
Berapa lama kemudian datanglah penghulu beserta aparat dari pihak kantor urusan agama.
ijab qobul segera dilakukan karena para saksi dan penghulu sudah datang.
Wajah Nia tidak terlihat bahagia dia terus saja murung dan tidak ada senyum sedikitpun di bibirnya. Walaupun penampilannya sangat terlihat cantik dengan memakai kebaya berwarna putih dan paras wajahnya juga sangat mempesona.
Ricky sempat terpesona dengan kecantikan calon istrinya tersebut dia pun tak terkedip memandang wajah ayu, Nia.
Segeralah acara ijab kabul diselenggarakan mereka begitu khusyuk. Ricky sama sekali tak melakukan kesalahan pada saat membacakan ikrar ijab qobul tersebut.
Setelah beberapa menit melakukan acara ijab qobul, kini mereka telah sah menjadi pasangan suami istri. Semua mengucapkan syukur Alhamdulillah, karena acara lancar tidak ada halangan apapun.
"Selamat ya, Nia. Kini kamu telah menjadi istri, Riky. Kamu harus sepenuhnya patuh padanya karena dia adalah imam dari keluargamu."
"Mamah selalu berdoa yang terbaik untuk rumah tangga kalian berdua."
Nani memeluk Nia penuh haru, Nia hanya tersenyum kecut saat mendengar apa yang di katakan oleh mamahnya.
"Riky, tolong jaga ya anak dan cucu-cucu, mamah. Jadilah kepala keluarga yang baik untuk anak dan istrimu." Nani juga memeluk menantunya seraya menepuk punggungnya.
"Pasti, mah. Aku tidak akan mengecewakan mamah dan almarhumah Rocky. Aku akan buktikan dengan sikap dan perilakuku, bukan dengan ucapan."
Dengan sangat yakin, Riky mengatakan hal tersebut.
Semua yang hadir mengucapkan selamat pada kedua mempelai. Setelah semua selesai, baik warga maupun pak RT serta Rudy kembali pulang ke rumah masing-masing.
Kini Riky tingga di rumah, Nia. Rumah yang memang sebenarnya adalah rumahnya sendiri. Hatinya sangat senang karena telah berhasil kembali pada anak dan istrinya walaupun sebagai, Riky.
"Alhamdulillah, terima kasih ya Allah. Akhirnya aku bisa kembali pada istri dan anak-anakku. Aku janji tidak akan melakukan kesalahan yang sama kedua kalinya. Aku akan menjaga sepenuhnya, istri dan anak-anakku." Ucap syukur Riky di dalam hatinya.
"Nia-Riky. Jika kalian ingin honeymoon, pergi saja. Biar mamah yang menjaga Ronald dan Fina."
Riky sangat sumringah mendengar akan hal itu, tetapi tidak dengan Nia.
"Aku nggak mau, mah. Tidak ada honeymoon atau pun malam pertama dan malam-malam selanjutnya. Karena aku tak menginginkan pernikahan ini." Nia melangkah pergi ke kamarnya.
__ADS_1
Riky merasa kecewa dengan apa yang barusan di katakan oleh, Nia.
"Riky, maafkan sikap Nia ya. Kamu yang sabar saja menghadapinya, sebenarnya Nia itu baik kok." Nani merasa tak enak hati pada, Riky atas sikap Nia yang judes.
"Iya, mah. Aku nggak apa-apa kok. Jadi mamah nggak usah khawatir." Riky mencoba tersenyum di hadapan mamah mertuanya, walaupun sebenarnya hatinya sangat kecewa.
"Hem, aku harus extra sabar jika seperti ini. Hay adikku, kamu harus bersabar lagi ya. Kamu masih harus puasa lagi." Riky sejenak mengusap adiknya.
Sebenarnya dia sudah tak kuat lagi menahan rasa ingin bercinta dengan, Nia. Tetapi keadaan yang memaksa dia harus berpuasa lebih lama lagi.
Selama di dalam kamar, Nia sama sekali tak menyapa Riky. Dia hanya diam saja menatap Riky. Riky pun juga seperti itu.
"Mas Riky, jangan harap ya. Aku akan luluh padamu, dan kamu tidur di sofa jangan di kasur. Kalau tidak aku yang tidur di sofa kamu yang di kasur."
"Baiklah, biar aku yang tidur di sofa saja."
Setelah itu, Riky berlalu keluar dari kamar. Dia meminta izin pada mamah mertuanya untuk sejenak pulang ke rumah Rudy, guna mengambil barang-barang yang tertinggal di sana.
"Mah, aku pergi sebentar ke rumah Rudy ya? ada beberapa barang yang tertinggal di sana. Aku juga harus mengambil mobilku."
"Iya, mah. "
Riky melangkah ke paviliun belakang untuk meminta sang sopir mengantarkan ke rumah Rudy. Hanya beberapa menit saja, telsh sampai di rumah Rudy.
"Kenapa kamu balik lagi kemari, bro?'
"Aku mau ambil barang yang tertinggal juga mobilku."
"Eh, siap-siap nech. Entar malam belah duren." Goda Rudy terkekeh.
"Belah duren apaan, Nia sudah mengatakan jika tidak ada malam pertama dan malam-malam selanjutnya. Bahkan mamah menyarankan honeymoon, dia langsung menolak. Bahkan dia sudah meminta aku tidur di sofa."
"Hhhhaaa, puasa lagi dech adikmu." Rudy tertawa ngakak.
"Sialan, kamu malah menertawakan kesusahan aku!"
__ADS_1
"Sabar, bro. Nanti juga kamu bakalan belah duren walaupun entah kapan, hhhaaaa..." kembali lagi Rudy tertawa ngakak.
Riky pun berlalu masuk ke dalam rumah Rudy untuk mengambil semua barang yang tertinggal. Jika dia berlama-lama ada di hadapan Rudy, yang ada dia terus saja di ejek olehnya.
Tiga puluh menit kemudian, Riky berpamitan pada Rudy untuk kembali ke rumah Nia.
"Sabar ya, bro. Selamat menjalankan puasa dalam waktu jangka panjang lagi hhhhaaaa.." Tak hentinya Rudy menggoda Riky.
Riky hanya melirik sinis pada Rudy lalu melajukan mobilnya ke arah rumah, Nia.
"Sialan, tahu seperti ini aku tak cerita pada Rudy. Aku malah di tertawakan olehnya." Gerutunya seraya melajukan mobilnya.
Tak berapa lama sampailah dia di depan pintu gerbang rumah, Nia. Akan tetapi dia tak sengaja melihat ada sebuah mobil parkir dan di dalamnya ada seorang pria menatap lekat ke arah rumah, Nia.
"Siapa pria itu, bukankah itu Dika? mau apa lagi dia sembunyi-sembunyi menatap rumah, Nia."
Riky lekas keluar dari mobilnya dan melangkah ke balik pohon besar di mana mobil Dika terparkir.
Riky mengetuk pintu mobil tersebut, dan Dika membuka kaca mobilnya.
"Heh, kamu siapa? kenapa menatap rumah istriku, jangan-jangan kamu ingin berniat jahat ya?" Riky pura-pura tak kenal dengan Dika.
"Istri? siapa yang kamu sebut istri?" Dika memicingkan alisnya menatap heran ke arah, Riky.
"Pria ini memang sangat mirip dengan Almarhum Rocky. Tapi dia tak mengenal aku sana sekali," batin Dika.
"Nia, itu yang kamu pandang adalah rumah Nia istriku. Kami baru saja menikah tadi pagi. Jadi kamu jangan macam-macam ya!" ancam Riky.
"Anda salah, Tuan. Saya hanya numpang parkir di sini. Saya punya mata, apa saya salah menatap ke sekeliling yang ada di hadapan mata saya," Dika mencoba mengelak.
"Hem, dia pikir aku tak tahu jika dia ini mantan pacar Nia. Lihat saja, Dika. Aku tak akan membiarkan Nia dekat lagi denganmu!" batin Riky geram.
Riky lekas pergi dari hadapan Dika dengan wajah masam. Sementara Dika merasa kecewa mendengar kabar pernikahan Nia.
"Akhirnya Nia menikah juga dengan saudara kembar Almarhum Rocky. Kenapa aku sedih ya, seharusnya aku bahagia karena dia tak sendiri lagi."
__ADS_1
Dika pun melajukan mobilnya arah pulang.