
Keesokan hari nya nunu datang lebih awal dari biasanya.
"Nu tumben udah dateng dapet tugas di suruh buka gerbang bukan"goda dewi.
"Iya dapet tugas buka gerbang ya gesit banget ni anak"tambah santi.
"Bisa aja,lagi pingin datang pagi aja gak apa-apa sekali-kali dateng pagi"jawab nunu dengan axpresi datar.
Bel masuk pun berbunyi.
"Sssstt woy nu lo kenapa diam terus gue perhatiin gak seperti biasanya?lo punya masalah kusut bener tuh muka"tanya dewi.
"Lagi gak bersemangat gue hari ini wi"jawab nunu.
"Kenapa?cerita dong nu,jangan di pendam sendiri gitu kenapa sih hahh apa ini ada hungannya sama si gugun ya?atau lo lagi ada masalah keluarga"tanya dewi bertubi-tubi.
Nunu hanya diam membuang nafas kasar,tak menjawab satu pun pertanyaan dewi yang ia tujukan kepada nunu.
"Oke ya udah kalau gak mau cerita sekarang,oh ya nanti pulang sekolah irma ngundang kita dia ngajak makan-makan,lo ikut gak?ikut aja lah ngilangin kusut lo siapa tau bisa hilang rasa bete lo sumpek gue liat muka lo ditekuk gitu"cerocos dewi.
Namun nunu tak menghiraukan ucapan dewi.Didalam hati nunu bertanya ia punya salah apa sama gugun sampai-sampai gugun cuek dan menghindar berubah sikapnya kepada nunu.Kenapa disaat nunu yakin membuka hatinya kembali untuk menjalani hubungan dengan gugun memberi kesempatan itu kepada gugun balasannya begitu pahit sekali,setelah menjadi kekasih sikap gugun malah acuh terhadapnya berbeda disaat sebelum merubah status mereka,gugun begitu perhatian kepada nunu.
Pelajaran berlangsung namun hari ini nunu tidak fokus pikirannya berkeliaran kemana-mana,sejak jam istirahat sampai jam pulang nunu hanya terdiam tak banyak berbicara,berbicarapun seperlunya saja,sampai hari ini gugun tidak masih acuh kepada nunu.
Ketika di rumah irma,semua yang ikut begitu menikmati suasana rumah irma yang begitu asri,hanya nunu yang masih terdiam membisu.sedangkan yang lain tertawa,bercerita kesana-kesini.
"Kenapa sih nu diam aja,ada masalah bukan?"tanya santi.
"Gugun gak ikut san jadi dia gak bersemangat"celetuk dewi.
Alasan dewi memang masuk akal,hingga santi pun hanya mengangguk mengerti.
Lisa datang menghampiri santi membawa buku.
"Apa ini"tanya santi ke lisa.
__ADS_1
"Oh ini,tulis biodata lo semua di binder melisa buat kenang-kenangan"jawab lisa.
Kini giliran nunu yang memegang buku melisa,membuka setiap lembar buku itu.
"kalau gak mau nulis biar gue aja yang nulis nu"kata dahlia.
"Gue nulis sendiri aja lia"jawab nunu.
Lebar demi lembar nunu membaca biodata teman teman nya,dari A sampai Z.
Dan di pertengahan halaman tak sengaja ia membaca tulisan tangan melisa ada curhatan imel,awalnya nunu ingin melewati lembaran itu,tetapi tanggannya seakan berhenti ketika matanya tak sengaja membaca tulisan yang mengukir nama Gugun.
Karena rasa penasarannya nunu membaca isi curhatan tersebut.
Awalnya biasa saja kata-katanya tidak ada yang aneh baginya tetapi dipertengahan cerita ia terkejut membaca isinya yang tertulis
❤gue seneng banget hari ini di antar gugun pulang sebelum gugun pulang dia cium kening gue" isi tulisan itu.
Deeeegggggg seketika nunu menjatuhkan buku melisa replex hingga membuat temannya kaget.
"Nu lo kenapa sih?"tanya dahlia.
"Nu kenapa sih lo"dewi pun ikut penasaran.
Pertanyaan bertubi-tubi di tujukan kepada nunu,namun tak ada satu pun pertanyaan mereka yang ia jawab.
Dahlia berinisiatif untuk mencari tahu apa yang baru saja terjadi kepada nunu ia langsung mengambil buku yang terjatuh lalu membaca buku itu.
Seketika wajah dahlia juga berubah lalu ia menatap nunu yang terdiam,dahlia tahu bahwa hati nunu sedang tidak baik,pantas saja nunu begitu kaget sampai menjatuhkan buku yang ia pegang.
Nunu berdiri dan mendekati melisa sontak membuat santi,dewi dan dahlia terbelalak.
Ketika nunu mendekati melisa semua terdiam termasuk melisa.
"Mel,gue balikin buku lo.oh ya maaf ya tadi gak sengaja baca curhatan lo"nunu memberikan buku.
__ADS_1
Melisa diam mematung,ternyata apa yang ditakuti oleh teman-teman nunu salah,mereka pikir nunu akan marah atau memaki melisa tetapi dengan tenang nya dia tidak bersikap seperti bayangan teman-temannya.
Dahlia,santi dan dewi tahu kalau nunu berusaha tegar tetapi sejujurnya hatinya sakit karena isi curhatan melisa.
"Mmm irma aku mau pulang duluan ya,takut sampai rumah terlalu sore".
"Loh kan belum selesai acaranya nu,bentar lagi mau dimulai".
"Maaf ya nanti lain waktu deh,soalnya belum izin tadi takut orang rumah nyari".
"oke hati-hati ya".
Nunu segera keluar gerbang rumah irma disusul oleh santi dan dewi.
"nu jangan tinggalin kita dong yuk pulang bareng"kata santi.
"Kenapa kalian ada disini?kan caranya belum selesai baru mau mulai,gue bisa pulang sendiri kok".
"Bagi gue itu gak penting lo yang lebih penting dari acaranya irma,kita antar sampai rumah ya"ucap dewi.
"Gue bisa pulang sendiri kok,gak usah repot yang ada nanti kalian pulang kesorean,gue bisa pulang sendiri nanti terlalu lama kalian sampai rumah"ucap nunu.
"Udah jangan nolak kita tetap pingin antar lo".
Mereka pun pergi menuju rumah nunu,sekeras apapun nunu menolak tetapi santi dan dewi tetap pada pendiriannya ingin mengantar nunu sampai rumah.
Mereka tahu hati nunu sedang tidak bersahabat,mereka takut terjadi sesuatu pada nunu setelah kejadian tadi,dahlia tidak ikut ia tetap disana karena permintaan santi dan dewi sebagai perwakilan dari mereka.
Disepanjang jalan nunu hanya terdiam menatap pemandangan diluar,ia mencoba menahan sekuat tenaga agar air matanya tidak terjatuh di hadapan para sahabatnya,ia tak boleh membuat kedua temannya semakin khawatir jika sebenarnya hati nunu sangat terluka,ia tak menyangka betapa teganya gugun kepadanya entah salah apa nunu hingga gugun dengan teganya melakukan itu kepadanya dan wanita itu orang yang ia kenal, teman sekelasnya yaitu melisa,entah apa yang gugun lakukan itu benar-benar menyayat hati siapa pun pasti akan merasakan seperti yang nunu rasakan saat ini.
"Nu lo gak apa-apa kan?"tanya dewi.
"Mmm eggak wi,gue gak kenapa-kenapa kok cuma hari ini gue ngerasa capek banget wi"jawab nunu.
"Lo yakin nu,gak mau cerita sama kita-kita"kata santi.
__ADS_1
"Gak ada yang perlu di ceritain kok,gue baik-baik aja".
Merekapun terdiam menatap nunu.