CLBK Cinta Lama Belum Kelar

CLBK Cinta Lama Belum Kelar
Bertemu Dengan Orang Di Masa Lalu


__ADS_3

Pikiran Dika masih saja tertuju pada, Nayla. Begitu pula dengan, Nayla.


"Sayang, kenapa kamu melamun? apa ada yang merisaukan hatimu?"


Teguran Rocky mengagetkan Nia.


"Mas Rocky, tadi pada saat aku ke toilet tak sengaja aku berpapasan dengan seorang pria."


"Dia memanggil diriku, Nia. Dan aku rasa juga seperti tak asing melihat pria tersebut."


Sejenak Roxky terdiam mendengar penjelasan istrinya.


"Pasti tadi ia telah bertemu dengan Dika kemanapun aku mencoba membawanya untuk menghindari Dika pasti suatu saat nanti akan tetap bertemu dengannya."


"Sampai saat ini ingatannya belum juga pulih. Bagaimana nanti jika dia mengingat akan masa lalunya apakah dia akan membenciku atau akan tetap bersamaku."


"Mas Rocky, kenapa kamu malah menjadi diam setelah aku bercerita tentang apa yang saat ini sedang marisaukan hatiku?"


"Ataukah sebenarnya kamu mengetahui tentang masa laluku tetapi kamu berpura-pura tidak tahu akan hal itu?"


Rocky semakin merasa terpojok dengan pertanyaan-pertanyaan yang terlontar dari mulut istrinya. Dia sama sekali tak bisa menjawab pertanyaan tersebut.


"Sebaiknya nanti sepulang dari wahana ini aku akan membicarakan hal ini dengan mamah mertuaku," batinnya untuk menenangkan dirinya sendiri.


"Sayang, aku sama sekali tak tahu dengan masa lalumu, bukannya kamu tahu sendiri pada saat itu aku hanya menemukanmu di dasar jurang yang terjal."


"Maafkan aku, mas. Aku melupakan akan hal itu, tetapi aku masih ingat akan satu hal yang pernah mamahku katakan jika memang namaku adalah, Nia."


"Kalau begitu nanti kita tanyakan saja pada mamahmu karena dia yang lebih tahu tentang dirimu sepenuhnya."


Secepatnya, Rocky mengajak pulang Nia. Untuk menghindari pertemuan Nia kembali dengan Dika.


Pada saat akan pulang, mereka justru bertemu dengan seseorang di masa lalu, Nia.


"Nia, bagaimana kabarmu? kamu tidak tahu ya, jika Dika selalu mencari dirimu selama kamu menghilang."


"Heh, maaf ya. Dia ini istriku, bukan Nia. Anda salah orang, dan maaf jangan menghalangi jalan kami untuk pulang."


Secepatnya Rocky menuntun Nia agar berlalu dari orang tersebut yang tak lain adalah, Nando.


"Mas Nando, bukankah dia mantan istrimu?"

__ADS_1


"Iya, tapi kenapa Nia seolah tak kenal aku ya? Bahkan pria tadi mengatakan jika Nia adalah istrinya."


"Ohhh, mungkin saja memang dia itu bukan Nia. Tetapi hanya wajahnya saja yang kebetulan mirip dengannya, makanya dia tak merespon pada saat melihatmu, mas."


"Benar juga apa yang kamu katakan, di dunia ini kan serba kebetulan serba mungkin. Banyak sekali orang yang mirip tetapi bukan saudara."


Nando mencoba mengindahkan pikirannya tentang, Nia. Toh saat ini dia sudah bahagia bersama dengan, Nita dan putri kecilnya si Reyla.


Tapi tidak dengan, Nia. Dia semakin bingung, karena kembali lagi dia bertemu dengan pria yang menurutnya tak asing bagi dirinya.


"Pria tadi, aku seperti pernah bertemu tapi dimana? wajahnya juga tak asing lagi bagiku," batin Nia.


"Barusan dia mengatakan apa? Nia di cari oleh Dika? apakah maksudnya Nia aku atau ...ahh kenapa tiba-tiba kepalaku mendadak sakit sekali?"


Nia memegangi kepalanya yang tiba-tiba berdenyut nyeri.


"Sayang, kamu kenapa?"


Rocky sangat panik pada saat melihat Nia kesakitan.


"Kepalaku, mas. Sakit sekali..."


Nia terus saja merintih kesakitan dan tiba-tiba dia pingsan.


Nia di bawa pulang ke rumah dan Rocky segera memanggil dokter pribadinya untuk memeriksa kondisi, Nia.


"Bagaimana kondisi istri saya, dok?"


Belum juga dokter menjawab, Nia telah sadarkan diri.


"Nyonya, sebaiknya anda jangan memaksakan diri untuk mengingat masa lalu anda. Hal ini bisa menyakiti diri anda sendiri. Suatu saat nanti pasti ingatan anda kembali dengan sendirinya."


"Oh, jadi kamu barusan mencoba mengingat masa lalumu? kan aku sudah berapa kali katakan, nanti kita tanyakan pada mamah tentang dua orang yang barusan kamu temui tadi."


Ada rasa kekesalan di hati, Rocky.


"Maafkan aku, mas."


Tak berselang lama, datanglah Nani. Dia juga sempat khawatir dengan kondisi, Nia.


"Nak, kenapa kamu masih saja bersi keras ingin mengingat masa lalumu? sudah mamah katakan, tidak ada yang istimewa di masa lalumu."

__ADS_1


"Pasti yang kamu temui adalah pria yang pernah menjadi suamimu kan? dengan pria mantan pacarmu?"


"Entahlah, mah. Dua pria tadi seperti tak asing bagiku, dan aku penasaran ingin tahu siapa dua pria tersebut di masa laluku. Makanya aku mencoba mengingatnya, tetapi malah kepalaku mendadak sakit sekali."


Nani terus saja menasehati, Nia supaya melupakan masa lalunya.


"Nia, saat ini kamu telah bahagia bersama suami dan anakmu. Mamah juga sudah lega melihatmu sekarang ini. Jadi kamu tak perlu lagi ingin mengetahui tentang masa lalumu yang sangat buruk."


"Mah, memang seburuk apa masa lalu ku? sehingga mamah melarangku mengingatnya?"


"Intinya gara-gara jalinan kasiu yang tak pernah di setujui oleh orang tuanya, lantas kamu menjadi celaka dan seperti ini. Mamah sangat yakin, ini perbuatan dari salah satu orang tua, Dika!"


Nani keceplosan mengatakan akan hal itu.


"Jadi yang Dika-Dika itu adalah mantan pacarku atau sebenarnya masih menjadi pacar?"


"Mantan, Nia. Sudahlah kamu jangan terobsesi dengan masa lalu mu. Apa kamu tak kasihan dengan suamimu? dialah yang sangat berjasa sehingga kamu masih hidup hingga saat ini."


Nia menoleh ke arah Rocky yang sedang duduk termenung sendiri.


"Ya Allah, terlalu egoisnya aku hanya karena ingin mengingat semua masa laluku, aku tak menghiraukan perasaan suamiku."


Tiba-tiba Nia menitikkan air mata dan bersimpuh di hadapan, Rocky. Hal ini membuat Rocky tersentak kaget.


"Sayang, apa yang kamu lakukan? bangunlah jangan seperti ini!"


"Mas, aku minta maaf ya? pasti aku telah menyakiti hatimu dengan keras kepalanya aku ingin mengingat masa laluku."


"Bangunlah, sayang. Aku ngga merasa tersakiti kok, justru aku nggak mau kamu alami sakit kepala lagi seperti tadi. Makanya aku melarang keras kamu mengingat sendiri masa lalumu."


"Iya, mas. Aku paham, kamu lakukan itu karena tak ingin terjadi apa-apa padaku."


"Nah itu kamu tahu, kasihan Ronald kan jika terjadi apa-apa padamu? kasihan aku juga, aku kan masih ingin punya banyak anak darimu, sayang."


Perkataan Rocky sempat membuat Nia tersipu malu.


"Nah begitu tersenyum. Bangunlah, sayang. Tak perlu melakukan hal seperti ini, aku ini suamimu bukan majikanmu."


Rocky mengusap air mata, Nia.


"Alhamdulillah ya Allah, anakku mempunyai suami yang sangat baik. Sampai kapanpun, aku akan menyimpan rahasia masa lalumu, Nia. Aku tak ingin kamu menyakiti pria sebaik, Rocky."

__ADS_1


"Aku takkan membiarkan, Dika hadir kembali ke dalam kehidupanmu. Aku takkan rela, Nia."


Gerutuan Nani di dalam hatinya.


__ADS_2