
gugun hanya terdiam atas sikap nunu.
nunu meninggalkan gugun dan bergabung dengan teman-temannya diteras rumah.
"lo gak temenin gugun nu,siapa tahu dijenguk ceweknya bisa langsung sembuh"celetuk irma.
"gak usah ngaco ir,ceweknya dia tuh melisa bukan gue.gue mah cuma bahan taruhan dia doang"ucap nunu santai.
semua orang yang berada di situ pun saling pandang termasuk lisa sahabat melisa,ia tahu semuanya karena malisa menceritakan hubungan mereka.lisa terdiam tidak membela melisa tidak merenspon ucapan nunu.
deni pun ikut terkesima dengan ucapan nunu"ternyata kecurigaan gue gak salah pernah lihat melisa isiin PR gugun waktu ngumpulin PR tulisan gugun sama persis seperti tulisan melisa,ternyata mereka ada hubungan"gumam deni.
setelah mereka lumayan lama dirumah gugun mereka pun izin pulang.
"nu lo tetap disini temenin gue"pinta gugun.
"lo telpon aja melisa buat nemenin lo"nunu berlalu meninggalkan gugun.
deeeeggg..
gugun yang kaget atas penolakan dan ucapan nunu terdiam,mengacak-ngacak rambutnya menyesali.
"sejujurnya gue cuma manfaatin melisa doang nu dan gue bener-bener udah suka sama lo,bodohnya gue yang terobsesi cuma pengen menang taruhan agar lo jadi cewek gue dan bisa cium lo.sekarang gue yang makan pil pahit itu gue beneran suka sama lo"ucap gugun namun tak terdengar siapapun.
ke esokkan harinya seperti biasa sebelum guru datang semua murid bercanda ria,ada yang berdandan,ada yang main ponsel,ada yang mengerjai temannya ada yang curhat,ada yang ketawa,berlari-lari mereka sibuk dengan aktifitas masing-masing.
"nu gila lo kemarin ngomong gitu di depan orang banyak"ucap dewi.
"kereeeeeeeeenn"santi memberikan dua jempol.
"setelah ini apa yang ingin lo lakuin nu"kata dahlia memberi wajah serius dewi dan santi pun ikut menyimak.
"lo liat aja nanti gue ikutin alur cerita mereka"jawabnya enteng.
__ADS_1
gugun yang sudah mulai maduk sekolah sejak datang tak putus memandang nunu.lalu ia berinisiatif mendatangi nunu.
"wi tukeran tempat dong sehari aja,bolehkan gue mau deket nunu"pinta gugun.
dewi menatap wajah teman-temannya mendapat persetujuan dari teman-temannya dewi pun pindah.
"nu,sudah isi PR ni tinggal salin"gugun memberikan buku.
nunu tidak menggubris ucapab gugun,ia masih fokus dengan novel yang ada ditangannya.
"sini buku lo biar gue yang salinin"gugun meraih tas nunu.
"gak perlu gun,tadi firman sudah kasih tahu jawabannya.lagian gue gak mau dari lo gak lucu kan nilai kita bertiga sama dengan jawaban yang sama"nunu memindahkan posisi tasnya.
gugun mengerti maksud ucapan nunu"siaaaall ternyata gue keduluan si firman,ada rencana apa si firman dia kan tahu gue pemenangnya"gumam gugun.
tak lama guru pun datang,semua murid fokus dengan pelajaran yang diberikan guru.
sesekali gugun curi pandang ke nunu,namun nunu acuh.
melisa yang melihat dari jauh pun merasa terbakar api cemburu,namun ia sadar akan posisinya tapi disisi lain ia tak mau putus hubungan dengan gugun,ia pun sadar jika gugun hanya memanfaatkannya tetapi ia tak mempermasalahkan itu,itu cara agar gugun selalu dekat dengannya.
Dikejauhan dewi taj luput memandangi para sahabatnya,ia tersenyum melihat tingkah gugun yang di acuhkan oleh nunu.
"Stttttt,kenapa lo ketawa-tawa sendiri"kata adiatma.
"Apaan sih lo,kepo bener jadi cowok"jawabnya ketus.
Adi pun mencari tahu arah pandangan mata dewi.
"Lo ngetawain temen gue"katanya.
"Lah terus kalau iya kenapa?masalah buat lo,ngerugiin lo"ucapnya masih ketus.
__ADS_1
"Bisa gak sih lo gak usah ketus gitu ke gue"katanya.
"Serah gue"jawabnya singkat.
Ditempat lain,nunu merasa risih berada dekat gugun,gugun selalu mengganggu nya mencari perhatian dengan melempar alat tulis,kertas,semua ia lakukan agar mendapat perhatian dari nunu tetapi sama sekali nunu tidak merenspon apa yang gugun lakukan.
Gugun lama kelamaan merasa kesal karena apa yang ia lakukan tak juga mendapatkan renspon dari nunu.Akhirnya gugun terdiam,nunu yang merasa tidak lagi diganggu gugun pun bernafas lega,betapa tidak nyamannya disaat gugun terus menerus mengganggu nya di saat jam bekajar berlangsung.
Dahlia dan santi pun masih memperhatikan dua sejoli di depannya,tak hentinya santi tertawa kecil melihat kelakuan mereka di depannya.
"Udahan san,capek dia di cuekin"kata dahlia.
"Haha... sumpah liat tampang gugun bikin ngakak lia"jawab santi.
Dari kejauhan melisa sesekali melirik ke arah nunu dan gugun,sebenarnya ia merasa cemburu melihat gugun berdekatan dengan nunu tetapi apa boleh buat ia hanya bisa memandang menahan rasa panas di dalam hatinya.
"Kenapa mel?"tanya lisa.
"Nggak apa-apa lis"katanya.
Lisa pun melirik ke arah nunu dan gugun.
"Oh,itu yang bikin lo gak konsen.Lo cemburu mel?"kata lisa.
"Mmmm biasa aja lis,lagian mereka udah gak ada hubungan apa-apa kan".
"Mel ngapain sih lo mempertahanin perasaan lo sama gugun,kaya gak ada cowok lain aja,dia tuh playboy mel entar ujung-ujungnya lo sakit hati.Dari cara lo dapetin dia aja salah mel,lo sadar mau sampai kapan kaya gini.Dia bisa dengan mudah mempermainkan hati cewek termasuk lo"jelas lisa yang tidak tega dengan perasaan melisa.
Melisa terdiam,apa yang di bicarakan lisa ada benarnya juga,tetapi entah kenapa ia tidak bisa melepas gugun begitu saja,rasanya makin hari kian dalam kepada gugun,ia sudah di butakan oleh cinta terlarang yang seharusnya tidak terjadi.
"Mel,lo pikirin kata-kata gue,gue gak mau lo terpuruk nantinya karena semakin hari cinta lo ke gugun malah semakin dalam.Gue gak mau mel nanti lo akan menyesali semuanya karena gugun udah mengecewakan lo mel".
"Makasih lis"jawabnya singkat.
__ADS_1
Entahlah apa yang ada di pikiran melisa,lisa sendiri bingung,harus dengan cara apa ia memperingati melisa,semua terasa percuma karena tidak didengar olehnya.
Lisa tak ingin sahabatnya terlalu mencintai gugun karena ia tahu gugun bukan orang yang tepat untuk di cintai,ia tahu gugun dekat dengan melisa hanya ada maksud yaitu agar pekerjaan sekolah tidak susah payah ia berpikir ketika ada tugas yang diberikan oleh guru.Gugun tinggal menyalin jawaban saja dari buku melisa,melisa tidak keberatan meskipun terkadang melisa sendiri yang menulisnya untuk gugun.Melisa benar-benar telah di butakan oleh cinta.