
Waktu menunjukkan pukul enam pagi,seperti biasa nunu bangun selalu lebih awal meskipun sekolsh libur itu sudah menjadi kebiasaan untuknya.
Aktifitas pagi saat libur yang biasa ia lakukan adalah membantu ibunya untuk mengerjakan pekerjaan rumah,nunu sudah di biasakan untuk melakukan itu sejak kecil meskipun nunu kecil di asuh oleh orang lain namun nunu tumbuh menjadi anak yang sangat mandiri.
"Bu kerjaan aku sudah beres,aku langsung mandi ya"pinta nunu.
"Ya sudah".
Nunu pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya,setelah selesai ia duduk didepan teras depan rumahnya sambil membawa buku tugas dari sekolahnya.
Cuaca sangat cerah kicauan burung pun berbunyi sangat merdu saling bergantian,jam menunjukkan pukul sepuluh pagi.
Tin...tin...tiiiinn
Bunyi telakson mobil berbunyi nunu yang duduk di depan teras menoleh ke asal suara"Siapa?kok kok kayanya gak asing liat mobilnya"gumam nunu.Nunu beranjak dari duduknya secara bersamaan seseorang turun dari mobil tadi.
Nunu mengingat-ingat mobil siapa yang sedang terparkir di pekarangan rumahnya.Ketika nunu melihat seseorang turun dari mobil matanya terbelalak,ia kaget dengN sosok yang turun dari mobil.
"Haaahh pak fahmi,ya ampun gue kan punya janji sama dia kenapa gue bisa lupa ya"gumamnya.
Mereka pun saling berhadapan,kini penampilan pak fahmi sangat berbeda seperti biasanya,ia menggunakan kaos berwarna putih dengan celana jeans berwarna cream rambutnya di sisir ala model opa-opa korea membuat ria sedikit kaget melihatnya berbeda dengan penampilannya disaat mengajar,ia menggunakan kemeja dan celana bahan,penampilan pak fahmi benar-benar sangat sempurna hingga siapa pun tidak akan mengira jika ia seorang guru bahasa inggris.
Pak fahmi tersenyum melihat orang ada ada dihadapannya,nunu yang hanya menggunakan baju berwarna silver berkengan pendek serta celana pendek diatas lutut bamun kecantikannya tetap terpancar pada dirinya.
"Emmm pak fahmi,silahkan masuk"nunu menyambut kedatangan pak fahmi.
"Kamu tidak lupa kan"katanya.
"Hehe justru aku lupa pak jadi aku belum bersiap-siap"nunu tersenyum tak enak karena ia benar-benar lupa.
"Aku nunggu disini saja"katanya.
"Saya masuk dulu ya pak,bapak mau minum apa?"tanya nunu.
"Kan sudah aku bilang jika diluar kelas kamu tidak usah memanggil aku bapak dan ingat bicara kamu tidak perlu seperti itu,diluar kelas aku sama seperti yang lain"jelasnya.
"Maaf pak eh kak,kakak mau minum apa?"tanya nunu.
"Tidak usah repot-repot"katanya.
__ADS_1
"Aku masuk dulu ya kak"nunu pamit.
Nunu segera pergi menuju dapur untuk membuatkan teh manis untuk pak fahmi,ibunya nunu memperhatikan gerak-geriknya.
"Tumben bikin teh manis,ada tamu ya?"tanya ibunya nunu.
"Iya buk"jawabnya singkat.
"Siapa?"tanyanya penasaran.
"Emmmm guru eh temen aku bu"nunu menjawab dengan gemetar.
"Guru atau teman"ibunta nunu penasaran.
"Emmm teman bu"katanya gugup.
Setelah selesai membuatkan teh manis untuk pak fahmi nunu segera memberikannya.
"Ini kak silahkan"kata nunu mempersilahkan.
"Kan aku susah bilang tudak usah repot-repot"katanya.
"Gak repot kok kak hanya teh manis saja,eummm maaf kak pakaian aku tidak sopan aku ganti baju dulu ya kak"nunu pamit.
Nunu hanya mengangguk,lalu pergi menuju kamarnya untuk berganti baju memakai baju yang sopan.
Setelah selesai untuk berganti baju nunu datang kembali untuk menenmui pak fahmi,"Berbicara dengan siapa dia?ya ampun ibu sudah ada di depan!aduh gimana ni,aku takut ibu salah faham nanti disangkanya pak fahmi pacar aku lagi"gumamnya.
Nunu keluar melihat ibunya sudah akrab dengan pak fahmi.
"Kenapa tidak diajak masuk nu"kata ibunya nunu.
"Tadi aku sudah ajak masuk bu tetapi dia gak mau"jawabnya.
"Euuumm bu,saya mau minta izin bawa anak ibu jalan -jalan"izinnya.
"Tidak apa-apa nak boleh silahkan"jawabnya.
Mereka pun pergi setelah mendapat izin dari ibunya nunu,diperjalanan nunu masih merasa canggung duduk bersebelahan dengan pak fahmi ia tidak pernah membayangkan jika mereka bisa jalan berdua jika teman-temannya melihat apa yang dikatakan mereka mungkin ada yang berpkiran positif tetapi pastinya ada yang berpikiran negatif dengan kedekatan mereka.
__ADS_1
Pak fahmi melirik ke arah nunu ia pun merasakan hal yang sama tak pernah menyangka jika ia bisa jatuh cinta dengan anak muridnya namun ada kebahagiaan tersendiri pada dirinya.
"Kamu pingin kemana?siapa tau rekomendasi tempat yang kamu inginkan bagus"pak fahmi membuka pembicaraan.
"Terserah kaka saja aku gak tahu tempat yang bagus disini,kalau mau cari taman banyak disini kota bogor banyak tamannya"jawab nunu.
"Bagaimana kalau kita ke pelabuhan ratu atau kita ke sawarna"tanya pak fahmi.
"Terserah kakak saja aku ikut"katanya.
"Kalau kamu aku culik mau"goda pak fahmi.
"apaan sih kakak bisa aja"kata nunu gugup.
"Haha habisnya kamu lucu,ditanya pasrah aja"pak fahmi terkekeh.
"Jadi kamu maunya kemana?"tanya pak fahmi.
"Sepertinya sawarna menyenangkan"jawab nunu.
"Oke let's go...."pak fahmi bersemangat.
Mobil pak fahmi pun pergi meluncur menuju tempat yang nunu inginkan dengan semangat empat lima pak fahmi mewujudkan keinginan nunu terlihat dari raut wajahnya yang berbinar disaat mrngendarai mobil menuju sawarna.
Karena perjalanan menempuh jarak yang sangat jauh,pak fahmi memberhentikan mobilnya di depan rumah makan saung kuring bogor karena sudah waktunya makan jam makan siang.
Nunu sedang melihat pemandangan di jendela tiba-tiba ia sangat terkejut karena pak fahmi membelokkan mobilnya,ia sadar jika mereka melewati jalan ini akan terasa sangat jauh dari tempat biasa.
"Kok lewat sini sih kak,kalau kita lewat sini kejauhan"nunu bingung karena mobil pak fahmi melewati jalan yang salah.
"Sebelum kita ngebolang kita isi perut terlebih dahulu,jaraknya masih sangat jauh"kata pak fahmi.
"Huuuufffh aku pikir kakak lupa jalan,memangnya sudah buka jam segini?bukannya malam hehe"kata nunu.
"Tadi aku tanya mbah ternyata sudah buka dari jam sembilan pagi"jawab pak fahmi.
"Mbah?maksud kakak mbah apa?mbah siapa kak?"tanya nunu polos.
"Haha kamu ini benar-benar polos banget sih bikin aku makin gemes aja,iya tadi aku tanya mbah,MBAH GEOGLE hahaha"pak fahmi mencubit pipi nunu gemas.
__ADS_1
"Hehe aku beneran gak tahu kak"kata nunu malu pipinya seketika menjadi merah merona karena pak fahmi mencubit pipinya.
Merekapun turun dari mobil untuk mengisi perutnya sebelum melanjutkan perjalanan mereka menuju sawarna.