CLBK Cinta Lama Belum Kelar

CLBK Cinta Lama Belum Kelar
Bagai Langit & Bumi


__ADS_3

Rasa bersalah terus saja menyelimuti hati, Ambar. Dia ingin sekali memperbaiki kesalahannya, tetapi terasa tak mungkin.


"Ya Allah, bagaimana cara aku memperbaiki semua ini? supaya Dika menjadi kembali seperti sedia kala."


"Aku pikir dengan menyingkirkan, Nia. Dika akan bisa melupakannya, tetapi yang aku pikirkan selama ini ternyata salah."


Aku juga tak tahu apakah saat ini Nia masih hidup ataukah sudah meninggal dunia. Jika aku jujur tentang hal ini pasti aku akan di penjara dalam kurun waktu yang cukup lama."


Ambar terus saja gelisah, dia tak bisa berpikir jernih. Hanya bisa menyesali apa yang pernah dia lakukan dulu.


Ambar mencoba menghampiri, Dika yang sedang berada di dalam kamarnya.


"Dika, kenapa kamu di dalam kamar terus? kapan kamu akan aktif di kantor lagi? sayang juga jika kantormu tidak ada yang mengurusnya."


"Biar saja, mah. Aku sudah tak peduli lagi dengan urusan kantor. Untuk apa pula aku bekerja keras banting tulang mencari nafkah, jika tidak ada impian di dalam hatiku."


"Dika, kamu tak boleh berkata seperti itu. Kamu tak boleh putus asa, masih ada masa depan membentang di hadapanmu."


"Mah, masa depanku hanyalah Nia. Tetapi kini dia tidak ada kabar sama sekali. Ini semua juga karena kesalahanku!"


"Selamanya aku takkan bisa mengampuni diriku sendiri, karena sampai detik ini Nia belum juga di temukan."


Ambar semakin merasa bersalah mendengar pernyataan yang terlontar dari mulut anak semata wayangnya.


Dika tetap pada pendiriannya, dia tak ingin mengurung diri di dalam kamarnya. Rasa malas selalu ada di benaknya. Hidupnya sudah tak bersemangat lagi.


"Dika, jika kamu terus seperti ini. Papah akan sedih, nak. Karena anak papah semata wayang seperti ini. Lantas bagaimana dengan masa tua, papah."


Andre ikut saja menasehati Dika, tetapi Dika sama sekali tak terpengaruh dengan segala nasehat dari, papahnya.


Akhirnya Andre juga menyerah, dia tak berkata lagi. Bahkan berlalu pergi begitu saja.


Berbeda situasi di rumah Rocky. Dia saat ini telah pulang dari honeymoon. Rasa bahagia menyelimuti hati sepasang pengantin baru ini.


"Sayang, terima kasih sudah menjadi bagian di dalam hidupku ini. Aku sangat bahagia sekali."


"Seharusnya aku juga mengucapkan terima kasih, karena Mas Rocky bersedia menikah dengan seorang janda yang hilang ingatan seperti aku ini."

__ADS_1


"Sudahlah, sayang. Jangan membahas hal itu, seiring berjalannya waktu pasti ingatan kamu akan segera pulih."


Rocky terus saja berusaha menghibur istri tercintanya supaya tidak selalu bersedih. Dia ingin istrinya selalu bahagia dan tersenyum setiap saat.


Suasana hati bahagia, juga menyelimuti hati Nando dan Nita. Sangat bahagia tiada taranya.


"Semoga rasa bahagia ini bukan hanya sesaat tetapi selamanya. Dan semoga kami lekas di beri momongan."


********


Berjalannya waktu cepat sekali, tak terasa kini dua pasang suami istri tersebut telah memiliki seorang anak.


Pasangan Rocky dan Nia memiliki seorang anak lelaki bernama Ronald. Umur anak mereka baru satu bulan.


Begitu pula dengan pasangan suami istri Nando dan Nita, mereka mempunyai seorang anak perempuan, berumur satu bulan juga yang di beri nama, Reyna.


Kedua pasang suami istri ini sedang menikmati kebahagiaan. Tapi tidak dengan, Dika. Dia masih saja mengingat akan, Nia.


Kini hidup Dika berantakan, dia bagaikan tak bersemangat hidup. Sudah tak pernah berangkat ke kantor, selalu mengurung diri di kamar.


Dika tak berhasil menyelidiki tentang Nayla, karena Rocky lebih cerdik. Dia sengaja pindah rumah supaya tak bisa di jangkau oleh, Dika.


"Aku bisa kehilangan, Nia. Aku tak akan bisa membayangkan bagaimana diriku jika pisah dengan, Nia."


"Syukurlah, sampai detik ini ingatan masa lalu Nia juga belum kembali. Semoga saja selamanya dia tak mengingat masa lalunya. Supaya rumah tangga kami bahagia selamanya dan tak di hantui oleh masa lalu, Nia."


Ada rasa lega di hati Rocky karena ingatan masa lalu Nia yang tak kunjung pulih. Bahkan dia sangat berharap selamanya Nia tak ingat dengan masa lalunya terutama yang berhubungan dengan, Dika.


Akan tetapi hal itu hanya ada dalam keinginan Rocky. Karena akhir-akhir ini, Nia sering bermimpi bertemu dengan pria di masa lalunya.


Akan tetapi pria di dalam mimpinya tak begitu jelas, hanya terlihat samar-samar saja.


"Mas Rocky, akhir-akhir ini aku mimpi aneh."


"Memangnya kamu mimpi apa, sayang?"


"Beberapa kali aku mimpi sama yakni bertemu dengan seorang pria tetapi wajahnya tak begitu jelas. Samar-samar dia mendekati aku, tetap kemudian dia menghilang begitu saja."

__ADS_1


Mendengar cerita dari, Nia. Rocky sejenak diam saja. Dia sudah sempat mengira jika yang ada di dalam mimpi tersebut adalah, Dika.


"Sayang, itu hanya mimpi. Bisa jadi yang ada di dalam mimpimu adalah, almarhum papah. Mungkin dia ingin di jenguk di kirim doa olehmu."


"Bukankah kita sudah lama tidak berziarah ke makam almarhum papahmu?"


Nia percaya saja dengan apa yang di katakan oleh, Rocky.


"Mungkin juga ya, mas. Bagaimana kalau kita besok ziarah ke makam almarhum papah?"


"Bukannya jika belum empat puluh hari, kamu tidak di izinkan keluar dari rumah?"


"Iya juga sih, mas. Aku baru ingat pesan, mamah."


"Ya sudah, kita tunggu sampai genap empat puluh hari menjelang umur si kecil."


"Syukurlah, Nia percaya dengan apa yang aku katakan. Kenapa pula pacarnya sampai datang di dalam mimpinya? membuat masalah baru saja."


Ada rasa kesal di dalam hati, Rocky pada Dika. Dia sempat ingin menyingkirkan Dika tetapi dia berpikir panjang.


"Jika aku tak ingat akan sebab dan akibatnya, pasti aku akan memerintah orang untuk menyingkirkan pacar, Nia itu."


Dalam hati Rocky terus saja menggerutu tiada hentinya. Tetapi dia masih mempunyai hati nurani sehingga tak berbuat nekad.


Pagi menjelang, Rocky melakukan aktifitasnya seperti sedia kala kembali. Dia berangkat ke kantor dan mengurus tiga butik milik, Nia.


Sementara Nia standby di rumah untuk menjaga anaknya dan melewati masa pemulihan setelah melahirkan.


"Sebenarnya aku sangat suntuk selalu berada di rumah. Tetapi bagaimana lagi, karena aku tidak boleh keluar rumah sama sekali sebelum waktu empat puluh hari berlalu."


Kegelisahan Nia sempat terlihat oleh mamahnya, Nani.


"Nayla, kenapa kamu bengong?apakah ada hal yang membuatmu resah?"


"Nggak ada kok, mah. Hanya aku suntuk saja di dalam rumah sepanjang hari."


"Aku ingin keluar rumah sejenak untuk menghilangkan rasa sintukku ini."

__ADS_1


"Sabar ya, nak. Kan tinggal satu minggu lagi, kamu susah bebas keluar rumah."


"Iya, mah."


__ADS_2