
Selama di dalam pesawat, Rocky terus saja memeluk Nia di dadanya. Nia merasakan kedamaian berada di dada bidang suaminya. Sempat Nia merasakan detak jantung, Rocky begitu cepatnya.
"Mas Rocky, kenapa detak jantungmu cepat sekali? seperti seseorang habis berlari jauh."
"Hhee, ini detak jantung tanda rasa cintaku padamu. Jantungku serasa mau copot ingin menclok ke jantungmu," bisik Rocky terkekeh.
"Bisa saja, Mas Rocky."
"Jelas bisalah, memang kenyataan seperti itu. Detak jantung ini akan selalu seperti ini jika dekat denganmu."
"Ini mulai terasa pada saat pertama bertemu denganmu. Dan hingga saat ini."
Nia hanya bisa terkekeh mendengar penuturan dari suaminya. Kini dia mulai merasakan nyaman berada di samping, Rocky.
"Ya Allah, mungkin caraku mendapatkan Nia salah. Tetapi aku berniat baik padanya, karena aku benar-benar cinta padanya."
"Ya Allah, hanya satu pintaku. Semoga Engkau selalu menyertai setiap langkah hidup rumah tangga kami, sehingga kami selalu berada di jalan lurus Mu."
"Langgeng kan rumah tangga kami, dan karuniakan pada kami anak-anak yang lucu-lucu dan sehat-sehat.".
Tak hentinya, Rocky selalu berdoa di dalam hatinya. Selama di dalam pesawat menuju ke Negara Turki.
Dia benar-benar sangat mencintai, Nia. Dan ingin selamanya bersanding dengan, Nia.
********
Sejak melihat, Nia. Dika terus saja gelisah dan dia memikirkannya tiada henti. Dika segera bertindak dengan mencari tahu keberadaan, Nia dan mamahnya.
"Aku harus mencari tahu keberadaan, Tante Nani lewat orang yang mengaku anak dari sahabat almarhum papahnya Nia."
"Bukankah dia yang membeli semua butik milik, Nia. Aku bisa mengorek keterangan lewat para anak buahnya."
Dika meluncurkan mobilnya menuju ke salah satu butik, Nia. Dia bertanya kesana kemari. Hingga akhirnya berhasil mendapatkan sebuah informasi akurat.
"Jadi pria yang sempat aku lihat di bandara adalah pria yang membeli butik ini. Ternyata memang dia ke Turki untuk honeymoon, dengan wanita bernama, Nayla."
"Berarti aku telah salah orang. Tadi itu Nayla bukan Nia, tetapi kok wajahnya begitu mirip?"
"Pantas saja pada saat aku panggil, Nia. Dia itu sama sekali tak menoleh padaku."
__ADS_1
"Ya Allah, tetapi kenapa hatiku tak menentu seperti ini? dan merasa kalau Nayla itu adalah Nia."
"Bagaimana cara aku membuktikan kebenarannya? aduh, pusing kepalaku memikirkan hal ini!"
Dika terus saja menggerutu sepanjang perjalanan pulang dari salah satu butik milik, Nia. Kunci dia menguak tabir rahasia ini hanyalah, Nani.
Namun Nani memang sengaja bersembunyi supaya tak bertemu dengan Dika. Karena kebetulan Dika beberapa minggu terakhir sering pulang pergi dari kota dimana saat ini Nia dan Nani tinggal.
"Alangkah baiknya, jika Nia dan Rocky pergi jauh dari kota ini. Karena kita ini sudah tak aman bagi mereka. Dika saat ini terus saja berkeliaran di kota ini, membuatku tak tenang dalam beraktifitas."
Berbeda situasi di rumah, Nando. Saat ini dia juga sedang mempersiapkan pernikahannya bersama dengan Nita.
Perlahan-lahan Nando sudah bisa melupakan, Nia. Sehingga dia telah siap untuk menikah dengan Nita.
"Mas, kamu serius akan menikah denganku? apakah kamu benar-benar sudah siap?"
"Siap, sayang. Aku sudah siap lahir dan batin. Aku nggak ingin kehilangan wanita yang sangat baik seperti dirimu."
Nita sangat bahagia mendengar penuturan dari, Nando.
"Alhamdulillah, aku sangat bahagia ya Allah. Akhirnya Mas Nando sudah bisa membuka hatinya untukku."
Berjalanannya waktu cepat sekali, kini tiba hari yang di nanti Nando dan Nita, yakni hari pernikahan mereka berdua.
Nando sengaja membuat pesta yang meriah dengan mengundang semua orang yang di kenalnya.
Acara resepsi sangat ramai, meriah, dan mewah karena diadakan di hot bintang lima. Banyak para tamu undangan telah datang, baik dari pihak Nando maupun dari pihak Nita.
Setelah acara pernikahan selesai, Nando mengajak Nita honeymoon ke sebuah Negara yang terkenal dengan pohon sakuranya yakni negara, Jepang.
Nita merasa sangat bahagia karena dia baru pertama kali menyambangi Negara Jepang.
"Mas Nando, terima kasih ya. Aku sangat bahagia berada di Negara Jepang ini."
"Sama-sama, sayang.".
Merekapun sejenak istirahat di hotel yang telah di pesan oleh, Nando lewat aplikasi ponselnya. Malam pertama mereka tidak ada masalah.
Nando melakukannya dengan sempurna tanpa teringat sedikitpun akan Nia. Dia kini benar-benar fokus pada Nita.
__ADS_1
Hari-hari selama berada di Jepang di jalani dengan berkeliling ke tempat-tempat wisata yang ada di negay tersebut. Hingga satu bulan lamanya, mereka berada di Negara Jepang.
Berjalannya waktu cepat sekali, kedua pasangan sedang berbahagia karena membina rumah tangga. Tapi tidak dengan Dika, dia merana.
Dia terus saja teringat akan Nia Hingga detik ini belum juga bisa move on.
"Ya Allah, aku masih saja merasa bersalah dengan kejadian waktu itu tidak ada kabar tentang Nia sampai detik ini."
"Rasa bersalahku semakin besar kala, Tante Nani tiba-tiba menghilang begitu saja tak ada kabar."
Dika terus saja merutuki dirinya sendiri, walaupun waktu telah berlaku beberapa bulan yang lalu dari kejadian hilangnya, Nia. Akan tetapi dia masih saja belum bisa melupakan semuanya.
"Nak, mau sampai kapan kamu seperti ini? selalu murung dan memikirkan, Nia terus?"
Ambar merasa sedih melihat kondisi Dika yang selalu murung dan juga kucel badan tak terurus.
"Sampai aku benar-benar menemukan keberadaan, Nia. Jika memang dia telah tiada, aku ingin melihat langsung makamnya. Bila dia masih hidup, aku juga ingin bertemu dengannya."
"Dika, cobalah kamu move on. Dan jangan selalu menyalahkan dirimu sendiri untuk hal yang tak pernah kamu lakukan," Andre ikut menasehati.
"Tidak bisa, mah-pah. Memang ini semua salahku, karena aku tak bisa menjaga Nia dengan benar. Apa lagi kini Tante Nani menghilang entah kemana, aku jadi semakin bersalah."
Orang tuanya sudah tak bisa berkata lagi, merekapun berlalu pergi begitu saja. Karena sudah kehabisan kata-kata.
"Ini semua salahku, akulah yang telah meminta orang bayaranku menyingkirkan, Nia."
"Aku senang, kini Nia tersingkirkan. Tetapi aku sedih, karena Dika jadi seperti ini."
"Tak mungkin pula aku mengakui semua perbuatan jahatku ini pada Dika."
"Aku juga tak ingin masuk penjara untuk kasus ini. Aku juga heran, jika memang Nia telah mati, tetapi kenapa tidak ada di dalam jurang?"
"Apakah ada yang telah menolong Nia? ataukah dia mati di makan binatt buas?"
Ternyata dalang dari kejahatan terhadap Nia adalah, Ambar. Dia geram melihat Dika kembali merajut kasih dengan Nia.
Dia tidak rela jika Dika bersama dengan Nia. Makanya dia melakukan kejahatannya.
Namun setelah usahanya berhasil, dia justru sedih dan tak tenang hatinya karena melihat kondisi Dika yang selalu murung dan seperti orang yang telah hilang semangat.
__ADS_1