
"sssuuu..sudah pak"kata santi.
tak lama pesanan mereka pun datang.
pak fahmi terus mencuri pandang namun nunu masih tertunduk malu tak berani untuk menatap.setelah mereka selesai makan santi dewi dan dahlia bergegas pergi.
"nu kita masuk duluan ya"kata santi.
"kok ninggalin gue sih,makanan kalian belum habis loh"nunu heran.
"kita udah kenyang"sahut dewi.
"pak kita duluan ya,nu kita kekelas duluan ya"pamit dahlia.
"biar makanan kalian saya yang bayar"kata pak fahmi.
"gak usah pak kita bayar sendiri aja"tolak santi.
"sudah hitung-hitung saya traktir kalian.kapan lagi kan"kata pak fahmi.
"Makasih ya pak"ucapnya serentak.
merekapun pergi meninggalkan nunu dan pak fahmi.
nunu masih terdiam canggung,sesekali pak fahmi melirik dan tersenyum.
"mau nambah"ucapnya memecah keheningan.
"nggak pak makasih"tolak nunu.
"jangan terlalu sering makan bakso,gak baik untuk kesehatan"ucapnya.
__ADS_1
"makasih pak atas perhatiannya"nunu masih tertunduk.
"gak usah canggung.dikelas saya guru kamu tapi diluar kita teman"menatap nunu sambil tersenyum.
nunu pun mengangkat pandangannya memberanikan diri untuk menatap pak fahmi.
"sedeket ini gue liat dia,tampan sih baik pula tapi dia seorang guru"gumam nunu.
mereka pun saling bertatap muka..
tak bisa dipungkiri perasaan pak fahmi yang begitu sangat dekat menatap semakin kagum dengan paras nunu.pandangan pertamanya membuat ia lupa posisinya hanya sebagai guru.lelaki mana yang tidak terpesona menatap wajah nunu,begitu pun pak fahmi.
"mmmm maaf pak saya mau masuk kelas dulu"ucap nunu.
seketika membuyarkan lamunannya.
"oh ya,silahkan.biar semua saya yang bayar"
"gak perlu pak saya bayar sendiri"tolaknya.
"tapi pak sa...."
"saya tidak suka ada orang yang menolak rezeki"ucapnya memotong kata-kata nunu.
"baik,pak terima kasih,saya pamit"
belum sempat nunu bangun dari kursinya ketika berbalik badan tak sengaja gelas kopi tersenggol,hingga membuat baju pak fahmi kotor.
"aduh pak maaf saya tidak sengaja"ucapnya Merasa bersalah.
"oh tidak apa-apa"jawabnya tenang.
__ADS_1
nunu pun mencari tissue berniat ingin membersihkan kemeja pak fahmi.
keduanya saling berdekatan,membuat detak jantung pak fahmi semakin berdetak.
"sekali lagi saya minta maaf pak,apa perlu baju nya saya cuci"
"oh tidak usah,pergilah bel masuk sudah berbunyi.gak usah pikirin baju saya"jawabnya dengan senyum.
"terima kasih pak,maaf.saya masuk dulu"nunu beranjak dari tempat duduknya.
pak fahmi hanya tersenyum,terus menatap nunu hingga masuk ke dalam kelas.
"apa aku jatuh cinta,kenapa rasanya bahagia sekali melihat anak itu"gumamnya.
didalam kelas,teman-teman nunu menunggu kedatangan nunu.
"nah itu dia"kata lia.
"ciiiieee"goda santi.
"apaan sih"jawab nunu ketus.
"woy kenapa balik lagi lo jadi galak"kata dewi.
"ngapain lo semua ninggalin gue"kesal.
"oooohh kita sengaja biar lo sama pak fahmi bisa ngobrol bebas,gimana dia nembak lo?"dahlia penasaran.
"nembak?yang ada gue numpahin kopi ke kemeja dia,gak sengaja kesenggol"
"terus dia marah?"
__ADS_1
"ya nggak lah san masa marah sih yang ada seneng kali dia"
"haha nu kalau dia seneng besok-besok lo banjur dia pake kopi se teko"celetuk dewi.