CLBK Cinta Lama Belum Kelar

CLBK Cinta Lama Belum Kelar
Menjadi rebutan dan kesepakatan


__ADS_3

Keesokan harinya dahlia lebih dulu sampai di sekolah.


Karena jarak rumahnya sangat jauh dia memilih masuk lebih awal dari yang lain karena takut macet karena kesiangan datang ke sekolah,makanya ia memilih berangkat dari rumah pukul enam pagi,jaraknya dari rumanhnya menuju sekolah memakan waktu sekitar satu setengah jam,ketika sampai sekolah ia tidak usah repot berlari takut pintu gerbang ditutup,ia bisa santai di kantin atau di kelas sambil menunggu yang lainnya datang,


kebetulan kelas masih sepi hanya ada beberapa siswa saja yang sudah datang dahlia memutuskan untuk pergi ke kantin sekolah,sambil sarapan karena ia belum sempat sarapan dirumahnya.


Ketika ia sampai di kantin lalu memesan bubur ayam untuk menu sarapannya dan menyantap sarapan paginya tak sengaja ia mendengar seseorang berbicara dibelakangnya,tepat dibelakang ia duduk.


"Lo yakin mau deketin dia"tanya seseorang.


"Kenapa tidak dia cantik,gua tertarik sama dia,gua yakin dia juga suka sama gua"jawabnya dengan pede.


"Gak usah ke pedean lo,kita liat nanti aja dia pilih gua atau lo"kata seseorang.


"Siapa takut".


"Kita taruhan kalau lo dapet dia gua kasih jatah jajan gua selama 2bulan buat lo,begitupun sebaliknya jika lo kalah berarti jatah jajan lo buat gue,gimana?yaaah itung-itung bonus dapet cewek dapet duit juga kan"tantang seseorang.


"Oke deal,gue setuju".


Dahlia kaget matanya terbelalak mendengar itu,seketika selera makannya hilang,karena ia tahu siapa yang berbicara di belakangnya dan ia juga tahu orang yang mereka bicarakan itu siapa,begitu jelas perjanjian mereka ia dengar karena jarak duduknya cukup dekat,dia segera membayar makananbya dan kembali ke kelas.


Sesampainya di kelas,ia masih terdiam kata-kata yang baru saja ia dengar membuat dahlia sangat syok.


"Habis dari mana lia?tasnya ada orangnya gak ada"tanya santi.


"Ke kantin san gue gak sempat sarapan di rumah"jawab dahlia.


Dahlia bingung dengan apa yang ada dihati dan pikirannya,entah apa yang harus ia lakukan saat ini"Duuuh gimana ini,gue ceritain gak ya kejadian tadi si nunu mau jadi korban taruhan"gumam dahlia.


"Hey kenapa bengong,nanti kesambet baru tau rasa lo,hahaha"ledek santi.


"Oh itu gue lagi mikirin ucapan orang tua gue katanya gue suruh pulang cepet mau ada hal penting yang mau di bicarain,gue cuma penasaran aja"ucap dahlia sengaja berbohong agar santi tak curiga.


Nunu dan dewi pun datang.

__ADS_1


"San,lia kenapa ko pucet banget mukanya"tanya nunu.


"haha gak tau tuh,lo tanya sendiri aja"jawab santi.


"Li,lo kenapa?sakit bukan,pucet banget atau ada masalah"tanya nunu sambil mendekati dahlia menegang keningnya.


"Ehh eeeeeng enggak itu anu cuma sedikit ngantuk tadi terlalu kenyang sarapan di kantin,hehe"terbata-bata.


Nunu hanya mengernyitkan alisnya heran qda yang mencurigakan dengan sikap dahlia.


Bel masuk pun berbunyi,karena masih orientasi siwswa jadi belum ada jadwal belajar mengajar,masih dalam masa perkenalan siswa siswi saja.


Hari demi hari terlewati tak terasa sudah seminggu masa perkenalan murid,dan hari terakhir orientasi siswa berlalu,hari senin sudah aktif belajar.


Dihari terakhir mereka tak melewati kesempatan untuk berkumpul sebelum pelajaran dan tugas sekolah datang kepada mereka pastinya tidak sebebas ini.


Jam pulang pun tiba bel sekolah pun berbunyi menandakan waktu para siswa siswi untuk pulang.


"Main kerumah gue yuk,deket kok" ajak dewi.


"Gue pulang duluan ya,maaf gue gak bisa ikut kalian sorry"tolak ria.


"Yaaaahh ada yang kurang dong"nunu tak bersemangat kecewa dahlia tak ikut bersama mereka.


"Lain waktu saja ya,gak apa-apa kan maaaaaaff"ucap dahlia tak enak.


"Ya udah deh,hati-hati ya di jalan,daaaaaaaaaahhhh"


Dahlia mendekati nunu,sedikit berbisik.


"Nu nanti gue mau ngomong penting sama lo tapi gak sekarang,gue buru-buru banget"ucap dahlia.


Nunu hanya mengangguk mengiyakan ucapannya,dahlia pun berpamitan untuk pulang.


Tiba-tiba,seseorang menghampiri.

__ADS_1


"Hai,boleh pinjam nunu nya gak sebentar saja.ucap gunawan.


"Lama gak nih kita mau ada acara soalnya,kalau enggak lo ikut kita aja gabung sama kita kerumah dewi,boleh kan wi"santi mengedipkan sebelah matanya,mengisyaratkan kepada dewi.


"Boleh juga tuh san,gak apa-apa gabung aja sama kita"dewi senyum penuh arti.


"Yakin boleh nih"gunawan menoleh ke nunu sambil senyum.


"Gimana tuan rumah nya aja,aku sih gak masalah"jawab nunu tersipu malu karena gugun menatap nunu terus.


"Oke deh".


Setelah mereka sampai dirumah dewi,santi mengkode dewi agar meninggalkan mereka berdua,mereka tahu maksud gugun apa.


"Wi antar gue yuk ke mini market ada yang mau gue beli nih,gue lupa tadi"sambil menarik tangan dewi.


"Oh iya san gue juga ada yang mau di beli nih san,kalian gak apa-apa kan kita tinggal bentar ya gak apa-apa kan,gun awas ya gue balik temen gue ada yang penyok atau ada yang lecet"goda dewi pada nunu.


"Kalian tega banget sih ninggalin gue"nunu kesal.


"Kan ada gugun kali nu,kecuali lo gue tinggalin sendiri.aman kan gun kita tinggal"dewi senyam senyum.


"Tenang pasti aman masih ada gue"jawab gugun sambil menatap nunu senyum.


"Oke deh kalau begitu kita pergi ya, daaaaaahh"santi dan dewi pergi.


Hening,keduanya terdiam belum membuka topik pembicaraan,semenjak dewi dan santi pergi belum ada yang memulai pembicaraan di antara mereka.


Gugun hanya curi-curi pandang,sesekali pandangan mereka bertemu mereka tertunduk malu,wajah nunu merah merona karena gugup.


Gugun bingung harus memulai nya dari mana ia pun tak kalah gugup nya seperti nunu,biasanya setiap wanita yang ia dekati tidak secanggung ia mendekati nunu,nunu berbeda dari wanita yang sering ia dekati gugun pun heran,kenapa tiba-tiba mulutnya begitu berat,gemetar,panas dingin padahal cuaca tidak begitu panas di luar,jantungnya berdegup kencang seperti sedang lari maraton.hanya bersama nunu ia merasa seperti ini sulit untuk memulai katannya"kenapa tiba-tiba gue kaya gini ya"ucapnya dalam hati.


Nunu hanya terdiam tak berani untuk menatap dan memulai pembicaraan pada gugun"katanya mau ngomong kok diem aja sih,santi sama dewi kenapa lama bener sih,tau gitu tadi ikut mereka"ucapnya dalam hati.


Tiga puluh menit pun berlalu mereka masih terdiam membisu.

__ADS_1


__ADS_2