CLBK Cinta Lama Belum Kelar

CLBK Cinta Lama Belum Kelar
Akhir Cerita Yang Bahagia


__ADS_3

Pagi menjelang, Riky menghampiri Nia. Dia meraih kedua tangannya dan menggenggam erat jemari tangannya.


"Sayang, aku minta maaf atas kejadian kemarin. Aku sungguh menyesal telah melakukan hal seceroboh itu."


Akan tetapi Nia hanya diam saja, dia sama sekali tak berkata apapun. Bahkan dia memalingkan wajahnya dari hadapan Riky.


Riky memalingkan wajah Nia supaya menatap dirinya kembali.


"Sayang, aku mohon maafkan aku. Kali ini aku takkan mengulang kesahan yang sama lagi. Aku mohon, Nia. Kita kan suami istri, masa seperti ini?" Riky membujuk Nia supaya tidak marah lagi.


Riky pun beranjak dari hadapan Nia, dia beralih duduk di sampingnya dan memeluk Nia dalam dekapannya.


"Sayang, apa yang harus aku lakukan supaya kamu mau memaafkan kesalahan aku ini?" Riky memegang kedua pipi Nia dan menatapnya dalam-dalam.


Nia hanya diam menatap tajam suaminya tanpa ada sepatah kata pun. Hal ini membuat Riky semakin. bertambah merasa bersalah padanya.


"Sayang, katakan padaku. Apa yang harus aku lakukan untukmu? supaya kamu mau memaafkan aku? baiklah aku akan datang ke rumah Dika untuk meminta maaf atas kesalahanku ini yang terlalu cemburu padanya."


Riky akan bangkit dari duduknya tetapi Nia menahannya.


"Tak usah, mas. Aku tak mau kedatanganmu malah akan memperkeruh suasana rumah tangga mereka. Aku yakin saat ini mereka sedang bertengkar juga gara-gara perkataanmu kemarin."


"Birlah mereka menyelesaikan sendiri semua kekacauan yang telah kamu buat, mas."


"Nia, aku minta maaf ya. Kamu mau kan memaafkan aku?"

__ADS_1


"Iya, mas. Aku sudah memaafkan kamu kok," Nia mencoba tersenyum walaupun itu sangat sulit.


Riky mengangkat dagu Nia, perlahan dia mendekatkan bibirnya di bibir Nia. Dan Nia pun hanya diam saja pada saat suami mengecup lembut bibirnya.


Kecupan mesra terjadi dini hari diantara keduanya, dan berlanjut dengan penyatuan tubuh saat itu juga. Kini keduanya sudah tak saling bermusuhan lagi, tetapi saling melepas rasa cinta mereka.


Rasa bahagia juga telah terjadi di kehidupan rumah tangga, Mariam. Dia juga sudah tak cemburu lagi pada Nia. Dia menerima masa lalu Dika.


"Hoek Hoek" Dini hari Mariam tiba-tiba muntah-muntah.


"Sayang, kamu kenapa?" Dika terbangun dan langsung mengejar Mariam yang sedang ada di wastafel kamar mandi.


Dengan sangat lembut Dika memijat tengkuk leher istrinya tersebut.


"Tiba-tiba aku pusing sekali dan perut tiba-tiba mual, mas."


"Makanya kamu jangan terlalu cape kalau bekerja, kalau bisa kamu tak usah bekerja. Biar aku saja yang kerja."


"Mas, kalau ada anak aku rela nggak kerja. Biar waktu aku sepenuhnya untuk mengurus anak."


Perkataan Mariam membuat Dika tiba-tiba tersenyum riang.


"Sayang, apa jangan-jangan kamu saat ini sedang hamil?'


"Ah mana mungkin, mas. Pasti ini karena efek masuk angin jadi pusing dan muntah-muntah." Mariam tak mau kecewa dengan terlalu berharap dirinya hamil.

__ADS_1


"Eh sayang, kamu harusnya meng aminkan apa yang aku katakan barusan. Bukannya malah pesimis. Sebaiknya sekarang kita tidur saja, nanti juga sudah lagi kita cek ke dokter kandungan saja. Apa kamu masih punya tespeck?"


"Masih ada satu, mas. "


"Coba kamu periksa saja sekarang, dan nanti kita ulang periksa di dokter."


Mariam menuruti kemauan suaminya, diapun mengecek dirinya dengan alat tersebut. Setelah beberapa menit, dia tak mau melihatnya.


"Mas, kamu saja yang lihat. Aku malas melihatnya karena sudah berkali-kali jika aku periksa kehamilan selalu negatif."


Mariam menyerahkan tespeck tersebut pada Dika. Dan pada saat Dika melihatnya, matanya membilas mulutnya terperangah.


"Alhamdulillah, positif."


"Mas, kamu nggak usah bercanda dech."


"Sayang, aku sedang tidak bercanda. Kamu benar-benar hamil." Dika memperlihatkan tespeck tersebut pada istrinya.


"Subhanallah, ternyata aku benar-benar hamil. Alhamdulillah," Mariam langsung memeluk Dika penuh rasa haru.


"Sekarang kita tidur, besok kita ke dokter kandungan ya sayang."


Mereka lantas tidur dengan posisi, Mariam berada di pelukan Dika. Hingga tak terasa pagi menjelang, mereka lekas ke dokter kandungan yang selama ini menjadi langganan mereka.


Dan pada saat di periksa ulang memang hasilnya positif. Hal ini sangat membuat bahagia Dika dan Mariam. Keduanya memutuskan mengadakan syukuran di panti asuhan sebagai tanda terima kasih pada Allah atas snuft yang terindah ini.

__ADS_1


Kini kehidupan Dika dan Mariam telah sempurna karena akan datang calon anak mereka. Anak yang sekian tahun sangat di dambakan oleh mereka.


*********T H E E N D*********


__ADS_2