
Tak terasa waktu sudah siang menjelang sore.
Nunu terbangun ketika dari luar ada suara ketukan pintu memanghil namanya dan nama dewi.
Lalu nunu pun segera bangun dari tidurnya dan berjalan kedepan pintu untuk membukakan pintu.
Klek suara handle pintu berbunyi ternyata ibunya dewi yang mengetuk pintu kamar dewi.
"Kamu sudah bangun,hayo makan dulu.Dari tadi ibu bulak balik kalian belum bangun juga mau bangunin ibu tak tega pasti kalian lelah"kata ibunya dewi.
"Maaf bu kita ketiduran,habisnya dewi ngedongeng jadi nunu ngantuk haha"ledek nunu.
"Masa sih hehe ya sudah hayo makan"ajaknya.
"Aku mau langsung pamitsaja bu sudah mau sore, soalnya aku belum izin tadi"kata nunu.
"Sebelum pulang kamu harus makan ya gak menghabiskan waktu berjam-jam kan masa sih ibu sudah masak banyak-banyak spesial lagi di tolak sih nanti pulangnya di antar ayahnya dewi"kata ibunya dewi.
"Mmmm baiklah,aku bangunkan dewi dulu ya bu".
"Baik ibu tunggu ya"katanya.
Nunu pun langsung bergegas kedalam untuk membangunkan dewi yang masih tertidur lelap.
"Wi,ayo bangun gue mau pulang"kata nunu menggoyang-goyangkan tubuh dewi.
"Mmmmmmmhhh apaan sih nu,nginap aja kenapa sih"namun matanya masih terpejam setengah sadar.
"Gue nginep bisa-bisa nama gue di kartu keluarga di coret sama orang tua gue karena pulang sekolah gak ada kabar sama sekali wi,apalagi gue ginep tanpa izin"jelas nunu.
Dewi pun membuka matanya ia bangun lalu duduk diatas kasur.
"Ya ampun udah sore lagi aja,padahal tadi masih jam 10pagi,berarti kita tidur dr jam sebelas ke jam empat,lima jam nu"dewi kaget.
"Nah itu lo tau ayo nanti gue bisa-bisa di pepes sama orangvtua gue karena pulang terlalu sore"kata nunu.
Mereka pun keluar dari kamar menuju meja makan karena ibunya dewi sudah menunggu di meja makan.
"Hayo sini sebelum pulang makan dulu,kalian gak makan siang loh tadi"ibunya dewi mempersilahkan.
__ADS_1
"Ayah mana bu"tanya dewi.
"Tuh ayah lagi ngopi di teras rumah"jawabnya.
"Lalu dini,sama ifan kemana dari dewi pulang mereka gak ada?"tanya dewi.
"Kamu kan tahu wi adik kamu kalau sudah main gak inget pulang bahkan disuruh pulang aja gak mau"jelas ibunya dewi.
"Memang ya anak itu dua-duanya sebelas dua belas,ayo nu kita makan dulu"ajak dewi.
Merekapun makan,setelah beres nunu segera merapikan barang-barangnya agar tak tertinggal ia harus segera pulang takut orang tuanya mencarinya.
Keluarga nunu memang sangat keras apalagi jika pergi tanpa izin ia akan memarahinya berbeda dengan adiknya nunu yang sekalu mendapatkan kasih sayang yang lebih dari nya,terkadang nunu selalu di beda-bedakan dalam segala hal nunu yang selalu mengalah kepada adiknya.
"aAa yang ketinggalan gak nu"tanya dewi.
"Kaya nya gak ada deh wi"jawab nunu.
"Kamu pulang diantar ayah dewi ya,,ayaaaaahh nunu antar yah,gak baik anak gadis pulang sendiri"kata ibunya dewi.
"Ayo ayah antar"kata ayahnya dewi.
"Ah lo nu kaya ke siapa aja"dewi menyenggol nunu.
"Tidak usah sungkan kepada keluarga dewi kamu sudah seperti anak ibu sendiri,gak usah sungkan"ibunya dewi merangkul.
Menang benar keluarga dewi memang sangat baik,apalagi setelah mereka tahu jika nunu selalu dibeda-bedakan di keluarganya,bahkan keluarganya pun tidak pernah seperti ini mungkin karena sejak kecil nunu di urus orang lain bahkan saudara-saudaranya pun seperti orang lain baginya tidak begitu perhatian kepada nunu.
"Apa ayah lagi gak sibuk"tanya nunu merasa tak enak.
"Kalau ayah sibuk gak mungkin ayah ada dirumah bisa nyantai sambil ngopi"kata ayahnya dewi.
"Ya deh,sebelumnya makasih ya wi,ibu makasih ya ayah,ibu aku pamit ya wi gue pulang"nunu mencium punggung tangan ibunya dewi.
"Yaa hati-hati nak"kata ibunya dewi mengusap pucuk rambut nunu.
"Hati-hati ya nu,ayah awas jangan sampai lecet,walau begini juga dia primadona sekolah loh kalau sampai lecet penggemar-penggemarnya bisa-bisa kecewa nanti"ledek dewi.
"Ah lo wi apa-apaan sih dewi"nunu tersipu malu.
__ADS_1
"Sudah nanti ke buru sore,kamu wi jahil banget sih"ibunya dewi menggeleng-gelengkan kepala.
"Aku langsung pamit ya daahhh"kata nunu.
"Daaaahh"dewi dan ibunya bersamaan.
Nunu pun pergi bersama ayahnya dewi,Ketika sampai di depan pekarangan rumah nunu ayahnya dewi langsung pamit.
"Ayah mampir ya"ajak nunu.
"Nanti saja lain kali,ayah mau langsung pulang saja,yang penting kamu sudah pulang dengan selamat tanpa lecet sedikitpun"goda ayahnya dewi.
"Ayah jangan dengerin dewi dia hanya bergurau saja,akasih ya ayah"nunu mencium punggung tangan ayahnya dewi.
Setelah ayah nya dewi tak terlihat nunu segera masuk kedalam rumah.
"Kok jam segini baru pulang"tanya ibunya nunu.
"Tadi aku kerumah dewi dulu,gak terasa sudah sore"kata nunu.
"Lain kali kalau sudah pulang sekolah langsung pulang jangan kelayaban kemana-mana lihat tuh sudah jam berapa?mandi dulu setelah itu langsung makan"kata ibunya nunu.
"Ya bu,maaf aku langsung ke kamar saja bu tadi aku sudah makan dirumah dewi,ibunya masakin buat aku,gak enak nolak"nunu sambil mencium punggung tangan ibunya.
"Ya sudah kalau begitu".
"Aku langsung ke kamar ya".
Nunu berlalu,ia segera mandi setelah selesai mandi nunu membaringkan tubuhnya dikasur.
Sesekali ia memikirkan rencana besok,
tak sadar ia pun langsung tertidur.
Setelah bertemu dengan keluarga dewi nunu menemukan kasih sayang yang sedari kecil tidak ia dapatkan dari orang tuanya.
Ketika adiknya lahir nunu di berikan kepada neneknya ia di roling tidur di rumah nenek lalu kerumah bibinya,karena ibunya baru saja melahirkan nunu tumbuh di keluarga orang lain hingga usianya menginjak delapan tahun ia baru tinggal bersama dengan keluarganya hidup bersama dengan saudara kandungnya meskipun nunu sudah tinggal bersama namun kasih sayang ibunya tetap saja tertuju pada adiknya.
Sebenarnya nunu kecil merasa sangat sedih dengan perlakuan tidak adil mereka kepadanya namun nunu harus kuat dan terima semuanya dengan lapang dada meski berada dekat keluarganya ia merasa sangat asing baginya,ketika di urus orang lain pun ia merasa asing kadang di bedakan karena walau bagaimana pun nunu harus tahu diri kalau dia hanya menumpang pada mereka,terkadang nunu juga ingin rasanya disayang dimanja seperti orang lain namun nunu hanya bisa berangan-angan saja.
__ADS_1