CLBK Cinta Lama Belum Kelar

CLBK Cinta Lama Belum Kelar
Hilangnya Nia


__ADS_3

Nita hanya diam saja pada saat, Nando meminta bertukar tempat. Dia sama sekali tak membantah atau bertanya. Hanya dalam hati merasa janggal saja.


Namun setelah Nita sempat melihat dari seberang adanya Nia, dia baru menyadari apa alasan Nando meminta bertukar tempat duduk dengan dirinya.


"Bukankah itu adalah mantan istrinya Mas Nando? pantas saja Mas Nando meminta bertukar tempat duduk denganku."


Sementara dari seberang tempat duduk Nita, Nia nya pun tak sengaja bertatap muka dengan Nita.


Namun keduanya tidak ada rasa saling memusuhi bahkan keduanya saling mengulas senyum satu sama lain.


Hal ini membuat Nando sempat merasa kesal pada Nita. Akan tetapi Nando tidak mengungkapkan rasa kekesalannya pada Nita karena dia tak ingin membuat Nita sakit hati kembali.


Rasa hati Nando masih saja tertuju kepada Nia. Di saat dirinya ingin melupakannya malah saat ini dia harus bertemu dengannya.


"Ya Allah, kenapa aku harus di pertemukan kembali dengan Nia? di saat aku ingin melupakan dirinya."


Hati Nando mulai gelisah, akan tetapi dia mencoba untuk tidak terlihat panik di depan, Nita.


Karena dia tak ingin Nita tahu akan hal ini.


"Sayang, kamu tersenyum dengan siapa?" tegur Dika mengagetkan Nia.


"Itu, Mas Dika. Wanita yang di seberang sana." Nia menunjuk dengan matanya ke arah Nita.


"Apa kamu mengenalnya? jika kenal kenapa kita tak bergabung saja di mejanya, atau dia kita ajak kemari saja?"


"Tak usah, mas. Nanti malah kita membuat pasangannya marah."


"Apa maksudmu, sayang?"


"Pria yang saat ini sedang bersamanya adalah, Mas Nando. Dia sempat duduk di hadapanku tetapi terus pindah posisi bergantian dengan wanita itu."


"Oh, ya sudah. Biarkan saja mereka, aku pikir prianya bukan, Nando."


Kini Nia dan Dika melanjutkan makannya tanpa memperdulikan lagi keberadaan Nando dan Nita.


Tak berapa lama mereka pulang terlebih dahulu, karena tak ingin pulangnya berbarengan dengan, Nando dan Nita.


Akan tetapi pada saat dalam perjalanan pulang, mobil Dika tiba-tiba berhenti.


"Kenapa, mas?"

__ADS_1


"Entahlah, sayang. Tiba-tiba seperti ada sesuatu yang terinjak, sepertinya rodanya menginjak paku atau apa. Sebentar ya, sayang. Aku cek dulu, kamu jangan kemana-mana. Di dalam mobil saja."


Pada saat Dika keluar dari mobil, tiba-tiba ada seseorang yang menyekap mulutnya sehingga dia tak sadarkan diri.


Orang tersebut membiarkan Dika tergeletak di depan pintu mobil. Sementara teman orang tersebut membuka paksa pintu mobil bagian depan dimana Nia duduk.


Nia di seret paksa oleh orang tersebut dan di bawanya pergi menjauh dari Dika yang tak sadarkan diri.


Dua orang yang tak di kenal dengan mengenakan pakaian serba hitam yang telah menyekap, Nia.


"Lepaskan aku! kalian ini siapa? kalian mau bawa aku kemana?"


Akan tetapi kedua orang ini tidak ada satupun yang menjawab. Akan tetapi memaksa Nia masuk ke dalam mobil mereka. Dan salah satu melajukannya menjauh dari mobil, Dika.


"Ya Allah, siapakah mereka ini? hamba mohon perlindunganMu."


Dalam hati Nia terus saja berdoa, dia sangat ketakutan. Tapi tak bisa berkutik sama sekali.


Mobil melaju denga kecepatan kencang dan pada saat di tempat sepi, barulah duw orang tersebut membawa Nia keluar dari mobil.


Dengan satu dorongan, Nia di dorong oleh salah satu orang tersebut masuk ke dalam jurang.


"Aaahhhhhh tidakkkkkl.."


Beberapa saat kemudian, Dika pun tersadar. Dia lekas bangkit dan betapa kagetnya dia pada saat dirinya mendapati Nia tak ada di dalam mobil.


"Nia, dimana kamu sayang?"


Dika terus saja mencarinya di sekeliling tapi tidak di temuinya juga. Hingga akhirnya Dika melaporkan hal tersebut pada aparat polisi.


"Dika, bagaimana bisa Nia hilang? kenapa kamu tak menjaganya dengan benar? hanya dia yang aku punya satu-satunya!"


"Tante, aku minta maaf. Semua ini musibah, bukan unsur kesengajaan. Aku juga sudah lapor polisi, semoga saja Nia segera di temukan."


Nani hanya bisa meneteskan air mata, dia sudah tak bisa berkata-kata lagi. Sebenarnya Nando merasa iba melihat kesedihan yang saat ini dialami oleh calon mertuanya. Akan tetapi dia tak bisa berkata-kata lagi.


Aparat polisi terus saja mencari keberadaan Nia melalui tangkapan rekaman video CCTV di lokasi kejadian penyekapan Nia.


Tapi tak kunjung mendapatkan petunjuk yang jelas, sehingga tak menemukan keberadaan, Nia.


Waktu berjalan begitu cepatnya, tak terasa sudah seminggu berlalu, tetapi tak di temukan juga keberadaan, Nia.

__ADS_1


"Ya Allah, dimana anakku saat ini berada? sudah seminggu tak ada kabarnya juga."


"Jika dia masih hidup tolong tunjukkan keberadaannya, jika memang sudah tiada tunjukan pula dimana jazadnya."


Nani menangis memikirkan keberadaan anak semata wayangnya.


"Tante, sabar ya? aku yakin Nia masih hidup, hanya kita belum tahu dimana keberadaannya saat ini."


"Ini semua gara-gara kamu! jika kamu bisa mawas diri, semua takkan terjadi seperti ini."


"Sekarang apa yang bisa kamu pertanggung jawabkan jika sudah begini!"


Nani memukuli dada Dika karena sangat emosi. Dika hanya diam saja, karena memang ini kesalahan dia yang tak bisa berhati-hati.


"Ya Allah, tolong tunjukkan dimana keberadaan Nia saat ini. Aku yakin saat ini Nia baik-baik saja."


"Aku menyesal, padahal sebelumnya Nia sudah menasehati aku supaya tidak lewat jalan itu. Karena rawan kejahatan."


"Tetapi aku tak mendengarkan nasehat dari Nia, akhirnya terjadi juga hal yang tak di inginkan."


Di dalam hati, Dika terus saja merutuki dirinya sendiri. Dia terus saja menyalahkan dirinya sendiri.


Sementara di lain tempat, seseorang sedang tertawa riang. Dia sangat bahagia mendengar kabar hingga sekarang Nia tak di temukan.


"Haaa, usahaku berhasil juga dalam menyingkirkan Nia. Dengan cara halus aku gagal, terpaksa aku lakukan dengan cara kasar."


'Aku yakin, saat ini Nia sudah meninggal. Dan mayatnya susah di makan binantang buas di dalam jurang."


*******


Berita hilangnya Nia terdengar hingga ke telinga Nando. Dia ikut merasakan kehilangan.


Dan tanpa sepengetahuan siapa pun, dia juga berusaha mencari keberadaan Nia.


"Aku akan berusaha sekuatnya untuk bisa menemukan keberadaan, Nia. Aku yakin Nia saat ini baik-baik saja."


"Aku juga penasaran, siapa sebenarnya yang telah jahat pada, Nia. Hingga terjadi hal mengerikan seperti ini."


"Aku juga akan mencari tahu, siapa saja yang tak suka pada Nia. Supaya aku bisa menyelidiki lebih lanjut pelaku dari hilangnya, Nia."


"Pasti semua ini ada unsur kesengajaan, karena pihak polisi saja sampai detik ini belum bisa menemukan dimana keberadaan, Nia."

__ADS_1


Nando masih saja peduli dengan Nia, apa lagi saat mendengar berita buruk tentang Nia.


__ADS_2