CLBK Cinta Lama Belum Kelar

CLBK Cinta Lama Belum Kelar
Tak Mengaku Juga


__ADS_3

Kehadiran, Lina memang sangat membantu pekerjaan Nia di butik. Apalagi, Lina tripikal wanita yang pintar, supel dan sebentar saja sudah bisa beradaptasi dengan para pelanggan di butik milik, Nia.


"Awal yang bagus, karena aku sudah mampu mengambil hati para pelanggan di butik ini. Aku yakin kedepannya akan lebih mudah lagi untuk aku merebut semua yang, Nayla punya termasuk, Rocky."


Pikiran picik selalu melingkupi di otak Lina. Tiada hari tanpa memikirkan cara menyingkirkan posisi, Nia dari samping Rocky.


Cinta memang mampu membutakan akal dan pikiran manusia. Cinta pula mampu menghalalkan segala cara guna mendapatkan apa yang di inginkan.


Semakin hari, Nia semakin mempercayakan urusan salah satu butik tersebut pada, Lina.


"Lina, saya puas sekali dengan cara kerjamu. Saya akan menyerahkan sepenuhnya urusan butik ini pada dirimu."


"Bu, apa itu tidak berlebihan? saya kan baru kerja beberapa hari di butik ini? masa iya saya sudah di percaya untuk menghandle sepenuhnya butik ini?"


"Kamu tak perlu sungkan, karena saya langsung yang menugasi dirimu untuk menghandle sepenuhnya butik ini."


"Baiklah kalau itu kemauan, Bu Nayla. Saya akan berusaha bekerja sebaik mungkin untuk mengembangkan butik ini."


Nia merasa dirinya ringan sejak ada Lina. Kini dia tinggal fokus dengan dua butiknya yang lain.


"Alhamdulillah, aku menemukan seorang karyawati yang cerdas hingga aku kini lumayan ringan."


Perlahan tapi pasti, Lina mulai bertindak curang. Dia mulai korupsi walaupun sedikit demi sedikit hasil penjualan dari butik.


Harga yang sebenarnya di tukar dengan harga yang sedikit di naikkan pula tanpa sepengetahuan, Nia dan karyawati lainnya.


"Semua pelanggan sudah ada di tanganku, dan percayakan pesanan padaku. Dengan begini aku akan mempermudah ambil keuntungan untuk diriku sendiri. Dan setelah aku punya modal yang cukup, aku tinggal menjatuhkan butik ini."


Kepintaran yang di miliki oleh, Lina di pergunakan untuk hal tidak baik. Tujuh bulan berlalu, di kala Nia akan mengadakan acara tujuh bulanan barulah hal ini terkuak.


"Bu Nayla, kenapa sekarang harga pakaian di butik ibu kok menjadi sangat mahal. Dan tidak ada diskon sama sekali setiap saya pesan? padahal saya selalu pesan dalam jumlah yang sangat banyak seperti biasanya."


"Masa sih, Bu? Padahal saya tidak pernah mengganti harga barang yang sudah saya tarikan sebelumnya. Bisa ibu tulis saja atau tunjukan pada saya bukti pembeliannya? biar saya cek lagi, mungkin ada kesalahan dalam berhitung. Biar nanti saya kembalikan uang ibu."


Pelanggan Nia langsung memberikan bukti nota pembelian tersebut padanya. Dan bukan hanya satu pelanggan yang mengeluhkan akan hal itu.


Pada saat acara tujuh bulanan tersebut, banyak sekali pelanggan di butik yang di handle Lina berdatangan. Di samping mereka sengaja untuk menghadiri acar tujuh bulanan, mereka juga komplek dengan harga pakaian yang melambung tinggi.

__ADS_1


"Ya Allah, kenapa hampir semua pelanggan di butik A komplek tentang harga yang melambung tinggi? apa ini perbuatan, Lina? kenapa dia menaikkan harga tanpa memberi tahu padaku? aku pikir selama ini adem ayem saja tidak ada keluhan apa pun."


"Ini tidak bisa di biarkan begitu saja, aku harus tegur Lina mengenai hal ini. Padahal aku sudah mempercayakan semuanya padanya. Tetapi dia malah berbuat curang seperti ini."


Nia sangat kesal dengan ulah yang di lakukan oleh Lina. Dia telah salah menilai kepolosan Lina.


"Sayang, kamu kenapa terlihat kesal seperti ini?"


Nia menceritakan permasalahan butik A pada, Rocky. Bahkan dia menunjukkan semua bukti pembelian dari para pelanggan.


"Ya ampun, kok bisa Lina berbuat seperti ini? aku pikir dia itu jujur?"


"Makanya itu, Mas. Padahal aku sudah sangat percaya padanya dan mempercayakan butik A pada, Lina. Lagi pula selama ini aku cek pemasukan setara sesuai harga pasaran sebelumnya."


"Berarti Lina korupsi, sayang. Ini tidak bisa di biarkan begitu saja."


"Ya, mas. Aku juga harus mengembalikan uang para pelanggan yang jumlahnya tidaklah sedikit."


"Sekarang juga kita temui, Lina. Kita tanyakan secara langsung kenapa dia bisa berbuat seperti ini?"


"Iya, mas. Tapi nunggu acara tujuh bulanan ini selesai dulu. Nggak enak juga masih banyak tamu di tinggal pergi begitu saja."


"Lina, coba kamu jelaskan kenapa kamu menaikkan semua harga tanpa seizin ku?"


Nia menunjukkan bukti-bukti nota pembayaran para pelanggan butiknya.


"Ibu lupa ya? ibu sendiri yang waktu itu memintaku menaikkan setiap model pakaian yang ada di butik ini. Bahkan ibu membuat daftar harga baru dan di daftar tersebut juga tertera tanda tangan ibu."


"Omong kosong apa ini, Lina? kapan aku melakukan itu semua? kamu jangan mengada-ngada ya?"


"Bu, saya tidak mengada-ada. Karena saya ada buktinya kok."


"Lantas kenapa uang yang masuk di butik tak sesuai dengan total harga yang tertera, jika memang sudah dinaikkan?"


"Bu, kan sudah buat modal untuk membeli semua bahan-bahan."


Nia semakin tak mengerti dengan apa yang di jelaskan oleh, Lina. Dia tak habis pikir jika Lina bisa saja menjelaskan semuanya tanpa ada rasa bersalah sama sekali.

__ADS_1


"Lina, jujur saja kamu kemanakan uang dari hasil kamu menaikan harga beli di butik ini?"


"Ibu, sudah aku jelaskan barusan kenapa ibu masih saja bertanya?"


"Bagaimana ini, Mas Rocky. Lina tetap tak mengakui tindakan kotor yang dia lakukan?"


"Ibu, aku tidak bertindak kotor sama sekali. Kenapa ibu masih saja menuduh aku berbuat curang?"


"Lina, tolong kamu katakan sebenarnya pada kami. Sebelum kami melaporkanmu pada aparat kepolisian dengan tuduhan korupsi!"


Rocky sudah tak bisa menahan rasa marahnya pada Lina.


"Rocky, kenapa kamu tak percaya padaku? padahal aku benar-benar bicara apa adanya padamu."


Rocky dan Nia mencoba mencari bukti yang akurat tetapi tidak do temukan sama sekali. Hingga suami istri ini memutuskan untuk memecat Lina secara tidak hormat.


"Lina, kami minta maaf. Karena perbuatanmu sudah tak bisa di tolerir lagi. Sehingga kami memutuskan untuk memberhentikan dirimu sekarang juga."


"Baiklah, bu. Jika itu keputusan ibu, saya bisa terima kok. Tapi aku juga tidak akan tinggal diam dengan apa yang telah ibu lakukan padaku! "


Lina berlalu pergi begitu saja dengan penuh amarah. Dalam hatinya dia puas karena telah meraup keuntungan yang sangat besar selama tujuh bulan bekerja di butik, Lina.


"Hhaa, aku akan buka butik sendiri dengan harga di bawah harga butik, Nayla. Supaya banyak yang order padaku. Dan semua pelanggannya akan berpindah padaku."


"Gampang juga kan, hanya dalam waktu beberapa bulan saja aku telah meraup milyaran rupiah dari butik."


"Sayang, aku minta maaf ya. Gara-gara aku yang membawa Lina kerja di butikmu. Kamu jadi rugi besar."


"Sudahlah, mas. Mungkin ini semua juga teguran dari Allah, kalau aku kurang bersedekah."


"Sudah aku ikhlaskan untuk mengganti semua biaya kerugian para pelanggan."


"Biar aku yang mengganti semua biaya para pelanggan yang di rugikan karena ulah, Lina."


"Tak usah, mas. Aku masih ada simpanan kok."


Saat itu juga, Nia di temani oleh Rocky mendatangi semua pelanggannya dan mengembalikan uang yang di rugikan oleh, Lina.

__ADS_1


******


__ADS_2