
Mereka berjalan beriringan mencari bangku yang kosong,setelah berkeliling mencari tempat untuk mereka duduki akhirnya mereka menemukannya,tempat itu berada di lantai atas Pak Fahmi menggenggam tangan Nunu lalu menuntunnya menuju bangku yang berada di ujung.
Alangkah terkejutnya disaat tanggannya di genggam oleh seseorang,ya tangannya di genggam oleh Pak Fahmi.Nunu hanya terdiam mengikuti arah yang fi tujukan,ia hanya bisa pasrah mengikutinya.
"Ayo silahkan"Katanya.
Pak Fahmi menggeserkan bangku untuk Nunu lalu mempersilahkan Nunu untuk duduk.Nunu hanya menurut lalu menganggukkan kepalanya.
Entah mimpi apa dia semalam,diajak jalan lalu mwkan bersama,meskipun sebelumnya mereka sudah pernsh makan bersama namun kali ini sikapnya begitu manis didepan Nunu,layaknya seperti sepasang kekasih.
Wajah Pak Fahmi tidak terlihat tua,bahkan wajahnya yang tampan itu terlihat seperti berumur dua puluh tahun.Jadi tidak ada yang menyangka jika mereka adalah sepasang GURU DAN MURID.
"Kamu mau pesan apa?"Tanya nya.
"Terserah kakak saja"Jawab Nunu sedikit canggung.
Merekapun memesan makanan,tak lama pesanan mereka pun datang,dengan cekatan Pak Fahmi menyendokkan nasi lalu lauk pauk untuk Nunu.
"Ayo di makan"Perintah Pak Fahmi.
"Ya kak terima kasih kak,aku bisa sendiri kok"Nunu merasa tak enak.
"Sudah,hayo di makan".
Deeeerrrt derrrrttt deeeerrrt derrt
Suara ponsel Pak Fahmi berbunyi ia melihat siapa yang menghubunginya lalu mengabaikannya.Nunu yang melirik ke arah samping mengernyitkan kedua alisnya merasa aneh karena panggilan telpon yang berbunyi barusan tidak di indahkan oleh Pak Fahmi.
Deeeerrrttt deeeerrrt deeeerrrt deerrrt
Bunyi yang kedua kalinya masih sama tidak direnspon sama sekali oleh Pak Fahmi.
"Kenapa tidak di angkat saja kak?"Tanya nya penasaran.
"Oh biar saja tidak terlalu penting kok"Jawab Pak Fahmi.
"Mana kita tahu kak,siapa tahu itu telpon penting memberi kabar atau apa gitu".
__ADS_1
"Baiklah nanti kalau nelpon lagi aku angkat"Pak Fahmi menyerah.
Namun ponsel Pak Fahmi tidak lagi berbunyi sehingga membuat mereka beradu pandang memandangi ponsel lalu pandangan mereka saling bertemu.
Pak fahmi tersenyum manis,lalu melanjutkan kembali aktifitas makan mereka.
"Aku ketoilet dulu ya,gak apa-apa kan aku tinggal,atau kamu mau ikut"goda Pak Fahmi.
"Apaan sih kakak ini,aku tunggu kakak di sini saja kak.Kakak ketoilet saja"Nunu menjawab dengan nada datar.
"Apa-apaan sih ni guru kok bisa sih berbicara seperti itu.Sudah jelas-jelas aku masih di bawah umur"Batin Nunu tak terima dengan ucapan yang barusan keluar dari mulut Pak Fahmi.
Deeeerrrt deeerrrt deeerrrt deeerrt deerrt derrt
Terdengar suara panggilan telepon kembali berkali-kali dari ponsel yang di tinggalkan Pak Fahmi.
Terlihat nama di layar ponsel.Nunu mendekati ponsrl tersebut,ternyata disana tertera nama Nabila tanpa menunggu lama Nunu memberanikan diri untuk mengangkat panggilan telepon tersebut dengan sedikit keberanian.
📲
"Hallo"Kata seorang wanita di seberang sana.
"Kamu siapa?"Tanya wanita teesebut seakan curiga.
Nunu terdiam ia bingung harus menjawab apa,namun seketika dari belakang seseorang berdiri lalu memegang tangan nya,hingga membuat Nunu tersentak kaget.
"Biar aku saja"Pak Fahmi mengambil alih.
Ia mendekatksn ponselnya ketelinga,jarak mereka sangat dekat dan volume nya pun lumayan besar jadi sedikit terdengar oleh Nunu.
"Ngapain kamu sama pacar aku hah,jangan menjadi perusak hubungan orang ya.Kata kan kalian sedang berada di mana?"Bentaknya.
Nunu sedikit terkejut dengan tutur kata orang yang berada di balik telepon di sadari oleh Pak Fahmi,lalu ia menggenggam erat tangan Nunu seakan mengisyaratkan jika itu tidak benar adanya.
"Jangan sembarangan berbicara ya,mau apa kamu?dan ingat kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi sejak empat bulan yang lalu.Jangan hubungi aku lagi"Dengan nada sedikit tinggi penuh penegasan.
Pak Fahmi memandangi Nunu yang sedari tadi terdiam ia tahu jika Nunu tidak salah dalam hal ini,dia lah yang memaksa untuk mengajak Nunu.
__ADS_1
"Maafkan aku,itu.."Katanya menggantung.
"Tidak apa-apa kak"Potongnya.
"Kami sudah lama putus,percayalah kita sudah tidak ada hubungan apa-apa,dengar aku maafkan aku atas kekeiruan ini aku mohon"Sambil menggenggam erat tangan Nunu.
Nunu terdiam di hatinya ia tidak merasa cemburu bahkan biasa saja,namun ia merasa posisinya tidak baik saat ini berjalan dengan Pak Fahmi.
"Aku mohon maaf kan aku sudah melibatkan kamu dan atas ucapan Nabila barusan"menaruh tangan Nunu ke dadanya.
"Tidak perlu di bahas kak,aku ingin pulang"Katanya.
"Heyy,kamu marah"Memegang pipi Nunu dengan kedua tangannya.
"Untuk apa aku marah kak,lagi pula jika hari ini kita lanjutkan perjalanan juga tidak mungkin kak,selesaikan terlebih dahulu urusan kakak.Aku tidak mau menjadi orang yang berada di posisi yang salah"Jawabnya.
"Kamu dengar baik-baik ya,kami sudah putud empat bulan yang lalu.Nabila tak ingin jika kamu putus di tengah jalan tetapi aku tidak mencintainya kami menjalin hubungan atas dasar perjodohan dari sahabat-sahabat kami dan itu pun Nabila sendiri yang mendekatiku,berkali-kali aku tolak namun ia bersikukuh tak mau menyerah akhirnya dengan terpaksa aku menerimanya,percayalah pada ku"Jelas nya bersungguh-sungguh.
"Tidak perlu kakak jelaskan jika benarpun kalian sepasang kekasih saling mencintai tidak apa-apa,tidak masalah bagiku"Kata Nunu.
Pak Fahmi mengeratkan genggaman tangannya,seakantak ingin jika setelah ini Nunu menjadi jauh dari nya menjaga jarak hingga mereka tidak bisa sedekat ini lagi.
"Aku mau pulang kak"Pinta Nunu.
"Tapi kamu janji ya,setelah ini kita masih bisa dekat bahkan lebih dekat dari ini?aku bersungguh-sungguh"Katanya.
Nunu hanya mengangguk,setelah membayar mereka pun pergi meninggalkan tempat makan itu.Nunu hanya terdiam namun tangannya masih tetap di genggam.
"Kak lepasin,aku tidak enak jika nanti ada yang salah faham dengan kita seperti tadi"Pintanya.
"Aku tidak akan melepaskan,sebelum kamu berjanji jika kamu tidak akan jauh dari aku setelah ini,mengizinkan aku tetap berada di samping kamu"Tegasnya.
"Baik kak,sekarang lepaskan genggaman tangan kakak aku mohon.
Tak lama ia pun mepaskan genggaman tangannya.
"Kamu yakin mau pulang,tidak masalah jika kita lanjutkan"Pak Fahmi meyakini.
__ADS_1
"Tidak ksk nanti saja lain waktu saat ini bukan waktu yang tepat".
Dengan rasa kecewa ia pun mengalah menuruti kemauan Nunu meskipun terpaksa namun jika ia bersi keras pastinya Nunu menjadi menjauh padanya.