CLBK Cinta Lama Belum Kelar

CLBK Cinta Lama Belum Kelar
Di Grebeg


__ADS_3

Sejak rumah tangga Mariam dan Dika memiliki seorang anak adopsi kehidupan mereka semakin hangat saja.


Mereka sangat menyayangi Ina layaknya anak kandung mereka sendiri.


Walaupun di dalam hati, Dika masih terbesit ingin mempunyai seorang anak kandung dari darah dagingnya sendiri.


Akan tetapi dia mencoba menepis rasa itu supaya tidak terlintas rasa kekecewaannya kembali.


Dika mencoba ikhlas menjalani hidupnya tanpa seorang anak kandung. Tetapi hingga saat ini dia masih memikirkan mantan kekasihnya yakni, Nia.


"Ya Allah, seharusnya aku tak boleh memiliki rasa seperti ini. Karena aku sudah memiliki Mariam dan Ina. Aku tidak akan tenang sebelum melihat Nia memiliki pendamping hidup kembali."


"Aku akan selalu gelisah di dalam hidupku memikirkan kehidupan, Nia saat ini."


"Ya Allah, apakah aku salah menyimpan rasa kegelisahan dan kecemasan terhadap mantan kekasihku?"


"Ya Allah, mau sampai kapan aku memikirkan mantan kekasihku. padahal saat ini aku telah memiliki istri dan anak."


Dika terus saja gelisah dan cemas memikirkan kehidupan Nia. Dia ingin sekali selalu berada di sampingnya membantunya menghiburnya supaya Nia selalu bahagia.


"Mas Dika, kenapa kamu akhir-akhir ini selalu murung dan sering melamun seperti ini?"


"Nggak apa-apa kok, cuma ada sedikit masalah di dalam pekerjaan aku saja."


"Aku pergi dulu ya, mau berangkat kerja. Kamu jaga diri baik-baik di rumah bersama Ina."


"Ya, Mas. Hati-hati di jalan." Tak lupa Mariam mencium punggung tangan suaminya.


Setelah itu Dika melajukan mobilnya menuju kantornya. Akan tetapi pikirannya masih saja gelisah memikirkan, Nia.


Sementara di rumah Nia, dia juga sedang melamun gelisah memikirkan , almarhum Rocky.


"Mas Rocky, aku sudah memberikan anak perempuan lagi padamu. Tapi sayang saat ini kamu tidak ada di sini. Aku belum bisa menerima kenyataan ini, mas. Aku sedih kamu meninggalkan aku seorang diri. Aku juga belum bisa menerima saudara kembarmu untuk menggantikan dirimu menjadi suamiku."


"Mas Rocky, entah kenapa rasa ini masih saja melekat padamu. Sepertinya seumur hidup aku akan sendiri saja. Maafkan aku, Mas Rocky."


Nia terus saja melamun, merenung, menggerutu di dalam hati kecilnya. Kemurungan Nia sempat terlihat oleh, Nani.


"Ya Allah, bagaimana caranya supaya aku bisa membujuk Nia untuk mau menikah dengan, Riky?"


"Padahal ini sudah berlalu begitu lamanya dari meninggalnya, almarhum Rocky. Tetapi Nia masih saja belum bisa membuka hatinya untuk Riky."

__ADS_1


Nani mencoba mencari akal supaya Nia mau menikah dengan Riky. Hingga dia pun diam-diam menelpon Riky.


"Ada apa, Tante? apa Nia butuh sesuatu?"


"Tante ada rencana supaya kalian bisa lekas menikah."


"Bagaimana caranya, Tante?"


"Kamu datang kemari menjelang Isa, setelah itu nanti Tante akan menghubungi pak RT supaya memergoki kalian sedang berdua. Dan nanti kan kalian di grebeg dan segera di nikahkan. Bagaimana menurutmu, Riky?"


"Wah, kenapa aku nggak terpikirkan sejak lama ya Tante. Ini memang cara yang sangat bagus, Tante. Aku setuju sekali."


"Baiklah kalau begitu, semoga rencana kita lancar ya."


"Amin, ya Tante. Terima kasih ya, Tante. Selama ini selalu mendukung aku dan merestui ku untuk bisa menikah dengan, Nia."


"Iya, Riky. Aku percaya kok, kamu ini pria yang sangat baik."


Setelah cukup lama, Riky dan Nani telponan.Mereka segera mematikan panggilan telepon tersebut. Riky segera bersiap-siap untuk segera datang ke rumah, Nia.


"Bro, kamu mau kemana rapi amat?"


"Aku mau ke rumah, Nia."


"Memang iya, aku sengaja datang di malam hari. Karena aku sudah kangen padanya."


"Jangan katakan kamu ingin melakukan hal yang tidak terpuji pada, Nia."


"Aku masih punya otak dan hati nurani jadi aku tak kan melakukan hal itu."


"Sudah ya, ceritanya nanti saja karena aku buru-buru."


Riky lekas melangkah menuju ke mobilnya dan melajukannya menuju ke rumah, Nia.


Seperginya, Riky. Rudi masih saja terheran-heran dengan sikap sahabat baiknya tersebut.


"Aneh, kenapa Riky melanggar perjanjian? katanya dia akan menuruti kemauan Nia untuk tidak datang di malam hari. Ini kok malah pergi saja?" Rudi hanya menggelengkan kepalanya.


Sementara saat ini Riky tengah sampai di depan pintu gerbang rumah, Nia. Asisten rumah tangganya membuka lebar pintu gerbang tersebut sesuai perintah, Nani.


"Mah, siapa sih yang datang malam-malam?" Nia melangkah menuju ke ruang tamu mengintip dari balik hordeng.

__ADS_1


"Mah, bukannya itu Riky? kenapa mamah biarkan Mamang membuka pintu gerbangnya?"


"Memangnya kenapa kalau Riky datang, ini kan masih sore. Bum malam juga baru jam tujuh."


Nani membuka pintu ruang tamu dan dia menemui Riky.


"Nak Riky, silahkan masuk."


"Nggak usah, Tante. Biar aku duduk di teras saja."


"Nia, tolong temani Riky sebentar. Mamah akan buat minum dulu untuknya."


Dengan sangat terpaksa, Nia pun duduk di kursi sebelah Riky saat ini duduk. Akan tetapi, Nia pasang wajah murung dan tak suka akan kedatangan, Riky.


"Mas Riky, kenapa kau kemari malam-malam sih? kan aku sudah katakan berapa kali padamu."


"Nia, aku kangen padamu dan anak-anak. Entah kenapa aku merasa kalian ini sangat berarti untuk hidupku. "


Selagi baru ngobrol, dan Nani membawa minuman. Tiba-tiba datang Pak RT dan beberapa warga ke rumah Nia.


"Pak RT, bapak-bapak. Ada apa ya?"


"Maaf sebelumnya ya, Mba Nia. Ini kan sudah malam, jadi tak pantas kiranya jika berduaan apa lagi kalian bukan muhrim."


"Mba Nia ini janda dan Mas Riky lajang. Kami kan tak tahu juga apa yang telah kalian lakukan."


"Saya juga mendapatkan beberapa laporan dari warga, jika selama ini Mas Riky sering datang ke rumah, Mba Nia."


"Pak RT, memang selama ini Mas Riky sering datang karena dia adalah saudara kembar almarhum suami saya. Dia datang hanya ingin menjenguk anak-anak saya. Tidak ada maksud yang lain."


"Ini datang malam juga baru pertama kalinya, aku juga sudah melarangnya tapi dia tetap datang."


"Allaaaaaa, Mba Nia. Nggak usah mengelak seperti itu. Sebaiknya kalian lekas menikah saja dari pada berbuat maksiat." Tukas salah satu warga.


"Iya, Mba Nia. Toh dari pada orang berprasangka tak baik pada, Mba..Lagi pula apa salahnya turun ranjang." Tukas warga yang lain.


"Bapak-bapak, jangan salah paham. Pak RT, kami sama sekali tak melakukan apapun. Tapi jika kalian memaksa untuk kami menikah saat ini juga, saya sama sekali tidak keberatan."


"Mas Riky, kamu ini ngomong apa?"


"Nia, biar mereka tidak berprasangka buruk terus pada kita. Apa lagi apa salahnya jika kita menikah? toh almarhum Rocky juga sudah memintaku untuk menjaga dan melindungimu dan anak-anak."

__ADS_1


"Nah, Mas Riky benar. Kenapa Mba Nia menolak di nikahi oleh Mas Riky? apa Mba Nia hanya ingin main-main saja? kalau begitu sebaiknya mba pergi saja dari desa ini. Bikin malu saja." Tukas salah satu wargan.


*****"


__ADS_2