sekali tidak bisa di belokir, ia tidak tau bagai mana caranya membelokir akun Sinta. Kenzi yang melihat putrinya hanya diam sambil menangis ia langsung menghela nafas kasar.


"Bagai mana bisa kamu melakukan hal bodoh seperti itu Alexsa?! Kalau kamu sudah menginginkan seperti itu, kenapa kamu tidak menikah saja agar di sentuh oleh satu lelaki! Sedangkan sekarang kamu sangat menjijikan di sentuh banyak lelaki! Papa sangat kecewa denganmu Alexsa!"


Kenzi menghela nafas berat sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


"Apa kamu tidak berpikir karena ulah kamu perusahaan kita sudah bisa di pastikan hancur Alexsa?!"


"Maafkan Alexsa Pa. Hiks... Hiks...!"


"Apa dengan maaf kamu bisa mengubah segalanya? Apa kamu tidak berpikir kalau sampai Mama tau Mama bisa masuk rumah sakit Alexsa!"


Alexsa langsung terduduk di lantai saat mendengar ucapan dari Papanya, ia memang tidak berpikir sampai kesitu, ia hanya memikirkan dirinya sendiri tanpa memikirkan resikonya.


"Maafkan Alexsa Pa, Alexsa tidak memikirkan resikonya."


"Kondisi kita semakin kacau, Papa akan kirim kamu keluar negri untuk sementara Alexsa, kamu tinggal di rumah Kakek untuk sementara hingga sampai kondisi di sini membaik, atau kamu ingin menikah saja?"


"Tidak mau Pa, aku tidak mau menikah Pa, aku mau ke luar negri saja."


"Baiklah kalau begitu, Papa akan pesan tiket untuk kamu, kamu harus menjaga kondisi kamu di sana dan jangan membuat ulah. Kondisi Papa sekarang semakin kacau, tabungan juga semakin menipis belum rawat jalan untuk Mamamu. Apa kamu masih ada sisa tabungan untuk kamu tinggal di sana?"


"Masih ada sisa Pa, maafkan Alexsa sudah mengecewakan Papa."

__ADS_1


Kenzi langsung berjongkok lalu langsung memeluk putrinya sambil menghela nafas berat, semarah apa pun ia pada Alexsa, Alexsa tetap putrinya, ia tetap menyayangi putrinya apa pun kesalahan putrinya.


"Papa maafkan kamu Alexsa, tapi Papa mohon jangan membuat kesalahan apa pun dengan siapa pun itu, jangan sampai membuat kesalahan lagi."


Alexsa langsung membalas pelukan dari Papanya masih sambil menangis.


"Iya Pa, Alexsa janji akan menjadi lebih baik lagi."


"Iya bagus kalau begitu, Papa akan senang kalau kamu berubah lebih baik lagi, kalau kamu menginginkan hal yang dewasa, lebih baik kamu menikah saja, jangan bikin malu, semua wartawan penuh di depan gerbang kita karena ulah kamu, Papa takut sampai Mama kamu tau Alexsa."


Sebenarnya Kenzi lelaki yang sangat bertanggung jawab pada istri dan putrinya, ia juga sangat menyayangi keluarga kecilnya itu, tapi sayang sekarang putrinya membuat ia kecewa.


Putrinya membuat ia malu dan bahkan bisa saja seumur hidup kalau sampai video itu tidak di hapus. Sekarang Kenzi tidak berpikir untuk membunuh Aqilah, tapi ia akan menyuruh orang untuk mencari Aqilah dan akan minta maaf, ia tidak mau kalau sampai istrinya tau tentang berita itu, ia takut sakit jantung istrinya lebih parah dari pada biasanya.


"Iya Pa. Papa tolong jaga Mama dengan baik, tolong jangan sampai kondisinya tambah parah, lebih baik Papa sita ponsel Mama dan hapus siaran televisinya indonesianya, ganti dengan siaran cina saja, Alexsa tidak mau sampai Mama sakit."


"Itu pasti akan Papa lakukan, Papa juga ingin mencoba membawa Mamamu ke rumah sakit Anderson Hospital, Papa berharap Mama bisa sembuh."


Kenzi mendapatkan informasi dari asisten pribadinya untuk membawa istrinya berobat ke rumah sakit yang di ucapkan ia tadi, ia berharap istrinya bisa sembuh, karena dari asisten pribadinya obat-obatan di sana di tulis oleh seorang Nona Veronica, dalam pengobatannya selalu berhasil, ia berharap kalau istrinya juga bisa sembuh.


"Amin."


Kenzi langsung melepaskan pelukannya, ia mengecup keing putrinya sekilas.


"Bereskan apa pun yang ingin di bawa olehmu sekarang, Papa akan pesan tiketnya sekarang juga."


"Iya Pa."


Setelah itu Kenzi langsung pergi dari kamar putrinya. Setelah kepergian Papanya Alexsa menghela nafas lega karena Papanya masih mau memaafkannya, ia memang masih sangat membenci Aqilah, tapi untuk sementara ia memang harus pergi dari Indonesia untuk menenangkan pikirannya dan meredakan gosip sialan karena video yang Sinta unggah.


Namun Alexsa sekarang mulai curiga siapa Aqilah sebenarnya, kenapa Aqilah sangat di lindungi oleh bawahan dari keluarga Anderson.

__ADS_1


"Aqilah, suatu saat aku pasti akan membalas semua kekacawan yang telah kamu buat, aku akan membuat kamu menderita hingga menangis darah, itu semua bukan hanya ucapanku saja, setelah aku mendapatkan pekerjaan dan mensetabilkan keuangan keluargaku, akan aku buat kamu menderita!"


Alexsa berbicara sambil mengepalkan ke dua tangannya dengan penuh kebencian.


__ADS_2