CLBK Cinta Lama Belum Kelar

CLBK Cinta Lama Belum Kelar
Terbongkar Juga Kejahatan Lina


__ADS_3

Kini semua kejahatan Lina telah terkuak sudah. Tanpa sungkan, Riky juga menunjukkan bukti rekaman percakapannya bersama Lina.


Riky juga telah merekayasa video terakhir dari Rocky.


"Pak polisi, beberapa hari sebelum almarhum Rocky meninggal, dia sempat mengirimkan video ini pada saya."


Aparat kepolisian membuka rekaman video tersebut, yang isinya mengenai pengakuan rasa bersalah Rocky pada Nia. Dan dia juga mengaku tidak melakukan hal apapun dengan Lina.


Mata Nia berkaca-kaca mendengar dan melihat wajah Rocky di dalam video tersebut.


"Lina, kamu jahat sekali! kamu menjebak, Mas Rocky dengan kamu mengaku hamil anaknya!"


Nia sudah tak bisa menahan rasa amarahnya terhadap, Lina.


"Iya, Nayla. Dan karena itu dia pergi di tengah malam yang mengakibatkan kecelakaan itu dan dua meninggal di tempat. Dia sengaja ingin pergi jauh dari, Lina. Karena dia tak merasa melakukan hal menjijikkan itu."


Tukas Riky.


"Seharusnya dia berkata jujur saja padaku, kenapa harus di simpan sendiri permasalahan itu?"


"Karena dia pikir kamu tidak akan percaya padanya, sementara Lina telah mengancam almarhum Rocky dengan merekayasa sebuah foto yang seolah mereka telah berhubungan badan." Riky menjelaskan.


"Memang kami telah melakukannya!" kilah Lina.


"Lina, kamu masih saja mengelak? apa perlu aku putar lagi video percakapan kita? aku datang ke kota ini juga karena ingin menguak kebenaran semua ini. Aku ingin almarhum Rocky bisa meninggal dengan tenang jika aku telah berhasil membongkar segala kebusukanmu, di hadapan aparat polisi."


"Sudah-sudah, kalian tak perlu berdebat. Biarkan kami yang menyelesaikan permasalahan ini."


"Saudari Lina, untuk sementara anda kami tahan. Karena belum ada bukti kuat jika anda tidak bermasalah dalam masalah ini. "


"Dan kami juga akan mempelajari dulu semua berkas laporan dari para saksi."


"Tuan Riky, Nona Nayla, silahkan anda boleh pulang beserta anak buahnya."


Saat itu juga, Riky pulang bersama, Nia. Dan salah satu anak buah Riky kembali bertugas menjaga rumah, Nia.


"Mas Riky, terima kasih ya. Kamu telah menyelamatkan nyawaku, ternyata selama ini, Lina jahat padaku."

__ADS_1


"Aku bahkan sama sekali tak tahu jika, Lina diam-diam suka pada almarhum, Mas Rocky."


"Aku juga tahu dari, almarhum Rocky. Sebelum dia meninggal sempat sih bertemu dengan aku sekali. Aku juga tak menyangka itu adalah pertemuan pertama dan terakhir aku dengannya."


"Padahal aku sempat menyarankan padanya, untuk cerita jujur saja padamu. Tapi dia tak berani, karena bukti kuat mengarah padanya."


"Lantas beberapa hari kemudian, dia mengirimkan pesan lewat video. Yang sempat aku tunjukkan padamu waktu itu."


"Maaf, Nia. Terpaksa aku mengarang cerita seperti ini, karena aku tak ingin membongkar jati diriku yang sebenarnya." Batin Riky merasa bersalah.


"Ya Allah, aku tak menyangka jika sikap diam almarhum Mas Rocky beberapa terakhir sebelum meninggalnya adalah karena hal ini."


"Jahat banget, Lina. Secara tidak langsung dialah yang telah mengakibatkan suamiku meninggal dunia. Aku tidak akan memaafkan dia, dan aku akan buat dia mendekam lama di dalam penjara!"


"Gara-gara, Lina! aku harus menjanda lagi seperti ini! gara-gara Lina juga, anakku harus jadi anak yatim!"


Nia terus saja menggerutu di dalam hatinya karena rasa kesal. Selagi saja melamun, tiba-tiba ponsel berdering. Dokter kandungan menelpon padanya, menanyakan apakah jadi kontrol hari ini.


"Mas Riky, apakah aku bisa minta tolong?'


"Katakan saja, Nayla?"


"Baiklah, Nayla."


"Biar nanti aku pulang naik taxi on line saja nggak apa-apa."


"Jangan, Nayla. Aku akan menunggumu hingga selesai kontrol. Aku tunggu di parkiran mobil saja ya?"


"Apa tidak merepotkanmu, mas?" tanya Nia ragu.


"Sama sekali tidak, Nayla."


"Baiklah kalau begitu."


Tak berapa lama, Nia telah sampai di rumah sakit tujuan. Lekas dia melangkah ke ruangan periksa dokter langganannya yang masih temannya.


Untuk beberapa saat, Riky menunggu Nia di dalam mobil. Dia tersenyum sendiri karena merasa puas.

__ADS_1


"Lina sudah tertangkap, dengan segala bukti yang ada. Aku yakin sekali, Lina akan di penjara dalam waktu yang cukup lama."


"Dan aku juga yakin, Nia akan menerima diriku untuk menjadi suaminya."


Senyum tersungging di bibirnya. Wajahnya terlihat sangat bahagia. Tak berapa lama, Nia telah datang.


"Bagaimana kondisi kandunganmu, Nay?" tanya Riky melirik dari kaca spion mobil.


"Alhamdulillah, sehat tidak ada masalah sama sekali."


"Nay, jika kamu ingin sesuatu katakan saja jangan sungkan. Aku akan selalu siap sedia kok, jika kamu tak keberatan anggap saja aku ini, Almarhum Rocky."


"Mana bisa begitu, mas. Kamu ya kamu, Mas Rocky ya Mas Rocky. Wajah kalian boleh sama, tetapi kalian kan dua orang yang berbeda. Tak bisalah aku anggap kamu seperti Almarhum Mas Rocky."


"Jadilah dirimu sendiri, jangan pernah kamu berpikir untuk menjadi pribadi orang lain walaupun itu juga saudara kembarmu sendiri."


Perkataan dari, Nia sedikit menyentil hati Riky. Dia pun kini terdiam tak berani berkata lagi. Rasa bahagia yang tadi sempat di rasakan kini hilang sudah berganti dengan rasa ragu yang mendalam.


"Aku pikir, Nia akan bersikap manis setelah apa yang aku lakukan untuknya. Ternyata tetap saja dia bersikap dingin padaku. Jika seperti ini terus, apakah kelak aku akan bisa mendapatkan hati dan cintanya?"


"Kenapa aku jadi pesimis seperti ini? jika aku mundur sama saja aku ini pengecut. Jika aku maju, aku takut kalah dan gagal. Ya Allah, aku harus bagaimana? tolong aku, supaya ada sedikit harapan untuk aku bisa kembali pada anak dan istriku walaupun dengan identitas baru."


Riky terus saja diam selama perjalanan mengantarkan pulang, Nia. Dia hanya terus berkata di dalam hati nuraninya sendiri.


"Apa kata-kataku terlalu menyakitkan, Mas Riky? sehingga dia mendadak langsung terdiam tak berkata apapun lagi?"


"Ya Allah, aku sama sekali tak bermaksud menyakiti hati orang yang telah berjasa menyelamatkan nyawaku."


Di dalam hati, Nia sangat merasa bersalah dengan sikap diamnya, Riky. Tetapi rasa gengsi dia lebih tinggi sehingga dia enggan untuk meminta maaf pada, Riky. Dia pun memilih diam saja di dalam mobil.


Akan tetapi pada saat dia melihat pedagang lotek di pinggir jalan, dia sempat menelan Salivanya. Bahkan dia terus saja menatap ke arah pedagang lotek tersebut. Walaupun mobil Riky sudah menjauh, akan tetapi pandangannya tertuju pada pedagang lotek tersebut.


Riky bisa merasakan hal itu, dia pun putar balik arah.


"Kenapa putar balik, mas?"


"Aku nggak ingin anakmu kelak lahir ileran. Kenapa kamu nggak ngomong saja jika kamu ingin membeli lotek? nggak usah jaim seperti itu untuk anak sendiri."

__ADS_1


"Bagaimana bisa, Mas Riky tahu jika aku inginkan lotek?" batin Nia heran.


Nia tak menjawab apa yang di katakan oleh Riky. Dia hanya diam saja karena dia tak tahu harus menjawab apa pada, Riky.


__ADS_2