
"pacar yang mana mbak,saya gak bawa pacar kesini"nunu mengernyitkan alisnya.
"itu mas yang ganteng itu,maaf saya kira pacarnya"kasir itu menundukkan kepalanya.
nunu menoleh ke orang yang di maksud sang kasir.
"pak fahmi,ngapain dia bayarin belanjaan gue"gumamnya.
nunu bergegas menemui pak fahmi.karena pak fahmi begitu serius membaca buku yang ia pegang tanpa sadar sudah ada nunu disampingnya.
"kak,kenapa kakak bayarin belanjaan aku"
tak ada jawaban,pak fahmi masih fokus dengan buku yang ia pegang.
nunu pun mengulangi kata-katanya lagi sambil menyentuh tangan pak fahmi
"kak,kenapa kakak bayarin belanjaan aku"ucapnya sedikit keras namun tidak mengganggu pengunjung yang membaca.
"apa sayang,sebentar aku lagi tanggung"jawabnya tanpa menoleh,tetapi menggenggam tangan nunu.
sontak membuat nunu kaget dan segera menarik tangannya melepaskan genggaman tangan pak fahmi.dan pak fahmi pun ikut kaget,tersadar akan ucapan dan sikapnya.
"maaf tadi aku terlalu fokus"
"mmmm,ya.maaf ganggu"nunu menjadi canggung.
"sudah selesai,oke sebelum pulang kita makan siang dulu ya"ajaknya.
"ta...tapi kak aku..."
"sebentar ya kamu ke mobil duluan"
__ADS_1
nunu pun menurut,menunggu pak fahmi mencari buku yang ia cari dan kekasir.
"ayo,mau makan apa"tanya nya
"kenapa belanjaan aku di bayarin"tanya nya.
"oh itu,jarang-jarang kan"
"tapi hari ini aku sudah hutang banyak,tadi istirahat ditraktir,diantar lalu dibayarin belanjaan aku.aku sudah meropotkan kakak"
"sebagai gantinya kamu temani aku makan siang dan besok temani aku gimana"
"tapi kak"
"kenapa gak mau"
nunu hanya terdiam"ditolak gak enak dia udah baik banget,di ikutin gue ngerasa aneh jalan sama guru gue sendiri"hatinya berperang antara menjawab ia atau tidak.
"kalau diam berarti jawabannya ya"
"silahkan,kenapa diam terus.merasa terpaksa jalan sama aku"ucapnya.
"bu...bukan gitu pak tapi saya merasa tidak enak saja"
"sudah aku bilang gak usah sungkan,mau pesan apa?tadi kamu hanya makan bakso sekarang harus makan nasi"
"terserah kakak saja"
"mas,nasi dua iga bakar satu porsi,mujaer asam manisnya satu,minumnya lemon tea satu.kamu mau minum apa"
"es teh manis saja kak"
__ADS_1
"ya itu,makasih ya mas"
pelayan pun pergi,pak fahmi menatap nunu yang sedari tadi hanya tertunduk diam.
"kenapa,tidak suka atau mau ganti menu"tanyanya
"gak usah kak saya ikut saja"
tak lama pesanan pun datang,pak fahmi segera mengisi lauk di piring nunu memotongkan ikan,menatuh iga bakar.
"ayo makan"
"gak usah repot-repot kak aku bisa sendiri".
metekapun menyantap menu yang ada dihadapannya.
"kenapa dia berprilaku semanis ini seakan gue pacarnya,kenapa gue gak bisa nolak.akkkkkhhhhh kenapa sih diri gue kok jadi gini"gumamnya dalam hati.
setelah mereka selesai menyantap makanan yang ada tiba-tiba.
"maaf pak eh kak wajah kakak beleporan"nunu menunjuk ke arah wajah pak fahmi.
"yang ini"
"bukan"
"ini"
"sebelah situ kak"
"yang mana"
__ADS_1
"maaf kak"nunu mengambil tissue dan mengelap wajah pak fahmi.
merekapun saling bertatapan tangan pak fahmi pun mengelus pipi nunu,membuat nunu kaget dan segera menjauh