CLBK Cinta Lama Belum Kelar

CLBK Cinta Lama Belum Kelar
Menyambangi Rumah Nani


__ADS_3

Nayla atau Nia sangat antusias berada di toko baju milik, Rocky. Dia bahkan sangat bersemangat pada saat di mintai tolong untuk merancang beberapa model gaun.


Rocky juga sangat senang dengan hasil kerja Nayla.


"Aku yakin, sebelum Nia hilang ingatan. Dia pasti telah memiliki bakat sebagai desainer. Secepatnya aku akan menyelediki hal ini."


Rocky menyerahkan sepenuhnya urusan toko pada asisten pribadinya. Dia juga meminta kepada beberapa anak buahnya untuk menjaga, Nayla alias Nia.


Rocky menyusuri jalan dekat tepi jurang di mana Nayla dulu jatuh. Tak sengaja dia sempat melihat satu brosur terpampang foto Nia.


"Jadi selama ini pihak dari, Nia masih mencari keberadaannya. Aku hanya ingin tahu apakah Nia masih memiliki orang tua atau tidak."


Rocky terus saja menelusuri jejak Nia melalui selebaran yang sempat dia temukan.


"Di sini tertera ada nomor ponsel, tapi ini nomor ponsel siapakah? aku tidak boleh ceroboh."


Pada saat Rocky akan menelpon nomor ponsel yang tertera di brosur tersebut, dia pun mengurungkan niatnya.


Dia mencari tahu dari mulut ke mulut dan pada akhirnya dia menemukan rumah, Nia.


"Jadi Nia masih punya seorang mamah."


Rocky menyambangi rumah Nia, dan keluarlah seorang paruh baya yang wajahnya terlihat kusut dan matanya sembab.


"Selamat siang, maaf anda siapa?"


"Selamat siang juga, tante. Saya kemari ingin memberi tahu tentang kabar mengenai anak, Tante."


"Apa anda mengetahui tentang, Nia? mari masuk dan silahkan duduk."


Tanpa sungkan, Rocky menceritakan bagaimana dia menemukan Nia beberapa Minggu yang lalu.


"Astaghfirullah alazdim, berarti ada yang berniat jahat pada, Nia? Alhamdulillah, anakku masih bisa terselamatkan."


"Terima kasih ya, nak. Kamu telah menyelamatkan nyawa anak saya. Saya tidak mempermasalahkan jika saat ini anak saya hilang ingatan. Yang terpenting anak saya selamat."


"Sama-sama, Tante. Ada satu hal yang ingin saya katakan. Semoga Tante bersedia menerima saran saya ini. Karena semua ini juga demi keselamatan, Nia semata."


'Tante, saya membuat identitas palsu untuk anak anda demi keselamatannya. Juga saya mengubah penampilannya."


"Mendengar cerita dari, Nia. Dimana dia terjatuh ke jurang karena di dorong oleh seseorang. Saya pikir, ada orang yang berniat jahat padanya."


"Makanya untuk menghilangkan jejak Nia dari orang-orang jahat tersebut, saya sengaja mengganti nama Nia dan merubah penampilan nya supaya Nia aman."


Nani sangat serius mendengarkan cerita dari Rocky.

__ADS_1


"Tante, apakah sekiranya ada seseorang yang pantas di curigai untuk kasus anak Tante ini?"


"Entahlah, nak. Sebenarnya sebelum kejadian ini, Nia menjalin hubungan dengan seseorang tetapi kedua orang tuanya tak setuju dengannya."


"Nia juga pernah menikah, tetapi pernikahan gagal karena suaminya terlalu posesif dan kasar."


"Tante, sendiri juga bingung. Di sini siapa yang pantas di curigai. Orang tua dari pacar Nia atau mantan suaminya."


Rocky sangat seksama mendengar cerita tersebut.


"Berarti Nia saat ini sudah mempunyai kekasih. Aku harus bekerja extra untuk bisa meluluhkan hati, Nia."


Batin Rocky merasa tak terima mendenga Nia telah memiliki kekasih.


"Lantas apa yang harus Tante lakukan?"


"Tante jangan bongkar hal ini pada siapa pun, jika Tante sudah menemukan keberadaan Nia. Saya khawatir ini akan mengundang si penjahat datang kembali dan akan mencelakai, Nia."


"Tante, apa tidak curiga pada kekasih Nia? bukankah saat terakhir Nia sedang bersamanya. Bisa jadi dia itu dendam akan masa lalu nya."


Rocky sengaja menghasut Nani supaya dia tak mempercayai, Dika.


"Maaf ya, Tante. Bukannya saya berprasangka buruk pada pacar, Nia. Saya hanya ingin supaya Tante waspada saja."


Sejenak Nani diam, dia seolah sedang berpikir tentang segala ucapan dari Rocky.


"Aku jadi curiga padanya, jika sebenarnya ini semua kelakuan dia. Tetapi dia merekayasa supaya seolah ini adalah penculikan."


"Tante, kenalan diam saja?"


"Maaf, nak. Tante sedang memikirkan segala yang kamu katakan. Tante ingin ketemu dengan, Nia."


"Saya kemari juga ingin mempertemukan Tante dengan Nia. Tapi kau bisa Tante tak usah bercerita pada siapa pun jika Nia telah di temukan. Ini semua demi keselamatan anak, Tante."


"Baiklah, nak. Saya sangat setuju dengan saran darimu. Tante juga tak ingin anak Tante celaka kembali."


Selagi asik mengobrol, tiba-tiba datanglah Dika.


"Tante, ini siapa?"


"Aduh, bagaimana ini?"


"Saya anak dari temen lama, almarhum Papahnya Nia. Anda sendiri siapa?"


"Saya calon suami, Nia. Tante Nani, ini saya menyerahkan keuntungan dari butik milik, Nia."

__ADS_1


"Saya juga minta maaf, sampai detik ini belum mengetahui kabar tentang, Nia."


Dika meletakkan amplop coklat besar di atas meja.


"Terima kasih, Dika."


"Tante, kalau begitu saya permisi dulu. Karena banyak sekali yang harus saya kerjakan."


Tak ingin berlama-lama, Dika pun langsung berpamitan pulang.


Dika sempat menaruh curiga dengan kedatangan Rocky.


"Ada apa pemuda itu datang menemui, Tante Nani? kenapa pikiranku tak tenang dan merasa curiga padanya ya?'


Dika berpura-pura pulang, tetapi dia sengaja menguping ingin tahu apa saja yang sedang di bicarakan antara Tante Nani dengan Rocky.


Namun hal ini diketahui oleh, Rocky.


"Tante, sepertinya pemuda tadi sedang mengintai kita di balik pintu.,"


Kata Rocky lirih seraya matanya melirik ke arah pintu.


"Tenang saja, nak. Kita bisa berkomunikasi lewat bahasa tulisan supaya dia tak mengetahui apa yang sedang kita bicarakan."


"Wah, Tante Nani pintar juga."


Sesaat mereka hanya berbahasa lewat tulis menulis, membuat Dika tak bisa menangkap pembicaraan antara Rocky dengan Tante Nani.


"Sialan, kenapa pula mereka hanya saling tulis menulis? padahal aku ingin sekali mendengar apa yang sedang di bicarakan oleh Tante Nani dengan pemuda itu."


Karena tak berhasil mendapatkan informasi, Dia memutuskan untuk pulang ke rumah dengan penuh rasa kecewa.


"Tante, bisa lihat sendiri kan? tingkah pacar Nia sangat mencurigakan?"


"Iya, nak. Tante semakin yakin jika dia ini tak bermaksud baik pada anak, Tante."


Hasutan Rocky mempan juga untuk Nani. Dia langsung saja percaya.


"Mulus, langkah awal berjalan seperti yang aku harapkan. Aku yakin langkah selanjutnya akan lebih gampang."


"Aku harus secepatnya menikahi, Nia. Supaya tidak ada pria yang mendekatinya. Dan aku akan terus memojokkan, Tante Nani untuk lekas merestui hubunganku dengan, Nia.".


Saat itu juga, Rocky mengajak Nani pergi ke rumahnya. Dia pergi dengan sembunyi-sembunyi, supaya Dika tak mengikuti kepergiannya.


Perjalan lumayan jauh karena beda kota, hingga memakan waktu tidak hanya satu atau dua jam.

__ADS_1


Hingga beberapa jam kemudian, sampailah di toko baju milik, Rocky.


__ADS_2