CLBK Cinta Lama Belum Kelar

CLBK Cinta Lama Belum Kelar
Ribut Kembali


__ADS_3

Pagi menjelang, kini rumah Nia sudah tak sepi lagi. Sudah ada gelak tawa canda riang, Rocky.


"Alhamdulillah, menantuku susah kembali ceria. Aku hampir saja khawatir karena dia berbulan-bulan bersikap diam dan dingin pada anakku. Terima ya Allah, atas kemurahanMu. Meluluhkan kembali hati menantuku."


Nani sempat mengkhawatirkan rumah tangga, Nia. Bahkan dia sempat berpikir jika rumah tangga anaknya akan kembali gagal. Kini prasangka tersebut sudah sirna melihat senyum tersungging di bibir Rocky.


Rocky kini tak keluyuran keluar lagi, jika waktu libur dia gunakan untuk berkumpul bersama, Ronald dan Nia.


"Drt drt drt"


Ada satu notifikasi chat pesan masuk ke dalam ponsel milik Nia. Akan tetapi Nia sedang ada di kamar mandi.


"Drt drt drt"


Kembali lagi satu notifikasi chat pesan masuk ke dalam ponsel Nia.


Kebetulan Rocky baru bangun dari tidurnya. Dia merasa penasaran ingin tahu siapa yang pagi-pagi mengirim pesan pada ponsel, Nia. Karena ponsel Nia ada di atas nakas.


"Siapa sih sebenarnya yang telah mengganggu pagi-pagi?"


Rocky meraih ponsel Nia dan dia membuka dua notifikasi chat pesan tersebut.


Karena kebetulan ponsel Nia tidak di kunci sehingga dia bisa membukanya dengan mudah


[Pagi, Nia. Awali pagi dengan senyuman dan doa hheeee]


[Nia, sedang sibuk ya mengurus Ronald? Hem maaf ya pagi-pagi aku sudah menggangu, hanya ingin dengar kabarmu saja.]


"Dika? darimana Nia dapat nomor ponsel, Dika? apa dia pernah ketemu, Dika tapi nggak cerita padamu?"


Api cemburu mulai terlihat di wajah Rocky.


"Mas, Sudah bangun? ini masih terlalu pagi loh."


Nia telah kembali dari kamar mandi.


Rocky hanya diam saja tetapi tatapan matanya tajam.


"Mas, kamu kenapa? bangun tidur kok menatap aku seperti itu?"


Nia mengernyitkan alisnya bingung.


"Jadi selama ini kamu berkomunikasi dengan, Dika tetapi kamu tak cerita padaku? apa selama ini kamu sering bertemu dengannya juga tanpa sepengetahuan aku?"


"Mas, kamu ngomong apa sih?"

__ADS_1


"Barusan, Dika kirim dua pesan pada nomor ponselmu!"


Rocky melempar ponsel Nia di sisi ranjang.


"Mas, kamu cuma berteman kok. Kenapa kamu marah seperti ini?"


"Aku tanya padamu, kamu tahu tidak siapa itu Dika?"


"Ya, mas. Aku tahu siapa Dika, karena semua ingatan masa laluku telah pulih. Aku minta maaf tidak mengatakan akan hal ini."


"Nia, kamu sengaja mempermainkan aku ya?"


"Mas, aku sama sekali tak bermaksud mempermainkan dirimu. Apa kamu lupa, jika beberapa bulan terakhir kamu marah lama padaku?"


"Kamu selalu menghindar dariku, bagaimana aku bisa mengajak komunikasi dirimu?"


"Apa kamu lupa juga, jika setiap aku dekati dirimu dan ingin berkata banyak hal. Kamu juga langsung pergi kan?"


"Lagi pula untuk apa kamu cemburu, mas. Sekarang ini Mas Dika sudah beristri. Jadi tak perlu kamu cutmriha dengan kami."


Nia mencoba menjelaskan semuanya pada Rocky supaya dia tak salah paham.


"Kamu lihat sendiri, isi chat pesannya kan? nggak ada kata mesra sedikitpun, jadi taknperlu curiga atau pun cemburu."


Sejenak Rocky terdiam seolah sedang berpikir tentang apa yang telah di katakan oleh, Nia.


"Kami tak sengaja bertemu pada saat aku ke danau. Pada saat kamu marah padaku waktu itu. Dia tiba-tiba ada di sana, mas."


"Danau katamu, bagaimana bisa kalian bertemu serba kebetulan seperti itu?"


"Mas Rocky, apa kamu melupakan jika sebelumnya kita juga pernah bertemu dengan Mas Dika di sebuah wahana? itu juga serba kebetulan kan?"


"Hem, ya sudahlah. Tapi aku minta halus dan blokir nomor ponsel Dika. Aku tak suka kamu berhubungan dengannya. Bisa-bisa kalian CLBK nantinya."


"Astaghfirullah alazdim, kenapa kamu berpikiran buruk seperti itu padaku kami?"


"Sudah, tak usah banyak kata! kamu pilih menurut atau kamu mau selama aku marah padamu atau bahkan aku memutuskan mengakhiri pernikahan kita!" ancam Rocky.


"Baiklah, mas. Silahkan kamu yang hapus dan blokir nomornya supaya lebih puas."


Nia memberikan ponselnya pada Rocky.


Rocky menerima ponsel milik Nia dengan kasar, dia pun lekas menghapus dan memblokir nomor ponsel, Dika.


Tetapi tidak cuma itu, dia bahkan melepas nomor ponsel Nia dan mematahkannya.

__ADS_1


"Nggak usah protes! nanti aku belikan kartu yang baru. Jika tidak seperti ini, pasti Dika bisa menghubungi nomor ponselmu lagi dengan dia ganti nomor ponsel yang baru!"


"Iya, mas. Tetapi aku kan belum sempat menyimpan semua nomor yang ada di nomor tersebut. Lain kali jangan langsung seperti ini. Banyak nomor pentingnya tetapi aku simpannya justru di kartu tersebut."


"Jadi kamu nggak terima?"


Tiba-tiba Rocky melempar ponsel Nia hingga hancur berkeping-keping.


"Astaghfirullah alazdim, Mas Rocky. Kenapa kamu menjadi tempra mental seperti ini dan sangat posesif melebihi, Mas Nando."


Nia hanya berani berkomentar di dalam hati.


Dia tak ingin Rocky semakin bertambah emosi jika dia mengatakan secara langsung.


Nia memunguti pecahan ponselnya dengan mata berkaca-kaca. Dia tak menyangka hanya karena masalah sepele saja, sampai ponselnya menjadi korban.


Dia pun berlalu pergi begitu saja dari kamar tersebut dengan penuh rasa kecewa. Sedangkan Rocky sama sekali tak ada rasa menyesal sama sekali.


"Nia, ada apa lagi? kamu berantem lagi dengan Rocky? apa lagi sih yang kamu lakukan hingga membuat Rocky marah?"


"Nggak ada apa-apa kok, mah."


"Nggak usah berbohong, mamah sempat dengar Rocky menyebut nama Dika."


Hingga akhirnya Nia menceritakan apa yang membuat Rocky marah hebat.


"Astaghfirullah alazdim, Nia. Jadi kamu sudah ingat semua masa laluku? walaupun ingatan masa lalumu telah kembali, nggak seharusnya kamu bertindak bodoh seperti ini!"


"Jika mamah jadi Rocky juga akan melakukan hal yang sama. Ingat, Nia. Kamu ini bukan single lagi, tetapi sudah jadi istri dan ibu. Kamu tak bisa seenaknya sendiri memutuskan ingin berteman dengan si A atau si B."


"Menjadi perempuan itu tidak gampang. Kita harus benar-benar menjaga diri kita, apa lagi jika sudah berkeluarga. Ada hati yang harus di jaga, yakni hati suamimu!"


"Nia-Nia, lain kali kalau akan bertindak itu berpikir dulu sebab dan akibatnya. Jangan langsung saja ambil keputusan, hingga terjadi masalah seperti ini."


"Mah, aku itu tak melakukan apapun dengan Mas Dika. Kami hanya berteman biasa saja. Lagi pula Mas Dika itu sudah beristri, mah."


"Nia, apa kamu lupa? siapa itu Dika? dia kan mantan pacarmu, secara otomatis Rocky cemburu. Hari ini banyak sekali perselingkuhan yang terjadi. Jika kita tak benar-benar bisa menjaga diri kita sendiri."


"Banyak yang awalnya hanya teman curhat, bukan mantan pacar malah. Jadi saling cinta. Apa lagi kamu dengan Dika, mamah juga khawatir kelak diantara kalian nlbisa tumbuh rasa cinta lagi, jika sering bertemu apa lagi kalian berteman."


Panjang lebar Mamah Nani menasehati Nia.


"Sekarang juga kamu minta maaf pada, Rocky supaya amarahnya mereda. Karena kamu yang telah menyalakan api, kamu pula yang harus bisa memadamkan api tersebut."


"Mamah nggak ingin, Rocky marah lagi berlarut-larut seperti kemarin!"

__ADS_1


Nia pun berlalu ke kamar kembali, menemui suaminya untuk meminta maaf.


__ADS_2