
Hanya beberapa hari saja, Rocky telah mempersiapkan untuk kebutuhan pernikahanmya bersama, Nia.
Rocky sangat bahagia, tapi tidak dengan Nia. Dia merasa ada sesuatu yang mengganjal di dalam hatinya, tetapi dia tak mengerti apakah itu.
"Seharusnya aku bahagia menjelang hari pernikahan aku bersama, Rocky. Tetapi kenapa hati kecilku mengatakan lain? tidak mungkin pula aku membatalkan pernikahan yang sudah di siapkan oleh, Rocky."
"Aku juga tak ingin membuat hati mamah bersedih. Aku tak ingin mamah sakit, karena hanya dia yang aku punya."
Pernikahan di jalankan secara sederhana, sesuai dengan kemauan Nia. Karena dia tak suka dengan adanya pesta meriah. Baginya sudah sah saja itu sudah suatu anugrah.
Walaupun sebenarnya Rocky menginginkan pesta pernikahan yang mewah, karena dia Allah pengusaha yang sangat kaya raya.
"Tak apa jika aku hanya mengadakan acara syukuran sederhana dan ijab qabul saja. Terpenting aku tekan berhasil meluluhkan hati, Nia."
"Aku tahu persis, jika saat ini Nia belum sepenuhnya cinta padaku. Tapi aku sangat yakin, seiring berjalannya waktu, aku akan sanggup membuat Nia jatuh cinta padaku dan bahkan takkan melepasku."
Terpancar wajah kebahagiaan pada diri, Rocky. Wanita seperti Nia yang telah di inginkannya selama ini untuk menjadi jodohnya.
Dia tak tertarik dengan gadis-gadis diluaran sana yang selalu mencari perhatian dirinya.
Satu jam kemudian, acara ijab qabul berlangsung. Nia begitu anggun. dengan balutan kebaya putih yang di kenakannya, begitu pula dengan Rocky yang terlihat sangat tampan dengan pakaian yang senada dengan kebaya yang di kenakan Nia.
Acara berlangsung sangat kusyu. Tanpa ada salah kata, Rocky lancar sekali melafalkan ijab qabul tersebut.
"Sah"
"Sah"
Semua yang hadir bertepuk tangan.
"Sayang, kamu sudah sah menjadi istriku. Aku akan berusaha berlaku baik padamu, bertanggung jawab sepenuhnya padamu.".
"Terima kasih, suamiku. Untuk segala kebaikanmu selama ini padaku. Akan juga akan berusaha menjadi istri yang terbaik untukmu."
Keduanya saling bertukar cincin, memasangkan cincin pernikahan ke jari masing-masing secara bergantian.
Rasa haru dan bahagia menyelimuti hati, Nani.
"Alhamdulillah, akhirnya anakku menikah kembali dengan pria yang sangat baik. Biar saja dia tak jadi dengan, Dika. Karena jika mereka terus bersama, pasti akan ada hal buruk lagi yang terjadi pada, Nia. Aku tak ingin anak satu-satunya mengalami hal mengerikan lagi.".
__ADS_1
"Cukup sekali, aku sempat mengira jika Nia telah meninggal karena kejahatan seseorang yang sampai detik ini belum di ketahui siapa orangnya."
"Kini aku telah lega, putriku sudah ada yang menjaganya. Tak ada lagi rasa khawatir atau was-was akan hal buruk menimpa putriku lagi. Aku percaya dengan menantuku."
Kini Rocky telah mempersiapkan honeymoon ke Turki, walaupun sebenarnya Nia keberatan. Akan tetapi keputusan sudah di ambil oleh, Rocky.
"Mas Rocky, apa nggak sebaiknya kita honeymoon ke Bali saja sehingga tidak terlalu memakan banyak biaya dan tidak terlalu jauh?"
"Sayang, honeymoon ini kan cuma sekali. Aku ingin sesuatu yang berkesan di pernikahan kita, semua ini kelak bisa untuk cerita pada anak cucu kita kelak. Buat kenang-kenangan."
Jika Rocky sudah memutuskan, Nia tak bisa membantah. Dia tak ingin membuat Rocky sedih atau mengura dirinya adalah istri pembangkang.
"Mah, nggak apa-apa kan jika kamu tinggal sebentar ke Turki?"
'Nggak apa-apa, sayang. Kamu nikmatilah masa indahmu bersama suamiku. Jangan kamu khawatirkan mamah di sini, karena banyak orang di sini yang menemani, mamah."
"Iya, sayang. Kamu jangan terlalu khawatir pada mamah. Aku juga telah memerintah beberapa anak buah kepercayaanku untuk selalu menjaga dan melindungi, mamah."
"Mah, minta doanya ya? semoga setelah selesai kami jalani honeymoon, segera di beri momongan."
Rocky mencium tangan mamah mertuanya tanpa ada rasa sungkan. Dia sangat menyayangi mertuanya layaknya ibunya sendiri. Ketulusan Rocky bisa di rasakan oleh, Nani. Sehingga dia merestui hubungan antara Nia dan Rocky.
Setelah itu Rocky tiba-tiba memeluk, Nani dan berkata." Mah, aku sayang mamah seperti mamah kandungku sendiri. Jaga diri mamah baik-baik juga ya, jangan lupa doakan supaya kami lekas di beri momongan."
Nani sangat terharu, hingga tak kuasa menitikan air mata. Baru kali ini dia bertemu dengan pemuda sebaik dan se hormat itu padanya.
"Mamah pasti doakan yang terbaik untuk rumah tangga kalian."
Nani mengusap-usap punggung Rocky.
"Ya Allah, alangkah baiknya dan hormatnya Mas Rocky pada mamahku. Semoga aku juga tak mengecewakan dirinya. "
"Jadikan aku ini istri yang penurut dan Solehah buatnya ya, Allah. Walaupun aku sampai detik ini belum ingat semuanya. Aku sudah tak peduli dengan semua itu."
"Yang terpenting saat ini aku telah memiliki suami yang sangat baik dan tanggung jawab, serta mamah yang selalu ada di setiap suasana hatiku."
Saat itu juga, Rocky dan Nia mempersiapkan semuanya untuk segera terbang ke Negara Turki. Dengan bantuan Nani dan beberapa asisten rumah tangganya.
Hanya beberapa menit sudah persiapkan mereka telah selesai, dan berangkatlah mereka ke bandara dengan diantar oleh asisten pribadi Rocky.
__ADS_1
"Kamu selalu ingat pesanku ya, selama aku pergi jangan lupa tugas-tugasmu dan tugas teman-teman mu.".
"Jangan lupa pula, selalu bersabar padaku tentang situasi dan kondisi baik di rumah maupun di perusahaan."
"Baik, Tuan Rocky."
Setelah berpesan banyak hal, Rocky menuntun Nia masuk ke dalam sebuah pesawat terbang.
Namun dari jauh, sayup-sayup ada seseorang memanggil nama, Nia.
"Nia-Nia, tunggu Nia!"
Seorang pria berlari mengejar pesawat yang di tumpangi oleh, Nia. Tetapi pesawat itu telah lepas landas.
Hanya Rocky yang sempat mendengar panggilan tersebut, sementara Nia sudah terlebih dulu masuk ke dalam pesawat.
"Bagaimana bisa pria itu ada di sini? itu kan pacar, Nia. Untung saja Nia tak mendengar panggilannya."
Sementara Dika menghentakkan kaki karena kesal tak bisa mengejar Nia yang telah masuk ke dalam pesawat.
"Sial! aku kurang cepat sehingga pesawat lekas terbang! aku yakin itu adalah, Nia. Tapi aku sempat melihat pria yang waktu itu ke rumah, Tante Nani."
"Apakah Nia ada hubungannya dengan pria tersebut? Arrrhhhhhh sialannnnnn.....
Dika mengacak-acak rambutnya seraya sesekali mengusap wajahnya dengan kasar.
Dia tak sengaja ke bandara karena ada suatu pertemuan dengan rekan bisnisnya yang baru yang kebetulan berasal dari luar negeri.
Dia sengaja mengantarkan pula pria tersebut ke pesawatnya yang kebetulan satu pesawat dengan Nia.
"Aneh, memangnya ada urusan apa Nia ke Turki? bukankah pesawat tadi jurusan ke Turki?"
"Ah! ini moment serba kebetulan! tetapi malah hanya sekilas saja aku bisa bertemu dengan, Nia."
"Padahal aku ingin bertanya banyak hal padanya. Dimana keberadaannya selama ini?"
"Ini semua gara-gara dua sosok berbaju hitam yang sempat membuatku tak sadarkan diri! sehingga aku kehilangan, Nia!"
Terus saja Dika menggerutu dalam hati sepanjang perjalanan pulang meninggalkan bandara.
__ADS_1